Mengurus visa schengen sekeluarga ke Eropa
Posted by: Admin

Jika ingin traveling ke luar negeri, terutama ke negara-negara Eropa, tentu saja syarat pertama dan utama yang harus dimiliki agar bisa memasuki Eropa adalah visa. Sebagai WNI pemegang passpor hijau, tentulah mengurus visa ini membutuhkan waktu dan usaha yang terkadang membuat kesal. Namun sebenarnya, jika semua dokumen sudah dimiliki, tinggal mengatur jadwal temu saja untuk menyerahkan segala dokumen yang dibutuhkan.

Sebelum membahas bagaimana membuat visa Schengen dan apa saja syaratnya, coba kita simak diagram berikut yang menggambarkan seberapa sering negara-negara penerbit visa schengen ini menolak permohonan visa dari WNI. Diagram ini diambil dari plesirankeluarga.com.

Prosentase diterimanya aplikasi visa schengen untuk WNI

Dari bagan di atas, terlihat bahwa hingga tahun 2016, Austria tidak pernah menolak aplikasi visa schengen WNI dari Austria, diikuti dengan Belanda yang nyaris tidak pernah menolak. Semakin ke atas bisa dilihat negara mana yang sering menolak atau sulit untuk memberikan permohonan visa schengen WNI.

Negara-negara Schengen terdiri atas 26 negara di benua Eropa. Di antara negara-negara itu, semua sama ribetnya, yakni membutuhkan banyak dokumen untuk aplikasi, apalagi jika traveling membawa anak, dokumen yang harus dilampirkan bisa lebih lengkap lagi.

Apakah kita bisa mengajukan visa Schengen ke negara mana pun ? Pengajuan visa Schengen berdasarkan negara Eropa mana yang akan kita masuki pertama kalinya atau negara Eropa mana yang paling lama akan disinggahi.

Cara pengajuan visa Schengen (apply visa Schengen)

1. Buat appointment atau janji temu dengan kedutaan salah satu negara atau pihak yang diberikan wewenang mengurus dokumen-dokumen visa. Berikut daftar masing-masing negara dan pihak yang ditunjuk untuk mengurus visa Schengen.

2. Isi formulir aplikasi yang ada di-link masing-masing daftar negara di atas (tergantung ingin apply visa lewat negara mana). Baca dengan seksama dan isi dengan menggunakan bahasa inggris.

3. Persiapkan dokumen-dokumen penunjang yang dibutuhkan. Semua dokumen harus dilampirkan asli, copy dan terjemahan dalam bahasa inggris (diterjemahkan oleh penerjemah bersertifikat). Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa Schengen melalui Prancis. Kurang lebih syarat dokumennya sama, namun Prancis lebih ribet.

  • Semua passpor lama (jika ada) dan passpor baru, minimal 6 bulan masa berlaku
  • Formulir aplikasi yang bisa diisi via online
  • Dua pas foto terbaru 3,5×4,5 cm dengan background polos (cek syarat background foto lebih dulu)
  • Copy tiket pesawat PP, semua booking-an akomodasi dan transportasi selama berada di wilayah Schengen
  • Itinerary atau rencana perjalanan
  • Copy travel insurance
  • Rekening bank selama tiga bulan, bisa juga dilampirkan deposito, paper asset seperti rekening Reksadana, dan sebagainya
  • Surat keterangan bekerja untuk karyawan yang menyebutkan nama, jabatan, hiring date, gaji bulanan, pemberian izin cuti, dan penanggung jawab keuangan selama di Eropa. Bagi freelancer, bisa membuat surat pernyaatan bekerja sebagai freelancer sendiri dengan menyertakan portfolio hasil karya. Bagi para pemilik usaha bisa melampirkan SIUP, TDP dan rekening perusahaan.
  • Slip gaji tiga bulan untuk karyawan
  • Jika pergi bersama keluarga dan kepala keluarga menjadi penanggung jawab keuangan (sponsor) untuk seluruh anggota keluarga, maka kepala keluarga harus membuat surat pernyataan yang menyatakan bertanggung jawab atas pembiayaan perjalanan untuk seluruh anggota keluarga, dengan menunjukkan bukti rekening bank, slip gaji dan atau bukti kepemilikan perusahaan.
  • Surat pernyataan pendanaan jika perjalanan seluruh keluarga dibiayai oleh pihak luar yang tidak ikut dalam perjalanan, dengan menunjukkan bukti rekening, slip gaji dan atau bukti kepemilikan perusahaan.
  • Jika anak di bawah umur (<18 tahun) traveling hanya dengan satu orang tua (ayah/ibu), orang tua lain yang tidak ikut harus memberikan surat pernyataan memberi izin pihak orangtua lain untuk membawa anak. Jika salah satu sudah meninggal dunia, harus menyertakan surat kematian.
  • Surat keterangan sekolah untuk yang masih sekolah atau kartu pelajar
  • Kartu keluarga

Hal lain yang perlu diperhatikan : 

  • Masa tinggal visa Schengen 90 hari utuk sekali masuk ke dalam wilayah Schengen, sementara untuk masa berlaku bervariasi, dari satu bulan hingga 5 tahun.
  • Biaya visa : 1.050.000 IDR untuk dewasa dan 590.000 IDR untuk anak usia 6 – 12 tahun. Biaya ini ditambah 300.000 IDR untuk biaya pelayanan melalui VFS Global atau TLS
  • Proses aplikasi visa membutuhkan waktu sekitar 5 – 20 hari kerja, bisa mengajukan aplikasi visa maksimal 3 bulan sebelum keberangkatan.
  • Jika visa ditolak, lakukan ini :

1. Ajukan banding 21 – 90 hari setelah penolakan visa dikeluarkan

2. Ajukan visa baru ke Kedutaan yang sama minimal 1 bulan setelah visa ditolak

3. Ajukan visa baru ke Kedutaan berbeda dengan memperbaiki kesalahan.

  • Lebih baik mengurus visa sendiri karena semua dokumen pada akhirnya juga harus disiapkan sendiri dan applicant harus datang sendiri, tidak boleh diwakilkan.
  • Keputusan visa ada di Kedutaan dan tidak bisa diganggu gugat.

 

Itulah tips mengurus visa Schengen. Semoga tulisan ini berguna ya 🙂

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Mengurus visa schengen sekeluarga ke Eropa
Posted by: Admin

Jika ingin traveling ke luar negeri, terutama ke negara-negara Eropa, tentu saja syarat pertama dan utama yang harus dimiliki agar bisa memasuki Eropa adalah visa. Sebagai WNI pemegang passpor hijau, tentulah mengurus visa ini membutuhkan waktu dan usaha yang terkadang membuat kesal. Namun sebenarnya, jika semua dokumen sudah dimiliki, tinggal mengatur jadwal temu saja untuk menyerahkan segala dokumen yang dibutuhkan.

Sebelum membahas bagaimana membuat visa Schengen dan apa saja syaratnya, coba kita simak diagram berikut yang menggambarkan seberapa sering negara-negara penerbit visa schengen ini menolak permohonan visa dari WNI. Diagram ini diambil dari plesirankeluarga.com.

Prosentase diterimanya aplikasi visa schengen untuk WNI

Dari bagan di atas, terlihat bahwa hingga tahun 2016, Austria tidak pernah menolak aplikasi visa schengen WNI dari Austria, diikuti dengan Belanda yang nyaris tidak pernah menolak. Semakin ke atas bisa dilihat negara mana yang sering menolak atau sulit untuk memberikan permohonan visa schengen WNI.

Negara-negara Schengen terdiri atas 26 negara di benua Eropa. Di antara negara-negara itu, semua sama ribetnya, yakni membutuhkan banyak dokumen untuk aplikasi, apalagi jika traveling membawa anak, dokumen yang harus dilampirkan bisa lebih lengkap lagi.

Apakah kita bisa mengajukan visa Schengen ke negara mana pun ? Pengajuan visa Schengen berdasarkan negara Eropa mana yang akan kita masuki pertama kalinya atau negara Eropa mana yang paling lama akan disinggahi.

Cara pengajuan visa Schengen (apply visa Schengen)

1. Buat appointment atau janji temu dengan kedutaan salah satu negara atau pihak yang diberikan wewenang mengurus dokumen-dokumen visa. Berikut daftar masing-masing negara dan pihak yang ditunjuk untuk mengurus visa Schengen.

2. Isi formulir aplikasi yang ada di-link masing-masing daftar negara di atas (tergantung ingin apply visa lewat negara mana). Baca dengan seksama dan isi dengan menggunakan bahasa inggris.

3. Persiapkan dokumen-dokumen penunjang yang dibutuhkan. Semua dokumen harus dilampirkan asli, copy dan terjemahan dalam bahasa inggris (diterjemahkan oleh penerjemah bersertifikat). Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa Schengen melalui Prancis. Kurang lebih syarat dokumennya sama, namun Prancis lebih ribet.

  • Semua passpor lama (jika ada) dan passpor baru, minimal 6 bulan masa berlaku
  • Formulir aplikasi yang bisa diisi via online
  • Dua pas foto terbaru 3,5×4,5 cm dengan background polos (cek syarat background foto lebih dulu)
  • Copy tiket pesawat PP, semua booking-an akomodasi dan transportasi selama berada di wilayah Schengen
  • Itinerary atau rencana perjalanan
  • Copy travel insurance
  • Rekening bank selama tiga bulan, bisa juga dilampirkan deposito, paper asset seperti rekening Reksadana, dan sebagainya
  • Surat keterangan bekerja untuk karyawan yang menyebutkan nama, jabatan, hiring date, gaji bulanan, pemberian izin cuti, dan penanggung jawab keuangan selama di Eropa. Bagi freelancer, bisa membuat surat pernyaatan bekerja sebagai freelancer sendiri dengan menyertakan portfolio hasil karya. Bagi para pemilik usaha bisa melampirkan SIUP, TDP dan rekening perusahaan.
  • Slip gaji tiga bulan untuk karyawan
  • Jika pergi bersama keluarga dan kepala keluarga menjadi penanggung jawab keuangan (sponsor) untuk seluruh anggota keluarga, maka kepala keluarga harus membuat surat pernyataan yang menyatakan bertanggung jawab atas pembiayaan perjalanan untuk seluruh anggota keluarga, dengan menunjukkan bukti rekening bank, slip gaji dan atau bukti kepemilikan perusahaan.
  • Surat pernyataan pendanaan jika perjalanan seluruh keluarga dibiayai oleh pihak luar yang tidak ikut dalam perjalanan, dengan menunjukkan bukti rekening, slip gaji dan atau bukti kepemilikan perusahaan.
  • Jika anak di bawah umur (<18 tahun) traveling hanya dengan satu orang tua (ayah/ibu), orang tua lain yang tidak ikut harus memberikan surat pernyataan memberi izin pihak orangtua lain untuk membawa anak. Jika salah satu sudah meninggal dunia, harus menyertakan surat kematian.
  • Surat keterangan sekolah untuk yang masih sekolah atau kartu pelajar
  • Kartu keluarga

Hal lain yang perlu diperhatikan : 

  • Masa tinggal visa Schengen 90 hari utuk sekali masuk ke dalam wilayah Schengen, sementara untuk masa berlaku bervariasi, dari satu bulan hingga 5 tahun.
  • Biaya visa : 1.050.000 IDR untuk dewasa dan 590.000 IDR untuk anak usia 6 – 12 tahun. Biaya ini ditambah 300.000 IDR untuk biaya pelayanan melalui VFS Global atau TLS
  • Proses aplikasi visa membutuhkan waktu sekitar 5 – 20 hari kerja, bisa mengajukan aplikasi visa maksimal 3 bulan sebelum keberangkatan.
  • Jika visa ditolak, lakukan ini :

1. Ajukan banding 21 – 90 hari setelah penolakan visa dikeluarkan

2. Ajukan visa baru ke Kedutaan yang sama minimal 1 bulan setelah visa ditolak

3. Ajukan visa baru ke Kedutaan berbeda dengan memperbaiki kesalahan.

  • Lebih baik mengurus visa sendiri karena semua dokumen pada akhirnya juga harus disiapkan sendiri dan applicant harus datang sendiri, tidak boleh diwakilkan.
  • Keputusan visa ada di Kedutaan dan tidak bisa diganggu gugat.

 

Itulah tips mengurus visa Schengen. Semoga tulisan ini berguna ya 🙂

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin