Tip Agar Anak Terhindar dari Infeksi Saluran Kencing Saat Traveling
Posted by: Admin

Menahan kencing bisa menyebabkan, infeksi saluran kencing pada anak. Jadi wajib hukumnya  untuk memenuhi ‘panggilan alam’ ini. Masalahnya, bagaimana, kalau sedang traveling, berada di jalan yang jauh dari toilet atau di tengah kemacetan?

Menahan kencing terlalu lama, menurut Dr. Anthony Komaroff dari Harvard Medical School, AS,  bisa menyebabkan infeksi di  saluran kencing. Mengapa?

Masuknya cairan ke dalam tubuh akan ditampung di kandung kemih. Ketika kandung kemih penuh, otomatis ada panggilan untuk mengeluarkannya.  Pengeluaran urine yang  ditahan akan mendorong  berkembangnya bakteri di tabung saluran dari kandung kemih menuju luar. Inilah yang menyebabkan munculnya infeksi.

Infeksi bisa menyebabkan  rasa perih saat kencing, sakit perut, sakit  di pangkal paha, dan  sering kencing dengan jumlah yang sedikit.  Kadang disertai juga dengan  demam, pusing, dan lemas.

Namun jangan gara-gara tidak ingin kebelet kencing, kita tidak memberi anak minum. Cairan sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang banyak bergerak.

Jumlah cairan yang dibutuhkan oleh anak, sesuai usianya,  menurut angka kecukupan gizi 2013  dari Kementerian Kesehatan RI, adalah sebagai berikut:

  • 1-3 tahun: butuh cairan  1200 ml (4-5 gelas) per hari.
  • 4-6 tahun: butuh  cairan  1500 ml (6 gelas) per hari.
  • 7-9 tahun: butuh  cairan  1900 ml (7-8 gelas) per hari.
  • 10-18 tahun: butuhkan cairan  2000 ml (8 gelas) per hari.

Namun jika aktivitas anak lebih banyak misalnya, bermain bola, berlari-lari,  dan berada di bawah sinar matahari, kebutuhan cairannya lebih banyak lagi agar ia terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Salah satu tanda kekurangan cairan adalah urin yang berwarna pekat dan bau yang kuat.

Kita tidak mau dong aktivitas traveling terganggu, terkena infeksi saluran kencing, gara-gara menahannya. Hanya masalahnya bagaimana jika sedang traveling, jauh dari toilet atau berada di tengah kemacetan, di jalan tol misalnya?

Inilah yang dilakukan oleh familygoers ketika kebelet kencing saat traveling, jauh dari toilet dan di tengah kemacetan.

@Anitaranny: “Sedia popok size besar meskipun dia sudah toilet training.”

@Ibusinta: “ Sedia botol bekas air mineral kosong. Itu kepakai banget kalau darurat anak kebelet pipis.”

@tiultia: “Mampir ke minimarket, masjid atau pom bensin.”

@wardhanee: “Pernah anak kebelet pipis pas kondisi macet di tengah tol, akhirnya pipis di bekas botol air mineral.”

@nataliasetiadhi: “Selalu sedia kantong plastik khusus untuk poop dan pipis yang bisa diubah menjadi gel…”

@afiyfaa: “Pas umroh anak sudah 3,5 tahun dan sudah lulus toilet training dari umur 3 tahun kurang, jadi nggak bawa diapers sama sekali. Ternyata pas mulai rangakaian umroh, dari Madinah ke Mekkah sudah memakai baju ihrom, balita disarankan memakai diapers. Terpaksa beli diapers yang harganya super mahal. Tapi anaknya nggak mau pipis di diapaer. Pas sedang sa’i  kebelet pipis dan ia ngotot tetap nggak mau pipis di diapers. Dia bilang nggak mau ditahan saja. Hari selanjutnya kami membawa botol kosong. Jadi kalau mau pipis ya,  di botol. Emaknya sakit hati, membeli diapers seharga 3 kg coklat Arab ternyata nggak kepakai.”

@misskecepirit: “Berdoa,  terus order ojek buat ngacir cari toilet.”

@triafina: “Biasa bawa botol bekas air mineral  ke mana -mana. Jadi kalau kebelet pipis yang langsung pipis di botol.”

@syenning: “Pernah kebelet pipis di jalan tol. Pipisnya ditampung di kantong plastik. Anakku cewek, 2,5 tahun.”

@cara1993forever: ”Kalau pingin pipis dan tidak ada toilet terdekat, kami gunakan urine bag. Tapi kalau pingin poop kami suruh ia menahan dulu.”

@amiradaycare_bali: “Cari selokan pinggir jalan yang tidak banyak dilalui pejalana kaki dan siapkan air bersih untuk cebok.”

@mesriskapw: “Pakaiankan pospak adiknya.”

Sumber: @familygoers



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Tip Agar Anak Terhindar dari Infeksi Saluran Kencing Saat Traveling
Posted by: Admin

Menahan kencing bisa menyebabkan, infeksi saluran kencing pada anak. Jadi wajib hukumnya  untuk memenuhi ‘panggilan alam’ ini. Masalahnya, bagaimana, kalau sedang traveling, berada di jalan yang jauh dari toilet atau di tengah kemacetan?

Menahan kencing terlalu lama, menurut Dr. Anthony Komaroff dari Harvard Medical School, AS,  bisa menyebabkan infeksi di  saluran kencing. Mengapa?

Masuknya cairan ke dalam tubuh akan ditampung di kandung kemih. Ketika kandung kemih penuh, otomatis ada panggilan untuk mengeluarkannya.  Pengeluaran urine yang  ditahan akan mendorong  berkembangnya bakteri di tabung saluran dari kandung kemih menuju luar. Inilah yang menyebabkan munculnya infeksi.

Infeksi bisa menyebabkan  rasa perih saat kencing, sakit perut, sakit  di pangkal paha, dan  sering kencing dengan jumlah yang sedikit.  Kadang disertai juga dengan  demam, pusing, dan lemas.

Namun jangan gara-gara tidak ingin kebelet kencing, kita tidak memberi anak minum. Cairan sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang banyak bergerak.

Jumlah cairan yang dibutuhkan oleh anak, sesuai usianya,  menurut angka kecukupan gizi 2013  dari Kementerian Kesehatan RI, adalah sebagai berikut:

  • 1-3 tahun: butuh cairan  1200 ml (4-5 gelas) per hari.
  • 4-6 tahun: butuh  cairan  1500 ml (6 gelas) per hari.
  • 7-9 tahun: butuh  cairan  1900 ml (7-8 gelas) per hari.
  • 10-18 tahun: butuhkan cairan  2000 ml (8 gelas) per hari.

Namun jika aktivitas anak lebih banyak misalnya, bermain bola, berlari-lari,  dan berada di bawah sinar matahari, kebutuhan cairannya lebih banyak lagi agar ia terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan. Salah satu tanda kekurangan cairan adalah urin yang berwarna pekat dan bau yang kuat.

Kita tidak mau dong aktivitas traveling terganggu, terkena infeksi saluran kencing, gara-gara menahannya. Hanya masalahnya bagaimana jika sedang traveling, jauh dari toilet atau berada di tengah kemacetan, di jalan tol misalnya?

Inilah yang dilakukan oleh familygoers ketika kebelet kencing saat traveling, jauh dari toilet dan di tengah kemacetan.

@Anitaranny: “Sedia popok size besar meskipun dia sudah toilet training.”

@Ibusinta: “ Sedia botol bekas air mineral kosong. Itu kepakai banget kalau darurat anak kebelet pipis.”

@tiultia: “Mampir ke minimarket, masjid atau pom bensin.”

@wardhanee: “Pernah anak kebelet pipis pas kondisi macet di tengah tol, akhirnya pipis di bekas botol air mineral.”

@nataliasetiadhi: “Selalu sedia kantong plastik khusus untuk poop dan pipis yang bisa diubah menjadi gel…”

@afiyfaa: “Pas umroh anak sudah 3,5 tahun dan sudah lulus toilet training dari umur 3 tahun kurang, jadi nggak bawa diapers sama sekali. Ternyata pas mulai rangakaian umroh, dari Madinah ke Mekkah sudah memakai baju ihrom, balita disarankan memakai diapers. Terpaksa beli diapers yang harganya super mahal. Tapi anaknya nggak mau pipis di diapaer. Pas sedang sa’i  kebelet pipis dan ia ngotot tetap nggak mau pipis di diapers. Dia bilang nggak mau ditahan saja. Hari selanjutnya kami membawa botol kosong. Jadi kalau mau pipis ya,  di botol. Emaknya sakit hati, membeli diapers seharga 3 kg coklat Arab ternyata nggak kepakai.”

@misskecepirit: “Berdoa,  terus order ojek buat ngacir cari toilet.”

@triafina: “Biasa bawa botol bekas air mineral  ke mana -mana. Jadi kalau kebelet pipis yang langsung pipis di botol.”

@syenning: “Pernah kebelet pipis di jalan tol. Pipisnya ditampung di kantong plastik. Anakku cewek, 2,5 tahun.”

@cara1993forever: ”Kalau pingin pipis dan tidak ada toilet terdekat, kami gunakan urine bag. Tapi kalau pingin poop kami suruh ia menahan dulu.”

@amiradaycare_bali: “Cari selokan pinggir jalan yang tidak banyak dilalui pejalana kaki dan siapkan air bersih untuk cebok.”

@mesriskapw: “Pakaiankan pospak adiknya.”

Sumber: @familygoers



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin