Tips Menurunkan Demam pada Anak Saat Traveling
Posted by: Admin

Anak demam saat traveling akan membuat kegembiraan liburan jadi berkurang. Untuk mengatasinya perlu mengetahui dulu apa itu demam, bagaimana mengatasinya, apakah perlu ke dokter atau tidak?

Tubuh disebut demam jika suhu tubuh melebih1 37 derajat Celsius. Tingginya suhu tergantung usia anak dan lokasi pengukuran demam dengan termometer.

Disebut demam jika termometer yang diletakkan di mulut, telinga dan ketiak,  menunjukkan angka 38 derajat Celsius. Sedangkan di dubur termometer menunjukkan angka 38.5 derajat Celsius atau lebih.

Banyak orangtua yang terkena ‘fever phobia’, panik jika tiba-tiba putra putri kesayangannya terkena demam.

“Orangtua banyak yang mengira demam pada anak  sangat berbahaya, padahal umumnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata  Robert W. Steele, M.D, dokter anak di St. John’s Children’s Hospital, in Springfield, Missouri, AS.

Sebab demam juga bisa menandakan bahwa kekebalan tubuh anak sedang melakukan tugasnya dengan baik, berjuang melawan bakteri atau virus yang menyerang tubuh.

Peyebab meningkatnya suhu tubuh adalah karena meningkatnya pyrogen, sejenis molekul kecil di dalam tubuh, yang disebabkan oleh antara lain alergi, imunisasi, infeksi, radang atau anak sedang tumbuh gigi.

Demam yang disebabkan oleh infeksi kuman merupakan mekanisme tubuh untuk bertahan dalam menghadapi masuknya virus, bakteri atau parasit  ke dalam tubuh.

Demam pada bayi dan anak- anak umumnya  disebabkan oleh infeksi virus. Tandanya  antara lain suhu tubuh meninggi tiba-tiba. Demam biasanya akan turun sekitar 2 atau 3 hari.

Berikut ini tips yang perlu familygoers lakukan saat anak demam di tengah kegembiraan traveling

  • Putuskan untuk beristirahat di kamar hotel dan menjadwal ulang rencana pergi pada hari tersebut. Bisa juga familygoers bergantian menunggu anak dengan suami dan pergi sendiri-sendiri. Meskipun jadi kurang seru, ya.
  • Selalu cek suhu tubuh anak dengan menggunakan termometer khusus untuk anak. Untuk mengantisipasi selalu bawa termometer saat traveling bersama anak.
  • Beri anak minum air putih, jus buah, dan makanan yang berkuah. Restoran siap saji seperti KFC, misalnya, menyediakan suap ayam dengan sayuran. Tetap beri ASI jika anak masih menyusu.
  • Beri anak makanan yang mengandung gizi seimbang;  mengandung karbohidrat, protein dan sayuran hijau, meski anak berkurang nafsu makannya. Pastikan membeli makanan di tempat yang kebersihannya terjaga.
  • Beri anak obat penurun demam yang biasa ia konsumsi, jika suhu tubuh anak melebihi 38 ºC. Selalu patuhi aturan pemakaian, dosis dan mengecek tanggal kadaluarsa.  Hentikan obat jika suhu tubuhnya tidak tinggi lagi. Obat penurunan panas termasuk obat-obatan yang harus dibawa saat traveling dengan anak.
  • Kompres anak dengan air hangat selama 10 – 15 menit bila suhu tubuh sudah mencapai 39 ºC. Letakkan kompres di ketiak dan lipat paha. Cara ini akan membantu menurunkan panas dengan mengeluarkanya panas lewat pori-pori melalui proses penguapan. Untuk mengantipasi selalu bawa handuk kecil setiap kali bepergian bersama anak.

Kapan anak demam perlu dibawa ke dokter?

Menurut website Ikatan Dokter Anak Indonesia,  www.idai.or.id, secara umum anak demam perlu dibawa ke dokter jika:

  • Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum
  • Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya
  • Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi(≥39°c)
  • Anak semua usia yang suhunya >40°c
  • Anak semua usia dengan kejang demam
  • Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari, meski demamnya hanya berlangsung beberapa jam saja
  • Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti jantung, kanker, lupus, dan penyakit ginjal
  • Anak yang demam disertai ruam

Anak harus sesegera mungkin dibawa ke dokter jika ditemui tanda-tanda bahaya sebagai berikut:

  • Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir, lidah dan kuku tampak kebiruan
  • Ubun-ubun terlihat menonjol atau cekung
  • Ada kekakuan di leher
  • Nyeri kepala hebat
  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah
  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar
  • Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minu
  • Menangis terus menerus
  • Anak gelisah
  • Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur
  • Buang air kecilmenjadi sedikit atau jarang
Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Tips Menurunkan Demam pada Anak Saat Traveling
Posted by: Admin

Anak demam saat traveling akan membuat kegembiraan liburan jadi berkurang. Untuk mengatasinya perlu mengetahui dulu apa itu demam, bagaimana mengatasinya, apakah perlu ke dokter atau tidak?

Tubuh disebut demam jika suhu tubuh melebih1 37 derajat Celsius. Tingginya suhu tergantung usia anak dan lokasi pengukuran demam dengan termometer.

Disebut demam jika termometer yang diletakkan di mulut, telinga dan ketiak,  menunjukkan angka 38 derajat Celsius. Sedangkan di dubur termometer menunjukkan angka 38.5 derajat Celsius atau lebih.

Banyak orangtua yang terkena ‘fever phobia’, panik jika tiba-tiba putra putri kesayangannya terkena demam.

“Orangtua banyak yang mengira demam pada anak  sangat berbahaya, padahal umumnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata  Robert W. Steele, M.D, dokter anak di St. John’s Children’s Hospital, in Springfield, Missouri, AS.

Sebab demam juga bisa menandakan bahwa kekebalan tubuh anak sedang melakukan tugasnya dengan baik, berjuang melawan bakteri atau virus yang menyerang tubuh.

Peyebab meningkatnya suhu tubuh adalah karena meningkatnya pyrogen, sejenis molekul kecil di dalam tubuh, yang disebabkan oleh antara lain alergi, imunisasi, infeksi, radang atau anak sedang tumbuh gigi.

Demam yang disebabkan oleh infeksi kuman merupakan mekanisme tubuh untuk bertahan dalam menghadapi masuknya virus, bakteri atau parasit  ke dalam tubuh.

Demam pada bayi dan anak- anak umumnya  disebabkan oleh infeksi virus. Tandanya  antara lain suhu tubuh meninggi tiba-tiba. Demam biasanya akan turun sekitar 2 atau 3 hari.

Berikut ini tips yang perlu familygoers lakukan saat anak demam di tengah kegembiraan traveling

  • Putuskan untuk beristirahat di kamar hotel dan menjadwal ulang rencana pergi pada hari tersebut. Bisa juga familygoers bergantian menunggu anak dengan suami dan pergi sendiri-sendiri. Meskipun jadi kurang seru, ya.
  • Selalu cek suhu tubuh anak dengan menggunakan termometer khusus untuk anak. Untuk mengantisipasi selalu bawa termometer saat traveling bersama anak.
  • Beri anak minum air putih, jus buah, dan makanan yang berkuah. Restoran siap saji seperti KFC, misalnya, menyediakan suap ayam dengan sayuran. Tetap beri ASI jika anak masih menyusu.
  • Beri anak makanan yang mengandung gizi seimbang;  mengandung karbohidrat, protein dan sayuran hijau, meski anak berkurang nafsu makannya. Pastikan membeli makanan di tempat yang kebersihannya terjaga.
  • Beri anak obat penurun demam yang biasa ia konsumsi, jika suhu tubuh anak melebihi 38 ºC. Selalu patuhi aturan pemakaian, dosis dan mengecek tanggal kadaluarsa.  Hentikan obat jika suhu tubuhnya tidak tinggi lagi. Obat penurunan panas termasuk obat-obatan yang harus dibawa saat traveling dengan anak.
  • Kompres anak dengan air hangat selama 10 – 15 menit bila suhu tubuh sudah mencapai 39 ºC. Letakkan kompres di ketiak dan lipat paha. Cara ini akan membantu menurunkan panas dengan mengeluarkanya panas lewat pori-pori melalui proses penguapan. Untuk mengantipasi selalu bawa handuk kecil setiap kali bepergian bersama anak.

Kapan anak demam perlu dibawa ke dokter?

Menurut website Ikatan Dokter Anak Indonesia,  www.idai.or.id, secara umum anak demam perlu dibawa ke dokter jika:

  • Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum
  • Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya
  • Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi(≥39°c)
  • Anak semua usia yang suhunya >40°c
  • Anak semua usia dengan kejang demam
  • Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari, meski demamnya hanya berlangsung beberapa jam saja
  • Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti jantung, kanker, lupus, dan penyakit ginjal
  • Anak yang demam disertai ruam

Anak harus sesegera mungkin dibawa ke dokter jika ditemui tanda-tanda bahaya sebagai berikut:

  • Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak
  • Kesulitan bernapas
  • Bibir, lidah dan kuku tampak kebiruan
  • Ubun-ubun terlihat menonjol atau cekung
  • Ada kekakuan di leher
  • Nyeri kepala hebat
  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah
  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar
  • Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minu
  • Menangis terus menerus
  • Anak gelisah
  • Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur
  • Buang air kecilmenjadi sedikit atau jarang
Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin