Menstrual Cup Untuk Traveling dan Berenang
Posted by: Sheika Rauf

Saya pernah membaca selintas tentang menstrual cup. Namun saat itu, belum terbersit sedikit pun untuk mencoba produk alternatif pembalut atau tampon ini. Saya masih nyaman memakai pembalut, karena pemakaiannya yang sangat mudah. Berbeda dengan menstrual cup yang bentuknya seperti cangkir silikon dan harus dimasukkan ke dalam lubang vagina. Memikirkan ini saja membuat saya ngilu.

Sampai pada suatu ketika ada kondisi yang memaksa saya mau tidak mau harus mencoba menggunakan menstrual cup. Saya harus ikut sertifikasi freediver bersama suami dan anak, yang berarti kami harus menyelam open water di laut. Sementara dua hari menjelang hari H, saya datang bulan.

Ini tentu saja membuat saya tidak nyaman. Jangankan freediving, berenang di laut saja membuat saya was-was dengan darah yang keluar. Memang saya sering mendengar bahwa berenang di laut justru bisa menghentikan darah menstruasi. Tapi tetap saja saya ngeri, apalagi pada tiga hari pertama.

Saya pun mencoba melawan kengerian saya dengan mencari informasi sebanyak mungkin di google, bertanya pada teman dan menonton video tutorial cara memasang menstrual cup di youtube. Pada awalnya saya berniat untuk menghentikan menstruasi sementara waktu. Namun saya pikir ini bukanlah ide yang paling baik. Sampai akhirnya saya memantapkan diri untuk mencoba menggunakan menstrual cup.

Pertama, saya pilih ukuran dan merk yang kira-kira cocok untuk saya. Dari hasil bertanya pada teman-teman di whatsapp group, standar harga menstrual cup adalah sekitar Rp 300.000 ke atas per buah, bahkan ada yang mencapai harga hingga Rp 1.000.000. Produk ini memang lumayan mahal harga nya. Tapi kalau dihitung-hitung, harga menstrual cup ini cukup hemat karena bisa dipakai berulang kali hingga jangka waktu pemakaian satu sampai dua tahun.

Menstrual Cup merk OrganiCup, hanya tersedia warna putih

Menstrual Cup merk Gcup Menstrual, tersedia warna warni

Saya mencoba dua merk, G menstrual cup dan OrganiCup sebagai perbandingan. Ternyata kedua nya sama saja. Sama sulitnya ketika memasukkan dan mengeluarkan, juga sama nyamannya setelah terpasang. Teman-teman saya merekomendasikan merk Lily, Diva dan Lunette, tetapi harga ketiga produk ini lebih mahal hingga dua kali dari harga merk pilihan saya.

Untuk ukuran biasanya tersedia dua ukuran. Satu ukuran untuk perempuan yang belum pernah melahirkan normal, dan satu lagi untuk mereka yang pernah melahirkan normal. Tentunya saya pilih ukuran untuk ibu-ibu. 🙂

Kedua, setelah produk sampai ke tangan saya, saya bersihkan dengan cara mencuci nya dengan sabun tanpa wewangian dan merebusnya dalam air mendidih selama 3 sampai 5 menit. Usahakan menstrual cup tidak menyentuh dasar panci agar tidak berubah bentuk atau terbakar. Kemudian gunting ujungnya sedikit agar tidak menyentuh permukaan lubang vagina sehingga membuat tidak nyaman.

Ketiga, saya berjibaku belajar menggunakan menstrual cup sebelum saya bawa berenang di laut. Memang tidak mudah, tapi pasti bisa. Saya menggunakannya dengan cara menaikkan satu kaki saya ke bagian paling atas toilet duduk dan menekuk kedua lutut saya seperti posisi mau jongkok. Dengan begitu lubang vagina terbuka lebih lebar. Setelah cukup gemetar dan berkeringat selama beberapa menit, akhirnya saya berhasil memasukkan menstrual cup ke lubang vagina. Jika masih kesulitan, water-based lubricant bisa membantu untuk memasang menstrual cup ini.

Setelah proses ini dilalui, saya seperti tidak sedang memakai apapun. Sangat nyaman, tidak lembab dan kering.

Pemakaian di hari pertama menstruasi untuk berenang

Hari pertama menstruasi saya langsung mencoba memakai menstrual cup untuk berenang di kolam renang. Hasilnya sangat nyaman dan tidak berbekas. Yang membuat saya tidak nyaman adalah kram perut hari pertama menstruasi membuat tidak bisa berlama-lama berenang, Namun percobaan di hari pertama itu bisa dibilang berhasil.

Setelah berenang, langsung saya lepas dan bersihkan, kemudian saya pakai lagi di malam hari untuk tidur. Karena hari pertama sedang banyak-banyak nya, sebaiknya dilepas dan dibersihkan setiap empat jam sekali. Maksimal pemakaian menstrual cup adalah 8 jam.

Dua hari kemudian, saya pakai menstrual cup untuk melaut. Dari rumah, menstrual cup sudah saya pakai. Dalam perjalanan menyebrang ke pulau sampai akhirnya saya berenang di laut, saya sama sekali merasakan seperti tidak sedang haid, malah lebih leluasa bergerak.

Dalam perjalanan di ferry, bebas tanpa cemas

Ketika menyelam menukik di laut dengan kepala di bawah kaki pun, saya masih tetap merasa nyaman. Namun memang setelah dilepas, ada kebocoran bercak darah sedikit di celana. Kemungkinan karena kepala saya terbalik berada di bawah dan kaki di atas saat masuk ke dalam laut. Jika dalam posisi normal, menstrual cup sangat nyaman dipakai.

Siap-siap nyebur ke laut

Byurrrr. Tak perlu cemas lagi karena sedang menstruasi

Menstrual Cup untuk traveling

Menurut saya, menstrual cup praktis dibawa ke mana-mana untuk traveling. Saya tidak perlu lagi membawa banyak pembalut di tas. Cukup membawa dua menstrual cup yang tidak memakan banyak tempat dan sabun untuk mencuci bekas pakai. Menstrual cup tidak perlu direbus atau disterilisasi setiap kali pemakaian. Hanya cukup sekali sebelum pemakaian pertama dan sesekali di antara periode sesudah menstruasi dan sebelum menstruasi berikutnya.

Menstrual cup cukup dicuci bersih dengan sabun dan pastikan bilas dengan bersih. Menstrual cup yang sudah dicuci bersih bisa dipakai lagi. Tidak ada sampah yang dibuang. Sangat ramah lingkungan kan?

Yuk, ikutan mencoba menstrual cup!



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.


Menstrual Cup Untuk Traveling dan Berenang
Posted by: Sheika Rauf

Saya pernah membaca selintas tentang menstrual cup. Namun saat itu, belum terbersit sedikit pun untuk mencoba produk alternatif pembalut atau tampon ini. Saya masih nyaman memakai pembalut, karena pemakaiannya yang sangat mudah. Berbeda dengan menstrual cup yang bentuknya seperti cangkir silikon dan harus dimasukkan ke dalam lubang vagina. Memikirkan ini saja membuat saya ngilu.

Sampai pada suatu ketika ada kondisi yang memaksa saya mau tidak mau harus mencoba menggunakan menstrual cup. Saya harus ikut sertifikasi freediver bersama suami dan anak, yang berarti kami harus menyelam open water di laut. Sementara dua hari menjelang hari H, saya datang bulan.

Ini tentu saja membuat saya tidak nyaman. Jangankan freediving, berenang di laut saja membuat saya was-was dengan darah yang keluar. Memang saya sering mendengar bahwa berenang di laut justru bisa menghentikan darah menstruasi. Tapi tetap saja saya ngeri, apalagi pada tiga hari pertama.

Saya pun mencoba melawan kengerian saya dengan mencari informasi sebanyak mungkin di google, bertanya pada teman dan menonton video tutorial cara memasang menstrual cup di youtube. Pada awalnya saya berniat untuk menghentikan menstruasi sementara waktu. Namun saya pikir ini bukanlah ide yang paling baik. Sampai akhirnya saya memantapkan diri untuk mencoba menggunakan menstrual cup.

Pertama, saya pilih ukuran dan merk yang kira-kira cocok untuk saya. Dari hasil bertanya pada teman-teman di whatsapp group, standar harga menstrual cup adalah sekitar Rp 300.000 ke atas per buah, bahkan ada yang mencapai harga hingga Rp 1.000.000. Produk ini memang lumayan mahal harga nya. Tapi kalau dihitung-hitung, harga menstrual cup ini cukup hemat karena bisa dipakai berulang kali hingga jangka waktu pemakaian satu sampai dua tahun.

Menstrual Cup merk OrganiCup, hanya tersedia warna putih

Menstrual Cup merk Gcup Menstrual, tersedia warna warni

Saya mencoba dua merk, G menstrual cup dan OrganiCup sebagai perbandingan. Ternyata kedua nya sama saja. Sama sulitnya ketika memasukkan dan mengeluarkan, juga sama nyamannya setelah terpasang. Teman-teman saya merekomendasikan merk Lily, Diva dan Lunette, tetapi harga ketiga produk ini lebih mahal hingga dua kali dari harga merk pilihan saya.

Untuk ukuran biasanya tersedia dua ukuran. Satu ukuran untuk perempuan yang belum pernah melahirkan normal, dan satu lagi untuk mereka yang pernah melahirkan normal. Tentunya saya pilih ukuran untuk ibu-ibu. 🙂

Kedua, setelah produk sampai ke tangan saya, saya bersihkan dengan cara mencuci nya dengan sabun tanpa wewangian dan merebusnya dalam air mendidih selama 3 sampai 5 menit. Usahakan menstrual cup tidak menyentuh dasar panci agar tidak berubah bentuk atau terbakar. Kemudian gunting ujungnya sedikit agar tidak menyentuh permukaan lubang vagina sehingga membuat tidak nyaman.

Ketiga, saya berjibaku belajar menggunakan menstrual cup sebelum saya bawa berenang di laut. Memang tidak mudah, tapi pasti bisa. Saya menggunakannya dengan cara menaikkan satu kaki saya ke bagian paling atas toilet duduk dan menekuk kedua lutut saya seperti posisi mau jongkok. Dengan begitu lubang vagina terbuka lebih lebar. Setelah cukup gemetar dan berkeringat selama beberapa menit, akhirnya saya berhasil memasukkan menstrual cup ke lubang vagina. Jika masih kesulitan, water-based lubricant bisa membantu untuk memasang menstrual cup ini.

Setelah proses ini dilalui, saya seperti tidak sedang memakai apapun. Sangat nyaman, tidak lembab dan kering.

Pemakaian di hari pertama menstruasi untuk berenang

Hari pertama menstruasi saya langsung mencoba memakai menstrual cup untuk berenang di kolam renang. Hasilnya sangat nyaman dan tidak berbekas. Yang membuat saya tidak nyaman adalah kram perut hari pertama menstruasi membuat tidak bisa berlama-lama berenang, Namun percobaan di hari pertama itu bisa dibilang berhasil.

Setelah berenang, langsung saya lepas dan bersihkan, kemudian saya pakai lagi di malam hari untuk tidur. Karena hari pertama sedang banyak-banyak nya, sebaiknya dilepas dan dibersihkan setiap empat jam sekali. Maksimal pemakaian menstrual cup adalah 8 jam.

Dua hari kemudian, saya pakai menstrual cup untuk melaut. Dari rumah, menstrual cup sudah saya pakai. Dalam perjalanan menyebrang ke pulau sampai akhirnya saya berenang di laut, saya sama sekali merasakan seperti tidak sedang haid, malah lebih leluasa bergerak.

Dalam perjalanan di ferry, bebas tanpa cemas

Ketika menyelam menukik di laut dengan kepala di bawah kaki pun, saya masih tetap merasa nyaman. Namun memang setelah dilepas, ada kebocoran bercak darah sedikit di celana. Kemungkinan karena kepala saya terbalik berada di bawah dan kaki di atas saat masuk ke dalam laut. Jika dalam posisi normal, menstrual cup sangat nyaman dipakai.

Siap-siap nyebur ke laut

Byurrrr. Tak perlu cemas lagi karena sedang menstruasi

Menstrual Cup untuk traveling

Menurut saya, menstrual cup praktis dibawa ke mana-mana untuk traveling. Saya tidak perlu lagi membawa banyak pembalut di tas. Cukup membawa dua menstrual cup yang tidak memakan banyak tempat dan sabun untuk mencuci bekas pakai. Menstrual cup tidak perlu direbus atau disterilisasi setiap kali pemakaian. Hanya cukup sekali sebelum pemakaian pertama dan sesekali di antara periode sesudah menstruasi dan sebelum menstruasi berikutnya.

Menstrual cup cukup dicuci bersih dengan sabun dan pastikan bilas dengan bersih. Menstrual cup yang sudah dicuci bersih bisa dipakai lagi. Tidak ada sampah yang dibuang. Sangat ramah lingkungan kan?

Yuk, ikutan mencoba menstrual cup!



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.