Satu dari 12 Pink Beach Terindah di Dunia ada di Labuan Bajo, Ini Pengalaman Redaksi Familygoers Mengunjunginya
Posted by: Admin

Pink beach, pantai berpasir merah muda, air lautnya  berwarna kehijaun, biru, dan bening. Bisa melihat langsung terumbu karang dan aneka ikan berseliweran. Seperti berada di akuarium raksasa. Anak-anak pasti suka…

Pantai yang berada di Pulau Serai yang tak berpenghuni ini merupakan satu  dari 12  pantai berpasir merah muda  terindah di dunia versi trevel.usnews.com, lho. Lainnya di antaranya ada di  Harbor Island, Bahamas, Bermuda, Santa Cruz Island, Filipina,  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani.  Jadi tak perlu terbang jauh-jauh buat menikmati pink beach, cukup datang ke Labuan Bajo!

Anak-anak setempat bermain perahu

Mengapa Pasir Berwarna Merah?

Pasir di pantai ini berwarna  merah muda  akibat terjadinya campuran warna pasir putih  dan merah. Warna merah berasal dari koral, pecahan kerang, dan kalsium karabonat yang berasal dari hewan-hewan laut. Mimin menemukan koral berwarna merah cantik yang sulit ditemukan di pantai lain di antara koral warna putih dan kulit-kulit kerang di Pink Beach.

Dan Mimin senang banget bisa menginjakkan kaki di pasir merah muda yang lembut di Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur ini. Nyaman buat berenang karena ombaknya tenang. Airnya juga jernih banget,  sampai bisa melihat ikan berseliweran dan terumbu karang.

Siang itu Mimin bergabung dengan pengunjung, termasuk anak-anak bermain dengan ombak; mendekati ombak dan berlari menjauh saat ombak  menuju pantai. Angin laut yang semilir membuat udara tidak terlalu panas. Tapi tetap saja haus karena lari ke sana ke mari.

Mengapa Harus Bawa Bekal?

Tidak ada yang jualan di pantai

Untung saja Mimin membawa botol minuman. Karena di pulau yang alamnya masih murni ini tak ada  pedagang (sebelumnya membayangkan bisa menikmati kelapa muda),  bangunan atau tempat untuk duduk-duduk . Kalau mau duduk bisa di atas batu di kaki bukit atau ngedeprok di pasir.

Makanya  jangan lupa membawa minum atau makanan jika ingin berenang dan berlama – lama di Pink Beach.

Bosan bermain air, Mimin mencari cangkang  kerang dan potongan-potongan karang yang  berserakan di atas hamparan pasir. Sementara dari kejauhan Mimin melihat anak-anak pulau sekitar bermain perahu,  mengendalikan perahu dari ayunan ombak  agar bisa berlabuh di pink beach.

Sementara agak ke tengah laut Mimin melihat  orang-orang  terapung  di permukaan laut  sedang snorkling. Pastinya seru, bisa lebih dekat dengan aneka warna koral dan ikan. Sebagian lagi sedang bersiap-siap diving atau selesai diving.  Pantai ini memang terkenal sebagai spot menarik untuk melakukan kedua aktivitas tersebut.

Bagaimana Transportasi ke Pink Beach?

Ini kapal yang Mimin tumpangi buat keliling Kepulauan Komodo (ft Kimin)

Pink Beach tidak bisa dicapai melalui darat, tapi harus melalui laut. Mimin dan kawan-kawan menyewa kapal  semi Phinisi, Cahaya Ilahi. Selama tiga hari dua malam Mimin menginap di tengah laut, di kapal yang memiliki  kamar berair pendingin, kamar mandi, menyediakan makan yang diolah chef berpengalaman,  menyediakan perlengkapan snorkling, air, kopi dan teh untuk 24 jam.

Pokoknya seperti di rumah sendiri, deh.

Selama tiga hari dua malam  kapal berkeliling dari pulau-ke pulau. Selama itu pula Mimin tak henti berdecak mengagumi  keunikan dan kecantikan Kepulaan Komodo.

Tapi ada juga kapal yang menawarkan tour atau  speed boat  tanpa menginap,  melainkan  full day trip komodo. Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo. Rutenya antara lain Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Serai (Pink Beach), dan  Pulau Kelor. Kapal biasanya menyediakan perlengkaoan snorkling.

Hanya saja kapal besar harus berhenti agak jauh dari pantai karena pantai yang dangkal.  Untuk menuju pantai Mimin naik perahu motor yang disediakan oleh kapal yang disewa. Di sepanjang perjalanan naik perahu motor ini, Mimin mencelupkan tangan ke laut  sambil menikmati keindahan bawah laut dan sesekali menengadah melihat langit biru.

Sungguh, keindahan  yang sambung menyambung.

Kapal motor ini yang mengantar Mimin ke Pink Beach

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Satu dari 12 Pink Beach Terindah di Dunia ada di Labuan Bajo, Ini Pengalaman Redaksi Familygoers Mengunjunginya
Posted by: Admin

Pink beach, pantai berpasir merah muda, air lautnya  berwarna kehijaun, biru, dan bening. Bisa melihat langsung terumbu karang dan aneka ikan berseliweran. Seperti berada di akuarium raksasa. Anak-anak pasti suka…

Pantai yang berada di Pulau Serai yang tak berpenghuni ini merupakan satu  dari 12  pantai berpasir merah muda  terindah di dunia versi trevel.usnews.com, lho. Lainnya di antaranya ada di  Harbor Island, Bahamas, Bermuda, Santa Cruz Island, Filipina,  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Crete, Yunani.  Jadi tak perlu terbang jauh-jauh buat menikmati pink beach, cukup datang ke Labuan Bajo!

Anak-anak setempat bermain perahu

Mengapa Pasir Berwarna Merah?

Pasir di pantai ini berwarna  merah muda  akibat terjadinya campuran warna pasir putih  dan merah. Warna merah berasal dari koral, pecahan kerang, dan kalsium karabonat yang berasal dari hewan-hewan laut. Mimin menemukan koral berwarna merah cantik yang sulit ditemukan di pantai lain di antara koral warna putih dan kulit-kulit kerang di Pink Beach.

Dan Mimin senang banget bisa menginjakkan kaki di pasir merah muda yang lembut di Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur ini. Nyaman buat berenang karena ombaknya tenang. Airnya juga jernih banget,  sampai bisa melihat ikan berseliweran dan terumbu karang.

Siang itu Mimin bergabung dengan pengunjung, termasuk anak-anak bermain dengan ombak; mendekati ombak dan berlari menjauh saat ombak  menuju pantai. Angin laut yang semilir membuat udara tidak terlalu panas. Tapi tetap saja haus karena lari ke sana ke mari.

Mengapa Harus Bawa Bekal?

Tidak ada yang jualan di pantai

Untung saja Mimin membawa botol minuman. Karena di pulau yang alamnya masih murni ini tak ada  pedagang (sebelumnya membayangkan bisa menikmati kelapa muda),  bangunan atau tempat untuk duduk-duduk . Kalau mau duduk bisa di atas batu di kaki bukit atau ngedeprok di pasir.

Makanya  jangan lupa membawa minum atau makanan jika ingin berenang dan berlama – lama di Pink Beach.

Bosan bermain air, Mimin mencari cangkang  kerang dan potongan-potongan karang yang  berserakan di atas hamparan pasir. Sementara dari kejauhan Mimin melihat anak-anak pulau sekitar bermain perahu,  mengendalikan perahu dari ayunan ombak  agar bisa berlabuh di pink beach.

Sementara agak ke tengah laut Mimin melihat  orang-orang  terapung  di permukaan laut  sedang snorkling. Pastinya seru, bisa lebih dekat dengan aneka warna koral dan ikan. Sebagian lagi sedang bersiap-siap diving atau selesai diving.  Pantai ini memang terkenal sebagai spot menarik untuk melakukan kedua aktivitas tersebut.

Bagaimana Transportasi ke Pink Beach?

Ini kapal yang Mimin tumpangi buat keliling Kepulauan Komodo (ft Kimin)

Pink Beach tidak bisa dicapai melalui darat, tapi harus melalui laut. Mimin dan kawan-kawan menyewa kapal  semi Phinisi, Cahaya Ilahi. Selama tiga hari dua malam Mimin menginap di tengah laut, di kapal yang memiliki  kamar berair pendingin, kamar mandi, menyediakan makan yang diolah chef berpengalaman,  menyediakan perlengkapan snorkling, air, kopi dan teh untuk 24 jam.

Pokoknya seperti di rumah sendiri, deh.

Selama tiga hari dua malam  kapal berkeliling dari pulau-ke pulau. Selama itu pula Mimin tak henti berdecak mengagumi  keunikan dan kecantikan Kepulaan Komodo.

Tapi ada juga kapal yang menawarkan tour atau  speed boat  tanpa menginap,  melainkan  full day trip komodo. Berangkat dari Pelabuhan Labuan Bajo. Rutenya antara lain Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Serai (Pink Beach), dan  Pulau Kelor. Kapal biasanya menyediakan perlengkaoan snorkling.

Hanya saja kapal besar harus berhenti agak jauh dari pantai karena pantai yang dangkal.  Untuk menuju pantai Mimin naik perahu motor yang disediakan oleh kapal yang disewa. Di sepanjang perjalanan naik perahu motor ini, Mimin mencelupkan tangan ke laut  sambil menikmati keindahan bawah laut dan sesekali menengadah melihat langit biru.

Sungguh, keindahan  yang sambung menyambung.

Kapal motor ini yang mengantar Mimin ke Pink Beach

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin