Mencegah dan Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
Mencegah dan Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
Posted by: Admin

Saat berada di tempat umum seperti super market, mal, atau taman, anak tiba-tiba tantrum!  Duh, jangan sampai, ya. Untuk menghindarinya coba lakukan ini.

Mengajak anak balita jalan-jalan ke taman, mal, atau super market  adalah cara membuat anak bergerak sehat dan menstimulasi beragam keterampilannya seperti sosial, emosi, natural dan banyak lagi.

Namun  saking asyiknya anak kerap menolak diajak pulang. Penolakannya tak jarang ia luapkan dengan tantrum, menangis menjerit-jerit, menendang, dan beguling-guling di lantai atau tanah.

Anda pun salah tingkah, malu, dan bingung bagaimana menghentikan tantrumnya. Sementara orang di sekitar Anda melirik Anda dengan tatapan yang menyiratkan perasaan terganggu dan Anda pun merasa  menjadi orang tua yang gagal.

Ops, tidak perlu sesensi itu. Anda bisa  kok membuat anak tidak tantrum di tempat umum dengan melakukan hal-hal berikut in untuk mencegah dan mengatasinya jika terjadi.

  1. Sebelum pergi ke satu tempat entah itu taman, super market, bandara atau stasiun selalu jelaskan pada anak keadaan yang akan dihadapi. Misalnya, saat main di taman ia harus bergantian menggunakan mainan dengan anak lain. Di super market kemungkinan antrean akan panjang dan harus menunggu. Begitu juga saat Anda bepergian, sebaiknya jelaskan kemungkinan pesawat atau kereta yang akan ditumpangi telat berangkat dan ia harus menunggu. Dengan penjelasan tersebut setidaknya anak sudah tahu hal buruk yang kemungkinan terjadi.
  2. Sebelum pergi pastikan anak kenyang dan tidak melewati jam makannya. Untuk berjaga-jaga sebaiknya Anda membawa makanan kecil yang mudah dibawa, terutama makanan yang digemari oleh anak. Jadi, ketika jam makan tiba sementara Anda masih di tempat tersebut, Anda bisa memberinya makanan untuk mengganjal perutnya. Anak lapar cenderung rewel.
  3. Sebelum pergi, pastikan anak cukup tidur dan ajak anak keluar rumah bukan di waktu jam tidurnya. Anak yang kurang tidur cenderung rewel yang memicu tantrum dengan mudah.
  4. Peluk Anak erat dan hangat ketika anak tantrum tiba-tiba. Menurut Sarah Ockwell-Smith, penulis buku Gentle Discipline: Using Emotional Connection—Not Punishment—To Raise Confident, Capable Kids, anak pun tidak nyaman melakukannya, tapi ia tak ada cara lain mengungkapkannya karena keterbatasan bahasa. Pelukan Anda akan mengurangi ketegangannya
  5. Stay cool saat orang sekeliling Anda menatap dengan sebal, sinis, dan merasa tertanggu. Hindari  berteriak atau menarik-narik anak agar berhenti tantrum. Sebaiknya, peluk anak dan gendong, lalu ajak anak ke tempat yang tidak terlalu ramai.
  6. Tetap konsisten dan tegas menerapkan disiplin jika anak tantrum karena melanggar disiplin. Misalnya ia mendorong anak lain saat bermain di taman, padahal anak setuju jika ia melakukannya Anda akan mengajaknya pulang. Jika Anda memenuhi keinginannya,  anak akan  belajar bahwa dengan tantrum keinginannya bisa terkabul.

 

 

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Mencegah dan Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum
Posted by: Admin

Saat berada di tempat umum seperti super market, mal, atau taman, anak tiba-tiba tantrum!  Duh, jangan sampai, ya. Untuk menghindarinya coba lakukan ini.

Mengajak anak balita jalan-jalan ke taman, mal, atau super market  adalah cara membuat anak bergerak sehat dan menstimulasi beragam keterampilannya seperti sosial, emosi, natural dan banyak lagi.

Namun  saking asyiknya anak kerap menolak diajak pulang. Penolakannya tak jarang ia luapkan dengan tantrum, menangis menjerit-jerit, menendang, dan beguling-guling di lantai atau tanah.

Anda pun salah tingkah, malu, dan bingung bagaimana menghentikan tantrumnya. Sementara orang di sekitar Anda melirik Anda dengan tatapan yang menyiratkan perasaan terganggu dan Anda pun merasa  menjadi orang tua yang gagal.

Ops, tidak perlu sesensi itu. Anda bisa  kok membuat anak tidak tantrum di tempat umum dengan melakukan hal-hal berikut in untuk mencegah dan mengatasinya jika terjadi.

  1. Sebelum pergi ke satu tempat entah itu taman, super market, bandara atau stasiun selalu jelaskan pada anak keadaan yang akan dihadapi. Misalnya, saat main di taman ia harus bergantian menggunakan mainan dengan anak lain. Di super market kemungkinan antrean akan panjang dan harus menunggu. Begitu juga saat Anda bepergian, sebaiknya jelaskan kemungkinan pesawat atau kereta yang akan ditumpangi telat berangkat dan ia harus menunggu. Dengan penjelasan tersebut setidaknya anak sudah tahu hal buruk yang kemungkinan terjadi.
  2. Sebelum pergi pastikan anak kenyang dan tidak melewati jam makannya. Untuk berjaga-jaga sebaiknya Anda membawa makanan kecil yang mudah dibawa, terutama makanan yang digemari oleh anak. Jadi, ketika jam makan tiba sementara Anda masih di tempat tersebut, Anda bisa memberinya makanan untuk mengganjal perutnya. Anak lapar cenderung rewel.
  3. Sebelum pergi, pastikan anak cukup tidur dan ajak anak keluar rumah bukan di waktu jam tidurnya. Anak yang kurang tidur cenderung rewel yang memicu tantrum dengan mudah.
  4. Peluk Anak erat dan hangat ketika anak tantrum tiba-tiba. Menurut Sarah Ockwell-Smith, penulis buku Gentle Discipline: Using Emotional Connection—Not Punishment—To Raise Confident, Capable Kids, anak pun tidak nyaman melakukannya, tapi ia tak ada cara lain mengungkapkannya karena keterbatasan bahasa. Pelukan Anda akan mengurangi ketegangannya
  5. Stay cool saat orang sekeliling Anda menatap dengan sebal, sinis, dan merasa tertanggu. Hindari  berteriak atau menarik-narik anak agar berhenti tantrum. Sebaiknya, peluk anak dan gendong, lalu ajak anak ke tempat yang tidak terlalu ramai.
  6. Tetap konsisten dan tegas menerapkan disiplin jika anak tantrum karena melanggar disiplin. Misalnya ia mendorong anak lain saat bermain di taman, padahal anak setuju jika ia melakukannya Anda akan mengajaknya pulang. Jika Anda memenuhi keinginannya,  anak akan  belajar bahwa dengan tantrum keinginannya bisa terkabul.

 

 

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin