Tips Sukses dan Pengalaman Potty Training Saat Traveling
Posted by: Admin

Anak tetap bisa melakukan potty training saat Anda mengajaknya  traveling. Agar  sukses melakukannya  ini beberapa tips yang bisa Anda coba plus pengalaman familygoers yang anaknya potty traning saat traveling.

Potty training  umumnya mulai dilakukan saat  anak berusia 2 – 3 tahun, sebelum ia masuk taman kanak-anak. Perlu waktu dan  upaya keras untuk melatihnya  karena memang  tidak mudah membiasakan anak Buang Air Kecil (BAK) dan Buang air besar (BAB) di kamar mandi, meskipun ditemai apalagi sendirian.

Langkah awal yang perlu dilakukan orangtua adalah  mengenalkan anak pada  aktivitas di kamar mandi saat BAK dan BAB juga upacara sesudahnya seperti mem-flash dan mencuci tangan.  Anda juga perlu mengetahui jadwalnya ke kamar mandi, pagi, siang atau sore. Dengan itu Anda bisa mengingatkan saat waktu BAK dan BAB tiba.

Hal yang tak kalah penting adalah mengajak seluruh keluarga kompak terlibat menerapkan  potty traning pada anak. Jangan sampai salah satu anggota keluarga  memaklumi ketika anak memaksa BAK dan BAB tidak di kamar mandi.

Sedangkan saat mengajak anak yang sedang potty training  traveling Anda perlu menyiapkan dan menerapkan beberapa hal di bawah ini agar potty training anak sukses,

  1. Bawa potty training yang portable, ramah anak yang sudah biasa digunakan oleh anak akan membuat anak nyaman saat melakukan BAK atau BAB di kamar mandi, yang berada tempat asing.
  2. Pilih kamar mandi yang bersih dengan penerangan yang baik  selama Anda dalam perjalanan dengan mobil. Beberapa POM bensin besar menyediakan kamar mandi dan WC yang lumayan yang bersih. Sementara di airport, staisun, atau terminal besar biasanya sudah tersediaa toilet khusus anak. Tempat lain yang bisa Anda pilih adalah di restoran atau swalayan.
  3. Buat jadwal ke kamar mandi sesering mungkin untuk membawa anak ke kamar mandi  atau mengeceknya. Agar tidak lupa, karena saking serunya jalan-jalan, set alarm setiap 30 menit berbunyi untuk mengingatkan Anda untuk mengecek dan bertanya apakah anak ingin BAK atau BAB.
  4. Siap-siap terjadi ‘kecelakaan’. Namanya juga sedang jalan-jalan, Anda bisa lupa waktu, begitu juga anak. Dan ketika anak tiba-tiba BAK atau BAB di celana, hadapi dengan tenang sambal mengatakan, “Oh, kamu pipis di celana. Nanti lagi kamu bilang ya, kalau ingin pipis.”
  5. Lanjutkan memberinya penghargaan, memberinya pujian atau stiker misalnya, saat anak bilang saat ingin BAK dan BAB. Hal ini akan membuat anak tetap semangat melanjutkan potty training, meskipun berada dalam perjalanan.

Pengalaman Familygoers

Beberapa waktu lalu, Mimin pernah bertanya di Ig  @familygoers, “Pernah ngalamin anak sedang potty training saat traveling?”

Ternyata ada  beberapa  familygoers yang mengalami anaknya potty training saat traveling. Ini ceritanya!

@mellisaoctavia, “Kemarin waktu umur 22 bulan kami bawa anak  ke Thailang. Saya pede saja tidak bawa popok karena sudah biasa lepas popok dan sudah biasa bilang kalau mau pipis. Tapi pas di pesawat, telat bawa ke toilet jadinynya ngompilin emaknya…”

@putrihuerlimann, “Pernah waktu ke Swis. Dari airport ke rumah mertua naik mobil dengan waktu tempuh 3 jam plus waktu di pesawat, jadi seluruhnya  17 jam. Akhirnya ia  tetap memakai popok. Tapi tetap diwanti-wanti kalau mau pipis atau pupi harus tetap di toilet. Benar-benar dianggap tidak membawa popok saja. Dan just in case dia ketiduran dan bocor. Ternyata meski sedang tidur ia tidak pernah pipis di popok. Akhirnya kami benar-benar lepas popoknya.”

@Primirma, “Beberapa bulan ini kami melakukan potty training dan melakukan  traveling. Solusinya  adalah membawa potty yang bentuknya seperti botol yang disimpan di dalam tas dan dibawa ke mana-mana. Setiap ketemu toilet dibuang isinya terus dicuci pakai sabun.”

