Mengenalkan berenang, pilihan aktivitas liburan bersama bayi
Posted by: Tika We

Masih banyak orangtua yang takut mengajak bayi nya berenang untuk mengisi aktivitasnya. Biasanya para orangtua lebih memilih menunggu hingga si anak cukup besar atau setidaknya sudah bisa berjalan, baru diajak berenang untuk mengisi waktu senggang atau waktu liburan. Jika mengajak berenang pun pasti sudah siap dengan pelampung dan biasanya memilih bermain air bersama si bayi di kolam spa atau bathtub di rumah.

Namun, justru ini menjadi aktivitas saya bersama bayi saya belakangan ini. Inilah cara kami menghabiskan waktu bersenang-senang berdua dan kadang bertiga bersama ayahnya, berenang bersama di kolam renang betulan dan tanpa pelampung. Menyenangkan untuk kami sekeluarga dan banyak sekali manfaatnya.

Tujuan saya mengenalkan dunia renang pada bayi bukanlah agar bayi bisa jadi ahli berenang apalagi menyelam. Berenang dengan bayi tujuannya lebih pada menguatkan ikatan emosional antara saya dan si bayi, serta supaya ia lebih familiar berada di lingkungan akuatik yang luas.

Berenang dengan bayi dapat menguatkan ikatan ibu-anak dan kepercayaan diri (sumber foto : Tika We / familygoers)

The science behind

Bayi terlahir dengan sepaket kemampuan bertahan hidup, salah satunya adalah berenang. Apalagi selama dalam kandungan dia tinggal di air ketuban ibu. Jadi secara alami, bayi bisa berenang sejak lahir tetapi kemampuan tersebut perlahan menghilang di usia 2-3 tahun apabila tidak diasah. Meski demikian, bayi bukan ikan duyung yang dicemplungin aja bisa langsung berenang. Ada caranya, Mom.

Meski demikian, air kolam renang tidak sama dengan air ketuban. Air kolam renang lebih dingin dan mengandung kaporit dan zat kimia lain yang tidak baik untuk bayi. Lebih baik tunggu setidaknya usia bayi 6 minggu dengan catatan baik bayi dan ibunya sudah berkonsultasi dengan dokter anak dan kandungan. Ini penting terutama untuk yang melahirkan melalui C-Section. Di usia ini asumsinya bayi tidak terlalu sensitif dengan infeksi yang disebabkan zat kimia dan kotoran di air kolam.

Yang perlu dicatat, jangan tinggalkan bayi di kolam sendiri meskipun dia mengenakan pelampung. Pelampung justru haram hukumnya bagi orang yang belajar berenang karena mengurangi kepercayaan diri di air dan membuat orang tersebut bergantung dengan pelampung. Apalagi pelampung vertikal seperti neck ring, pelampung yang diletakkan di leher. Mengapung secara vertikal bukan ide yang baik karena berbahaya bagi tulang belakang dan saraf di tengkuk bayi. Memang enak buat yang jaga, tinggal ongkang-ongkang kaki lihat bayi bergerak di air, tetapi sebetulnya neck ring adalah death trap, dapat menyebabkan kematian tiba-tiba.

Ibu adalah ‘pelampung’ terbaik bayi. Bayi masuk ke kolam renang harus dengan ibu. Mengapung di atas tangan ibu, digerakkan oleh langkah kaki ibu. Ibunya nggak harus pinter berenang, tapi wajib percaya diri untuk jalan dengan bayi di kolam renang. Itulah yang saya lakukan. Jadi saya memang selalu memegangnya selama berada di kolam renang.

Rambu-rambu berenang

Agar berenang dengan bayi aman dan menyenangkan, patuhi rambu-rambu berikut:

  1. Gunakan air hangat bersuhu 32 derajat Celcius. Kalau tidak memungkinkan, bisa di air kolam renang publik asalkan badan bayi dibasuh atau diciprati air keran (bukan air kolam) sebelum masuk kolam renang.
  2. Selalu ajak bayi ngobrol atau nyanyi supaya fun dan relax. Ibunya juga sekalian bilas sebelum berenang ya. Ini penting untuk menjaga kebersihan kolam sekaligus mengurangi resiko iritasi kulit.
  3. Hindari jam ramai apalagi jam penilaian anak-anak sekolah. Melihat bayi berenang biasanya menarik perhatian pengunjung lain sehingga membatasi ruang gerak ibu dan bayi. Belum lagi anak-anak yang gemes, ciprat-ciprat air ke muka bayi. True story. Been there, done that. Kolam renang hotel biasanya lebih sepi dibanding kolam renang umum, namun ada baiknya tanyakan pihak hotel waktu sepi kolam renang terlebih dahulu.
  4. Gendong bayi masuk ke kolam renang secara perlahan. Si Bayi mungkin akan menangis kencang terlebih ketika air sampai di dada. Gendong/pegangi bayi sambil nyanyi, make it fun, alihkan perhatiannya sehingga si Bayik merasa aman dan nyaman menyadari kehadiran ibunya.
  5. Jangan berenang saat cuaca panas apabila berenang di kolam outdoor. Semakin panas cuacanya, badan semakin mudah menggigil. Ini berlaku untuk semua orang, bayi maupun dewasa.
  6. Jangan terlalu lama di air. Pertama berenang, 10 menit saja cukup. Semakin sering durasi bisa ditambah, tetapi jangan lebih dari 30 menit.
  7. Selalu perhatikan warna tangan dan bibir. Segera keluar dari kolam apabila tangan atau bibir memucat.
  8. Begitu keluar dari kolam, segera bilas dan mandikan bayi. Jangan biarkan bayi berada di luar kolam dalam kondisi basah. Langsung bungkus bayi dengan handuk begitu keluar dari kolam. Plus, oleskan lotion ke seluruh tubuh agar kulit bayi tidak kering akibat kaporit.
  9. Setelah renang, beri ASI/susu hangat. Siapapun pasti lapar usai berenang.
  10. Apabila bayi sedang tidak enak badan atau diare, jangan berenang dulu. Mulailah berenang setidaknya 2-3 hari setelah bayi sembuh total.

Ibu adalah sebaik-baik ‘pelampung’ untuk anak (sumber foto : Tike We / familygoers)

Agar berenang menyenangkan

Sebelum berenang saya mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk rileks dan percaya diri. Emosi ibu menular ke bayi somehow. Selain itu, terus jaga kontak mata dengan bayi dan jangan lupa bahagia. Hehe.. Berikut kegiatan supaya aktivitas di air jadi menyenangkan:

      1. Membawa mainan bayi yang tahan air dan bisa mengapung seperti bath toy, squeaky toy. Lempar mainan di sisi lain kolam, lalu ajak bayi mengejar mainan tersebut
      2. Terus ajak bayi ngobrol atau menyanyi riang, dan apresiasi dia selalu
      3. Sambil jaga kontak mata dengan bayi, letakkan mulut di batas permukaan air lalu buat gelembung dengan meniup air
      4. Tiup mainan ke arah bayi, ajari dia meniup balik ke arah ibu. Kalau bayi belum pandai meniup, arahkan ke partner yang ikut berenang
      5. Setelah bayi percaya diri di air, hadapkan bayi ke atas seperti berenang gaya punggung. Sangga kepalanya dengan bahu ibu supaya kepala bayi terjaga keseimbangannya dan dekat dengan kepala ibu. Bisa juga dengan tangan, tapi harus lebih hati-hati. Selain itu, terus ajak bayi bicara dari atas.

Checklist 
Ini daftar barang bawaan saya sebelum pergi berenang :

  • Handuk, kalau bisa yang ada hoodienya atau handuk piyama. Kalau nggak ada, handuk besar.
  • Popok khusus renang supaya kolam tetap bersih dari feses bayi
  • Popok kering dan baju bersih untuk dipakai setelah renang
  • Nappie mat, perlak yang biasa dipakai untuk alas ganti popok
  • Lotion bayi
  • Air hangat untuk bayi yang minum susu botol
  • Snack untuk bayi yang sudah mulai makan makanan padat

Yang perlu dilakukan ayah

Motret ! Instagram husband does exist. Hahaha… Saya melibatkan suami dalam segala permainan yang disebutkan di atas. Apabila bayinya laki-laki, biarkan bayi bilas dengan ayahnya. Sebetulnya semua yang saya tulis di sini bisa dilakukan ayah juga kok, kecuali menyusui setelah berenang.

Plus tapi penting

  • Ini bukan pertandingan bayi siapa yang bisa berenang lebih dulu. Setiap bayi itu unik. Ada yang sudah bisa mengapung di usia 2 bulan, ada yang baru PD setelah 4 bulan. Ada yang kulitnya sensitif, ada yang kulit badak. You know your baby best, Mom.
  • Sebelum berenang, konsultasilah dengan dokter anak dan dokter kandungan.
  • Ikuti kelas renang dengan pelatih bersertifikat ASA lebih direkomendasikan. Kalau belum ada, percaya dirilah tetapi jangan gegabah. Ajak suami atau teman supaya ibu lebih rileks.

Asyik loh mengajak bayi berenang. Jika bayi sudah berumur lebih dari 6 minggu, ajaklah ia berenang bersama, selain diajak muter jalan-jalan ke mall :D, menambah alternatif pilihan aktivitas bersamanya di luar rumah.

Share This | | |

One response to “Mengenalkan berenang, pilihan aktivitas liburan bersama bayi”

  1. Añi Murniati says:

    Sssiippp 👍🏽
    Sesuatu yang pasti bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Tika We
Twinkle twinkle little star, how I wonder why I can't get rid of this song.

 

Mengenalkan berenang, pilihan aktivitas liburan bersama bayi
Posted by: Tika We

Masih banyak orangtua yang takut mengajak bayi nya berenang untuk mengisi aktivitasnya. Biasanya para orangtua lebih memilih menunggu hingga si anak cukup besar atau setidaknya sudah bisa berjalan, baru diajak berenang untuk mengisi waktu senggang atau waktu liburan. Jika mengajak berenang pun pasti sudah siap dengan pelampung dan biasanya memilih bermain air bersama si bayi di kolam spa atau bathtub di rumah.

Namun, justru ini menjadi aktivitas saya bersama bayi saya belakangan ini. Inilah cara kami menghabiskan waktu bersenang-senang berdua dan kadang bertiga bersama ayahnya, berenang bersama di kolam renang betulan dan tanpa pelampung. Menyenangkan untuk kami sekeluarga dan banyak sekali manfaatnya.

Tujuan saya mengenalkan dunia renang pada bayi bukanlah agar bayi bisa jadi ahli berenang apalagi menyelam. Berenang dengan bayi tujuannya lebih pada menguatkan ikatan emosional antara saya dan si bayi, serta supaya ia lebih familiar berada di lingkungan akuatik yang luas.

Berenang dengan bayi dapat menguatkan ikatan ibu-anak dan kepercayaan diri (sumber foto : Tika We / familygoers)

The science behind

Bayi terlahir dengan sepaket kemampuan bertahan hidup, salah satunya adalah berenang. Apalagi selama dalam kandungan dia tinggal di air ketuban ibu. Jadi secara alami, bayi bisa berenang sejak lahir tetapi kemampuan tersebut perlahan menghilang di usia 2-3 tahun apabila tidak diasah. Meski demikian, bayi bukan ikan duyung yang dicemplungin aja bisa langsung berenang. Ada caranya, Mom.

Meski demikian, air kolam renang tidak sama dengan air ketuban. Air kolam renang lebih dingin dan mengandung kaporit dan zat kimia lain yang tidak baik untuk bayi. Lebih baik tunggu setidaknya usia bayi 6 minggu dengan catatan baik bayi dan ibunya sudah berkonsultasi dengan dokter anak dan kandungan. Ini penting terutama untuk yang melahirkan melalui C-Section. Di usia ini asumsinya bayi tidak terlalu sensitif dengan infeksi yang disebabkan zat kimia dan kotoran di air kolam.

Yang perlu dicatat, jangan tinggalkan bayi di kolam sendiri meskipun dia mengenakan pelampung. Pelampung justru haram hukumnya bagi orang yang belajar berenang karena mengurangi kepercayaan diri di air dan membuat orang tersebut bergantung dengan pelampung. Apalagi pelampung vertikal seperti neck ring, pelampung yang diletakkan di leher. Mengapung secara vertikal bukan ide yang baik karena berbahaya bagi tulang belakang dan saraf di tengkuk bayi. Memang enak buat yang jaga, tinggal ongkang-ongkang kaki lihat bayi bergerak di air, tetapi sebetulnya neck ring adalah death trap, dapat menyebabkan kematian tiba-tiba.

Ibu adalah ‘pelampung’ terbaik bayi. Bayi masuk ke kolam renang harus dengan ibu. Mengapung di atas tangan ibu, digerakkan oleh langkah kaki ibu. Ibunya nggak harus pinter berenang, tapi wajib percaya diri untuk jalan dengan bayi di kolam renang. Itulah yang saya lakukan. Jadi saya memang selalu memegangnya selama berada di kolam renang.

Rambu-rambu berenang

Agar berenang dengan bayi aman dan menyenangkan, patuhi rambu-rambu berikut:

  1. Gunakan air hangat bersuhu 32 derajat Celcius. Kalau tidak memungkinkan, bisa di air kolam renang publik asalkan badan bayi dibasuh atau diciprati air keran (bukan air kolam) sebelum masuk kolam renang.
  2. Selalu ajak bayi ngobrol atau nyanyi supaya fun dan relax. Ibunya juga sekalian bilas sebelum berenang ya. Ini penting untuk menjaga kebersihan kolam sekaligus mengurangi resiko iritasi kulit.
  3. Hindari jam ramai apalagi jam penilaian anak-anak sekolah. Melihat bayi berenang biasanya menarik perhatian pengunjung lain sehingga membatasi ruang gerak ibu dan bayi. Belum lagi anak-anak yang gemes, ciprat-ciprat air ke muka bayi. True story. Been there, done that. Kolam renang hotel biasanya lebih sepi dibanding kolam renang umum, namun ada baiknya tanyakan pihak hotel waktu sepi kolam renang terlebih dahulu.
  4. Gendong bayi masuk ke kolam renang secara perlahan. Si Bayi mungkin akan menangis kencang terlebih ketika air sampai di dada. Gendong/pegangi bayi sambil nyanyi, make it fun, alihkan perhatiannya sehingga si Bayik merasa aman dan nyaman menyadari kehadiran ibunya.
  5. Jangan berenang saat cuaca panas apabila berenang di kolam outdoor. Semakin panas cuacanya, badan semakin mudah menggigil. Ini berlaku untuk semua orang, bayi maupun dewasa.
  6. Jangan terlalu lama di air. Pertama berenang, 10 menit saja cukup. Semakin sering durasi bisa ditambah, tetapi jangan lebih dari 30 menit.
  7. Selalu perhatikan warna tangan dan bibir. Segera keluar dari kolam apabila tangan atau bibir memucat.
  8. Begitu keluar dari kolam, segera bilas dan mandikan bayi. Jangan biarkan bayi berada di luar kolam dalam kondisi basah. Langsung bungkus bayi dengan handuk begitu keluar dari kolam. Plus, oleskan lotion ke seluruh tubuh agar kulit bayi tidak kering akibat kaporit.
  9. Setelah renang, beri ASI/susu hangat. Siapapun pasti lapar usai berenang.
  10. Apabila bayi sedang tidak enak badan atau diare, jangan berenang dulu. Mulailah berenang setidaknya 2-3 hari setelah bayi sembuh total.

Ibu adalah sebaik-baik ‘pelampung’ untuk anak (sumber foto : Tike We / familygoers)

Agar berenang menyenangkan

Sebelum berenang saya mempersiapkan diri terlebih dahulu untuk rileks dan percaya diri. Emosi ibu menular ke bayi somehow. Selain itu, terus jaga kontak mata dengan bayi dan jangan lupa bahagia. Hehe.. Berikut kegiatan supaya aktivitas di air jadi menyenangkan:

      1. Membawa mainan bayi yang tahan air dan bisa mengapung seperti bath toy, squeaky toy. Lempar mainan di sisi lain kolam, lalu ajak bayi mengejar mainan tersebut
      2. Terus ajak bayi ngobrol atau menyanyi riang, dan apresiasi dia selalu
      3. Sambil jaga kontak mata dengan bayi, letakkan mulut di batas permukaan air lalu buat gelembung dengan meniup air
      4. Tiup mainan ke arah bayi, ajari dia meniup balik ke arah ibu. Kalau bayi belum pandai meniup, arahkan ke partner yang ikut berenang
      5. Setelah bayi percaya diri di air, hadapkan bayi ke atas seperti berenang gaya punggung. Sangga kepalanya dengan bahu ibu supaya kepala bayi terjaga keseimbangannya dan dekat dengan kepala ibu. Bisa juga dengan tangan, tapi harus lebih hati-hati. Selain itu, terus ajak bayi bicara dari atas.

Checklist 
Ini daftar barang bawaan saya sebelum pergi berenang :

  • Handuk, kalau bisa yang ada hoodienya atau handuk piyama. Kalau nggak ada, handuk besar.
  • Popok khusus renang supaya kolam tetap bersih dari feses bayi
  • Popok kering dan baju bersih untuk dipakai setelah renang
  • Nappie mat, perlak yang biasa dipakai untuk alas ganti popok
  • Lotion bayi
  • Air hangat untuk bayi yang minum susu botol
  • Snack untuk bayi yang sudah mulai makan makanan padat

Yang perlu dilakukan ayah

Motret ! Instagram husband does exist. Hahaha… Saya melibatkan suami dalam segala permainan yang disebutkan di atas. Apabila bayinya laki-laki, biarkan bayi bilas dengan ayahnya. Sebetulnya semua yang saya tulis di sini bisa dilakukan ayah juga kok, kecuali menyusui setelah berenang.

Plus tapi penting

  • Ini bukan pertandingan bayi siapa yang bisa berenang lebih dulu. Setiap bayi itu unik. Ada yang sudah bisa mengapung di usia 2 bulan, ada yang baru PD setelah 4 bulan. Ada yang kulitnya sensitif, ada yang kulit badak. You know your baby best, Mom.
  • Sebelum berenang, konsultasilah dengan dokter anak dan dokter kandungan.
  • Ikuti kelas renang dengan pelatih bersertifikat ASA lebih direkomendasikan. Kalau belum ada, percaya dirilah tetapi jangan gegabah. Ajak suami atau teman supaya ibu lebih rileks.

Asyik loh mengajak bayi berenang. Jika bayi sudah berumur lebih dari 6 minggu, ajaklah ia berenang bersama, selain diajak muter jalan-jalan ke mall :D, menambah alternatif pilihan aktivitas bersamanya di luar rumah.

Share This | | |

One response to “Mengenalkan berenang, pilihan aktivitas liburan bersama bayi”

  1. Añi Murniati says:

    Sssiippp 👍🏽
    Sesuatu yang pasti bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Tika We


Twinkle twinkle little star, how I wonder why I can't get rid of this song.