Prediksi Traveling Tahun 2019
Posted by: Admin

Hasil survey situs Booking.com   terhadap 21.500 responden yang berasal 29 negara antara lain Indonesia, Australia, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Cina, Brasil, India, AS, Inggris, Rusia, dan Swedia memprediksi  8  tren traveling dunia tahun 2019.

1.Traveling sambil belajar

56% wisatawan dunia mengakui bahwa  bepergian telah mengajarkan keterampilan hidup yang tak ternilai dan  tahun depan  akan semakin tampak meningkatnya keinginan orang untuk mempelajari sesuatu yang baru saat bepergian. Selain itu juga diprediksi  akan terjadi peningkatan  jumlah liburan yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan relawan. Sekitar  68% wisatawan  akan mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam pertukaran budaya demi mempelajari keterampilan baru, diikuti dengan perjalanan menjadi suka relawan 54% dan penempatan kerja di luar negeri 52%.

2.Mendambakan kemudahan

Kemudahan akan menjadi tolak ukur untuk menilai inovasi teknologi travel. Tahun depan diprediksi inovasi yang menjadi juara adalah yang dapat menawarkan  solusi praktis bagi para wisatawan. Misalnya  akses kamar tanpa kunci tapi cukup dengan ponsel, tips perjalanan personal, atau concierge robot yang dapat berkomunikasi dengan tamu dalam bahasa mereka.

Di tahun 2019 juga akan terlihat lebih banyak teknologi yang dikembangkan untuk perencanaan pra-perjalanan. Sekitar 31%  wisatawan menyukai gagasan ‘agen perjalanan virtual’  di rumah seperti menggunakan fitur yang diaktifkan dengan suara untuk menjawab pertanyaan. Satu dari lima orang ingin teknologi seperti augmented reality untuk membiasakan diri dengan destinasi sebelum mereka tiba.

3.Merambah destinasi yang menantang

Responden tertarik untuk mencoba tempat wisata yang sebelumnya dianggap mustahil seperti jalan-jalan ke luar angkasa. Perusahaan Amerika Serikat Virgin Galactica, misalnya, sudah menawarkan wisata ke luar angkasa. Dengan pesawat yang disebut SpaceshipTwo, penumpang akan merasakan sensasi berada di ketinggian 64 mil di atas permukaan bumi, dan memberikan 4 menit sensasi melayang.
Empat dari sepuluh wisatawan  mengaku  senang dengan adanya prospek perjalanan ruang angkasa di masa depan. Lainnya,  60% wisatawan ingin mencoba menginap di bawah laut. Berbagai tipe hotel dan rumah liburan yang terkesan mustahil untuk ditinggali akan bermunculan di 2019.

4.Lebih  personal

Konten perjalanan  semakin pendek, relevan, dan personal, yang dapat diintegrasikan dengan rapi di feed wisatawan.  Sekitar  34% wisatawan menginginkan seseorang atau sesuatu untuk membuat rekomendasi perjalanan, 41% ingin teknologi  yang membuat sarana perjalanan berdasarkan pengalaman sebelumnya, 52% akan senang kalau ada inovasi teknologi seperti pemandu wisata digital.

5.Mempertimbangkan isu sosial dan politik

Akan semakin banyak wisatawan yang mempertimbangkan isu-isu sosial, politik dan lingkungan di destinasi yang akan dikunjungi sebelum mengambil keputusan. Hampir 49% wisatawan menganggap masalah sosial di tempat yang akan dikunjungi sangat penting ketika memilih sebuah destinasi, 58% memilih untuk tidak pergi ke suatu destinasi jika mereka merasa dampaknya negatif terhadap masyarakat sekitar.

Wisatawan juga memastikan  mereka bepergian dengan aman, tanpa mengalami diskriminasi jenis kelamin, etnis, atau orientasi seksual. Banyak destinasi dan organisasi juga akan semakin meningkatkan dukungan bagi wanita yang bepergian sendirian.

6.Peduli lingkungan

Wisatawan tahun depan akan semakin peduli lingkungan.  Sementara penyedia akomodasi akan mencari cara untuk mengurangi penggunaan plastic. Sebanyak 86% wisatawan bersedia meluangkan waktu untuk kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan  dan 37% bersedia membersihkan sampah dan plastik dari pantai atau atraksi wisata lain.

7.Pengalaman otentik

Sebanyak  60% mengakui pengalaman sekarang dihargai lebih tinggi daripada harta benda, sehingga diprediksi wisatawan akan memilih pengalaman otentik, mulai dari makan, tidur, belanja, hingga menonton pertandingan olahraga favorit. Mereka menekankan pada pentingnya menciptakan momen yang memberi kebahagiaan dan kenyamanan yang tak terlupakan bahkan setelah pulang.

Tahun depan, 42% wisawatan berencana mengunjungi destinasi yang membuat mereka merasa seperti anak kecil lagi. Makanya akan  semakin berkembang tempat yang  diberi sentuhan anak-anak seperti kolam bola atau kastil goyang untuk orang dewasa. Generari Z diprediksi merupakan kelompok terbesar yang melakukan perjalanan untuk merayakan momen masa kecilnya..

8.Perjalanan singkat

Perjalanan singkat diprediksi akan menjadi tren di tahun depan. Mereka percaya bahwa traveling yang berkesan bisa dilakukan dalam waktu jang pendek seperti akhir pekan. Sekitar  53% berencana melakukan lebih banyak perjalanan akhir pekan. Akan ada lebih banyak perjalanan yang terukur, atau perjalanan dengan itinerary padat dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Dengan inovasi  di dunia transportasi, terbukti  dengan semakin banyaknya rute penerbangan dengan harga terjangkau, penyewaan mobil on-demand yang mudah diakses, serta informasi transportasi real-time yang praktis, perjalanan singkat  menjadi lebih bervariasi, lebih pendek, lebih personal, dan bermanfaat.

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Prediksi Traveling Tahun 2019
Posted by: Admin

Hasil survey situs Booking.com   terhadap 21.500 responden yang berasal 29 negara antara lain Indonesia, Australia, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia, Cina, Brasil, India, AS, Inggris, Rusia, dan Swedia memprediksi  8  tren traveling dunia tahun 2019.

1.Traveling sambil belajar

56% wisatawan dunia mengakui bahwa  bepergian telah mengajarkan keterampilan hidup yang tak ternilai dan  tahun depan  akan semakin tampak meningkatnya keinginan orang untuk mempelajari sesuatu yang baru saat bepergian. Selain itu juga diprediksi  akan terjadi peningkatan  jumlah liburan yang bertujuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan relawan. Sekitar  68% wisatawan  akan mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam pertukaran budaya demi mempelajari keterampilan baru, diikuti dengan perjalanan menjadi suka relawan 54% dan penempatan kerja di luar negeri 52%.

2.Mendambakan kemudahan

Kemudahan akan menjadi tolak ukur untuk menilai inovasi teknologi travel. Tahun depan diprediksi inovasi yang menjadi juara adalah yang dapat menawarkan  solusi praktis bagi para wisatawan. Misalnya  akses kamar tanpa kunci tapi cukup dengan ponsel, tips perjalanan personal, atau concierge robot yang dapat berkomunikasi dengan tamu dalam bahasa mereka.

Di tahun 2019 juga akan terlihat lebih banyak teknologi yang dikembangkan untuk perencanaan pra-perjalanan. Sekitar 31%  wisatawan menyukai gagasan ‘agen perjalanan virtual’  di rumah seperti menggunakan fitur yang diaktifkan dengan suara untuk menjawab pertanyaan. Satu dari lima orang ingin teknologi seperti augmented reality untuk membiasakan diri dengan destinasi sebelum mereka tiba.

3.Merambah destinasi yang menantang

Responden tertarik untuk mencoba tempat wisata yang sebelumnya dianggap mustahil seperti jalan-jalan ke luar angkasa. Perusahaan Amerika Serikat Virgin Galactica, misalnya, sudah menawarkan wisata ke luar angkasa. Dengan pesawat yang disebut SpaceshipTwo, penumpang akan merasakan sensasi berada di ketinggian 64 mil di atas permukaan bumi, dan memberikan 4 menit sensasi melayang.
Empat dari sepuluh wisatawan  mengaku  senang dengan adanya prospek perjalanan ruang angkasa di masa depan. Lainnya,  60% wisatawan ingin mencoba menginap di bawah laut. Berbagai tipe hotel dan rumah liburan yang terkesan mustahil untuk ditinggali akan bermunculan di 2019.

4.Lebih  personal

Konten perjalanan  semakin pendek, relevan, dan personal, yang dapat diintegrasikan dengan rapi di feed wisatawan.  Sekitar  34% wisatawan menginginkan seseorang atau sesuatu untuk membuat rekomendasi perjalanan, 41% ingin teknologi  yang membuat sarana perjalanan berdasarkan pengalaman sebelumnya, 52% akan senang kalau ada inovasi teknologi seperti pemandu wisata digital.

5.Mempertimbangkan isu sosial dan politik

Akan semakin banyak wisatawan yang mempertimbangkan isu-isu sosial, politik dan lingkungan di destinasi yang akan dikunjungi sebelum mengambil keputusan. Hampir 49% wisatawan menganggap masalah sosial di tempat yang akan dikunjungi sangat penting ketika memilih sebuah destinasi, 58% memilih untuk tidak pergi ke suatu destinasi jika mereka merasa dampaknya negatif terhadap masyarakat sekitar.

Wisatawan juga memastikan  mereka bepergian dengan aman, tanpa mengalami diskriminasi jenis kelamin, etnis, atau orientasi seksual. Banyak destinasi dan organisasi juga akan semakin meningkatkan dukungan bagi wanita yang bepergian sendirian.

6.Peduli lingkungan

Wisatawan tahun depan akan semakin peduli lingkungan.  Sementara penyedia akomodasi akan mencari cara untuk mengurangi penggunaan plastic. Sebanyak 86% wisatawan bersedia meluangkan waktu untuk kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan  dan 37% bersedia membersihkan sampah dan plastik dari pantai atau atraksi wisata lain.

7.Pengalaman otentik

Sebanyak  60% mengakui pengalaman sekarang dihargai lebih tinggi daripada harta benda, sehingga diprediksi wisatawan akan memilih pengalaman otentik, mulai dari makan, tidur, belanja, hingga menonton pertandingan olahraga favorit. Mereka menekankan pada pentingnya menciptakan momen yang memberi kebahagiaan dan kenyamanan yang tak terlupakan bahkan setelah pulang.

Tahun depan, 42% wisawatan berencana mengunjungi destinasi yang membuat mereka merasa seperti anak kecil lagi. Makanya akan  semakin berkembang tempat yang  diberi sentuhan anak-anak seperti kolam bola atau kastil goyang untuk orang dewasa. Generari Z diprediksi merupakan kelompok terbesar yang melakukan perjalanan untuk merayakan momen masa kecilnya..

8.Perjalanan singkat

Perjalanan singkat diprediksi akan menjadi tren di tahun depan. Mereka percaya bahwa traveling yang berkesan bisa dilakukan dalam waktu jang pendek seperti akhir pekan. Sekitar  53% berencana melakukan lebih banyak perjalanan akhir pekan. Akan ada lebih banyak perjalanan yang terukur, atau perjalanan dengan itinerary padat dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Dengan inovasi  di dunia transportasi, terbukti  dengan semakin banyaknya rute penerbangan dengan harga terjangkau, penyewaan mobil on-demand yang mudah diakses, serta informasi transportasi real-time yang praktis, perjalanan singkat  menjadi lebih bervariasi, lebih pendek, lebih personal, dan bermanfaat.

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin