Pengalaman Tour Bersama Anak ke Harvard, Columbia, Pensylvania, Universitas Terbaik di Dunia
Posted by: Baikuniyah Baikuniyah

Gara-gara Maudy Ayunda, artis cantik yang pintar diterima di Universitas Harvard dan Universitas Standford saya jadi ingat pernah ngajak anak tour ke tiga kampus terbaik dunia, di Amerika Serikat;  Harvard, Columbia, dan Pennsylvania. Eh, sekarang anak saya pingin mengulang tour ke tempat   itu lagi!

Ceritanya, pada satu liburan musim semi,  saya memutuskan mengajak anak saya, Jagad, yang waktu itu masih  duduk di kelas 3 SD untuk mengunjungi 3 universitas, Harvard , Columbia, dan Universitas  Pennsylvania, karena ketiga universitas tersebut letaknya lumayan berdekatan, bisa dijangkau dengan naik kereta api.

Tujuan saya, sederhana saja, mudah-mudahan ia jadi semakin  bersemangat belajar, sambil dalam hati berdoa semoga kelak ia bisa sekolah di sini, meski  syarat masuknya  tidak main-main. Susah pakai banget 100 kali.

Yang pasti untuk bisa masuk universita yang masuk Ivy League otak harus encer,  score  GMAT, GRE, TOEFL tinggi, surat rekomendasi meyakinkan, profil calon pelajar,  esai dan asal sekolah juga dipertimbangkan.  Uang kuliahnya  setahun juga mahal. Lagi-lagi pakai banget.

Selain itu, saya juga penasaran ingin menginjakkan kaki di universitas yang masuk  dalam 8 univeritas top di Amerika, yang disebut  Ivy League. Lima lainnya adalah Universitas Cornell, Dartmouth, Princeton, Brown, dan Univesitas Yale.  Delapan  univesitas tersebut telah terbukti menghasilkan orang-orang hebat di dunia.

Presiden Amerika Barack Obama adalah lulusan Universitas Columbia dan Harvard Law School. Nadiem Makarim, CEO Gojek adalah lulusan Harvard Business School dan artis Cinta Laura dari Universitas Columbia. Bill gates dan Mark Zuckenberg pernah menempuh pendidikan di Universitas Harvard. Dan banyak orang top di dunia lainnya lulusan universitas tersebut. Top banget, kan!

Karena ini bukan tour biasa, saya pun mulai mencari informasi lewat website universitas. Dari situ saya tahu kalau ketiganya menyediakan tour kampus gratis plus tour guidenya. Hanya saja bagi yang ingin ke sana perlu mengecek kalender mereka, untuk memastikan kapan waktu tour yang tersedia.

Saya pun  semangat mendaftarkan diri dan memilih tanggal yang mereka tawarkan.  Alhamdulillah, saya mendapat tanggal yang sesuai dengan harapan saya yang akan mengunjungi Universitas Harvard di Massachusetts,  lalu ke Universitas Colmbia di New York City, dan terakhir ke Universita Pensylvania di Philadelphia.

Universitas Harvard

 

Saya menginap di bed and breakfast dekat kampus. Jadi pagi itu, saya bersama keluarga Indonesia yang tinggal di Boston yang memiliki anak seusia Jagad, berjalan kaki ke kampus dan bergabung dengan  peserta tour lainnya yang rata-rata membawa anak.

Tour dimulai dari Harvard Information Center yang berada di Smith Campus Center.  Dari tempat itu tour leader mengajak kami berjalan di halaman kampus yang luas sambil menjelaskan tentang sejarah kampus. Jagad terlihat antuasias mengikuti rombongan berjalan keliling kampus. Mungkin juga karena ada teman seusainya.

Kami kemudian diajak melihat perpustakaan yang membuat saya berdecak karena besar dan nyaman dengan tempat duduk yang membuat mahasiswa betah berlama-lama membaca, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas.  Kami juga diajak melihat kelas dan kafetaria.

Saat melewati patung Pak John Harvard, pendiri universitas yang  mensedekahkan separuh harta dan perpustakaannya sebagai modal mendirikan sekolah bergengsi ini, tour leader memberi kesempatan pada kami untuk berfoto. Saya dan Jagad pun berfoto.

Tour berlangsung sekitar satu jam. Jagad pun mulai tak sabar ingin segera mengunjungi markas tim bola basket Boston Celtics. Ia cukup senang bisa berfoto di depan markasnya dan membeli kaos bernomor pemain kesayangannya.

Dari situ perjalanan dilanjutkan ke Museum Kennedy dan makan siang di restauran Malaysia.

Unversitas Columbia

Jagad mulai bosan dan lelah

Esoknya kami naik kereta Amtrack   dari Boston menuju New York City, tempat  Univerista Columbia berada. Namun baru esok harinya kami berkunjung ke universitas, sesuai dengan waktu yang saya pilih. Esoknya saya segera bergabung dengan kelompok yang sudah mendaftar ikut tour.

Datang ke tempat ini membuat saya teringat tetangga dekat saya adalah doktor lulusan universita bergengsi ini. Oh, iya, selain Cinta Laura, Tasya Kamila mantan artis cilik yang masih imut sampai sekarang  juga  lulusan  Magister Administrasi Publik di Universitas ini. Sudah cantik, tenar, pintar pula mereka, ya.

Saat itu baru masuk musim semi, jadi pepohonan belum memilki daun yang lengkap dan cuaca cukup segar.   Jagad yang mengenakan kaos dan celana pendek tidak kedinginan. Mungkin karena kami keliling ke tempat-tempat penting jadi membuat kami lumayan berkeringat.

Setelah keliling kampus  peserta tour dibawa ke hall dan kami duduk di sana mendengarkan penjelasan tentang Universitas Columbia. Tak berapa lama, saya melihat Jagad mulai gelisah. Mungkin karena ia bosan, ya. Sambil berbisik saya bilang padanya  bahwa orang pertama yang mengenal dan meneliti telur dinosaurus,  Roy Chapman Andrews, adalah lulusan Uniersitas ini. Saya berharap itu akan membuatnya bersemangat.  Anak-anak, kan, umumnya semangat mendengar  kata  dinosaurus. Tapi karena ia sudah tampak lelah, penjelasan saya tidak menarik perhatiannya.

Universitas Pennsylvania, Philadelphia

Saat peserta tour sibuk mendengarkan penjelasan Jagad duduk istirahat sambil menunjukkan silly face

Hari selenjutnya dari New York City saya naik kereta menuju Philadelphia. Sesuai dengan jadwal pukul 10.00 pagi saya sudah berada di universitas tempat Donald Trump dan Boediono, Wakil Presiden Indonesia, bersekolah.  Saya senang karena tour kali ini saya ditemani, sepasang  suami istri Indonesia, yang suaminya sedang mengambil program doktor di Universita Pensylvania.

Jagad juga bersememangat karena  seusai tour ia akan menonton pertandingan Tim Basket Philadephia 76ers, saya lupa lawan siapa. Saat itu — bahkan hingga sekarang ia senang main dan menonton basket. Oh, ya, dulu pengusaha Indonesia Erick Thohir pernah memiliki saham di klub basket ini, tapi kini ia sudah melepas sahamnya. Ia orang Asia pertama yang pernah memiliki tim bola basket NBA, lho.

Seperti tour di universitas sebelumnya  tour leader mengajak kami berkeliling  kampus, yang karena besarnya saya jadi lupa namanya. Yang saya teringat adalah bunga-bunga musim semi yang bermekaran yang membuat suasana di kamus yang gedungnya bagus-bagus itu menjadi tambah keren. Pastinya membuat mahasiswa jadi betah berlajar.

Selesai tour teman saya mengajak makan di restoran Surabaya yang terkenal di kalangan orang Indonesia yang tinggal di Philadelphia. Sungguh membuat saya bisa mengobati rasa kangen akan makanan Indonesia. Usai makan, Jagad langsung menonton basket dengan suami teman saya dan saya jalan-jalan dengan istrinya…

Beberapa waktu lalu, Jagad yang sekarang  duduk di kelas 1 SMA mengajak saya untuk kembali mengunjungi universitas terbaik di dunia itu. Katanya, tidak banyak yang ia ingat dari perjalanan semasa ia masih kecil.

Berdasarkan pengalaman itu, menurut saya, mungkin sebaiknya mengajak anak tour ke universitas saat ia duduk di SMP, saat ia mulai tahu banyak tentang jenjang pendidikan yang akan dilalui.

Tapi meski begitu, saya merasa beruntung bisa mengajak anak jalan ke kampus top. Setidaknya ia jadi tahu bahwa ada destinasi  menarik selain destinasi wisata populer.  Kayaknya, nih, jalan-jalan  ke kampus merupakan wisata yang perlu digalakkan. Dengan itu,  jadi dapat energi positif untuk mendorong anak semangat belajar. Setidaknya, itu yang saya rasakan.

Untuk tahu lebih detail tentang tour ketiga universita tersebut, coba deh  klik ini: https://apply.college.harvard.edu/portal/campus-visit,https://key.admissions.upenn.edu/portal/campus-visit, https://apply.college.columbia.edu/portal/visit

Diedit Mimin berdasarkan obrolan dengan Baikuniyah

Foto: pixabay

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Baikuniyah Baikuniyah

 

Pengalaman Tour Bersama Anak ke Harvard, Columbia, Pensylvania, Universitas Terbaik di Dunia
Posted by: Baikuniyah Baikuniyah

Gara-gara Maudy Ayunda, artis cantik yang pintar diterima di Universitas Harvard dan Universitas Standford saya jadi ingat pernah ngajak anak tour ke tiga kampus terbaik dunia, di Amerika Serikat;  Harvard, Columbia, dan Pennsylvania. Eh, sekarang anak saya pingin mengulang tour ke tempat   itu lagi!

Ceritanya, pada satu liburan musim semi,  saya memutuskan mengajak anak saya, Jagad, yang waktu itu masih  duduk di kelas 3 SD untuk mengunjungi 3 universitas, Harvard , Columbia, dan Universitas  Pennsylvania, karena ketiga universitas tersebut letaknya lumayan berdekatan, bisa dijangkau dengan naik kereta api.

Tujuan saya, sederhana saja, mudah-mudahan ia jadi semakin  bersemangat belajar, sambil dalam hati berdoa semoga kelak ia bisa sekolah di sini, meski  syarat masuknya  tidak main-main. Susah pakai banget 100 kali.

Yang pasti untuk bisa masuk universita yang masuk Ivy League otak harus encer,  score  GMAT, GRE, TOEFL tinggi, surat rekomendasi meyakinkan, profil calon pelajar,  esai dan asal sekolah juga dipertimbangkan.  Uang kuliahnya  setahun juga mahal. Lagi-lagi pakai banget.

Selain itu, saya juga penasaran ingin menginjakkan kaki di universitas yang masuk  dalam 8 univeritas top di Amerika, yang disebut  Ivy League. Lima lainnya adalah Universitas Cornell, Dartmouth, Princeton, Brown, dan Univesitas Yale.  Delapan  univesitas tersebut telah terbukti menghasilkan orang-orang hebat di dunia.

Presiden Amerika Barack Obama adalah lulusan Universitas Columbia dan Harvard Law School. Nadiem Makarim, CEO Gojek adalah lulusan Harvard Business School dan artis Cinta Laura dari Universitas Columbia. Bill gates dan Mark Zuckenberg pernah menempuh pendidikan di Universitas Harvard. Dan banyak orang top di dunia lainnya lulusan universitas tersebut. Top banget, kan!

Karena ini bukan tour biasa, saya pun mulai mencari informasi lewat website universitas. Dari situ saya tahu kalau ketiganya menyediakan tour kampus gratis plus tour guidenya. Hanya saja bagi yang ingin ke sana perlu mengecek kalender mereka, untuk memastikan kapan waktu tour yang tersedia.

Saya pun  semangat mendaftarkan diri dan memilih tanggal yang mereka tawarkan.  Alhamdulillah, saya mendapat tanggal yang sesuai dengan harapan saya yang akan mengunjungi Universitas Harvard di Massachusetts,  lalu ke Universitas Colmbia di New York City, dan terakhir ke Universita Pensylvania di Philadelphia.

Universitas Harvard

 

Saya menginap di bed and breakfast dekat kampus. Jadi pagi itu, saya bersama keluarga Indonesia yang tinggal di Boston yang memiliki anak seusia Jagad, berjalan kaki ke kampus dan bergabung dengan  peserta tour lainnya yang rata-rata membawa anak.

Tour dimulai dari Harvard Information Center yang berada di Smith Campus Center.  Dari tempat itu tour leader mengajak kami berjalan di halaman kampus yang luas sambil menjelaskan tentang sejarah kampus. Jagad terlihat antuasias mengikuti rombongan berjalan keliling kampus. Mungkin juga karena ada teman seusainya.

Kami kemudian diajak melihat perpustakaan yang membuat saya berdecak karena besar dan nyaman dengan tempat duduk yang membuat mahasiswa betah berlama-lama membaca, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas.  Kami juga diajak melihat kelas dan kafetaria.

Saat melewati patung Pak John Harvard, pendiri universitas yang  mensedekahkan separuh harta dan perpustakaannya sebagai modal mendirikan sekolah bergengsi ini, tour leader memberi kesempatan pada kami untuk berfoto. Saya dan Jagad pun berfoto.

Tour berlangsung sekitar satu jam. Jagad pun mulai tak sabar ingin segera mengunjungi markas tim bola basket Boston Celtics. Ia cukup senang bisa berfoto di depan markasnya dan membeli kaos bernomor pemain kesayangannya.

Dari situ perjalanan dilanjutkan ke Museum Kennedy dan makan siang di restauran Malaysia.

Unversitas Columbia

Jagad mulai bosan dan lelah

Esoknya kami naik kereta Amtrack   dari Boston menuju New York City, tempat  Univerista Columbia berada. Namun baru esok harinya kami berkunjung ke universitas, sesuai dengan waktu yang saya pilih. Esoknya saya segera bergabung dengan kelompok yang sudah mendaftar ikut tour.

Datang ke tempat ini membuat saya teringat tetangga dekat saya adalah doktor lulusan universita bergengsi ini. Oh, iya, selain Cinta Laura, Tasya Kamila mantan artis cilik yang masih imut sampai sekarang  juga  lulusan  Magister Administrasi Publik di Universitas ini. Sudah cantik, tenar, pintar pula mereka, ya.

Saat itu baru masuk musim semi, jadi pepohonan belum memilki daun yang lengkap dan cuaca cukup segar.   Jagad yang mengenakan kaos dan celana pendek tidak kedinginan. Mungkin karena kami keliling ke tempat-tempat penting jadi membuat kami lumayan berkeringat.

Setelah keliling kampus  peserta tour dibawa ke hall dan kami duduk di sana mendengarkan penjelasan tentang Universitas Columbia. Tak berapa lama, saya melihat Jagad mulai gelisah. Mungkin karena ia bosan, ya. Sambil berbisik saya bilang padanya  bahwa orang pertama yang mengenal dan meneliti telur dinosaurus,  Roy Chapman Andrews, adalah lulusan Uniersitas ini. Saya berharap itu akan membuatnya bersemangat.  Anak-anak, kan, umumnya semangat mendengar  kata  dinosaurus. Tapi karena ia sudah tampak lelah, penjelasan saya tidak menarik perhatiannya.

Universitas Pennsylvania, Philadelphia

Saat peserta tour sibuk mendengarkan penjelasan Jagad duduk istirahat sambil menunjukkan silly face

Hari selenjutnya dari New York City saya naik kereta menuju Philadelphia. Sesuai dengan jadwal pukul 10.00 pagi saya sudah berada di universitas tempat Donald Trump dan Boediono, Wakil Presiden Indonesia, bersekolah.  Saya senang karena tour kali ini saya ditemani, sepasang  suami istri Indonesia, yang suaminya sedang mengambil program doktor di Universita Pensylvania.

Jagad juga bersememangat karena  seusai tour ia akan menonton pertandingan Tim Basket Philadephia 76ers, saya lupa lawan siapa. Saat itu — bahkan hingga sekarang ia senang main dan menonton basket. Oh, ya, dulu pengusaha Indonesia Erick Thohir pernah memiliki saham di klub basket ini, tapi kini ia sudah melepas sahamnya. Ia orang Asia pertama yang pernah memiliki tim bola basket NBA, lho.

Seperti tour di universitas sebelumnya  tour leader mengajak kami berkeliling  kampus, yang karena besarnya saya jadi lupa namanya. Yang saya teringat adalah bunga-bunga musim semi yang bermekaran yang membuat suasana di kamus yang gedungnya bagus-bagus itu menjadi tambah keren. Pastinya membuat mahasiswa jadi betah berlajar.

Selesai tour teman saya mengajak makan di restoran Surabaya yang terkenal di kalangan orang Indonesia yang tinggal di Philadelphia. Sungguh membuat saya bisa mengobati rasa kangen akan makanan Indonesia. Usai makan, Jagad langsung menonton basket dengan suami teman saya dan saya jalan-jalan dengan istrinya…

Beberapa waktu lalu, Jagad yang sekarang  duduk di kelas 1 SMA mengajak saya untuk kembali mengunjungi universitas terbaik di dunia itu. Katanya, tidak banyak yang ia ingat dari perjalanan semasa ia masih kecil.

Berdasarkan pengalaman itu, menurut saya, mungkin sebaiknya mengajak anak tour ke universitas saat ia duduk di SMP, saat ia mulai tahu banyak tentang jenjang pendidikan yang akan dilalui.

Tapi meski begitu, saya merasa beruntung bisa mengajak anak jalan ke kampus top. Setidaknya ia jadi tahu bahwa ada destinasi  menarik selain destinasi wisata populer.  Kayaknya, nih, jalan-jalan  ke kampus merupakan wisata yang perlu digalakkan. Dengan itu,  jadi dapat energi positif untuk mendorong anak semangat belajar. Setidaknya, itu yang saya rasakan.

Untuk tahu lebih detail tentang tour ketiga universita tersebut, coba deh  klik ini: https://apply.college.harvard.edu/portal/campus-visit,https://key.admissions.upenn.edu/portal/campus-visit, https://apply.college.columbia.edu/portal/visit

Diedit Mimin berdasarkan obrolan dengan Baikuniyah

Foto: pixabay

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Baikuniyah Baikuniyah