Menikmati Danau Toba dari atas Bukit
Posted by: Marantina Napitu

Danau Toba, bagi saya, masih jadi pusat wisata di Sumatera Utara. Salah satu danau alami terbesar di Indonesia ini punya pesona yang tak habis-habis untuk dinikmati.

Beberapa bulan lalu kami menyeberangi Danau Toba ketika berplesir ke Tuktuk di Pulau Samosir. Nah, minggu lalu, kami mengunjungi kawasan wisata Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) yang ada di Kabupaten Simalungun, Sumut. Konon, dari atas bukit, pengunjung bisa menikmati keindahan alam sembari berfoto dengan latar belakang si cantik Danau Toba.

Bila berangkat dari Medan, waktu tempuh menuju Indah Simarjarunjung (BIS) sekitar tiga jam sampai empat jam. Sesuai namanya, tempat wisata ini berada di daerah perbukitan. Dus, pastikan kendaraan Anda siap digunakan untuk menanjak, ya.

Rutenya melewati tol dari Amplas lalu keluar di pintu tol Sei Rampah, lalu belok kanan ke arah Tebing Tinggi. Selanjutnya, Anda akan melewati Kota Siantar dan menyusuri jalan lintas Kabupaten Simalungun sampai ke Jalan Simarjarunjung, Butu Bayu Pane Raja, Dolok Pardamean.

Ikuti saja rute yang ditunjukkan Google Maps. Aplikasi penunjuk arah akan memberi dua opsi. Rute dengan kilometer lebih sedikit mengharuskan Anda melewati jalan yang bolong-bolong. Tapi, kalau mau melewati jalan yang cukup mulus, Anda bisa memilih rute yang lebih jauh.

Di Butu Bayu Pane Raja, ada beberapa kawasan wisata yang menawarkan konsep serupa dengan BIS. Sulit untuk melewatkan tempat wisata ini karena ada plang sangat besar dan tanda panah yang cukup jelas.

Setelah mobil naik ke bukit, ada petugas yang mengutip biaya masuk. Untuk akhir pekan dan hari libur, pengujung yang membawa mobil dikenakan tarif Rp 30.000 per kendaraan. Sementara, biaya masuk pada hari kerja Rp 20.000 per mobil. Biaya masuk untuk sepeda motor ialah setengah dari biaya masuk untuk mobil.

BIS tidak mengenakan biaya masuk per orang untuk pengunjung. Tapi, mereka menyediakan spot foto dengan berbagai dekorasi atau yang disebut gardu pandang. Kalau mau berfoto di gardu pandang tersebut, pengunjung harus membayar Rp 5.000 per orang.

Jika mau dipotret dengan kamera professional oleh petugas BIS juga bisa. Tarifnya Rp 20.000 per 5-10 file foto. Gardu pandang yang ditawarkan BIS antara lain sarang burung, ayunan, sepeda gantung, balon udara, dan gorila dengan ukuran raksasa seperti di film King Kong.

Begitu keluar mobil, saya langsung disapa udara yang sejuk serta pemandangan menakjubkan dari Danau Toba dan pepohonan di sekitarnya. Asri sekali.

Saya mencoba ayunan yang disebut ayunan ekstrim dan minta difoto oleh petugas di BIS. Sungguh senang bisa merasakan pengalaman berayun-ayun di ketinggalan dengan pemandangan elok. Supaya punya foto keluarga kekinian, kami juga memutuskan berfoto di ayunan berbentuk sarang burung.

Di BIS juga ada beberapa kedai atau kafe sederhana dengan menu nasi goreng, bakmi dan mi instan berbagai rasa. Sayangnya, tidak ada playground untuk anak-anak di BIS. Dan mengingat lokasinya di bukit, jauh lebih aman untuk terus menggendong anak kami yang baru berusia 1,5 tahun. Oh, iya, lupakan stroller di tempat ini karena jalannya berbatu-batu.

Setelah menghabiskan waktu selama dua jam di tempat ini, kami memutuskan pulang. Di perjalanan pulang, kami melewati perkebunan teh, kopi, dan jeruk. Sayang sekali, si bocah tidur dalam perjalanan jadi tidak bisa memandangi segar dari pohon-pohon di pinggir jalan.

Sampai jumpa di liburan berikutnya. Kira-kira tempat wisata apa lagi yang wajib dikunjungi di Sumut, ya?

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Marantina Napitu

 

Menikmati Danau Toba dari atas Bukit
Posted by: Marantina Napitu

Danau Toba, bagi saya, masih jadi pusat wisata di Sumatera Utara. Salah satu danau alami terbesar di Indonesia ini punya pesona yang tak habis-habis untuk dinikmati.

Beberapa bulan lalu kami menyeberangi Danau Toba ketika berplesir ke Tuktuk di Pulau Samosir. Nah, minggu lalu, kami mengunjungi kawasan wisata Bukit Indah Simarjarunjung (BIS) yang ada di Kabupaten Simalungun, Sumut. Konon, dari atas bukit, pengunjung bisa menikmati keindahan alam sembari berfoto dengan latar belakang si cantik Danau Toba.

Bila berangkat dari Medan, waktu tempuh menuju Indah Simarjarunjung (BIS) sekitar tiga jam sampai empat jam. Sesuai namanya, tempat wisata ini berada di daerah perbukitan. Dus, pastikan kendaraan Anda siap digunakan untuk menanjak, ya.

Rutenya melewati tol dari Amplas lalu keluar di pintu tol Sei Rampah, lalu belok kanan ke arah Tebing Tinggi. Selanjutnya, Anda akan melewati Kota Siantar dan menyusuri jalan lintas Kabupaten Simalungun sampai ke Jalan Simarjarunjung, Butu Bayu Pane Raja, Dolok Pardamean.

Ikuti saja rute yang ditunjukkan Google Maps. Aplikasi penunjuk arah akan memberi dua opsi. Rute dengan kilometer lebih sedikit mengharuskan Anda melewati jalan yang bolong-bolong. Tapi, kalau mau melewati jalan yang cukup mulus, Anda bisa memilih rute yang lebih jauh.

Di Butu Bayu Pane Raja, ada beberapa kawasan wisata yang menawarkan konsep serupa dengan BIS. Sulit untuk melewatkan tempat wisata ini karena ada plang sangat besar dan tanda panah yang cukup jelas.

Setelah mobil naik ke bukit, ada petugas yang mengutip biaya masuk. Untuk akhir pekan dan hari libur, pengujung yang membawa mobil dikenakan tarif Rp 30.000 per kendaraan. Sementara, biaya masuk pada hari kerja Rp 20.000 per mobil. Biaya masuk untuk sepeda motor ialah setengah dari biaya masuk untuk mobil.

BIS tidak mengenakan biaya masuk per orang untuk pengunjung. Tapi, mereka menyediakan spot foto dengan berbagai dekorasi atau yang disebut gardu pandang. Kalau mau berfoto di gardu pandang tersebut, pengunjung harus membayar Rp 5.000 per orang.

Jika mau dipotret dengan kamera professional oleh petugas BIS juga bisa. Tarifnya Rp 20.000 per 5-10 file foto. Gardu pandang yang ditawarkan BIS antara lain sarang burung, ayunan, sepeda gantung, balon udara, dan gorila dengan ukuran raksasa seperti di film King Kong.

Begitu keluar mobil, saya langsung disapa udara yang sejuk serta pemandangan menakjubkan dari Danau Toba dan pepohonan di sekitarnya. Asri sekali.

Saya mencoba ayunan yang disebut ayunan ekstrim dan minta difoto oleh petugas di BIS. Sungguh senang bisa merasakan pengalaman berayun-ayun di ketinggalan dengan pemandangan elok. Supaya punya foto keluarga kekinian, kami juga memutuskan berfoto di ayunan berbentuk sarang burung.

Di BIS juga ada beberapa kedai atau kafe sederhana dengan menu nasi goreng, bakmi dan mi instan berbagai rasa. Sayangnya, tidak ada playground untuk anak-anak di BIS. Dan mengingat lokasinya di bukit, jauh lebih aman untuk terus menggendong anak kami yang baru berusia 1,5 tahun. Oh, iya, lupakan stroller di tempat ini karena jalannya berbatu-batu.

Setelah menghabiskan waktu selama dua jam di tempat ini, kami memutuskan pulang. Di perjalanan pulang, kami melewati perkebunan teh, kopi, dan jeruk. Sayang sekali, si bocah tidur dalam perjalanan jadi tidak bisa memandangi segar dari pohon-pohon di pinggir jalan.

Sampai jumpa di liburan berikutnya. Kira-kira tempat wisata apa lagi yang wajib dikunjungi di Sumut, ya?

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Marantina Napitu