Jakarta Good Guide
Posted by: Sheika Rauf

Pernah walking tour menyusuri jalan-jalan kota tua di London, Praha, Austria, Paris dan kota-kota di Eropa lainnya ? Di beberapa negara ASEAN ternyata juga mulai mengadopsi walking tour ini. Begitu juga dengan Jakarta. Ibu kota Republik Indonesia ini memang memiliki potensi pariwisata yang masih sangat bisa dieksplor. Dari Kota Tua yang sarat dengan cerita-cerita bersejarah, Monumen Nasional dengan emas kokoh yang berdiri di puncak, sampai beragam pilihan wisata kuliner yang menggoda.

Minggu, 8 Oktober lalu familygoers mengikuti salah satu program walking tour dari Jakarta Good Guide (JGG). JGG merupakan operator walking tour di Jakarta yang memiliki beberapa tour guide bersertifikasi dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Tentu saja tour guide yang akan menemani turis berjalan-jalan sudah tahu betul cerita-cerita dari sudut kota Jakarta, rute yang sudah menjadi program mereka.

Sebenarnya Jakarta Good Guide memiliki beberapa program walking tour untuk mengenal kota Jakarta lebih dekat, dari program ‘pay as you wish’ atau membayar seikhlasnya sampai walking tour yang dikenakan tarif. Berawal dari city tour yang berpusat di pusat kota – seputar Monas, Mahkamah Konstitusi, Istana Presiden, Masjid Istiqlal dan Katedral – kini Jakarta Good Guide yang didirikan Farid dan Candha sudah memiliki 10 rute, dan bahkan sudah membuka cabangnya di Yogyakarta dan Bandung. Rute-rute yang termasuk dalam program JGG di Jakarta diantaranya, rute Kota Tua, China Town, Cikini, Jatinegara, Thamrin, Cilincing, Blok M, dan lain sebagainya.

Di luar program ini, JGG membuka rute customized yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari client, seperti halnya yang dilakukan familygoers. Tentunya untuk jenis rute ini dikenakan tarif, bukan lagi membayar seikhlasnya.

Sebelum membuat rute walking tour sendiri, Familygoers melakukan survey terlebih dahulu dengan mengikuti walking tour rute umum,yakni mengeksplorasi Kota Tua, dengan lintasan Stasiun Kota, pelabuhan Sunda Kelapa, Menara Syahbandar, Jembatan Kota Intan, Fatahillah Square dan gedung Olveh. Kami ditawari naik perahu nelayan melintasi pinggir laut di pelabuhan Sunda Kelapa.

Ketika sedang melakukan survey untuk familygoers walking tour, familygoers ikut bersama dua peserta lain yang berasal dari Polandia. Mereka berdua mengetahui tentang walking tour ini dari hasil googling, dan ketemulah website Jakarta Good GuideDari situ mereka mengisi form pendaftaran yang terdapat di website, kemudian datang pada jadwal yang telah ditentukan di tempat yang telah ditentukan pula, hari Minggu pukul 9 pagi di Stasiun Kota. Waktu keberangkatan sangat on time, jam 9 persis, group tour sudah berangkat.

Rute yang kami lalui ini sebenarnya lebih sesuai untuk orang dewasa, mengingat infrastruktur kota Jakarta juga belum ramah untuk anak-anak. Selain itu, waktu memulai tour juga agak siang, sekitar pukul 9 pagi. Jam 9 pagi di Kota Tua itu rasanya seperti menjelang tengah hari. Panas ! Tour guide kami hari itu berbahasa Inggris karena memang ada peserta asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Kami berhenti di beberapa sudut untuk mendengarkan cerita di balik sebuah bangunan atau jalan yang sedang kami lalui.

Naik perahu nelayan melintasi pinggir laut Pelabuhan Sunda Kelapa (sumber foto : Sheika Rauf / familygoers)

Di Jembatan Kota Intan (sumber foto : Sheika Rauf / familygoers)

Dari hasil survey inilah kemudian familygoers dan JGG memutuskan membuat rute sendiri yang lebih ramah anak untuk acara familygoers meet up yang pertama. Rute nya tidak sejauh dan sebanyak program reguler dari JGG. Kami hanya mengambil rute berkeliling Fatahillah Square menuju Jembatan Kota Intan dan berputar kembali ke Fatahillah Square, ditambah menjelajah museum Fatahillah dan museum Wayang. Itu saja sudah cukup mengenyangkan untuk anak-anak. Cerita lebih lengkap tentang familygoers meet up – family walking tour di Kota ini bisa disimak di sini.

Familygoers Walking Tour bersama Jakarta Good Guide (sumber foto : Sheika Rauf / familygoers)

Dalam familygoers walking tour ini kami pun menggandeng pula Wisata Sekolah untuk ikut berpartisipasi. Wisata Sekolah merupakan partner Jakarta Good Guide yang menyediakan program wisata edukasi dan study tour untuk kegiatan sekolah, Saat ini wisata sekolah memiliki paket wisata edukasi ke tempat-tempat wisata anak yang populer, seperti misalnya Ocean Dream Ancol, Pinisi Edutainment Park dan Kidzania. Tidak mau repot mengurus segala persiapan study tour, serahkan saja pada Wisata Sekolah !

Familygoers mendapatkan banyak cerita dan pengalaman seru dari walking tour menjelajahi beberapa bagian dari Kota Tua ini. Meskipun udara panas namun tak menyurutkan semangat familygoers berjalan-jalan dan menyimak penuturan tour guide dari Jakarta Good Guide. Dengan ikut walking tour bersama Jakarta Good Guide, kunjungan kami ke Kota Tua jadi berbeda, bukan sekedar foto-foto di spot instagrammable, tapi juga mengetahui secuplik cerita di balik Kota Tua.

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.


Jakarta Good Guide
Posted by: Sheika Rauf

Pernah walking tour menyusuri jalan-jalan kota tua di London, Praha, Austria, Paris dan kota-kota di Eropa lainnya ? Di beberapa negara ASEAN ternyata juga mulai mengadopsi walking tour ini. Begitu juga dengan Jakarta. Ibu kota Republik Indonesia ini memang memiliki potensi pariwisata yang masih sangat bisa dieksplor. Dari Kota Tua yang sarat dengan cerita-cerita bersejarah, Monumen Nasional dengan emas kokoh yang berdiri di puncak, sampai beragam pilihan wisata kuliner yang menggoda.

Minggu, 8 Oktober lalu familygoers mengikuti salah satu program walking tour dari Jakarta Good Guide (JGG). JGG merupakan operator walking tour di Jakarta yang memiliki beberapa tour guide bersertifikasi dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Tentu saja tour guide yang akan menemani turis berjalan-jalan sudah tahu betul cerita-cerita dari sudut kota Jakarta, rute yang sudah menjadi program mereka.

Sebenarnya Jakarta Good Guide memiliki beberapa program walking tour untuk mengenal kota Jakarta lebih dekat, dari program ‘pay as you wish’ atau membayar seikhlasnya sampai walking tour yang dikenakan tarif. Berawal dari city tour yang berpusat di pusat kota – seputar Monas, Mahkamah Konstitusi, Istana Presiden, Masjid Istiqlal dan Katedral – kini Jakarta Good Guide yang didirikan Farid dan Candha sudah memiliki 10 rute, dan bahkan sudah membuka cabangnya di Yogyakarta dan Bandung. Rute-rute yang termasuk dalam program JGG di Jakarta diantaranya, rute Kota Tua, China Town, Cikini, Jatinegara, Thamrin, Cilincing, Blok M, dan lain sebagainya.

Di luar program ini, JGG membuka rute customized yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari client, seperti halnya yang dilakukan familygoers. Tentunya untuk jenis rute ini dikenakan tarif, bukan lagi membayar seikhlasnya.

Sebelum membuat rute walking tour sendiri, Familygoers melakukan survey terlebih dahulu dengan mengikuti walking tour rute umum,yakni mengeksplorasi Kota Tua, dengan lintasan Stasiun Kota, pelabuhan Sunda Kelapa, Menara Syahbandar, Jembatan Kota Intan, Fatahillah Square dan gedung Olveh. Kami ditawari naik perahu nelayan melintasi pinggir laut di pelabuhan Sunda Kelapa.

Ketika sedang melakukan survey untuk familygoers walking tour, familygoers ikut bersama dua peserta lain yang berasal dari Polandia. Mereka berdua mengetahui tentang walking tour ini dari hasil googling, dan ketemulah website Jakarta Good GuideDari situ mereka mengisi form pendaftaran yang terdapat di website, kemudian datang pada jadwal yang telah ditentukan di tempat yang telah ditentukan pula, hari Minggu pukul 9 pagi di Stasiun Kota. Waktu keberangkatan sangat on time, jam 9 persis, group tour sudah berangkat.

Rute yang kami lalui ini sebenarnya lebih sesuai untuk orang dewasa, mengingat infrastruktur kota Jakarta juga belum ramah untuk anak-anak. Selain itu, waktu memulai tour juga agak siang, sekitar pukul 9 pagi. Jam 9 pagi di Kota Tua itu rasanya seperti menjelang tengah hari. Panas ! Tour guide kami hari itu berbahasa Inggris karena memang ada peserta asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Kami berhenti di beberapa sudut untuk mendengarkan cerita di balik sebuah bangunan atau jalan yang sedang kami lalui.

Naik perahu nelayan melintasi pinggir laut Pelabuhan Sunda Kelapa (sumber foto : Sheika Rauf / familygoers)

Di Jembatan Kota Intan (sumber foto : Sheika Rauf / familygoers)

Dari hasil survey inilah kemudian familygoers dan JGG memutuskan membuat rute sendiri yang lebih ramah anak untuk acara familygoers meet up yang pertama. Rute nya tidak sejauh dan sebanyak program reguler dari JGG. Kami hanya mengambil rute berkeliling Fatahillah Square menuju Jembatan Kota Intan dan berputar kembali ke Fatahillah Square, ditambah menjelajah museum Fatahillah dan museum Wayang. Itu saja sudah cukup mengenyangkan untuk anak-anak. Cerita lebih lengkap tentang familygoers meet up – family walking tour di Kota ini bisa disimak di sini.

Familygoers Walking Tour bersama Jakarta Good Guide (sumber foto : Sheika Rauf / familygoers)

Dalam familygoers walking tour ini kami pun menggandeng pula Wisata Sekolah untuk ikut berpartisipasi. Wisata Sekolah merupakan partner Jakarta Good Guide yang menyediakan program wisata edukasi dan study tour untuk kegiatan sekolah, Saat ini wisata sekolah memiliki paket wisata edukasi ke tempat-tempat wisata anak yang populer, seperti misalnya Ocean Dream Ancol, Pinisi Edutainment Park dan Kidzania. Tidak mau repot mengurus segala persiapan study tour, serahkan saja pada Wisata Sekolah !

Familygoers mendapatkan banyak cerita dan pengalaman seru dari walking tour menjelajahi beberapa bagian dari Kota Tua ini. Meskipun udara panas namun tak menyurutkan semangat familygoers berjalan-jalan dan menyimak penuturan tour guide dari Jakarta Good Guide. Dengan ikut walking tour bersama Jakarta Good Guide, kunjungan kami ke Kota Tua jadi berbeda, bukan sekedar foto-foto di spot instagrammable, tapi juga mengetahui secuplik cerita di balik Kota Tua.

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.