 

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Tips Sukses dan Pengalaman Potty Training Saat Traveling
Posted by: Admin

Anak tetap bisa melakukan potty training saat Anda mengajaknya  traveling. Agar  sukses melakukannya  ini beberapa tips yang bisa Anda coba plus pengalaman familygoers yang anaknya potty traning saat traveling.

Potty training  umumnya mulai dilakukan saat  anak berusia 2 – 3 tahun, sebelum ia masuk taman kanak-anak. Perlu waktu dan  upaya keras untuk melatihnya  karena memang  tidak mudah membiasakan anak Buang Air Kecil (BAK) dan Buang air besar (BAB) di kamar mandi, meskipun ditemai apalagi sendirian.

Langkah awal yang perlu dilakukan orangtua adalah  mengenalkan anak pada  aktivitas di kamar mandi saat BAK dan BAB juga upacara sesudahnya seperti mem-flash dan mencuci tangan.  Anda juga perlu mengetahui jadwalnya ke kamar mandi, pagi, siang atau sore. Dengan itu Anda bisa mengingatkan saat waktu BAK dan BAB tiba.

Hal yang tak kalah penting adalah mengajak seluruh keluarga kompak terlibat menerapkan  potty traning pada anak. Jangan sampai salah satu anggota keluarga  memaklumi ketika anak memaksa BAK dan BAB tidak di kamar mandi.

Sedangkan saat mengajak anak yang sedang potty training  traveling Anda perlu menyiapkan dan menerapkan beberapa hal di bawah ini agar potty training anak sukses,

  1. Bawa potty training yang portable, ramah anak yang sudah biasa digunakan oleh anak akan membuat anak nyaman saat melakukan BAK atau BAB di kamar mandi, yang berada tempat asing.
  2. Pilih kamar mandi yang bersih dengan penerangan yang baik  selama Anda dalam perjalanan dengan mobil. Beberapa POM bensin besar menyediakan kamar mandi dan WC yang lumayan yang bersih. Sementara di airport, staisun, atau terminal besar biasanya sudah tersediaa toilet khusus anak. Tempat lain yang bisa Anda pilih adalah di restoran atau swalayan.
  3. Buat jadwal ke kamar mandi sesering mungkin untuk membawa anak ke kamar mandi  atau mengeceknya. Agar tidak lupa, karena saking serunya jalan-jalan, set alarm setiap 30 menit berbunyi untuk mengingatkan Anda untuk mengecek dan bertanya apakah anak ingin BAK atau BAB.
  4. Siap-siap terjadi ‘kecelakaan’. Namanya juga sedang jalan-jalan, Anda bisa lupa waktu, begitu juga anak. Dan ketika anak tiba-tiba BAK atau BAB di celana, hadapi dengan tenang sambal mengatakan, “Oh, kamu pipis di celana. Nanti lagi kamu bilang ya, kalau ingin pipis.”
  5. Lanjutkan memberinya penghargaan, memberinya pujian atau stiker misalnya, saat anak bilang saat ingin BAK dan BAB. Hal ini akan membuat anak tetap semangat melanjutkan potty training, meskipun berada dalam perjalanan.

Pengalaman Familygoers

Beberapa waktu lalu, Mimin pernah bertanya di Ig  @familygoers, “Pernah ngalamin anak sedang potty training saat traveling?”

Ternyata ada  beberapa  familygoers yang mengalami anaknya potty training saat traveling. Ini ceritanya!

@mellisaoctavia, “Kemarin waktu umur 22 bulan kami bawa anak  ke Thailang. Saya pede saja tidak bawa popok karena sudah biasa lepas popok dan sudah biasa bilang kalau mau pipis. Tapi pas di pesawat, telat bawa ke toilet jadinynya ngompilin emaknya…”

@putrihuerlimann, “Pernah waktu ke Swis. Dari airport ke rumah mertua naik mobil dengan waktu tempuh 3 jam plus waktu di pesawat, jadi seluruhnya  17 jam. Akhirnya ia  tetap memakai popok. Tapi tetap diwanti-wanti kalau mau pipis atau pupi harus tetap di toilet. Benar-benar dianggap tidak membawa popok saja. Dan just in case dia ketiduran dan bocor. Ternyata meski sedang tidur ia tidak pernah pipis di popok. Akhirnya kami benar-benar lepas popoknya.”

@Primirma, “Beberapa bulan ini kami melakukan potty training dan melakukan  traveling. Solusinya  adalah membawa potty yang bentuknya seperti botol yang disimpan di dalam tas dan dibawa ke mana-mana. Setiap ketemu toilet dibuang isinya terus dicuci pakai sabun.”

 

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin