Membawa bayi naik pesawat pertama kali
Posted by: Admin

Membawa bayi naik pesawat untuk pertama kali nya memang menantang untuk semua orang tua. Ada kekhawatiran-kekhawatiran yang pasti muncul, seperti khawatir rewel, khawatir tertular penyakit, sampai khawatir bahwa penerbangan akan berdampak pada organ tubuh bayi. Maka tidak heran jika orang tua harus memastikan si bayi aman diajak terbang.

Familygoers.com pernah bertanya tentang batas usia aman bayi naik pesawat kepada komunitas familygoers melalui instagram story @familygoers. Jawaban yang diberikan bervariasi, mulai dari satu bulan hingga dua tahun. Ada oangtua yang lebih baik menunggu usia anak nya hingga dua tahun untuk diajak naik pesawat. Tentu jawaban ini berdasarkan pertimbangan dan pengalaman masing-masing.

Di usia berapa sih bayi bisa diajak naik pesawat ? Sebenarnya tidak ada patokan khusus dalam aturan penerbangan. Setiap maskapai memiliki kebijakan usia minimal yang berbeda-beda. Ada yang membolehkan bayi yang baru berusia dua hari terbang asalkan dengan menyertakan surat persetujuan dokter, ada juga yang mensyaratkan usia mnimal 14 hari. Namun menurut dr. Marissa Pudjiadi, SpA, usia minimal bayi aman naik pesawat adalah enam minggu atau 42 hari, di mana imunitas tubuhnya sudah lebih terbentuk menghadapi segala paparan bakteri di dalam pesawat. Sebelum berangkat, pastikan sudah mengecek kondisi kesehatan bayi terlebih dulu pada dokter dan bawalah selalu obat-obatan P3K yang diperlukan, seperti paracetamol.

Berikut ini tips selama di pesawat dari dr. Marissa Pudjiadi, SpA agar perjalanan familygoers bersama si bayi lebih nyaman :

  • Jangan memasang earplug pada telinga bayi karena yang diinginkan adalah rongga mulut, hidung dan teling lapang. Saat take off dan landing diharapkan ada gerakan menelan pada bayi yang dapat dilakukan dengan menyusui bayi. Pada bayi yang lebih besar dapat diberikan snack
  • Pilihlah kursi dengan space yang lebih luas. Biasanya bisa meminta special request dengan menghubungi customer service airlines langsung. Untuk penerbangan panjang, familygoers bisa meminta bassinet atau tempat tidur bayi. Biasanya bassinet ini sudah termasuk dalam fasilitas untuk bayi dan tidak dikenakan biaya tambahan.
  • Siapkan peralatan makan dan minum, mainan, diapers dan baju ganti dalam satu tas kabin. Bawalah beberapa baju ganti dan diaper dengan menyesuaikan jam penerbangan. Semakin lama penerbangannya, tentunya diapers dan baju ganti nya pun semakin banyak. Familygoers tidak bisa mengandalkan crew kabin pesawat untuk menyediakan barang-barang kebutuhan bayi, familygoers lah yang harus mengantisipasi dengan membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan saat terbang.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Membawa bayi naik pesawat pertama kali
Posted by: Admin

Membawa bayi naik pesawat untuk pertama kali nya memang menantang untuk semua orang tua. Ada kekhawatiran-kekhawatiran yang pasti muncul, seperti khawatir rewel, khawatir tertular penyakit, sampai khawatir bahwa penerbangan akan berdampak pada organ tubuh bayi. Maka tidak heran jika orang tua harus memastikan si bayi aman diajak terbang.

Familygoers.com pernah bertanya tentang batas usia aman bayi naik pesawat kepada komunitas familygoers melalui instagram story @familygoers. Jawaban yang diberikan bervariasi, mulai dari satu bulan hingga dua tahun. Ada oangtua yang lebih baik menunggu usia anak nya hingga dua tahun untuk diajak naik pesawat. Tentu jawaban ini berdasarkan pertimbangan dan pengalaman masing-masing.

Di usia berapa sih bayi bisa diajak naik pesawat ? Sebenarnya tidak ada patokan khusus dalam aturan penerbangan. Setiap maskapai memiliki kebijakan usia minimal yang berbeda-beda. Ada yang membolehkan bayi yang baru berusia dua hari terbang asalkan dengan menyertakan surat persetujuan dokter, ada juga yang mensyaratkan usia mnimal 14 hari. Namun menurut dr. Marissa Pudjiadi, SpA, usia minimal bayi aman naik pesawat adalah enam minggu atau 42 hari, di mana imunitas tubuhnya sudah lebih terbentuk menghadapi segala paparan bakteri di dalam pesawat. Sebelum berangkat, pastikan sudah mengecek kondisi kesehatan bayi terlebih dulu pada dokter dan bawalah selalu obat-obatan P3K yang diperlukan, seperti paracetamol.

Berikut ini tips selama di pesawat dari dr. Marissa Pudjiadi, SpA agar perjalanan familygoers bersama si bayi lebih nyaman :

  • Jangan memasang earplug pada telinga bayi karena yang diinginkan adalah rongga mulut, hidung dan teling lapang. Saat take off dan landing diharapkan ada gerakan menelan pada bayi yang dapat dilakukan dengan menyusui bayi. Pada bayi yang lebih besar dapat diberikan snack
  • Pilihlah kursi dengan space yang lebih luas. Biasanya bisa meminta special request dengan menghubungi customer service airlines langsung. Untuk penerbangan panjang, familygoers bisa meminta bassinet atau tempat tidur bayi. Biasanya bassinet ini sudah termasuk dalam fasilitas untuk bayi dan tidak dikenakan biaya tambahan.
  • Siapkan peralatan makan dan minum, mainan, diapers dan baju ganti dalam satu tas kabin. Bawalah beberapa baju ganti dan diaper dengan menyesuaikan jam penerbangan. Semakin lama penerbangannya, tentunya diapers dan baju ganti nya pun semakin banyak. Familygoers tidak bisa mengandalkan crew kabin pesawat untuk menyediakan barang-barang kebutuhan bayi, familygoers lah yang harus mengantisipasi dengan membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan saat terbang.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin