Tips berpakaian traveling di musim dingin untuk anak dan keluarga
Posted by: Sheika Rauf

“There’s no such thing as bad weather only bad clothes.” Ungkapan itu sudah begitu sangat populer di kalangan masyarakat yang hidup di negara dingin. Masyarakat yang tinggal di negara empat musim, apalagi dengan temperatur yang ekstrim, bukan lantas mereka lebih kebal tubuhnya dari dingin dibandingkan orang-orang yang tinggal di negara tropis. Mereka juga manusia sama seperti kita, makhluk bertubuh panas dengan temperatur tubuh normal sekitar 35-36 derajat celcius. Jadi, manusia akan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya ketika berhadapan dengan udara panas maupun dingin. Saat panas, manusia cenderung memilih pakaian dengan bahan adem, seperti katun. Begitu pula saat dingin manusia akan memilih bahan pakaian yang menahan panas di dalam tubuh, seperti wool, cashmere, fleece, bulu angsa, sampai kulit hewan.

Familygoers seperti saya yang terbiasa menghadapi panas nya tropis pasti ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berada di negara dingin dengan suhu di bawah 10 hingga di bawah 0 derajat celcius. Sebelumnya kami sekeluarga agak malas pergi saat winter karena agak ngeri berhadapan dengan udara yang dingin dan juga pakaian tebal yang harus dibawa. Pasti menuh-menuhi koper aja. Pikir saya pada awalnya. Namun, karena Zola, anak saya, ingin sekali main salju, maka kami rencanakan winter trip akhir tahun 2018 lalu. Apalagi negara yang kami pilih memang negara-negara di utara Eropa hampir dekat kutub utara sana. Sekalian aja, gak nanggung ! 🙂

Saya sempat mempelajari dulu cara berpakaian orang-orang yang tinggal di negara tujuan kami dan juga pengalaman para traveler lainnya. Berapa lapis dan bahan seperti apa yang mereka kenakan, terutama untuk anak-anak. Kasihan kalau Zola kedinginan lalu masuk angin, saya juga nanti yang pusing. Maka saya mempersiapkan baik-baik pakaian yang akan Zola kenakan nanti, supaya traveling kami bisa nyaman, tetap bisa main di luar, tidak diam di dalam. Rugi dong sudah jauh datang untuk merasakan winter malah banyak stay di dalam ruangan.

Inilah lapisan pakaian musim dingin untuk anak-anak dan untuk orang dewasa pada umumnya. Ternyata, bahan pakaian juga amat berperan di sini. Hindari pakaian berbahan katun untuk lapisan apapun di musim dingin dengan suhu di bawah 0 derajat celcius, karena katun melepas panas tubuh membuat tubuh jadi malah adem. Tinggalkan saja semua pakaian katun di rumah.

  1. Pakaian dalam atau long john. Ini penting sekali ! Untuk cuaca ekstrem di bawah nol, pakaian terdalam haruslah melekat di tubuh, bertangan panjang dan celana panjang. Bahan yang terbaik adalah merino wool atau wool biasa juga bisa. Ada anak yang tidak cocok dengan bahan wool karena bahannya bisa membuat kulit gatal. wool bisa diganti dengan fleece, asalkan melekat di tubuh. Untuk cuaca di bawah 10, dalaman fleece saja cukup, sementara untuk suhu di bawah 0, gunakan dalaman merino wool dan dilapisi lagi dengan fleece.

    Lapisan dalam atasan dengan bahan merino wool

    Lapisan dalam bawahan dengan bahan merino wool

  2. Lapisan kedua. Untuk suhu di bawah 0, disarankan memakai lapisan kedua yang agak longgar berbahan fleece atau polyester. Bisa tangan panjang atau model t-shirt saja. Untuk bawahan bisa berbahan fleece juga atau semacam celana training. Bahan celana training bisa berfungsi sebagai wind breaker untuk menahan angin. Lapisan ini juga cukup hangat untuk suhu di bawah 10. Jika terlalu panas, lapisan kedua bisa diganti dengan t-shirt atau kaos tangan panjang katun biasa saja.

    lapisan kedua untuk atasan berbahan fleece

    lapisan kedua untuk bawahan berbahan fleece

  3. Lapisan ketiga, bisa mengenakan lapisan sweater atau jaket tipis wind breaker atau bomber yang lagi ngetren itu. Ingat sekali lagi, jangan menggunakan sweater berbahan katun. Sweater katun hanya tebal saja tapi tidak tahan dingin. Gunakan sweater dari wool atau cashmere. Cashmere dua kali lipat harganya dari katun, namun tentu kualitas jauh lebih bagus. Sementara untuk bawahan, jika suhu di bawah 0 pilih snow pants yang dalamannya dilapisi bahan fleece atau polyester sementara di luar nya berbahan tahan air. Tetap kering jika dipakai untuk guling-gulingan di salju. Gak usah khawatir celana jadi basah kena salju yang bisa berakibat basahnya menyerap dan anak jadi kedinginan.

    Lapisan atasan sweater dari bahan wool

    Lapisan bawahan terluar, snow pants

    Lapisan bawahan terluar, snow pants

  4. Lapisan keempat. Tentu saja semua lapisan itu belum cukup menghangatkan tubuh. Masih perlu jaket tebal lagi untuk membuat tubuh benar-benar nyaman di dalam meskipun berada di suhu minus. Pilih jaket dengan lapisan bulu angsa. Semakin bulu angsa nya tebal semakin baik, cocok untuk suhu di bawah 0. Kalau perlu pilih jaket yang dilapisi pula dengan bahas fleece di dalamnya. Jadi semakin hanget deh ! Untuk anak sebaiknya dipilih jaket yang panjang hingga paha supaya paha juga bisa cukup hangat. Sementara untuk bawahan , cukup hanya tiga lapis saja, karena kaki dipakai untuk berjalan, beban untuk melangkah juga tidak begitu berat. Untuk suhu di bawah -10, lain lagi ceritanya. Lapisan bawahan harus bertambah lapisan atau cari bahan yang lebih hangat lagi.

    Lapisan terluar, jaket berisi bulu angsa

  5. Aksesoris musim dingin. Belum cukup sampai di situ karena masih harus ditambah dengan aksesoris musim dingin. Ini bukan sekedar aksesoris. Aksesoris ini sifatnya esensial alias penting ! Aksesoris meliputi penutup kepala, sarung tangan dan syal. Untuk sarung tangan ada dua jenis, satu berbahan wool tebal, yang lain sarung tangan ski. Sarung tangan ski ini masih harus dilapisi lagi dengan sarung tangan wool tipis karena tidak cukup menahan dingin. Ada juga sarung tangan dengan bahan fleece, polyester atau berbulu dengan lapisan luar dari kulit. Namun ini kurang pas jika dikenakan untuk anak-anak mengingat tangan mereka pasti gatal untuk memainkan apa saja di sekitarnya. Bisa-bisa lapisan kulit nya cepat rusak.

    Aksesoris musim dingin

  6. Boots dengan kaos kaki wool. Say no to sepatu keds kalau traveling di musim dingin. Thermal Boots sudah paling ok, bukan boots yang buat gegayaan. Boots yang menemani saya dan Zola adalah boots ini, nyaman banget dipakai dan hangat. Saya dan Zola memakai boots yang sama hanya berbeda warna dan ukuran. Sementara untuk kaos kaki, merino wool masih yang terbaik. Semakin dingin suhunya, kaos kaki bisa dirangkap dua hingga tiga. Karena itulah, pilih boots dengan size lebih besar dari ukuran sepatu biasa.

    Thermal boots

Pakaian ini adalah pakaian standar yang dipakai pada musim dingin dengan suhu di bawah 0 hingga minus 0. Semakin dingin, makan lapisannya semakin bertambah. Kalau perlu jaket pun dari bahan kulit rusa kutub seperti yang dipakai oleh orang-orang di sebuah desa di Rusia yang musim dinginnya bisa mencapai -40 derajat celcius. Dengan berpakaian seperti ini, beraktivitas di luar pun tidak terganggu, anak-anak masih tetap bisa aktif ataupun bersantai seperti foto di bawah ini 🙂

Santai kaya di pantai meskipun salju tebal di mana-mana

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.


Tips berpakaian traveling di musim dingin untuk anak dan keluarga
Posted by: Sheika Rauf

“There’s no such thing as bad weather only bad clothes.” Ungkapan itu sudah begitu sangat populer di kalangan masyarakat yang hidup di negara dingin. Masyarakat yang tinggal di negara empat musim, apalagi dengan temperatur yang ekstrim, bukan lantas mereka lebih kebal tubuhnya dari dingin dibandingkan orang-orang yang tinggal di negara tropis. Mereka juga manusia sama seperti kita, makhluk bertubuh panas dengan temperatur tubuh normal sekitar 35-36 derajat celcius. Jadi, manusia akan berusaha mempertahankan suhu tubuh normalnya ketika berhadapan dengan udara panas maupun dingin. Saat panas, manusia cenderung memilih pakaian dengan bahan adem, seperti katun. Begitu pula saat dingin manusia akan memilih bahan pakaian yang menahan panas di dalam tubuh, seperti wool, cashmere, fleece, bulu angsa, sampai kulit hewan.

Familygoers seperti saya yang terbiasa menghadapi panas nya tropis pasti ingin sekali merasakan bagaimana rasanya berada di negara dingin dengan suhu di bawah 10 hingga di bawah 0 derajat celcius. Sebelumnya kami sekeluarga agak malas pergi saat winter karena agak ngeri berhadapan dengan udara yang dingin dan juga pakaian tebal yang harus dibawa. Pasti menuh-menuhi koper aja. Pikir saya pada awalnya. Namun, karena Zola, anak saya, ingin sekali main salju, maka kami rencanakan winter trip akhir tahun 2018 lalu. Apalagi negara yang kami pilih memang negara-negara di utara Eropa hampir dekat kutub utara sana. Sekalian aja, gak nanggung ! 🙂

Saya sempat mempelajari dulu cara berpakaian orang-orang yang tinggal di negara tujuan kami dan juga pengalaman para traveler lainnya. Berapa lapis dan bahan seperti apa yang mereka kenakan, terutama untuk anak-anak. Kasihan kalau Zola kedinginan lalu masuk angin, saya juga nanti yang pusing. Maka saya mempersiapkan baik-baik pakaian yang akan Zola kenakan nanti, supaya traveling kami bisa nyaman, tetap bisa main di luar, tidak diam di dalam. Rugi dong sudah jauh datang untuk merasakan winter malah banyak stay di dalam ruangan.

Inilah lapisan pakaian musim dingin untuk anak-anak dan untuk orang dewasa pada umumnya. Ternyata, bahan pakaian juga amat berperan di sini. Hindari pakaian berbahan katun untuk lapisan apapun di musim dingin dengan suhu di bawah 0 derajat celcius, karena katun melepas panas tubuh membuat tubuh jadi malah adem. Tinggalkan saja semua pakaian katun di rumah.

  1. Pakaian dalam atau long john. Ini penting sekali ! Untuk cuaca ekstrem di bawah nol, pakaian terdalam haruslah melekat di tubuh, bertangan panjang dan celana panjang. Bahan yang terbaik adalah merino wool atau wool biasa juga bisa. Ada anak yang tidak cocok dengan bahan wool karena bahannya bisa membuat kulit gatal. wool bisa diganti dengan fleece, asalkan melekat di tubuh. Untuk cuaca di bawah 10, dalaman fleece saja cukup, sementara untuk suhu di bawah 0, gunakan dalaman merino wool dan dilapisi lagi dengan fleece.

    Lapisan dalam atasan dengan bahan merino wool

    Lapisan dalam bawahan dengan bahan merino wool

  2. Lapisan kedua. Untuk suhu di bawah 0, disarankan memakai lapisan kedua yang agak longgar berbahan fleece atau polyester. Bisa tangan panjang atau model t-shirt saja. Untuk bawahan bisa berbahan fleece juga atau semacam celana training. Bahan celana training bisa berfungsi sebagai wind breaker untuk menahan angin. Lapisan ini juga cukup hangat untuk suhu di bawah 10. Jika terlalu panas, lapisan kedua bisa diganti dengan t-shirt atau kaos tangan panjang katun biasa saja.

    lapisan kedua untuk atasan berbahan fleece

    lapisan kedua untuk bawahan berbahan fleece

  3. Lapisan ketiga, bisa mengenakan lapisan sweater atau jaket tipis wind breaker atau bomber yang lagi ngetren itu. Ingat sekali lagi, jangan menggunakan sweater berbahan katun. Sweater katun hanya tebal saja tapi tidak tahan dingin. Gunakan sweater dari wool atau cashmere. Cashmere dua kali lipat harganya dari katun, namun tentu kualitas jauh lebih bagus. Sementara untuk bawahan, jika suhu di bawah 0 pilih snow pants yang dalamannya dilapisi bahan fleece atau polyester sementara di luar nya berbahan tahan air. Tetap kering jika dipakai untuk guling-gulingan di salju. Gak usah khawatir celana jadi basah kena salju yang bisa berakibat basahnya menyerap dan anak jadi kedinginan.

    Lapisan atasan sweater dari bahan wool

    Lapisan bawahan terluar, snow pants

    Lapisan bawahan terluar, snow pants

  4. Lapisan keempat. Tentu saja semua lapisan itu belum cukup menghangatkan tubuh. Masih perlu jaket tebal lagi untuk membuat tubuh benar-benar nyaman di dalam meskipun berada di suhu minus. Pilih jaket dengan lapisan bulu angsa. Semakin bulu angsa nya tebal semakin baik, cocok untuk suhu di bawah 0. Kalau perlu pilih jaket yang dilapisi pula dengan bahas fleece di dalamnya. Jadi semakin hanget deh ! Untuk anak sebaiknya dipilih jaket yang panjang hingga paha supaya paha juga bisa cukup hangat. Sementara untuk bawahan , cukup hanya tiga lapis saja, karena kaki dipakai untuk berjalan, beban untuk melangkah juga tidak begitu berat. Untuk suhu di bawah -10, lain lagi ceritanya. Lapisan bawahan harus bertambah lapisan atau cari bahan yang lebih hangat lagi.

    Lapisan terluar, jaket berisi bulu angsa

  5. Aksesoris musim dingin. Belum cukup sampai di situ karena masih harus ditambah dengan aksesoris musim dingin. Ini bukan sekedar aksesoris. Aksesoris ini sifatnya esensial alias penting ! Aksesoris meliputi penutup kepala, sarung tangan dan syal. Untuk sarung tangan ada dua jenis, satu berbahan wool tebal, yang lain sarung tangan ski. Sarung tangan ski ini masih harus dilapisi lagi dengan sarung tangan wool tipis karena tidak cukup menahan dingin. Ada juga sarung tangan dengan bahan fleece, polyester atau berbulu dengan lapisan luar dari kulit. Namun ini kurang pas jika dikenakan untuk anak-anak mengingat tangan mereka pasti gatal untuk memainkan apa saja di sekitarnya. Bisa-bisa lapisan kulit nya cepat rusak.

    Aksesoris musim dingin

  6. Boots dengan kaos kaki wool. Say no to sepatu keds kalau traveling di musim dingin. Thermal Boots sudah paling ok, bukan boots yang buat gegayaan. Boots yang menemani saya dan Zola adalah boots ini, nyaman banget dipakai dan hangat. Saya dan Zola memakai boots yang sama hanya berbeda warna dan ukuran. Sementara untuk kaos kaki, merino wool masih yang terbaik. Semakin dingin suhunya, kaos kaki bisa dirangkap dua hingga tiga. Karena itulah, pilih boots dengan size lebih besar dari ukuran sepatu biasa.

    Thermal boots

Pakaian ini adalah pakaian standar yang dipakai pada musim dingin dengan suhu di bawah 0 hingga minus 0. Semakin dingin, makan lapisannya semakin bertambah. Kalau perlu jaket pun dari bahan kulit rusa kutub seperti yang dipakai oleh orang-orang di sebuah desa di Rusia yang musim dinginnya bisa mencapai -40 derajat celcius. Dengan berpakaian seperti ini, beraktivitas di luar pun tidak terganggu, anak-anak masih tetap bisa aktif ataupun bersantai seperti foto di bawah ini 🙂

Santai kaya di pantai meskipun salju tebal di mana-mana

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.