Menginap Dalam Kabin Bus Bersama Balita (Rute Jakarta-Blitar-Jakarta)
Posted by: Ratih Janis

Bersama dua balita naik bus malam

Menjelang usia si adik yang memasuki dua tahun, si bapak kembali melakukan jurus bujuk rayu agar kami sekeluarga mau ikut naik bus. Kalau si kakak memang sudah beberapa kali ikut bapaknya naik bus. Sementara si adik belum pernah naik bus dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Undangan untuk hadir dalam acara salah satu anggota keluarga besar kami menjadi alasan yang pas untuk melakukan perjalanan ini. Sebuah perjalanan yang penuh harapan sekaligus harap-harap cemas…

Oleh karena itu demi ketenangan batin dan kenyamanan, Harapan Jaya adalah PO Bus yang dipercaya menjadi pilihan si bapak untuk membawa kami sekeluarga dalam road trip dengan bus kali ini. Memang si bapak saat tak sedang berperan sebagai pengemudi AKAP berlisensi internasional, sangat gemar naik bus. Jadi bisa dipercaya rekomendasinya dalam memilih bus yang cocok dengan saya yang tipe emak-emak rempong. Supaya lebih terasa ala penggemar bus, maka pengalaman kali ini saya ceritakan kembali sesuai penuturan si bapak…jadi ini adalah tentang seorang bapak berbagi cerita perjalanan keluar kota naik bus bersama istri dan putra-putrinya..

Kabin bus yang nyaman dan privat jadi nyaman untuk tidur sekaligus menyusui

Sabtu lalu kami ke Tulungagung naik bus malam. Berangkat jam 14.30 WIB dari Jakarta tiba di Tulungagung keesokan paginya jam 09.20 WIB, terlambat sekitar 2 jam lebih dari jadwal normal karena macet keluar Jakarta yang lagi ada proyek kereta LRT dan tol layang Cikampek 2. Perjalanan darat dengan bus atau mobil memang sulit diprediksi waktunya. Kadang lebih cepat, tapi kadang juga lebih lambat dari prediksi waktu normal.

Tujuan akhir kami sebenarnya Blitar untuk menghadiri suatu acara pada hari Selasa, tapi kami turun di Tulungagung dulu untuk acara yang lain lagi, baru ke Blitar di hari-H acara. Jarak Jakarta-Tulungagung via Semarang, Solo, Madiun dan Kediri adalah sekitar 600 km. Tulungagung ke Blitar tinggal 30 km lagi.

Contoh menu makanan di tempat service makan

Pulangnya Rabu kami sebenarnya berencana naik pesawat dari Malang, tapi si kakak (5 tahun akhir bulan ini) minta naik bus lagi. Tidak mau naik pesawat. Si adik (2 tahun bulan depan) juga jawab bus ketika ditanya mau naik pesawat atau bus, walaupun sepertinya dia belum mengerti. Akhirnya batal naik pesawat dan beli tiket bus lagi. Padahal harga tiket pesawat Malang-Jakarta kelas ekonomi kami dapat sekitar Rp. 400.000,- dan tiket bus kelas sleeper Rp. 450.000,- dan executive Rp. 375.000,- itu pun lagi harga promo dikurangi Rp. 50.000,- dari harga normal nantinya karena bus tingkat yang kami naiki ini baru mulai jalan Jakarta-Blitar pp bulan ini.

Waktu berangkat kami beli 2 tiket kelas kabin tempat tidur dan 2 tiket kursi kelas executive jadi total Rp. 1.650.000,-. Tapi waktu pulang kami hanya beli 2 tiket kelas kabin tempat tidur total Rp. 900.000,-. Hitungannya anak di bawah 5 tahun, tidak mengambil tempat duduk sendiri dan service makan ikut bareng ortunya boleh tidak dibelikan tiket tersendiri, kemudian kondisi bus dari Tulungagung ke Jakarta sedang kosong jadi kalau belum mau tidur atau bosan di kabin tempat tidur bisa menduduki kursi lainnya yang kosong di dalam bus.

Rabu jam 11.00 kami naik kendaraan feeder dari Blitar ke pool bus Harapan Jaya di Tulungagung, yang kemudian bus kami langsung berangkat jam 12.00 sesuai jadwal. Tiba di Jakarta jam 05.00 keesokan paginya.

Kisah selengkapnya dapat dibaca di ratihjanis.com

Pak Okti yang selalu berusaha mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang bus

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Ratih Janis

 

Menginap Dalam Kabin Bus Bersama Balita (Rute Jakarta-Blitar-Jakarta)
Posted by: Ratih Janis

Bersama dua balita naik bus malam

Menjelang usia si adik yang memasuki dua tahun, si bapak kembali melakukan jurus bujuk rayu agar kami sekeluarga mau ikut naik bus. Kalau si kakak memang sudah beberapa kali ikut bapaknya naik bus. Sementara si adik belum pernah naik bus dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Undangan untuk hadir dalam acara salah satu anggota keluarga besar kami menjadi alasan yang pas untuk melakukan perjalanan ini. Sebuah perjalanan yang penuh harapan sekaligus harap-harap cemas…

Oleh karena itu demi ketenangan batin dan kenyamanan, Harapan Jaya adalah PO Bus yang dipercaya menjadi pilihan si bapak untuk membawa kami sekeluarga dalam road trip dengan bus kali ini. Memang si bapak saat tak sedang berperan sebagai pengemudi AKAP berlisensi internasional, sangat gemar naik bus. Jadi bisa dipercaya rekomendasinya dalam memilih bus yang cocok dengan saya yang tipe emak-emak rempong. Supaya lebih terasa ala penggemar bus, maka pengalaman kali ini saya ceritakan kembali sesuai penuturan si bapak…jadi ini adalah tentang seorang bapak berbagi cerita perjalanan keluar kota naik bus bersama istri dan putra-putrinya..

Kabin bus yang nyaman dan privat jadi nyaman untuk tidur sekaligus menyusui

Sabtu lalu kami ke Tulungagung naik bus malam. Berangkat jam 14.30 WIB dari Jakarta tiba di Tulungagung keesokan paginya jam 09.20 WIB, terlambat sekitar 2 jam lebih dari jadwal normal karena macet keluar Jakarta yang lagi ada proyek kereta LRT dan tol layang Cikampek 2. Perjalanan darat dengan bus atau mobil memang sulit diprediksi waktunya. Kadang lebih cepat, tapi kadang juga lebih lambat dari prediksi waktu normal.

Tujuan akhir kami sebenarnya Blitar untuk menghadiri suatu acara pada hari Selasa, tapi kami turun di Tulungagung dulu untuk acara yang lain lagi, baru ke Blitar di hari-H acara. Jarak Jakarta-Tulungagung via Semarang, Solo, Madiun dan Kediri adalah sekitar 600 km. Tulungagung ke Blitar tinggal 30 km lagi.

Contoh menu makanan di tempat service makan

Pulangnya Rabu kami sebenarnya berencana naik pesawat dari Malang, tapi si kakak (5 tahun akhir bulan ini) minta naik bus lagi. Tidak mau naik pesawat. Si adik (2 tahun bulan depan) juga jawab bus ketika ditanya mau naik pesawat atau bus, walaupun sepertinya dia belum mengerti. Akhirnya batal naik pesawat dan beli tiket bus lagi. Padahal harga tiket pesawat Malang-Jakarta kelas ekonomi kami dapat sekitar Rp. 400.000,- dan tiket bus kelas sleeper Rp. 450.000,- dan executive Rp. 375.000,- itu pun lagi harga promo dikurangi Rp. 50.000,- dari harga normal nantinya karena bus tingkat yang kami naiki ini baru mulai jalan Jakarta-Blitar pp bulan ini.

Waktu berangkat kami beli 2 tiket kelas kabin tempat tidur dan 2 tiket kursi kelas executive jadi total Rp. 1.650.000,-. Tapi waktu pulang kami hanya beli 2 tiket kelas kabin tempat tidur total Rp. 900.000,-. Hitungannya anak di bawah 5 tahun, tidak mengambil tempat duduk sendiri dan service makan ikut bareng ortunya boleh tidak dibelikan tiket tersendiri, kemudian kondisi bus dari Tulungagung ke Jakarta sedang kosong jadi kalau belum mau tidur atau bosan di kabin tempat tidur bisa menduduki kursi lainnya yang kosong di dalam bus.

Rabu jam 11.00 kami naik kendaraan feeder dari Blitar ke pool bus Harapan Jaya di Tulungagung, yang kemudian bus kami langsung berangkat jam 12.00 sesuai jadwal. Tiba di Jakarta jam 05.00 keesokan paginya.

Kisah selengkapnya dapat dibaca di ratihjanis.com

Pak Okti yang selalu berusaha mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang bus

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Ratih Janis