Minum Gratis di Seoul, Korsel, Membantu Berhemat sekaligus Belajar Menjadi Green Traveler
Posted by: Admin

Selama jalan-jalan di Seoul, Korea Selatan,  hampir tidak pernah Mimin membeli minuman kemasan, karena di tempat-tempat umum seperti airport, museum, apalagi di restoran kita bisa minum air putih gratis.

Namun baru kali ini Mimin menemukan gelas kertas imut, berbagai bentuk bahkan ada  yang dilipat seperti amplop yang cukup menampung tiga teguk air.

Cara kreatif untuk menjauhi sampah plastik. Mimin jadi belajar jadi green traveler juga!

Pagi itu, usai urusan imigrasi  di Bandara Incheon, Seoul Korea Selatan, Mimin yang kehausan segera mencari convinience store untuk mencari minuman kemasan. Eh, di tengah jalan menemukan water fountain dekat pintu masuk ke toilet. Ada dua jenis water fountain yang pendek dan yang tinggi. Yang pendek tentu saja buat anak-anak. Kalau yang seperti ini, di Bandara Halim Perdana Kusuma juga ada, kan.

Di penginapan, Mimin tak perlu khawatir karena disediakan dispenser yang bisa minum sekenyang-kenyangnya. Gelas yang disediakan terbuat dari kertas putih imut, yang cukup untuk 4 teguk air dan langsung buang karena akan basah. Anak-anak cukup aman memegang gelas ini. Oh, ya,  jika mau hemat boleh, kok, bawa botol minuman sendiri dan diisi penuh kalau mau jalan-jalan.

Pas jalan-jalan di National Palace Museum of Korea, tersedia dispenser bagi pengunjung yang kehausan. Waktu mau minum, Mimin cari-cari di mana gelasnya. Rupanya, gelas-gelas itu ditaruh di amplop putih karena gelasnya berbentuk segiempat dan dilipat seperti amplop. Kalau mau minum dibuka amplonya, taruh di bawah kran air. Karena kertasnya tipis, minumnya pelan-pelan karena mudah tumpah. Anak-anak perlu bantuan untuk menuangkan air atau minum dari gelas ini. Karena Mimin haus banget jadi tidak cukup minum satu gelas yang hanya menampung 3 teguk, jadilah menggunakan beberapa gelas.

Mendarat di airport Gimpo, sepulang dari Pulau Jeju, Mimin kembali menemukan dispenser. Tampak seorang perempuan sedang membubuhkan kopi kemasan ke tumbler-nya dan menyiramnya dengan air panas dari dispenser. Smart dan hemat, ya. Bagi yang tidak membawa tumbler, tersedia juga gelas minum. Kali ini gelas kertasnya yang  imut berbentuk  kerucut.  Lagi-lagi hanya bisa  menampung 3 teguk air. Anak-anak perlu bantuan memegangnya agar tidak tumpah.

Gelas kertas bermotif  bunga baru Mimin temukan di warung mi sea food  yang menghadap pantai di Jang Hwari, satu jam perjalanan dari Seoul. Bentuknya seperti gelas umumnya, meski ukurannya kecil. Di gelas tertulis kalau gelas kertas itu bisa digunakan untuk air putih, teh, kopi, soft drink, dan jus. Di restoran itu semua pengunjung boleh mengambil air putih sekenyangnya. Anak-anak tidak perlu bantuan untuk minum dengan gelas ini.

 

 

 

 

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Minum Gratis di Seoul, Korsel, Membantu Berhemat sekaligus Belajar Menjadi Green Traveler
Posted by: Admin

Selama jalan-jalan di Seoul, Korea Selatan,  hampir tidak pernah Mimin membeli minuman kemasan, karena di tempat-tempat umum seperti airport, museum, apalagi di restoran kita bisa minum air putih gratis.

Namun baru kali ini Mimin menemukan gelas kertas imut, berbagai bentuk bahkan ada  yang dilipat seperti amplop yang cukup menampung tiga teguk air.

Cara kreatif untuk menjauhi sampah plastik. Mimin jadi belajar jadi green traveler juga!

Pagi itu, usai urusan imigrasi  di Bandara Incheon, Seoul Korea Selatan, Mimin yang kehausan segera mencari convinience store untuk mencari minuman kemasan. Eh, di tengah jalan menemukan water fountain dekat pintu masuk ke toilet. Ada dua jenis water fountain yang pendek dan yang tinggi. Yang pendek tentu saja buat anak-anak. Kalau yang seperti ini, di Bandara Halim Perdana Kusuma juga ada, kan.

Di penginapan, Mimin tak perlu khawatir karena disediakan dispenser yang bisa minum sekenyang-kenyangnya. Gelas yang disediakan terbuat dari kertas putih imut, yang cukup untuk 4 teguk air dan langsung buang karena akan basah. Anak-anak cukup aman memegang gelas ini. Oh, ya,  jika mau hemat boleh, kok, bawa botol minuman sendiri dan diisi penuh kalau mau jalan-jalan.

Pas jalan-jalan di National Palace Museum of Korea, tersedia dispenser bagi pengunjung yang kehausan. Waktu mau minum, Mimin cari-cari di mana gelasnya. Rupanya, gelas-gelas itu ditaruh di amplop putih karena gelasnya berbentuk segiempat dan dilipat seperti amplop. Kalau mau minum dibuka amplonya, taruh di bawah kran air. Karena kertasnya tipis, minumnya pelan-pelan karena mudah tumpah. Anak-anak perlu bantuan untuk menuangkan air atau minum dari gelas ini. Karena Mimin haus banget jadi tidak cukup minum satu gelas yang hanya menampung 3 teguk, jadilah menggunakan beberapa gelas.

Mendarat di airport Gimpo, sepulang dari Pulau Jeju, Mimin kembali menemukan dispenser. Tampak seorang perempuan sedang membubuhkan kopi kemasan ke tumbler-nya dan menyiramnya dengan air panas dari dispenser. Smart dan hemat, ya. Bagi yang tidak membawa tumbler, tersedia juga gelas minum. Kali ini gelas kertasnya yang  imut berbentuk  kerucut.  Lagi-lagi hanya bisa  menampung 3 teguk air. Anak-anak perlu bantuan memegangnya agar tidak tumpah.

Gelas kertas bermotif  bunga baru Mimin temukan di warung mi sea food  yang menghadap pantai di Jang Hwari, satu jam perjalanan dari Seoul. Bentuknya seperti gelas umumnya, meski ukurannya kecil. Di gelas tertulis kalau gelas kertas itu bisa digunakan untuk air putih, teh, kopi, soft drink, dan jus. Di restoran itu semua pengunjung boleh mengambil air putih sekenyangnya. Anak-anak tidak perlu bantuan untuk minum dengan gelas ini.

 

 

 

 

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin