Search:
Search:
(tips) Perhatikan Ini Jika Ingin Berkunjung Ke Desa Adat Baduy Bersama Anak
Posted by: Akhlaqul Karimah

Desa Wisata Baduy (sumber foto : @dhannyadiputri / Instagram)

Familygoers tentunya pernah mendengar tentang suku Baduy ? Suku ini hidup di pedalaman Banten dan masih mempertahankan budayanya dengan lekat hingga saat ini. Mereka hidup terpisah dengan dunia luar, terutama masyarakat Baduy dalam. Sementara masyarakat Baduy luar sudah mulai bisa menerima dan mengikuti perubahan jaman, meskipun begitu, mereka masih hidup dengan sederhana dan memegang teguh adat istiadatnya.
Masyarakat Suku Baduy  mudah dikenali lewat penampilannya,  memakai baju, ikat kepala, dan tanpa alas kaki. Mereka tidak menggunakan teknologi modern termasuk alat transportasi, komunikasi, ataupun perlengkapan elektronik di rumah tangga.

Desa Adat Baduy (sumber foto : @babybackpacker_ind / instagram)

 

Mengajak anak berwisata ke pemukiman suku Baduy tentu saja merupakan pengalaman unik. Banyak hal yang bisa didapatkan anak-anak di sini, mulai dari mengenal kampung dan budaya lain yang berbeda dengan budaya nya di rumah, belajar berinteraksi dengan masyarakat, hingga belajar menikmati alam dengan trekking di sekitar area pemukiman. 
Namun sebelum berkunjung ke sana, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan agar perjalanan familygoers tetap menyenangkan, karena pemukiman adat suku Baduy berbeda dengan destinasi wisata lainnya.

1. Sediakan waktu untuk bermalam

Mengingat perjalanan ini dilakukan bersama anak, sebaiknya perjalanan tidak dilakukan satu hari pulang pergi karena akan amat sangat melelahkan. Sediakan waktu untuk bermalam agar tubuh memiliki waktu beristirahat. Anak-anak sangat membutuhkan ini supaya mereka tidak rewel. Jalan-jalan pun jadi lebih tenang dengan tubuh yang lebih segar.

2. Pilih hotel di kota sebagai tempat menginap

Sebenarnya pengunjung bisa menumpang menginap di rumah-rumah penduduk di Baduy. Namun mengingat sulitnya ditemukan MCK dan belum adanya listrik di pemukiman Baduy tentunya ini akan menyulitkan familygoers yang belum terbiasa dengan kehidupan tanpa MCK dan listrik. Pilihlah hotel di kota terdekat desa suku adat Baduy untuk menginap sebelum mengeksplorasi desa adat baduy keesokan hari nya.

Sekeluarga ke Desa Adat Baduy (sumber foto : @babybackpacker_ind / instagram)

Desa Adat Baduy (sumber foto : @babybackpacker_ind / instagram)

3. Perhatikan  Waktu Kedatangan

Datanglah ke desat adat suku Baduy pagi hari sekitar pukul 9 atau 10 agar familygoers memiliki waktu santai untuk mengeksplor desa ini bersama anak. Setelah itu familygoers bisa ikut menumpang makan siang di rumah warga dengan membayar seikhlasnya.

4. Gunakan Pakaian dan Alas Kaki yang Nyaman

Untuk mencapai Desa Wisata Suku Baduy familygoers harus berjalan kaki atau trekking dengan waktu tempuh sekitar 30 sampai 60 menit. Untuk itu gunakan pakaian dan alas kaki yang sangat nyaman, terutama untuk anak-anak. Sebaiknya gunakan sepatu olahraga daripada sandal agar lebih nyaman berjalan. Bawakan baju ganti untuk berjaga jika anak berkeringat setelah berjalan.

Desa Wisata Baduy (sumber foto : @drafika_ / Instagram)

5. Persiapkan kondisi fisik anak-anak

Berhubung familygoers akan berjalan kaki cukup jauh dari jalan raya menuju desa adat suku Baduy, pastikan kondisi fisik anak-anak dalam keadaan fit dan perut kenyang. Karena itulah perlunya beristirahat semalam di hotel agar trekking keesokan hari nya bisa lebih segar. Isi perut terlebih dahulu sebelum memulai trekking.

Persiapkan fisik anak berwisata ke Desa Adat Baduy. (Sumber foto : @babybackpacker_id / instagram)

6. Siapkan bekal makan dan minuman untuk dibawa

Beberapa warung penjual makanan bisa ditemukan di siang hari tetapi makanan yang ditawarkan  tidak beragam. Maka sebaiknya  bawa bekal yang bisa dibeli di kota sebelum memasuki desat adat ini. Anak-anak pun lebih merasa familiar jika membawa bekal makanan sendiri. Bekal makanan bisa dikemas di kotak makan yang bisa digunakan lagi. Nasi kotak yang dibungkus dengan plastik atau kertas tidak diperbolehkan untuk dibawa.

7. Bawakan oleh-oleh untuk masyarakat adat berupa buku dan ikan asin

Suku Baduy luar saat ini sedang menggalakkan budaya membaca. Akan lebih baik jika familygoers ikut membantu mereka menyukseskan gerakan ini dengan membawakan mereka buku-buku baru atau bekas. Mereka juga akan sangat senang jika dibawakan ikan asin mengingat familygoers akan menumpang makan siang di rumah warga. Ada baiknya apabila familygoers berkontribusi memberikan bahan makanan untuk mereka.

8. Kondisikan anak sebelum berangkat menuju desa adat

Jelaskan situasi dan kondisi perjalanan menuju dan di dalam desat adat suku Baduy pada anak sebelum berangkat agar mereka memiliki gambaran. Dengan begitu mereka jadi tahu seperti apa desa adat suku Baduy yang akan mereka kunjungi. Tunjukkan foto-foto dari para wisatawan lain yang pernah berkunjung ke desa ini. Familygoers bisa mencari nya dari google. Kalau perlu ajaklah mereka berdiskusi tentang kehidupan suku Baduy.

9. Bawa kantong atau kotak sampah 

Suku Baduy terkenal hidup dengan alam, mereka  memelihara alam dengan baik. Mereka memiliki aturan tidak membuang sampah sembarangan di alam. Maka sebaiknya familygoers juga mentaati peraturan ini dengan membawa sampah ke luar desa adat Baduy. Untuk itu familygoers perlu membawa kantong atau kotak khusus untuk menaruh sampah sebelum nanti dibuang.

10. Pastikan Tidak Membawa Barang yang Dilarang

Cek lagi barang-barang yang akan dibawa ke pemukiman Suku Baduy.  Gitar, radio, pemutar lagu, senjata api, pengeras suara, adalah barang-barang yang dilarang masuk.

11. Taati segala peraturan adat dengan baik

Ketahui sejumlah aturan umum yang berlaku di desa adat, seperti waktu kunjungan, larangan membuang sampah, larangan menebang pohon, hingga larangan mandi di sungai. Di sini juga tidak diperbolehkan menggunakan sabun dan pasta gigi yang berpotensi mencemarkan lingkungan.

12. Hindari datang di Bulan Kawalu

Desa Wisata Baduy (sumber foto : @aliafathiyah / Instagram)

Saat Kawalu, masyarakat Suku Baduy dalam akan menggelar ritual yang membuat desa tidak boleh dikunjungi wisatawan. Bulan Kawalu ini berlangsung awal Februari hingga sekitar akhir  April. Namun familygoers bisa tetap bebas berkeliling desa adat Baduy luar.



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Akhlaqul Karimah



Search:
Search:

(tips) Perhatikan Ini Jika Ingin Berkunjung Ke Desa Adat Baduy Bersama Anak
Posted by: Akhlaqul Karimah

Desa Wisata Baduy (sumber foto : @dhannyadiputri / Instagram)

Familygoers tentunya pernah mendengar tentang suku Baduy ? Suku ini hidup di pedalaman Banten dan masih mempertahankan budayanya dengan lekat hingga saat ini. Mereka hidup terpisah dengan dunia luar, terutama masyarakat Baduy dalam. Sementara masyarakat Baduy luar sudah mulai bisa menerima dan mengikuti perubahan jaman, meskipun begitu, mereka masih hidup dengan sederhana dan memegang teguh adat istiadatnya.
Masyarakat Suku Baduy  mudah dikenali lewat penampilannya,  memakai baju, ikat kepala, dan tanpa alas kaki. Mereka tidak menggunakan teknologi modern termasuk alat transportasi, komunikasi, ataupun perlengkapan elektronik di rumah tangga.

Desa Adat Baduy (sumber foto : @babybackpacker_ind / instagram)

 

Mengajak anak berwisata ke pemukiman suku Baduy tentu saja merupakan pengalaman unik. Banyak hal yang bisa didapatkan anak-anak di sini, mulai dari mengenal kampung dan budaya lain yang berbeda dengan budaya nya di rumah, belajar berinteraksi dengan masyarakat, hingga belajar menikmati alam dengan trekking di sekitar area pemukiman. 
Namun sebelum berkunjung ke sana, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan agar perjalanan familygoers tetap menyenangkan, karena pemukiman adat suku Baduy berbeda dengan destinasi wisata lainnya.

1. Sediakan waktu untuk bermalam

Mengingat perjalanan ini dilakukan bersama anak, sebaiknya perjalanan tidak dilakukan satu hari pulang pergi karena akan amat sangat melelahkan. Sediakan waktu untuk bermalam agar tubuh memiliki waktu beristirahat. Anak-anak sangat membutuhkan ini supaya mereka tidak rewel. Jalan-jalan pun jadi lebih tenang dengan tubuh yang lebih segar.

2. Pilih hotel di kota sebagai tempat menginap

Sebenarnya pengunjung bisa menumpang menginap di rumah-rumah penduduk di Baduy. Namun mengingat sulitnya ditemukan MCK dan belum adanya listrik di pemukiman Baduy tentunya ini akan menyulitkan familygoers yang belum terbiasa dengan kehidupan tanpa MCK dan listrik. Pilihlah hotel di kota terdekat desa suku adat Baduy untuk menginap sebelum mengeksplorasi desa adat baduy keesokan hari nya.

Sekeluarga ke Desa Adat Baduy (sumber foto : @babybackpacker_ind / instagram)

Desa Adat Baduy (sumber foto : @babybackpacker_ind / instagram)

3. Perhatikan  Waktu Kedatangan

Datanglah ke desat adat suku Baduy pagi hari sekitar pukul 9 atau 10 agar familygoers memiliki waktu santai untuk mengeksplor desa ini bersama anak. Setelah itu familygoers bisa ikut menumpang makan siang di rumah warga dengan membayar seikhlasnya.

4. Gunakan Pakaian dan Alas Kaki yang Nyaman

Untuk mencapai Desa Wisata Suku Baduy familygoers harus berjalan kaki atau trekking dengan waktu tempuh sekitar 30 sampai 60 menit. Untuk itu gunakan pakaian dan alas kaki yang sangat nyaman, terutama untuk anak-anak. Sebaiknya gunakan sepatu olahraga daripada sandal agar lebih nyaman berjalan. Bawakan baju ganti untuk berjaga jika anak berkeringat setelah berjalan.

Desa Wisata Baduy (sumber foto : @drafika_ / Instagram)

5. Persiapkan kondisi fisik anak-anak

Berhubung familygoers akan berjalan kaki cukup jauh dari jalan raya menuju desa adat suku Baduy, pastikan kondisi fisik anak-anak dalam keadaan fit dan perut kenyang. Karena itulah perlunya beristirahat semalam di hotel agar trekking keesokan hari nya bisa lebih segar. Isi perut terlebih dahulu sebelum memulai trekking.

Persiapkan fisik anak berwisata ke Desa Adat Baduy. (Sumber foto : @babybackpacker_id / instagram)

6. Siapkan bekal makan dan minuman untuk dibawa

Beberapa warung penjual makanan bisa ditemukan di siang hari tetapi makanan yang ditawarkan  tidak beragam. Maka sebaiknya  bawa bekal yang bisa dibeli di kota sebelum memasuki desat adat ini. Anak-anak pun lebih merasa familiar jika membawa bekal makanan sendiri. Bekal makanan bisa dikemas di kotak makan yang bisa digunakan lagi. Nasi kotak yang dibungkus dengan plastik atau kertas tidak diperbolehkan untuk dibawa.

7. Bawakan oleh-oleh untuk masyarakat adat berupa buku dan ikan asin

Suku Baduy luar saat ini sedang menggalakkan budaya membaca. Akan lebih baik jika familygoers ikut membantu mereka menyukseskan gerakan ini dengan membawakan mereka buku-buku baru atau bekas. Mereka juga akan sangat senang jika dibawakan ikan asin mengingat familygoers akan menumpang makan siang di rumah warga. Ada baiknya apabila familygoers berkontribusi memberikan bahan makanan untuk mereka.

8. Kondisikan anak sebelum berangkat menuju desa adat

Jelaskan situasi dan kondisi perjalanan menuju dan di dalam desat adat suku Baduy pada anak sebelum berangkat agar mereka memiliki gambaran. Dengan begitu mereka jadi tahu seperti apa desa adat suku Baduy yang akan mereka kunjungi. Tunjukkan foto-foto dari para wisatawan lain yang pernah berkunjung ke desa ini. Familygoers bisa mencari nya dari google. Kalau perlu ajaklah mereka berdiskusi tentang kehidupan suku Baduy.

9. Bawa kantong atau kotak sampah 

Suku Baduy terkenal hidup dengan alam, mereka  memelihara alam dengan baik. Mereka memiliki aturan tidak membuang sampah sembarangan di alam. Maka sebaiknya familygoers juga mentaati peraturan ini dengan membawa sampah ke luar desa adat Baduy. Untuk itu familygoers perlu membawa kantong atau kotak khusus untuk menaruh sampah sebelum nanti dibuang.

10. Pastikan Tidak Membawa Barang yang Dilarang

Cek lagi barang-barang yang akan dibawa ke pemukiman Suku Baduy.  Gitar, radio, pemutar lagu, senjata api, pengeras suara, adalah barang-barang yang dilarang masuk.

11. Taati segala peraturan adat dengan baik

Ketahui sejumlah aturan umum yang berlaku di desa adat, seperti waktu kunjungan, larangan membuang sampah, larangan menebang pohon, hingga larangan mandi di sungai. Di sini juga tidak diperbolehkan menggunakan sabun dan pasta gigi yang berpotensi mencemarkan lingkungan.

12. Hindari datang di Bulan Kawalu

Desa Wisata Baduy (sumber foto : @aliafathiyah / Instagram)

Saat Kawalu, masyarakat Suku Baduy dalam akan menggelar ritual yang membuat desa tidak boleh dikunjungi wisatawan. Bulan Kawalu ini berlangsung awal Februari hingga sekitar akhir  April. Namun familygoers bisa tetap bebas berkeliling desa adat Baduy luar.



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Akhlaqul Karimah