Tips Mengatasi Jet lag pada Anak

Tips Mengatasi Jet lag pada Anak
Posted by: Admin

Agar liburan keluarga Anda dan anak tetap berjalan menyenangkan,  ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk mengatasi jet lag.

Saat  bepergian dengan pesawat ke tempat yang memiliki zona waktu berbeda, kemungkinan anak mengalami jet lag, yang ditandai dengan antara lain, gangguan tidur,  diare atau sulit buang air besar, mual dan gangguan menstruasi pada wanita. Ini terjadi karena setiap orang itu memiliki jam biologis, termasuk respon terhadap gelap dan terang, yang secara rutin menentukan kapan  seseorang  bangun dan tidur. Rutinitas tersebut terganggu saat  seseorang bepergian ke tempat yang memiliki zona waktu berbeda, misalnya San Fransisco, Paris, Atau Montreal Kanada.

Kondisi ini membuat tubuh harus beradaptasi  dengan waktu setempat termasuk juga jam makannya. Sebab penerbangan ke timur akan memperpendek hari. Sebaliknya penerbangan ke barat justru  bisa memperpanjang hari. Makanya disaeankan, jika Anda ingin mengajak anak terbang ke timur, biasakan ia tidur setengah jam  lebih awal  beberapa hari sebelum pergi. Sebaliknya biasakan anak tidur setengah jam lebih larut dari jam tidurnya, jika Anda ingin membawanya liburan ke arah barat.

Jet lag pun memiliki efek yang berbeda pada usia anak. Bayi usia 2 bulan  yang belum memiliki waktu tidur rutin, kemungkinan tak akan mengalami jet lag. Yang perlu dikhawatirkan justru risiko ia terkena infeksi selama di perjlalanan. Namun anak atas usia 2 tahun yang sudah memiliki waktu tidur rutin kemungkinan akan mengalami jet lag.

Di bawah ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan  agar liburan anak tetap berkesan disadur dari www.todaysparent.com.

  1. Ajak anak menikmatu sinar matahar siang di tempat tujuan, meski mungkin ia sedikit mengantuk karena di Indonesia adalah malam hari dan itu jam tidurnya.  Secara alami,  menurut Linda Szmulewitz, pemilik Sleep Tight Consultants di Chicago AS, sinar matahari akan membantu me-reset jam biologis.
  2. Perhatikan Jam. Lupakan tidur siang dan ajak anak bermain di luar di antara pukul 2 dan 3.  Menurut studi yang dipublikasikan   di Journal of Biological Rhythms, menikmati sinar matahari pada jam tersebut sangat penting, karena otak  mengatakan bahwa itu adalah sore bukan dini hari.
  3. Pastikan anak tidur siang hanya dua jam. Sebab jika tidak, anak bisa tidur lelap, lama dan bisa istirahat. Namun, mereka akan kehilangan kesempatan menikmati aktivitas siang hari dan akan sulit beradaptasi dengan waktu dengan cepat. Maka untuk memastikan ia tidur dua jam, pasang alarm, kata Nicole Johnson, ibu dua anak, pemilik The Baby Sleep SiteKetika bangun bawa anak keluar, meskipun ia mungkin akan sedikit rewel.
  4. Bawa barang dari rumah karena tidak mudah tidur di tempat baru dengan waktu yang  berbeda pula. Anda bisa membawa seprai, sarung bantal, buku atau mainan yang ia sukai. Benda-benda tersebut akan membantu anak merasa nyaman di tempat barunya.
  5. Di hari pertama atau kedua anak mungkin akan bangun tengah malam karena lapar sebab itu memang jam makannya siangnya di Indonesia. Anda bisa memberinya makanan ringan yang cepat dan mudah dikunyah. Setelah itu dorong ia untuk kembali tidur. Jika ia masih sulit tidur, beri ia waktu bermain sebentar tapi dengan lampu dimatikan.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin



Tips Mengatasi Jet lag pada Anak

Tips Mengatasi Jet lag pada Anak
Posted by: Admin

Agar liburan keluarga Anda dan anak tetap berjalan menyenangkan,  ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk mengatasi jet lag.

Saat  bepergian dengan pesawat ke tempat yang memiliki zona waktu berbeda, kemungkinan anak mengalami jet lag, yang ditandai dengan antara lain, gangguan tidur,  diare atau sulit buang air besar, mual dan gangguan menstruasi pada wanita. Ini terjadi karena setiap orang itu memiliki jam biologis, termasuk respon terhadap gelap dan terang, yang secara rutin menentukan kapan  seseorang  bangun dan tidur. Rutinitas tersebut terganggu saat  seseorang bepergian ke tempat yang memiliki zona waktu berbeda, misalnya San Fransisco, Paris, Atau Montreal Kanada.

Kondisi ini membuat tubuh harus beradaptasi  dengan waktu setempat termasuk juga jam makannya. Sebab penerbangan ke timur akan memperpendek hari. Sebaliknya penerbangan ke barat justru  bisa memperpanjang hari. Makanya disaeankan, jika Anda ingin mengajak anak terbang ke timur, biasakan ia tidur setengah jam  lebih awal  beberapa hari sebelum pergi. Sebaliknya biasakan anak tidur setengah jam lebih larut dari jam tidurnya, jika Anda ingin membawanya liburan ke arah barat.

Jet lag pun memiliki efek yang berbeda pada usia anak. Bayi usia 2 bulan  yang belum memiliki waktu tidur rutin, kemungkinan tak akan mengalami jet lag. Yang perlu dikhawatirkan justru risiko ia terkena infeksi selama di perjlalanan. Namun anak atas usia 2 tahun yang sudah memiliki waktu tidur rutin kemungkinan akan mengalami jet lag.

Di bawah ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan  agar liburan anak tetap berkesan disadur dari www.todaysparent.com.

  1. Ajak anak menikmatu sinar matahar siang di tempat tujuan, meski mungkin ia sedikit mengantuk karena di Indonesia adalah malam hari dan itu jam tidurnya.  Secara alami,  menurut Linda Szmulewitz, pemilik Sleep Tight Consultants di Chicago AS, sinar matahari akan membantu me-reset jam biologis.
  2. Perhatikan Jam. Lupakan tidur siang dan ajak anak bermain di luar di antara pukul 2 dan 3.  Menurut studi yang dipublikasikan   di Journal of Biological Rhythms, menikmati sinar matahari pada jam tersebut sangat penting, karena otak  mengatakan bahwa itu adalah sore bukan dini hari.
  3. Pastikan anak tidur siang hanya dua jam. Sebab jika tidak, anak bisa tidur lelap, lama dan bisa istirahat. Namun, mereka akan kehilangan kesempatan menikmati aktivitas siang hari dan akan sulit beradaptasi dengan waktu dengan cepat. Maka untuk memastikan ia tidur dua jam, pasang alarm, kata Nicole Johnson, ibu dua anak, pemilik The Baby Sleep SiteKetika bangun bawa anak keluar, meskipun ia mungkin akan sedikit rewel.
  4. Bawa barang dari rumah karena tidak mudah tidur di tempat baru dengan waktu yang  berbeda pula. Anda bisa membawa seprai, sarung bantal, buku atau mainan yang ia sukai. Benda-benda tersebut akan membantu anak merasa nyaman di tempat barunya.
  5. Di hari pertama atau kedua anak mungkin akan bangun tengah malam karena lapar sebab itu memang jam makannya siangnya di Indonesia. Anda bisa memberinya makanan ringan yang cepat dan mudah dikunyah. Setelah itu dorong ia untuk kembali tidur. Jika ia masih sulit tidur, beri ia waktu bermain sebentar tapi dengan lampu dimatikan.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin