Tips Mengatasi Mimisan pada Anak Saat Traveling
Posted by: Admin

Keluar darah dari hidung atau disebut mimisan bisa dialami oleh anak  saat liburan karena disebabkan faktor cuaca dan kelelahan. Ini cara menghindari dan mengobatinya.

Menurut www.hellosehat.com mimisan bisa terjadi karena udara kering. Kondisi ini sering terjadi pada iklim dingin ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis.

Jadi, saat Anda bepergian ke negara yang sedang musim dingin – ada  potensi terkena mimisan. Mengapa? Karena udara kering bisa mengeringkan selaput hidung, menghasilkan kerak yang jika tergores menyebabkan berdarah. Maka, pastikan anak untuk tidak mengorek-ngoreknya jika selaput kering. Pastikan juga kuku anak terpotong pendek

Selain itu, mimisan juga bisa terjadi di iklim panas dan kering dengan kelembapan rendah atau perubahan musim. Iklim tersebut dapat menyebabkan lapisan hidung kering hingga retak dan berdarah.

Kelelahan juga bisa menjadi pemicu mimisan. Ini terjadi karena kelelahan menyebabkan pembuluh darah yang relatif lemah mudah menjadi tegang dan akhirnya pecah dan menyebabkan mimisan. Maka disarankan saat traveling Anda membuat itenari yang tidak mengganggu jam tidur anak. Karena selain akan membuat anak rewel, kelelahan juga akan memicu mimisan.

Ini yang harus Anda lakukan saat anak mengalami mimisan dikutip dari www.alodokter.com.

  • Tenangkan anak agar lebih mudah melakukan pertolongan. Perlihatkan kepada anak bahwa Anda bisa bersikap tenang dalam menghadapi hal ini.
  • Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk. Minta ia tidak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan, kerongkongan, atau keluar melalui mulut. Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak, batuk, atau muntah.
  • Tutup hidung menggunakan tisu atau lap bersih dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Tetapi, hindari memasukkan tisu atau lap ke lubang hidung.
  • Tekan bagian hidung yang lunak tersebut selama sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil. Anda juga bisa memberi kompres dingin pada pangkal hidung saat menekan hidung yang mimisan. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan.
  • Setelah 10 menit, lepaskan. Perhatikan, apakah perdarahan sudah berhenti atau belum.
  • Jika perdarahan belum berhenti, ulangi langkah tersebut.

Segera bawa ke rumah sakit jika:

  • Sudah melakukan pertolongan pertama dengan menekan hidungnya selama 10 menit, sebanyak dua kali, tetapi darah belum berhenti mengalir.
  • Anak tampak lemas dan pucat, detak jantung atau denyut nadi anak cepat, dan sulit bernapas.
  • Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak.
  • Anak mengalami batuk atau muntah karena darah dari hidung telanjur mengalir ke kerongkongan, lalu ke mulut, dan mungkin tertelan.
  • Bagian tubuh yang lain juga berdarah, misalnya gusi.
Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Tips Mengatasi Mimisan pada Anak Saat Traveling
Posted by: Admin

Keluar darah dari hidung atau disebut mimisan bisa dialami oleh anak  saat liburan karena disebabkan faktor cuaca dan kelelahan. Ini cara menghindari dan mengobatinya.

Menurut www.hellosehat.com mimisan bisa terjadi karena udara kering. Kondisi ini sering terjadi pada iklim dingin ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis.

Jadi, saat Anda bepergian ke negara yang sedang musim dingin – ada  potensi terkena mimisan. Mengapa? Karena udara kering bisa mengeringkan selaput hidung, menghasilkan kerak yang jika tergores menyebabkan berdarah. Maka, pastikan anak untuk tidak mengorek-ngoreknya jika selaput kering. Pastikan juga kuku anak terpotong pendek

Selain itu, mimisan juga bisa terjadi di iklim panas dan kering dengan kelembapan rendah atau perubahan musim. Iklim tersebut dapat menyebabkan lapisan hidung kering hingga retak dan berdarah.

Kelelahan juga bisa menjadi pemicu mimisan. Ini terjadi karena kelelahan menyebabkan pembuluh darah yang relatif lemah mudah menjadi tegang dan akhirnya pecah dan menyebabkan mimisan. Maka disarankan saat traveling Anda membuat itenari yang tidak mengganggu jam tidur anak. Karena selain akan membuat anak rewel, kelelahan juga akan memicu mimisan.

Ini yang harus Anda lakukan saat anak mengalami mimisan dikutip dari www.alodokter.com.

  • Tenangkan anak agar lebih mudah melakukan pertolongan. Perlihatkan kepada anak bahwa Anda bisa bersikap tenang dalam menghadapi hal ini.
  • Dudukkan anak dengan posisi kepala agak menunduk. Minta ia tidak bersandar untuk menghindari kemungkinan darah mengalir dari saluran hidung bagian dalam ke tenggorokan, kerongkongan, atau keluar melalui mulut. Jika ini terjadi, kemungkinan dapat menyebabkan anak tersedak, batuk, atau muntah.
  • Tutup hidung menggunakan tisu atau lap bersih dengan cara menekan bagian hidung yang lunak. Tetapi, hindari memasukkan tisu atau lap ke lubang hidung.
  • Tekan bagian hidung yang lunak tersebut selama sekitar 10 menit dengan kekuatan tekanan yang stabil. Anda juga bisa memberi kompres dingin pada pangkal hidung saat menekan hidung yang mimisan. Tujuannya untuk menghentikan perdarahan.
  • Setelah 10 menit, lepaskan. Perhatikan, apakah perdarahan sudah berhenti atau belum.
  • Jika perdarahan belum berhenti, ulangi langkah tersebut.

Segera bawa ke rumah sakit jika:

  • Sudah melakukan pertolongan pertama dengan menekan hidungnya selama 10 menit, sebanyak dua kali, tetapi darah belum berhenti mengalir.
  • Anak tampak lemas dan pucat, detak jantung atau denyut nadi anak cepat, dan sulit bernapas.
  • Darah yang keluar diperkirakan sudah terlalu banyak.
  • Anak mengalami batuk atau muntah karena darah dari hidung telanjur mengalir ke kerongkongan, lalu ke mulut, dan mungkin tertelan.
  • Bagian tubuh yang lain juga berdarah, misalnya gusi.
Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin