Menikmati kolam renang roof top dan tidur nyaman di Hotel Ibis Kuala Lumpur City Center, Malaysia
Posted by: Admin

Siapa yang tidak suka berenang-renang sambil memandang gedung-gedung pencakar langit ? Sensasi nya tentu saja berbeda dibandingkan berenang di kolam outdoor atau kolam indoor biasa. Dari kolam renang ini, kita juga bisa melihat menara kembar, Petronas Twin Towers yang menjadi icon ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia.  Pemandangan dari kolam renang di atas atap ini mengingatkan pada kota Manhattan di Amerika Serikat atau kolam renang di sebuah hotel mewah bintang lima.

Saya bukan berada di Manhattan ataupun hotel mewah kelas dunia, namun saya sedang menikmati Ibis Hotel Kuala Lumpur City Center Malaysia yang merupakan hotel skala kelas menengah dengan harga terjangkau, namun dengan kenyamanan yang beda tipis dengan hotel mewah.

Pasti familiar dong dengan Hotel Ibis ? Nama dan reputasi nya sudah sangat mendunia. Ke mana pun pergi, familygoers bisa dengan mudahnya menemukan hotel di bawah naungan accor group ini. Hotel Ibis sudah memiliki ribuan hotel yang tersebar di enam benua di ratusan negara sesuai dengan segmennya, dari Ibis, Ibis Styles dan Ibis Budget. Jadi, soal kualitas pelayanan dan kenyamanan memang tidak perlu diragukan lagi.

Familygoers.com goes to Kuala Lumpur, Malaysia

Saya mewakili Familygoers.com tanggal 11-13 Januari 2019 lalu mendapat kehormatan untuk merasakan kenyamanan staycation di Ibis Hotel KL City Center selama dua malam sambil eksplorasi fasilitas apa saja yang dimiliki hotel yang baru dibuka untuk publik Agustus 2018 lalu.

Jika di Jakarta, Ibis sudah lebih dulu mengepakkan sayap nya sejak lama dan sudah memiliki lebih dari 10 cabang, maka di Kuala Lumpur, Ibis baru mulai membuka pintu nya dan menerima tamu sejak Agustus 2018 lalu. Meskipun begitu, Hotel Ibis di Kuala Lumpur City Center ini merupakan hotel Ibis terbesar kedua di dunia dan terbesar di Asia Pasifik. Begitu familygoers memasuki lobi hotel Ibis, kemegahannya memang sudah terasa dibandingkan hotel Ibis yang lain.

Staycation di Hotel Ibis KLCC

Ketika memasuki lobi hotel Ibis KLCC, saya disambut hangat Ling Tang dari management Ibis Hotel KLCC & Ibis Melaka dan Vanesa Paxton dari Mad Hat Asia. Keduanya mengantarkan saya berkeliling Ibis KLCC sambil bercerita tentang Ibis KLCC. Saya sempat melirik sofa empuk berderet di lobi dan self service welcome drink yang sangat menggoda meminta untuk dicicipi apalagi untuk tamu yang baru datang dengan penerbangan delayed seperti penerbangan kami hari itu. Lobi hotel bergaya modern, simple dan minimalis ini cukup luas dan lebih besar dari hotel Ibis yang pernah saya kunjungi di Jakarta, Bandung, Paris ataupun Brussel.

Setelah check in, saya diajak Ling dan Vanesa berjalan-jalan melihat segala fasilitas yang dimiliki Ibis. Oh iya, jangan lupa, di Malaysia, setiap turis dikenakan pajak turis di hotel tempat menginap, besarnya 10 RM/malam atau sebesar 35.000 IDR/malam. Setelah membayar pajak turis, saya diajak memulai tur.

Salah satu nya yang menarik dan pasti disukai anak-anak serta orangtua nya adalah kolam renang di roof top di mana dari sini, familygoers bisa memandang gedung-gedung bertingkat di Kuala Lumpur, termasuk menara kembar Petronas. Ibis KLCC ini memang terletak di tengah kota dan hanya berjarak 10 menit jalan kaki ke menara Petronas. Kolam renang roof top memiliki kolam untuk dewasa dan anak-anak. Ada area air mancur yang membuat si kecil pasti betah gak mau selesai main air. Area kolam renang memang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk bersenang-senang bermain air bersama si kecil. Familygoers bisa datang lebih pagi supaya tidak terlalu ramai orang. Zola, anak saya yang datang sehari setelah kedatangan saya di sini, kegirangan main di kolam renang ini sampai susah sekali diajak kembali ke kamar.

Kolam renang roof top Ibis KLCC

Kolam renang roof top Ibis KLCC

Kolam renang roof top Ibis KLCC

Perhatian saya kemudian tertuju pada kamar di Ibis. Ya dong, yang pertama ingin diketahui dari sebuah hotel pastinya kan kamarnya seperti apa. Inilah kelebihan Hotel ini. Ibis memiliki pilihan kamar tidur untuk keluarga, deluxe twin room, dengan satu queen bed dan satu futon bed bergaya tatami. Familygoers tidak perlu meminta extra bed lagi, tidur pun bisa lebih nyaman. Anak-anak bisa punya pengalaman tidur dengan tempat tidur terpisah yang lebih rendah namun tetap satu kamar dengan orangtua nya. Tempat tidur futon ini terletak lebih dekat dengan jendela yang memungkinkan anak-anak melihat pemandangan kota dari tempat tidurnya.

Deluxe twin bed Ibis KLCC

Kasur tatami untuk keluarga di Ibis KLCC

Selain deluxe twin room, ada juga pilihan kamar deluxe queen room, standard queen room dan standard twin room. Perbedaan deluxe dan standard room adalah pada ukuran kamar dan tempat tidur. Deluxe room berukuran 30 m2, sementara standard room berukuran 20 m2. Room rate di Ibis mulai dari 500 ribu hingga satu juta rupiah, sudah mencakup sarapan pagi. Tentu saja, jika sedang high season, harga bisa lebih mahal. Di samping fasilitas standard hotel (toiletteries, air mineral, kettle pemanas air, safety box, dan kulkas), disediakan juga hair dryer dan setrika juga meja nya. Kalau ada baju yang kusut karena tertindih mainan anak-anak di koper tinggal disetrika aja dengan setrikaan yang tersedia di kamar.

Kekurangan dari kamar ini adalah kamarnya tidak begitu kedap suara. Ada kalanya saya masih bisa mendengar suara orang lewat di koridor atau suara orang mengetuk pintu kamar sebelah. Untungnya, suara-suara itu hanya terdengar sesekali saja, selebihnya suasana di dalam kamar tenang dan damai, minim dari bunyi berisik.

Keesokan pagi nya saya turun dari kamar di lantai 28 ke restoran Kampung Kitchen di lantai 10 yang menyajikan beragam pilihan makanan : Melayu, Asia dan Western. Restoran dengan view ke arah kota menjadikan suasana makan saya lebih semarak. Saya sengaja memilih tempat duduk dekat jendela supaya bisa langsung memandang ke arah kota.

Kampung Kitchen di Ibis KLCC

Pilihan makanan cocok untuk segala usia usia, dari anak usia 1 tahun hingga orang dewasa. Ada salad dengan aneka ragam toping nya, buah potong, dan juga berbagai pilihan roti. Untuk mereka yang harus sarapan dengan nasi di pagi, jangan khawatir, mengingat ini masih di kawasan Asia Tenggara bertetangga dengan Indonesia, di restoran ini juga disediakan nasi dengan lauk pauk yang cukup berat.

Kampung kitchen restaurant Ibis KLCC

Para tamu yang senang menghabiskan waktu mengobrol sambil minum, di hotel ini juga ada bar, Champions Bar, dengan city view. Saya hanya melihat nya dari luar karena memang tidak tertarik untuk nongkrong sambil menikmati minuman. Di lantai dasar ada juga kafe Petite Paris yang menyajikan pastry dengan minuman kopi dan teh.

Champions Bar, bar di Ibis KLCC

Saya dan suami sempat merasakan nikmatnya dipijat oleh para terapis asli Indonesia di The Asia Spa, yang ruangannya tak jauh dari ruangan gym. The Asia Spa ini buka hingga pukul 22.30 malam, sementara ruangan gym buka 24 jam. Menambah kemudahan familygoers yang senang berolahraga di malam hari setelah sibuk eksplorasi kota bersama anak-anak di siang hari.

Seperti fasilitas hotel pada umumnya, di Ibis juga menyediakan ruang konferensi dan meeting dengan harga yang juga bersahabat. Bagi yang ingin meeting atau kumpul keluarga besar di Kuala Lumpur, Malaysia, Ibis bisa jadi pilihan. Ruangannya juga menghadap ke arah kota, jadi bisa sekalian berfoto sambil kumpul-kumpul.

Spot wisata dekat hotel

Karena lokasi nya yang memang terletak di tengah kota dan hanya 45 – 60 menit naik mobil dari KLIA ke Ibis, banyak obyek wisata yang bisa didatangi. Jika familygoers bingung mau naik apa dari airport ke hotel, silakan menghubungi pihak hotel untuk minta dijemput dengan shuttle bus atau naik LRT yang stasiunnya juga berjarak kurang dari 1 km dari hotel. Hotel ini hanya 10 menit jalan kaki dari Suria KLCC, salah satu pusat perbelanjaan cukup sibuk di Malaysia yang terletak persis di kaki menara kembar Petronas. Berkunjung ke Suria siang atau malam sama ramainya.

Petronas Twin Towers, hanya 10 menit jalan kaki dari hotel

Selain Suria KLCC dan berfoto di depan menara kembar, saya dan keluarga bermain di KLCC park. Taman ini memiliki playground yang sangat luas dan gratis. Saya yakin tidak ada anak kecil yang menolak diajak main ke playground ini. Lihat saja dari foto-foto nya !

Playground KLCC park

Playground KLCC park

Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mengekplor bagian Kuala Lumpur lainnya. Padahal masih ada Petrosains, Aquaria KLCC, Avenue K, Islamic Arts Museum Malaysia, dan masih banyak lainnya. Tiga hari dua malam memang tidak cukup namun sangat cukup membuat kami terkesan dengan Ibis KLCC. Kami akan kembali suatu hari nanti supaya bisa mengeksplor lebih banyak lagi.

 

 

 

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Menikmati kolam renang roof top dan tidur nyaman di Hotel Ibis Kuala Lumpur City Center, Malaysia
Posted by: Admin

Siapa yang tidak suka berenang-renang sambil memandang gedung-gedung pencakar langit ? Sensasi nya tentu saja berbeda dibandingkan berenang di kolam outdoor atau kolam indoor biasa. Dari kolam renang ini, kita juga bisa melihat menara kembar, Petronas Twin Towers yang menjadi icon ibu kota Kuala Lumpur, Malaysia.  Pemandangan dari kolam renang di atas atap ini mengingatkan pada kota Manhattan di Amerika Serikat atau kolam renang di sebuah hotel mewah bintang lima.

Saya bukan berada di Manhattan ataupun hotel mewah kelas dunia, namun saya sedang menikmati Ibis Hotel Kuala Lumpur City Center Malaysia yang merupakan hotel skala kelas menengah dengan harga terjangkau, namun dengan kenyamanan yang beda tipis dengan hotel mewah.

Pasti familiar dong dengan Hotel Ibis ? Nama dan reputasi nya sudah sangat mendunia. Ke mana pun pergi, familygoers bisa dengan mudahnya menemukan hotel di bawah naungan accor group ini. Hotel Ibis sudah memiliki ribuan hotel yang tersebar di enam benua di ratusan negara sesuai dengan segmennya, dari Ibis, Ibis Styles dan Ibis Budget. Jadi, soal kualitas pelayanan dan kenyamanan memang tidak perlu diragukan lagi.

Familygoers.com goes to Kuala Lumpur, Malaysia

Saya mewakili Familygoers.com tanggal 11-13 Januari 2019 lalu mendapat kehormatan untuk merasakan kenyamanan staycation di Ibis Hotel KL City Center selama dua malam sambil eksplorasi fasilitas apa saja yang dimiliki hotel yang baru dibuka untuk publik Agustus 2018 lalu.

Jika di Jakarta, Ibis sudah lebih dulu mengepakkan sayap nya sejak lama dan sudah memiliki lebih dari 10 cabang, maka di Kuala Lumpur, Ibis baru mulai membuka pintu nya dan menerima tamu sejak Agustus 2018 lalu. Meskipun begitu, Hotel Ibis di Kuala Lumpur City Center ini merupakan hotel Ibis terbesar kedua di dunia dan terbesar di Asia Pasifik. Begitu familygoers memasuki lobi hotel Ibis, kemegahannya memang sudah terasa dibandingkan hotel Ibis yang lain.

Staycation di Hotel Ibis KLCC

Ketika memasuki lobi hotel Ibis KLCC, saya disambut hangat Ling Tang dari management Ibis Hotel KLCC & Ibis Melaka dan Vanesa Paxton dari Mad Hat Asia. Keduanya mengantarkan saya berkeliling Ibis KLCC sambil bercerita tentang Ibis KLCC. Saya sempat melirik sofa empuk berderet di lobi dan self service welcome drink yang sangat menggoda meminta untuk dicicipi apalagi untuk tamu yang baru datang dengan penerbangan delayed seperti penerbangan kami hari itu. Lobi hotel bergaya modern, simple dan minimalis ini cukup luas dan lebih besar dari hotel Ibis yang pernah saya kunjungi di Jakarta, Bandung, Paris ataupun Brussel.

Setelah check in, saya diajak Ling dan Vanesa berjalan-jalan melihat segala fasilitas yang dimiliki Ibis. Oh iya, jangan lupa, di Malaysia, setiap turis dikenakan pajak turis di hotel tempat menginap, besarnya 10 RM/malam atau sebesar 35.000 IDR/malam. Setelah membayar pajak turis, saya diajak memulai tur.

Salah satu nya yang menarik dan pasti disukai anak-anak serta orangtua nya adalah kolam renang di roof top di mana dari sini, familygoers bisa memandang gedung-gedung bertingkat di Kuala Lumpur, termasuk menara kembar Petronas. Ibis KLCC ini memang terletak di tengah kota dan hanya berjarak 10 menit jalan kaki ke menara Petronas. Kolam renang roof top memiliki kolam untuk dewasa dan anak-anak. Ada area air mancur yang membuat si kecil pasti betah gak mau selesai main air. Area kolam renang memang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk bersenang-senang bermain air bersama si kecil. Familygoers bisa datang lebih pagi supaya tidak terlalu ramai orang. Zola, anak saya yang datang sehari setelah kedatangan saya di sini, kegirangan main di kolam renang ini sampai susah sekali diajak kembali ke kamar.

Kolam renang roof top Ibis KLCC

Kolam renang roof top Ibis KLCC

Kolam renang roof top Ibis KLCC

Perhatian saya kemudian tertuju pada kamar di Ibis. Ya dong, yang pertama ingin diketahui dari sebuah hotel pastinya kan kamarnya seperti apa. Inilah kelebihan Hotel ini. Ibis memiliki pilihan kamar tidur untuk keluarga, deluxe twin room, dengan satu queen bed dan satu futon bed bergaya tatami. Familygoers tidak perlu meminta extra bed lagi, tidur pun bisa lebih nyaman. Anak-anak bisa punya pengalaman tidur dengan tempat tidur terpisah yang lebih rendah namun tetap satu kamar dengan orangtua nya. Tempat tidur futon ini terletak lebih dekat dengan jendela yang memungkinkan anak-anak melihat pemandangan kota dari tempat tidurnya.

Deluxe twin bed Ibis KLCC

Kasur tatami untuk keluarga di Ibis KLCC

Selain deluxe twin room, ada juga pilihan kamar deluxe queen room, standard queen room dan standard twin room. Perbedaan deluxe dan standard room adalah pada ukuran kamar dan tempat tidur. Deluxe room berukuran 30 m2, sementara standard room berukuran 20 m2. Room rate di Ibis mulai dari 500 ribu hingga satu juta rupiah, sudah mencakup sarapan pagi. Tentu saja, jika sedang high season, harga bisa lebih mahal. Di samping fasilitas standard hotel (toiletteries, air mineral, kettle pemanas air, safety box, dan kulkas), disediakan juga hair dryer dan setrika juga meja nya. Kalau ada baju yang kusut karena tertindih mainan anak-anak di koper tinggal disetrika aja dengan setrikaan yang tersedia di kamar.

Kekurangan dari kamar ini adalah kamarnya tidak begitu kedap suara. Ada kalanya saya masih bisa mendengar suara orang lewat di koridor atau suara orang mengetuk pintu kamar sebelah. Untungnya, suara-suara itu hanya terdengar sesekali saja, selebihnya suasana di dalam kamar tenang dan damai, minim dari bunyi berisik.

Keesokan pagi nya saya turun dari kamar di lantai 28 ke restoran Kampung Kitchen di lantai 10 yang menyajikan beragam pilihan makanan : Melayu, Asia dan Western. Restoran dengan view ke arah kota menjadikan suasana makan saya lebih semarak. Saya sengaja memilih tempat duduk dekat jendela supaya bisa langsung memandang ke arah kota.

Kampung Kitchen di Ibis KLCC

Pilihan makanan cocok untuk segala usia usia, dari anak usia 1 tahun hingga orang dewasa. Ada salad dengan aneka ragam toping nya, buah potong, dan juga berbagai pilihan roti. Untuk mereka yang harus sarapan dengan nasi di pagi, jangan khawatir, mengingat ini masih di kawasan Asia Tenggara bertetangga dengan Indonesia, di restoran ini juga disediakan nasi dengan lauk pauk yang cukup berat.

Kampung kitchen restaurant Ibis KLCC

Para tamu yang senang menghabiskan waktu mengobrol sambil minum, di hotel ini juga ada bar, Champions Bar, dengan city view. Saya hanya melihat nya dari luar karena memang tidak tertarik untuk nongkrong sambil menikmati minuman. Di lantai dasar ada juga kafe Petite Paris yang menyajikan pastry dengan minuman kopi dan teh.

Champions Bar, bar di Ibis KLCC

Saya dan suami sempat merasakan nikmatnya dipijat oleh para terapis asli Indonesia di The Asia Spa, yang ruangannya tak jauh dari ruangan gym. The Asia Spa ini buka hingga pukul 22.30 malam, sementara ruangan gym buka 24 jam. Menambah kemudahan familygoers yang senang berolahraga di malam hari setelah sibuk eksplorasi kota bersama anak-anak di siang hari.

Seperti fasilitas hotel pada umumnya, di Ibis juga menyediakan ruang konferensi dan meeting dengan harga yang juga bersahabat. Bagi yang ingin meeting atau kumpul keluarga besar di Kuala Lumpur, Malaysia, Ibis bisa jadi pilihan. Ruangannya juga menghadap ke arah kota, jadi bisa sekalian berfoto sambil kumpul-kumpul.

Spot wisata dekat hotel

Karena lokasi nya yang memang terletak di tengah kota dan hanya 45 – 60 menit naik mobil dari KLIA ke Ibis, banyak obyek wisata yang bisa didatangi. Jika familygoers bingung mau naik apa dari airport ke hotel, silakan menghubungi pihak hotel untuk minta dijemput dengan shuttle bus atau naik LRT yang stasiunnya juga berjarak kurang dari 1 km dari hotel. Hotel ini hanya 10 menit jalan kaki dari Suria KLCC, salah satu pusat perbelanjaan cukup sibuk di Malaysia yang terletak persis di kaki menara kembar Petronas. Berkunjung ke Suria siang atau malam sama ramainya.

Petronas Twin Towers, hanya 10 menit jalan kaki dari hotel

Selain Suria KLCC dan berfoto di depan menara kembar, saya dan keluarga bermain di KLCC park. Taman ini memiliki playground yang sangat luas dan gratis. Saya yakin tidak ada anak kecil yang menolak diajak main ke playground ini. Lihat saja dari foto-foto nya !

Playground KLCC park

Playground KLCC park

Sayangnya karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mengekplor bagian Kuala Lumpur lainnya. Padahal masih ada Petrosains, Aquaria KLCC, Avenue K, Islamic Arts Museum Malaysia, dan masih banyak lainnya. Tiga hari dua malam memang tidak cukup namun sangat cukup membuat kami terkesan dengan Ibis KLCC. Kami akan kembali suatu hari nanti supaya bisa mengeksplor lebih banyak lagi.

 

 

 

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin