Tak hanya traveling ke luar negeri, kuliah ke luar negeri di Universitas terbaik pun bukan sekedar mimpi
Posted by: Admin

Ke luar negeri buat sebagian orang di Indonesia mungkin masih sekedar mimpi, namun sebenarnya bisa direalisasikan dengan niat dan usaha kuat. Waktu lalu, familygoers.com memenuhi undangan Cambridge Assessment International Education untuk menyaksikan pemberian penghargaan Outstanding Cambridge Learners Award, persembahan Cambridge International kepada 123 orang siswa berprestasi dari seluruh Indonesia. 123 orang inilah yang berhasil menjadi top achievers pada ujian Cambridge AS levels, A levels dan IGCSE (Internation General Certificate of Secondary Education) yang diselenggarakan pada Juni dan November 2018.

Selain itu, ada kategori Top in the world merupakan penghargaan paling bergengsi yang diberikan kepada pelajar yang mendapat nilai tertinggi di satu mata pelajaran dibandingkan semua pelajar lain di dunia. Tahun ini, Indonesia memiliki 27 pelajar yang berhasil memperoleh penghargaan Top in the World di beberapa mata pelajaran, yakni Matematika, Perjalanan dan Pariwisata, dan bahasa Mandarin.

Setiap tahunnya Cambridge Assesment International Education menyelenggarakan ujian setara international untuk para siswa yang menggunakan kurikulum cambridge dalam kegiatan belajarnya. Saat ini cambridge sudah bekerja sama dengan 220 sekolah di Indonesia untuk menggunakan kurikulum cambridge sebagai standar pendidikan internasional. Dari 220 sekolah campuran SD, SMP dan SMA, ada 45 sekolah yang dianggap layak mengikuti tes ujian untuk mencari siswa terbaik yang layak mendapatkan penghargaan ini.

Dengan mendapatkan award seperti ini, semakin terbuka kesempatan para siswa ini untuk diterima kuliah di Universitas top ranking teratas dunia. Salah satu penerima penghargaan Top in the world kategori Matematika diberikan kepada Louisa Ellen Gunadi, siswa Bina Bangsa School Kebun Jeruk Jakarta. Sementara Top in Indonesia untuk pelajaran yang sama diberikan Calista Yapeter dari sekolah yang sama. Saat ini Calista sudah memulai tahun pertama kuliah di Imperial College London jurusan Teknik Biomedis (Biomedical Engineering). Imperial College London merupakan Universitas dengan peringkat 8 dunia.

Dr. Ben Schmidt, Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan sebuah nilai tambah untuk para siswa yang sudah belajar dengan menggunakan kurikulum cambridge untuk bisa diterima di Universitas-universitas bergengsi di seluruh dunia. Dengan lulus ujian Cambridge, maka siswa ini diakui seluruh dunia atas prestasi nya yang sejajar bahkan lebih dari siswa lain di seluruh dunia. “Saat ini sudah lebih dari 170 negara yang menggunakan kurikulum cambridge di sekolah-sekolah mereka.” tambah Dr. ben Schmidt.

Dr Ben Schmidt mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan

Dr. Schmidt juga mengungkapkan bahwa ujian Cambridge International ini bukan hanya eksklusif untuk para siswa yang bersekolah dengan menggunakan kurikulum Cambridge, siswa homeschooling pun bisa berkesempatan mengikuti ujian asalkan melakukan persiapan khusus dan disarankan untuk terbiasa belajar menggunakan kurikulum Cambridge di rumah. Pendaftaran ujian IGCSE bisa dilakukan di Britsih Council Jakarta, sementara untuk silabus dan kurikulumnya bisa dilihat di website resmi Cambridge Assesment International Education. Ada sekitar 70 pelajaran yang bisa dipilih sesuai dengan minat siswa dan diujikan.

Sementara Dianindah Apriyani, selaku Country Manager, Indonesia, Cambridge International, juga menambahkan bahwa di tahun ini, ada beberapa penerima penghargaan Cambridge yang merupakan homeschooling learners. Mereka tidak terdaftar sebagai siswa di sekolah mana pun, namun tetap bisa mengikuti ujian Cambridge dan bahkan berhasil menjadi salah satu yang terbaik. “Masalahnya ada di persiapan, kadang kala anak-anak homeschooling terkendala fasilitas yang sering didapatkan dibandingkan di sekolah, misalnya saja fasilitas laboratorium. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan,” tutupnya.

Louisa Ellen Gundari, salah satu penerima penghargaan Top in the World kategori Matematika dari Cambridge International. “Kita hanya dibatasi imajinasi kita sendiri,” katanya saat memberikan sambutan.

Para siswa berprestasi penerima penghargaan dari Cambridge International bersama guru dan perwakilan Cambridge International

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Tak hanya traveling ke luar negeri, kuliah ke luar negeri di Universitas terbaik pun bukan sekedar mimpi
Posted by: Admin

Ke luar negeri buat sebagian orang di Indonesia mungkin masih sekedar mimpi, namun sebenarnya bisa direalisasikan dengan niat dan usaha kuat. Waktu lalu, familygoers.com memenuhi undangan Cambridge Assessment International Education untuk menyaksikan pemberian penghargaan Outstanding Cambridge Learners Award, persembahan Cambridge International kepada 123 orang siswa berprestasi dari seluruh Indonesia. 123 orang inilah yang berhasil menjadi top achievers pada ujian Cambridge AS levels, A levels dan IGCSE (Internation General Certificate of Secondary Education) yang diselenggarakan pada Juni dan November 2018.

Selain itu, ada kategori Top in the world merupakan penghargaan paling bergengsi yang diberikan kepada pelajar yang mendapat nilai tertinggi di satu mata pelajaran dibandingkan semua pelajar lain di dunia. Tahun ini, Indonesia memiliki 27 pelajar yang berhasil memperoleh penghargaan Top in the World di beberapa mata pelajaran, yakni Matematika, Perjalanan dan Pariwisata, dan bahasa Mandarin.

Setiap tahunnya Cambridge Assesment International Education menyelenggarakan ujian setara international untuk para siswa yang menggunakan kurikulum cambridge dalam kegiatan belajarnya. Saat ini cambridge sudah bekerja sama dengan 220 sekolah di Indonesia untuk menggunakan kurikulum cambridge sebagai standar pendidikan internasional. Dari 220 sekolah campuran SD, SMP dan SMA, ada 45 sekolah yang dianggap layak mengikuti tes ujian untuk mencari siswa terbaik yang layak mendapatkan penghargaan ini.

Dengan mendapatkan award seperti ini, semakin terbuka kesempatan para siswa ini untuk diterima kuliah di Universitas top ranking teratas dunia. Salah satu penerima penghargaan Top in the world kategori Matematika diberikan kepada Louisa Ellen Gunadi, siswa Bina Bangsa School Kebun Jeruk Jakarta. Sementara Top in Indonesia untuk pelajaran yang sama diberikan Calista Yapeter dari sekolah yang sama. Saat ini Calista sudah memulai tahun pertama kuliah di Imperial College London jurusan Teknik Biomedis (Biomedical Engineering). Imperial College London merupakan Universitas dengan peringkat 8 dunia.

Dr. Ben Schmidt, Direktur Regional Asia Tenggara dan Pasifik Cambridge International mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan sebuah nilai tambah untuk para siswa yang sudah belajar dengan menggunakan kurikulum cambridge untuk bisa diterima di Universitas-universitas bergengsi di seluruh dunia. Dengan lulus ujian Cambridge, maka siswa ini diakui seluruh dunia atas prestasi nya yang sejajar bahkan lebih dari siswa lain di seluruh dunia. “Saat ini sudah lebih dari 170 negara yang menggunakan kurikulum cambridge di sekolah-sekolah mereka.” tambah Dr. ben Schmidt.

Dr Ben Schmidt mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan

Dr. Schmidt juga mengungkapkan bahwa ujian Cambridge International ini bukan hanya eksklusif untuk para siswa yang bersekolah dengan menggunakan kurikulum Cambridge, siswa homeschooling pun bisa berkesempatan mengikuti ujian asalkan melakukan persiapan khusus dan disarankan untuk terbiasa belajar menggunakan kurikulum Cambridge di rumah. Pendaftaran ujian IGCSE bisa dilakukan di Britsih Council Jakarta, sementara untuk silabus dan kurikulumnya bisa dilihat di website resmi Cambridge Assesment International Education. Ada sekitar 70 pelajaran yang bisa dipilih sesuai dengan minat siswa dan diujikan.

Sementara Dianindah Apriyani, selaku Country Manager, Indonesia, Cambridge International, juga menambahkan bahwa di tahun ini, ada beberapa penerima penghargaan Cambridge yang merupakan homeschooling learners. Mereka tidak terdaftar sebagai siswa di sekolah mana pun, namun tetap bisa mengikuti ujian Cambridge dan bahkan berhasil menjadi salah satu yang terbaik. “Masalahnya ada di persiapan, kadang kala anak-anak homeschooling terkendala fasilitas yang sering didapatkan dibandingkan di sekolah, misalnya saja fasilitas laboratorium. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan,” tutupnya.

Louisa Ellen Gundari, salah satu penerima penghargaan Top in the World kategori Matematika dari Cambridge International. “Kita hanya dibatasi imajinasi kita sendiri,” katanya saat memberikan sambutan.

Para siswa berprestasi penerima penghargaan dari Cambridge International bersama guru dan perwakilan Cambridge International

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin