Menikmati Moon Cake Pasar Gang Baru, Makanan Perayaan Musim Gugur yang Dirayakan Hari Ini
Posted by: Ida Ahdiah

 

 

 

 

 

 

Menjelang  Festival Musim Gugur  atau Festival Kue Bulan, yang jatuh hari ini, saya menikmati moon cake (kue bulan) yang banyak dijajakan  di Pasar Gang  Baru,  yang berada di kawasan Pecinan, Semarang, Jawa Tengah. Saya beruntung bisa mencicipi kuenya yang masih hangat di toko Perusahaan Kuwih Mei-Hwa “Kwik Poen”.

Kue bulan dalam Bahasa Hokkian , gwee pia atau tiong chiu pia. Sedangkan dalam bahasa  Hakka kue bulan disebut  ngie̍t-piáng. Pada dasarnya kue ini  berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan.

Perayaan tersebut  merupakan perayaan penting bagi masyarakat China. Mereka percaya bahwa bulan purnama merupakan simbol dari kegembiraan, hamoni, dan kebersamaan. Maka di hari perayaan tersebut seluruh keluarga, tua, muda, dan anak-anak berkumpul menikmati cahaya purnama dan kue bulan aneka rasa.

Saya mengunjungi pasar tersebut karena kebetulan pertengahan September lalu, saya menghabiskan me time  bersama teman-teman, sekalian reunian di Semarang. Dan, hal yang selalu kami lakukan setiap kali bertemu adalah mencari sarapan di pasar tradisonal!  Di situ kami selalu senang karena menemukan makanan otentik masyarakat sekitar dan tak jarang menemukan makanan baru.

Karena menjelang Perayaan Kue Bulan atau disebut juga Perayaaan  Musim Gugur aroma manis dan gurih kue bulan mengapung di udara Pasar Gang Baru. Di pasar yang bentuknya memanjang serupa gang dengan kios saling berhadapan dan, dan menyisakan jalan sempit di tengah-tengah ini,  beberapa warungnya menjajakan makanan tersebut, yang tampak masih hangat.

“Menjelang Perayaan  penjualan tiong tjiu pai meningkat,” kata ibu yang sedang sibuk membungkus kue tiung tjiu pia berukuran besar dengan kertas di toko Perusahaan Kuwih Mei-Hwa “Kwin Poen’ Gang Baru, saat saya membeli kue tersebut.

Kue bulan buatannya empuk dan manisnya sedang. Tumbukan kacangnya lembut dan lumer di mulut.

Toko yang menempati bangunan lama itu, masih menggunakan cara lama dalam membungkus kue bulan. Satu per satu kue bulan dibungkus di kertas khusus.  Flyer yang mereka buat menggunakan huruf China dan bahasa Indonesia lama. Selain kue menjual kue bulan, toko ini juga menjual kue ku dan kue moho.

 

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ida Ahdiah




Menikmati Moon Cake Pasar Gang Baru, Makanan Perayaan Musim Gugur yang Dirayakan Hari Ini
Posted by: Ida Ahdiah

 

 

 

 

 

 

Menjelang  Festival Musim Gugur  atau Festival Kue Bulan, yang jatuh hari ini, saya menikmati moon cake (kue bulan) yang banyak dijajakan  di Pasar Gang  Baru,  yang berada di kawasan Pecinan, Semarang, Jawa Tengah. Saya beruntung bisa mencicipi kuenya yang masih hangat di toko Perusahaan Kuwih Mei-Hwa “Kwik Poen”.

Kue bulan dalam Bahasa Hokkian , gwee pia atau tiong chiu pia. Sedangkan dalam bahasa  Hakka kue bulan disebut  ngie̍t-piáng. Pada dasarnya kue ini  berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan.

Perayaan tersebut  merupakan perayaan penting bagi masyarakat China. Mereka percaya bahwa bulan purnama merupakan simbol dari kegembiraan, hamoni, dan kebersamaan. Maka di hari perayaan tersebut seluruh keluarga, tua, muda, dan anak-anak berkumpul menikmati cahaya purnama dan kue bulan aneka rasa.

Saya mengunjungi pasar tersebut karena kebetulan pertengahan September lalu, saya menghabiskan me time  bersama teman-teman, sekalian reunian di Semarang. Dan, hal yang selalu kami lakukan setiap kali bertemu adalah mencari sarapan di pasar tradisonal!  Di situ kami selalu senang karena menemukan makanan otentik masyarakat sekitar dan tak jarang menemukan makanan baru.

Karena menjelang Perayaan Kue Bulan atau disebut juga Perayaaan  Musim Gugur aroma manis dan gurih kue bulan mengapung di udara Pasar Gang Baru. Di pasar yang bentuknya memanjang serupa gang dengan kios saling berhadapan dan, dan menyisakan jalan sempit di tengah-tengah ini,  beberapa warungnya menjajakan makanan tersebut, yang tampak masih hangat.

“Menjelang Perayaan  penjualan tiong tjiu pai meningkat,” kata ibu yang sedang sibuk membungkus kue tiung tjiu pia berukuran besar dengan kertas di toko Perusahaan Kuwih Mei-Hwa “Kwin Poen’ Gang Baru, saat saya membeli kue tersebut.

Kue bulan buatannya empuk dan manisnya sedang. Tumbukan kacangnya lembut dan lumer di mulut.

Toko yang menempati bangunan lama itu, masih menggunakan cara lama dalam membungkus kue bulan. Satu per satu kue bulan dibungkus di kertas khusus.  Flyer yang mereka buat menggunakan huruf China dan bahasa Indonesia lama. Selain kue menjual kue bulan, toko ini juga menjual kue ku dan kue moho.

 

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Ida Ahdiah