Sentosa Island, pulau wisata keluarga menyenangkan di Singapura
Posted by: Sheika Rauf

Saya sempat pesimis trip kami ke Singapura akan menyenangkan. Meskipun negara ini memang memiliki banyak atraksi, namun saya sudah bisa membayangkan atraksi seperti apa yang ada di Singapura. Sudah bisa ditebak. (Sok tau mode : on !). Semua serba artifisial. Setidaknya itu kata saya. Tolong jangan terlalu dipercaya :D. Karena itulah, Singapura sebenarnya bukan negara yang sangat ingin dikunjungi. Kami lebih memilih trip di dalam negeri saja daripada ke Singapura. Niat awalnya kami memang akan pergi ke Indonesia Timur. Namun karena gempa yang terjadi berturut-turut di Lombok, kami ubah destinasi ke Singapura.

Setelah browsing penginapan dan daerah mana yang akan kami eksplor, maka pilihan jatuh pada Sentosa Island. Alasannya mudah saja, Zola, anak saya, ingin main di Universal Studio. Kami sudah beberapa kali mengunjungi theme park seperti Disneyland dan Universal Studio di negara lain. Tapi saat itu usia Zola masih lebih kecil dan tingginya belum memenuhi syarat untuk bisa bermain wahana ekstrim. “Aku kan sekarang udah lebih tinggi. Berarti saatnya aku boleh naik roller coaster,” ucapnya antusias saat Zola menyampaikan keinginannya ke Universal Studio. Jadilah saya memilih penginapan tak jauh dari Universal Studio supaya memudahkan mobilitas. Se-simple itulah alasan kami menginap di Sentosa.

Hotel di Siloso Beach Resort

Ada beberapa hotel di Sentosa Island ini. Satu yang menarik perhatian adalah Siloso Beach Resort. Pada dasarnya kami adalah keluarga yang tidak terlalu suka dengan wisata kota. Semakin sepi, semakin hijau, semaki asyik. Preferensi kami ini dimiliki oleh Siloso Beach Resort, hotel yang mengusung konsep ecogreen. Ditambah lagi, berdasarkan beberapa review yang ada, hotel ini disebut children friendly dan para staff nya ramah pada pengunjung. Booked ! Kami pun jadi trip ke Singapura.

Dari yang mulanya kami tidak terlalu berharap trip ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan, ternyata justru membawa kesan tersendiri untuk kami bertiga. Setiap sarapan pagi di Siloso Beach Resort, kami selalu ditemani burung-burung merak dan hewan-hewan kecil yang bersahabat. Mereka dibiarkan berkeliaran bebas dan tidak akan ada yang mengganggu. Suara burung dan pemandangan hijau di area outdoor restoran juga menemani kami. Untuk anak perkotaan seperti kami, suasana seperti ini menjadi sesuatu yang langka.

Restoran semi outdoor di Siloso Beach Resort, tempat sarapan pagi

Sarapan pagi di Siloso Beach Resort ditemani burung merak

Restoran semi outdoor di Siloso Beach Resort, tempat kami sarapan pagi

Persis di depan Siloso Beach Resort, di seberang jalan, terdapat Siloso Beach dengan hamparan pasir putih, persis seperti Bali. Restoran, kafe dan bar berjajar di sekitarnya. Di belakang hotel, suasananya mirip seperti di Puncak. Pohon-pohon hijau dengan area jogging dan trekking. Beda nya di sini lebih teratur, lebih sepi dan minim polusi. Tidak ada kendaraan bermotor lalu lalang kecuali boogie dan satu dua taksi dan mobil tamu hotel yang melintas. Pengunjung Sentosa Island memilih memilih berjalan kaki atau naik bus gratis yang sudah disediakan untuk berkeliling Sentosa Island. Transportasi di dalam Sentosa Island memang gratis untuk semua turis di Sentosa, tidak hanya terbatas tamu hotel. Sementara dari belakang hotel, kami bisa melihat cable car dan suara teriakan gembira para turis yang sedang bermain flying fox.

Pintu masuk Siloso Beach Resort menuju lobi receptionist

Pintu masuk Siloso Beach Resort menuju lobi receptionist

Fasilitas di dalam hotel sendiri sebenarnya cukup untuk membuat kami staycation, kolam renang dengan air terjunnya di mana kami bisa bermain di bawah air terjun, sampai roof top hotel tempat bersantai di kebun bunga. Kalau sedang tidak terlalu panas, asyik juga main di sekitar roof top ini. Satu-satunya kekurangan hotel ini adalah kasurnya yang keras. Saya gak ngerti kenapa kasurnya tidak disediakan kasur empuk yang nyaman. Selebihnya, seperti halnya hotel, semua fasilitas standar di kamar disediakan. Kami mendapatkan upgrade kamar persis di depan kolam renang dan menghadap pemandangan hijau. Alasannya karena tanggal lahir saya sama dengan tanggal lahir mas receptionist. Hehe. Alhamdulillah, rejeki emak gak sholehah amat. 😀

Kolam renang persis di depan kamar kami

Siloso Beach Resort

Siloso Beach Resort

Namun sebenarnya  terlalu sayang kalau hanya staycation di dalam kamar karena Sentosa Island sendiri punya pilihan atraksi wisata yang sangat beragam. Pulau ini memang dikhususkan untuk tempat wisata. Area nya sangat luas. Mungkin jika ingin menjelajahi dan mencoba satu per satu wahana yang ada di sini, seminggu rasanya kurang. Asal budget nya memungkinkan, atraksi wisata di Sentosa Island seperti gak ada habisnya. Sayangnya kali kami hanya melewati tiga hari dua malam di Sentosa Island disesuaikan dengan waktu dan budget. 😀

Ini yang kami lakukan di Sentosa Island :

Universal Studio

Seperti tujuan utama kami ke Sentosa Island, maka tentunya Universal Studio menjadi highlight utama dalam trip ini. Zola pun sudah tidak sabar dari sejak kami tiba di Sentosa Island. Dari Siloso menuju Universal Studio hanya 10 menit, naik bus dari depan hotel menuju beach station kemudian dilanjutkan naik express train, dan jalan kaki kurang dari 5 menit sampai di Universal Studio. Karena waktu itu bukan peak season, maka kami tidak membeli tiket online, cukup on the spot saja. Benar saja, sampai di sana, tidak ada antrian di loket tiket. Ini termasuk bersejarah karena baru kali ini kami bisa menikmati hampir seluruh wahana. Biasanya paling maksimal hanya lima wahana kalau sedang peak season.

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Marvel Sandsation

Saat kami di sana, rupanya Singapura sedang merayakan 10th anniversary Marvel Studio. Di Art Science Museum, dekat Garden By The Bay dilangsungkan Marvel Exhibition. Gaungnya terasa hingga Siloso Beach. Meskipun Art Science Museum tidak masuk dalam itinerary trip Singapura kami kali itu, namun kami tetap bisa merasakan euphoria Marvel lewat Marvel Sandsation di Siloso Beach. Tidak dipungut biaya untuk bisa menikmati semua karya pahatan di sini.

Marvel Sandsation merupakan pameran sand sculpture karya 10 seniman patung dari seluruh dunia. Mereka memahat patung pasir bertema Marvel Sandsation. Memahat pasir tentu saja tidak mudah. Bahkan Zola pun sempat tidak percaya bahwa patung-patung yang dipamerkan betul-betul terbuat dari pasir. Logikanya pasir tidak bisa tegak berdiri tanpa penyangga. Good point, Zo ! Tentu saja patung-patung pasir di sini sudah di-support penyangga dan para seniman telah menguasai teknik memahat dengan baik.

Sand scultupure Marvel Sandsation

Sand scultupure Marvel Sandsation

Sand scultupure Marvel Sandsation

Sand scultupure Marvel Sandsation

Segway

Selain Universal Studio, di Sentosa Island masih punya banyak pilihan wahana bermain, sebut saja Trick Eye Museum Singapore, SEA Aquarium, iFly, Kidzania, Cable Car, Bungy Jumping, Flying Forx dan masih banyak lagi. Semuanya bisa dilihat di Sentosa Island. Sekali lagi, asal budget nya kuat aja karena semakin banyak wahana yang ingin dikunjungi, semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan. 😀 .

Sebenarnya ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di sini dengan murah bahkan gratis. Salah satunya mengeksplor Sentosa Island dengan bus gratis. Lakukan saja metode hop on hop off untuk menjelajahi sudut-sudut di Sentosa. Selain itu, beberapa pameran yang diselenggarakan di sini, seperti Marvel Sandsation juga gratis. Manfaatkan saja momen seperti ini. Bukan cuma dua hal itu saja,  di sini juga banyak jogging track, penyewaan sepeda dan segway yang harganya masih lebih murah dibandingkan masuk ke area wahana yang sudah disebutkan. Kami pun memilih bermain segway di Sentosa Island ini . Hmm gak bisa dibilang murah sih kalau untuk menempuh jarak yang hanya sekitar 300 meter saja, kami harus membayar sekitar 20 Sing Dollar.

Main Segway di Sentosa Island

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Sheika Rauf
Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.

 

Sentosa Island, pulau wisata keluarga menyenangkan di Singapura
Posted by: Sheika Rauf

Saya sempat pesimis trip kami ke Singapura akan menyenangkan. Meskipun negara ini memang memiliki banyak atraksi, namun saya sudah bisa membayangkan atraksi seperti apa yang ada di Singapura. Sudah bisa ditebak. (Sok tau mode : on !). Semua serba artifisial. Setidaknya itu kata saya. Tolong jangan terlalu dipercaya :D. Karena itulah, Singapura sebenarnya bukan negara yang sangat ingin dikunjungi. Kami lebih memilih trip di dalam negeri saja daripada ke Singapura. Niat awalnya kami memang akan pergi ke Indonesia Timur. Namun karena gempa yang terjadi berturut-turut di Lombok, kami ubah destinasi ke Singapura.

Setelah browsing penginapan dan daerah mana yang akan kami eksplor, maka pilihan jatuh pada Sentosa Island. Alasannya mudah saja, Zola, anak saya, ingin main di Universal Studio. Kami sudah beberapa kali mengunjungi theme park seperti Disneyland dan Universal Studio di negara lain. Tapi saat itu usia Zola masih lebih kecil dan tingginya belum memenuhi syarat untuk bisa bermain wahana ekstrim. “Aku kan sekarang udah lebih tinggi. Berarti saatnya aku boleh naik roller coaster,” ucapnya antusias saat Zola menyampaikan keinginannya ke Universal Studio. Jadilah saya memilih penginapan tak jauh dari Universal Studio supaya memudahkan mobilitas. Se-simple itulah alasan kami menginap di Sentosa.

Hotel di Siloso Beach Resort

Ada beberapa hotel di Sentosa Island ini. Satu yang menarik perhatian adalah Siloso Beach Resort. Pada dasarnya kami adalah keluarga yang tidak terlalu suka dengan wisata kota. Semakin sepi, semakin hijau, semaki asyik. Preferensi kami ini dimiliki oleh Siloso Beach Resort, hotel yang mengusung konsep ecogreen. Ditambah lagi, berdasarkan beberapa review yang ada, hotel ini disebut children friendly dan para staff nya ramah pada pengunjung. Booked ! Kami pun jadi trip ke Singapura.

Dari yang mulanya kami tidak terlalu berharap trip ini akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan, ternyata justru membawa kesan tersendiri untuk kami bertiga. Setiap sarapan pagi di Siloso Beach Resort, kami selalu ditemani burung-burung merak dan hewan-hewan kecil yang bersahabat. Mereka dibiarkan berkeliaran bebas dan tidak akan ada yang mengganggu. Suara burung dan pemandangan hijau di area outdoor restoran juga menemani kami. Untuk anak perkotaan seperti kami, suasana seperti ini menjadi sesuatu yang langka.

Restoran semi outdoor di Siloso Beach Resort, tempat sarapan pagi

Sarapan pagi di Siloso Beach Resort ditemani burung merak

Restoran semi outdoor di Siloso Beach Resort, tempat kami sarapan pagi

Persis di depan Siloso Beach Resort, di seberang jalan, terdapat Siloso Beach dengan hamparan pasir putih, persis seperti Bali. Restoran, kafe dan bar berjajar di sekitarnya. Di belakang hotel, suasananya mirip seperti di Puncak. Pohon-pohon hijau dengan area jogging dan trekking. Beda nya di sini lebih teratur, lebih sepi dan minim polusi. Tidak ada kendaraan bermotor lalu lalang kecuali boogie dan satu dua taksi dan mobil tamu hotel yang melintas. Pengunjung Sentosa Island memilih memilih berjalan kaki atau naik bus gratis yang sudah disediakan untuk berkeliling Sentosa Island. Transportasi di dalam Sentosa Island memang gratis untuk semua turis di Sentosa, tidak hanya terbatas tamu hotel. Sementara dari belakang hotel, kami bisa melihat cable car dan suara teriakan gembira para turis yang sedang bermain flying fox.

Pintu masuk Siloso Beach Resort menuju lobi receptionist

Pintu masuk Siloso Beach Resort menuju lobi receptionist

Fasilitas di dalam hotel sendiri sebenarnya cukup untuk membuat kami staycation, kolam renang dengan air terjunnya di mana kami bisa bermain di bawah air terjun, sampai roof top hotel tempat bersantai di kebun bunga. Kalau sedang tidak terlalu panas, asyik juga main di sekitar roof top ini. Satu-satunya kekurangan hotel ini adalah kasurnya yang keras. Saya gak ngerti kenapa kasurnya tidak disediakan kasur empuk yang nyaman. Selebihnya, seperti halnya hotel, semua fasilitas standar di kamar disediakan. Kami mendapatkan upgrade kamar persis di depan kolam renang dan menghadap pemandangan hijau. Alasannya karena tanggal lahir saya sama dengan tanggal lahir mas receptionist. Hehe. Alhamdulillah, rejeki emak gak sholehah amat. 😀

Kolam renang persis di depan kamar kami

Siloso Beach Resort

Siloso Beach Resort

Namun sebenarnya  terlalu sayang kalau hanya staycation di dalam kamar karena Sentosa Island sendiri punya pilihan atraksi wisata yang sangat beragam. Pulau ini memang dikhususkan untuk tempat wisata. Area nya sangat luas. Mungkin jika ingin menjelajahi dan mencoba satu per satu wahana yang ada di sini, seminggu rasanya kurang. Asal budget nya memungkinkan, atraksi wisata di Sentosa Island seperti gak ada habisnya. Sayangnya kali kami hanya melewati tiga hari dua malam di Sentosa Island disesuaikan dengan waktu dan budget. 😀

Ini yang kami lakukan di Sentosa Island :

Universal Studio

Seperti tujuan utama kami ke Sentosa Island, maka tentunya Universal Studio menjadi highlight utama dalam trip ini. Zola pun sudah tidak sabar dari sejak kami tiba di Sentosa Island. Dari Siloso menuju Universal Studio hanya 10 menit, naik bus dari depan hotel menuju beach station kemudian dilanjutkan naik express train, dan jalan kaki kurang dari 5 menit sampai di Universal Studio. Karena waktu itu bukan peak season, maka kami tidak membeli tiket online, cukup on the spot saja. Benar saja, sampai di sana, tidak ada antrian di loket tiket. Ini termasuk bersejarah karena baru kali ini kami bisa menikmati hampir seluruh wahana. Biasanya paling maksimal hanya lima wahana kalau sedang peak season.

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Universal Studio Singapura

Marvel Sandsation

Saat kami di sana, rupanya Singapura sedang merayakan 10th anniversary Marvel Studio. Di Art Science Museum, dekat Garden By The Bay dilangsungkan Marvel Exhibition. Gaungnya terasa hingga Siloso Beach. Meskipun Art Science Museum tidak masuk dalam itinerary trip Singapura kami kali itu, namun kami tetap bisa merasakan euphoria Marvel lewat Marvel Sandsation di Siloso Beach. Tidak dipungut biaya untuk bisa menikmati semua karya pahatan di sini.

Marvel Sandsation merupakan pameran sand sculpture karya 10 seniman patung dari seluruh dunia. Mereka memahat patung pasir bertema Marvel Sandsation. Memahat pasir tentu saja tidak mudah. Bahkan Zola pun sempat tidak percaya bahwa patung-patung yang dipamerkan betul-betul terbuat dari pasir. Logikanya pasir tidak bisa tegak berdiri tanpa penyangga. Good point, Zo ! Tentu saja patung-patung pasir di sini sudah di-support penyangga dan para seniman telah menguasai teknik memahat dengan baik.

Sand scultupure Marvel Sandsation

Sand scultupure Marvel Sandsation

Sand scultupure Marvel Sandsation

Sand scultupure Marvel Sandsation

Segway

Selain Universal Studio, di Sentosa Island masih punya banyak pilihan wahana bermain, sebut saja Trick Eye Museum Singapore, SEA Aquarium, iFly, Kidzania, Cable Car, Bungy Jumping, Flying Forx dan masih banyak lagi. Semuanya bisa dilihat di Sentosa Island. Sekali lagi, asal budget nya kuat aja karena semakin banyak wahana yang ingin dikunjungi, semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan. 😀 .

Sebenarnya ada aktivitas lain yang bisa dilakukan di sini dengan murah bahkan gratis. Salah satunya mengeksplor Sentosa Island dengan bus gratis. Lakukan saja metode hop on hop off untuk menjelajahi sudut-sudut di Sentosa. Selain itu, beberapa pameran yang diselenggarakan di sini, seperti Marvel Sandsation juga gratis. Manfaatkan saja momen seperti ini. Bukan cuma dua hal itu saja,  di sini juga banyak jogging track, penyewaan sepeda dan segway yang harganya masih lebih murah dibandingkan masuk ke area wahana yang sudah disebutkan. Kami pun memilih bermain segway di Sentosa Island ini . Hmm gak bisa dibilang murah sih kalau untuk menempuh jarak yang hanya sekitar 300 meter saja, kami harus membayar sekitar 20 Sing Dollar.

Main Segway di Sentosa Island

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.