Mengenalkan Anak Dengan Kuliner Kaki Lima di Mal
Posted by: Admin

Tidak sedikit orangtua ragu mengajak anaknya makan di warung kaki lima. Alasannya apalagi kalau bukan soal kebersihan dan kesehatan. Kaki lima identik dengan debu karena biasanya warung berada persis di pinggir jalan raya. Belum lagi area dapur tempat memasak makanan tidak ada pengawasan sehingga diragukan kebersihannya. Padahal cita rasa makanan kaki lima justru sangat lokal dan cenderung digemari banyak orang. Banyak di antaranya bahkan sudah menjadi legenda karena turun temurun dari generasi ke generasi.

Kini, warung kaki lima yang tadinya berada di pinggir jalan, sudah mulai merambah masuk ke dalam mal. Ini berarti kebersihan tempat makan dan area masak sudah lebih diperhatikan. Familygoers tidak perlu khawatir jika ingin mengenalkan anak pada beragam rasa kuliner kaki lima. Salah satu mal yang menyajikan makanan kaki lima legendaris adalah Mal Taman Anggrek melalui area makan, food court, Lima-lima, yang baru saja diresmikan November 2019.

Lima-lima resmi diperkenalkan kepada media

Lima-lima menjadi pusat kuliner yang menghadirkan kelezatan dari beragam makanan kaki lima yang legendaris, dekat dengan lidah masyarakat dengan suasana yang lebih nyaman didatangi bersama anak. Anak-anak pun bisa belajar mencicipi cita rasa lokal lewat pilihan makanan kaki lima di sini.

“Orang Indonesia itu suka makan. Karena itu kami berharap Lima-lima bisa menjadi tempat berkumpul sambil menikmati aneka cita rasa makanan Indonesia sekaligus mendapatkan pengalaman kuliner,” ujar Elvira Indriasari, Promotion & Advertising Manager Mal Taman Anggrek, ketika mengenalkan Lima-lima pada media.

Mimi Tjandra, selaku manajer Lima-lima, menambahkan bahwa nama Lima-lima sendiri merujuk pada istilah Indonesia untuk para pedagang makanan di jalan “kaki lima”. Lima-lima ingin menyampaikan etos yakni meneruskan warisan kuliner kaki lima ke suasana modern dan masa kini. “Kita ingin Lima-lima ini menjadi tempat ramah untuk semua kalangan termasuk keluarga. Kami menyediakan baby chair dan tray tingkat berjalan. Orang tua pun tidak perlu mondar-mandir ketika memesan dan mengambil makanan.

Banyak tenant kaki lima diajak bekerjasama meramaikan area kuliner Lima-lima, seperti otak-otak binatu AN, gado-gado petojo, pempek bunga mas, mie kangkung dan siomay jangkung, ketoepat gloria Ny Kartika Tjandra, Es Kopi Tak Kie, dan lain sebagainya.

Gerai otak-otak binatu AN

Gerai Gultik Blok M dan Ketoepat Gloria

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Mengenalkan Anak Dengan Kuliner Kaki Lima di Mal
Posted by: Admin

Tidak sedikit orangtua ragu mengajak anaknya makan di warung kaki lima. Alasannya apalagi kalau bukan soal kebersihan dan kesehatan. Kaki lima identik dengan debu karena biasanya warung berada persis di pinggir jalan raya. Belum lagi area dapur tempat memasak makanan tidak ada pengawasan sehingga diragukan kebersihannya. Padahal cita rasa makanan kaki lima justru sangat lokal dan cenderung digemari banyak orang. Banyak di antaranya bahkan sudah menjadi legenda karena turun temurun dari generasi ke generasi.

Kini, warung kaki lima yang tadinya berada di pinggir jalan, sudah mulai merambah masuk ke dalam mal. Ini berarti kebersihan tempat makan dan area masak sudah lebih diperhatikan. Familygoers tidak perlu khawatir jika ingin mengenalkan anak pada beragam rasa kuliner kaki lima. Salah satu mal yang menyajikan makanan kaki lima legendaris adalah Mal Taman Anggrek melalui area makan, food court, Lima-lima, yang baru saja diresmikan November 2019.

Lima-lima resmi diperkenalkan kepada media

Lima-lima menjadi pusat kuliner yang menghadirkan kelezatan dari beragam makanan kaki lima yang legendaris, dekat dengan lidah masyarakat dengan suasana yang lebih nyaman didatangi bersama anak. Anak-anak pun bisa belajar mencicipi cita rasa lokal lewat pilihan makanan kaki lima di sini.

“Orang Indonesia itu suka makan. Karena itu kami berharap Lima-lima bisa menjadi tempat berkumpul sambil menikmati aneka cita rasa makanan Indonesia sekaligus mendapatkan pengalaman kuliner,” ujar Elvira Indriasari, Promotion & Advertising Manager Mal Taman Anggrek, ketika mengenalkan Lima-lima pada media.

Mimi Tjandra, selaku manajer Lima-lima, menambahkan bahwa nama Lima-lima sendiri merujuk pada istilah Indonesia untuk para pedagang makanan di jalan “kaki lima”. Lima-lima ingin menyampaikan etos yakni meneruskan warisan kuliner kaki lima ke suasana modern dan masa kini. “Kita ingin Lima-lima ini menjadi tempat ramah untuk semua kalangan termasuk keluarga. Kami menyediakan baby chair dan tray tingkat berjalan. Orang tua pun tidak perlu mondar-mandir ketika memesan dan mengambil makanan.

Banyak tenant kaki lima diajak bekerjasama meramaikan area kuliner Lima-lima, seperti otak-otak binatu AN, gado-gado petojo, pempek bunga mas, mie kangkung dan siomay jangkung, ketoepat gloria Ny Kartika Tjandra, Es Kopi Tak Kie, dan lain sebagainya.

Gerai otak-otak binatu AN

Gerai Gultik Blok M dan Ketoepat Gloria

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin