Search:
Search:
Sarapan di Pasar Ngasem, Yogyakarta
Posted by: Admin

Pasar Ngasem, Yogyakarta, menawarkan  pilihan sarapan langka seperti apem beras, growol,  atau sayur daun ajaib versi WHO,  yang dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak. Redaksi familygoers menikmati sarapan tersebut sambil duduk di bangku dan meja panjang ala warung tempo dulu.

Gudeg, pecel Pasar Bringhardjo dan soto Kadipiro adalah beberapa sarapan yang biasa dicari oleh redaksi familygoers saat berada di Yogyakarta. Ternyata  kota pelajar ini juga punya kuliner yang tak kalah enak yang bisa ditemukan  di Pasar Ngasem, yang  letaknya  tak jauh dari Taman Sari dan Kraton.

Pasar Ngasem dulunya adalah  pasar satwa dan tanaman hias terbesar di Yogyakarta,  yang konon sudah ada sejak tahun 1809. Namun kini diubah menjadi pasat tradisional. Di belakang pasar ada  plaza yang setiap malam Minggu ada pertunjukkan seni dari kecamatan pentas secara bergiliran.
Agar tidak kehabisan makanan atau minuman, sebaiknya datang ke pasar ini pagi, sekitar pukul 7. Pasar tradisional ini kecil saja dengan los pedagang yang ditata sesuai kategori jenis makanan. Pasar tradisional beratap genteng tinggi, tanpa penghalang ini juga bersih.
Inilah beberapa makanan dan minuman yang redaksi familygoers coba!

Apem Beras

Apem beras merupakan makanan yang banyak dijual. Terbuat dari tepung beras, parutan kelapa dan gula ini diolah dengan membakar di atas tungku. Anak-anak bisa menyaksikan langsung bagaimana adonan tepung beras cair dimasukkan ke tempat seukuran serabi di atas tungku, lalu di tutup. Pedagang akan senang hati mengabulkan permintaan pembeli yang ingin mencoba membuat apem sendiri,   membolak-balik dan mengangkatnya hingga matang. Serabi rasanya gurih dan manis yang pasti disukai oleh anak-anak katena menyerupai pancake. Enak dimakan hangat-hangat. Satu atau dua buah, cukup buat sarapan

Growol

Growol berbahan dari  singkong. Singkong dikukus lalu ditumbuk dan dibentuk. Teman makan growol yang rasanya tawar ini adalah ketak. Ketak  merupakan  ampas yang muncul saat  membuat minyak kelapa  yang berwarna kehitaman. Cara makannya, cocol growol ke ketak. Rasanya asin dan agak manis. Anak-anak mungkin kurang suka karena rasanya tanggung.

Oblok-oblol daun kelor

Daun kelor disebut-sebut sebagai daun yang kata nutrisi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  yang menyebut kelor sebagai pohon ajaib  menganjurkan bayi dan anak-anak di  masa pertumbuhan  mengonsumsi daun kelor.  Alasannya daun kelor mengandung  7 kali vitamin C pada jeruk,  4 kali  calcium pada susu,  4 kali vitamin A pada wortel,  2 kali  protein pada susu, dan  3 kali  potasium pada pisang! Di Ngasem, familygoers bisa mencicipi daun kelor yang dibuat oblok-oblok dengan camburan  labu siam dan diberi santan. Cara makannya bisa tanpa nasi atau dengan nasi. Lebih enak dimakan dengan sambal jenggot, yaitu sambal yang terbuat dari  daru parutan kelapa dan cabe. Anak-anak bisa makan tanpa sambal.

Tempe Sengek

Bentuknya seperti tempe tapi bahan dasarnya adalah  kacang koro benguk bukan kacang kedelai. Tempe ini dikukus dengan daun pisang diberi bumbu dan areh atau santan yang sangat kental.  Tempe sengek biasanya dikonsumsi untuk camilan dan dimakan dengan geblek, yaitu makanan yang terbuat dari tepung tapioka yang diberi bumbu dan digoreng. Geblek enak dimakan panas-panas karena kalau sudah dingin teksturnya mengeras. Anak-anak tentu saja bisa mencicipi tempe sengek dan geblek.

Setup Jambu Biji

 

 

Ditempatkan dalam plastik bening, pagi itu, pagi itu stup jambu masih hangat. Minuman ini dibuat dari jambu biji yang direbus dengan gula dan rempah-rempah.  Rasanya manis dengan rasa rempah yang kuat. Konon minuman ini merupakan minuman kesukaan  Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Minuman ini merupakan salah satu minuman takzil yang popular di Yogyakarta. Anak-anak umumnya suka minuman ini.

Wedang Sendang Ayu, Seruni dan Ambyar

 

Ada tiga wedang yang populer di Pasar Ngasem, yaitu wedang sendang ayu yang dibuat dari campuran rempah seperti sereh, kapulaga, cengkeh, jahe dibakar, jeruk peras dan jeruk nipis dengan manis yang pas.  Ada juga wedang seruni dan ambyar. Ketiga wedang ini enaknya diminum selaga panas. Rasanya manis, asam dengan aroma rempah yang kuat. Enak diminum kala hujan dan bikin keringatan. Hmmm, anak-anak kelihatannya kurang suka minuman ini. Tapi mereka bisa minum es teh manis atau teh manis hangat.

Foto-foto: Ida Ahdiah

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin



Search:
Search:

Sarapan di Pasar Ngasem, Yogyakarta
Posted by: Admin

Pasar Ngasem, Yogyakarta, menawarkan  pilihan sarapan langka seperti apem beras, growol,  atau sayur daun ajaib versi WHO,  yang dianjurkan dikonsumsi oleh anak-anak. Redaksi familygoers menikmati sarapan tersebut sambil duduk di bangku dan meja panjang ala warung tempo dulu.

Gudeg, pecel Pasar Bringhardjo dan soto Kadipiro adalah beberapa sarapan yang biasa dicari oleh redaksi familygoers saat berada di Yogyakarta. Ternyata  kota pelajar ini juga punya kuliner yang tak kalah enak yang bisa ditemukan  di Pasar Ngasem, yang  letaknya  tak jauh dari Taman Sari dan Kraton.

Pasar Ngasem dulunya adalah  pasar satwa dan tanaman hias terbesar di Yogyakarta,  yang konon sudah ada sejak tahun 1809. Namun kini diubah menjadi pasat tradisional. Di belakang pasar ada  plaza yang setiap malam Minggu ada pertunjukkan seni dari kecamatan pentas secara bergiliran.
Agar tidak kehabisan makanan atau minuman, sebaiknya datang ke pasar ini pagi, sekitar pukul 7. Pasar tradisional ini kecil saja dengan los pedagang yang ditata sesuai kategori jenis makanan. Pasar tradisional beratap genteng tinggi, tanpa penghalang ini juga bersih.
Inilah beberapa makanan dan minuman yang redaksi familygoers coba!

Apem Beras

Apem beras merupakan makanan yang banyak dijual. Terbuat dari tepung beras, parutan kelapa dan gula ini diolah dengan membakar di atas tungku. Anak-anak bisa menyaksikan langsung bagaimana adonan tepung beras cair dimasukkan ke tempat seukuran serabi di atas tungku, lalu di tutup. Pedagang akan senang hati mengabulkan permintaan pembeli yang ingin mencoba membuat apem sendiri,   membolak-balik dan mengangkatnya hingga matang. Serabi rasanya gurih dan manis yang pasti disukai oleh anak-anak katena menyerupai pancake. Enak dimakan hangat-hangat. Satu atau dua buah, cukup buat sarapan

Growol

Growol berbahan dari  singkong. Singkong dikukus lalu ditumbuk dan dibentuk. Teman makan growol yang rasanya tawar ini adalah ketak. Ketak  merupakan  ampas yang muncul saat  membuat minyak kelapa  yang berwarna kehitaman. Cara makannya, cocol growol ke ketak. Rasanya asin dan agak manis. Anak-anak mungkin kurang suka karena rasanya tanggung.

Oblok-oblol daun kelor

Daun kelor disebut-sebut sebagai daun yang kata nutrisi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  yang menyebut kelor sebagai pohon ajaib  menganjurkan bayi dan anak-anak di  masa pertumbuhan  mengonsumsi daun kelor.  Alasannya daun kelor mengandung  7 kali vitamin C pada jeruk,  4 kali  calcium pada susu,  4 kali vitamin A pada wortel,  2 kali  protein pada susu, dan  3 kali  potasium pada pisang! Di Ngasem, familygoers bisa mencicipi daun kelor yang dibuat oblok-oblok dengan camburan  labu siam dan diberi santan. Cara makannya bisa tanpa nasi atau dengan nasi. Lebih enak dimakan dengan sambal jenggot, yaitu sambal yang terbuat dari  daru parutan kelapa dan cabe. Anak-anak bisa makan tanpa sambal.

Tempe Sengek

Bentuknya seperti tempe tapi bahan dasarnya adalah  kacang koro benguk bukan kacang kedelai. Tempe ini dikukus dengan daun pisang diberi bumbu dan areh atau santan yang sangat kental.  Tempe sengek biasanya dikonsumsi untuk camilan dan dimakan dengan geblek, yaitu makanan yang terbuat dari tepung tapioka yang diberi bumbu dan digoreng. Geblek enak dimakan panas-panas karena kalau sudah dingin teksturnya mengeras. Anak-anak tentu saja bisa mencicipi tempe sengek dan geblek.

Setup Jambu Biji

 

 

Ditempatkan dalam plastik bening, pagi itu, pagi itu stup jambu masih hangat. Minuman ini dibuat dari jambu biji yang direbus dengan gula dan rempah-rempah.  Rasanya manis dengan rasa rempah yang kuat. Konon minuman ini merupakan minuman kesukaan  Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Minuman ini merupakan salah satu minuman takzil yang popular di Yogyakarta. Anak-anak umumnya suka minuman ini.

Wedang Sendang Ayu, Seruni dan Ambyar

 

Ada tiga wedang yang populer di Pasar Ngasem, yaitu wedang sendang ayu yang dibuat dari campuran rempah seperti sereh, kapulaga, cengkeh, jahe dibakar, jeruk peras dan jeruk nipis dengan manis yang pas.  Ada juga wedang seruni dan ambyar. Ketiga wedang ini enaknya diminum selaga panas. Rasanya manis, asam dengan aroma rempah yang kuat. Enak diminum kala hujan dan bikin keringatan. Hmmm, anak-anak kelihatannya kurang suka minuman ini. Tapi mereka bisa minum es teh manis atau teh manis hangat.

Foto-foto: Ida Ahdiah

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin