Melewatkan sarapan saat traveling membentuk kebiasaan buruk pada anak hingga rentan terkena mal nutrisi
Posted by: Admin

Dari waktu makan kita, sarapan adalah yang terpenting. Dari sarapan lah kita mendapatkan energi untuk beraktivitas seharian. Untuk aktivitas rutin saja, sarapan tidak boleh terlewat, tidak perlu berlebih-lebihan, apalagi di saat traveling yang justru membutuhkan energi besar untuk bergerak, terutama kalau traveling nya ke luar negeri yang membutuhkan banyak energi untuk berjalan kaki.

Melewatkan sarapan atau telat sarapan inilah yang sering dialami keluarga saat traveling. Apalagi jika terburu-buru mengejar kereta atau pesawat dan rasanya ingin cepat sampai ke tujuan, akhirnya waktu makan pun terlewat. Tak jarang pula, banyak yang memutuskan untuk nyemil hanya sekedar mengganjal perut. Yang penting perut terisi, begitu prinsipnya. Padahal seharusnya ini dihindari, terutama pada anak-anak.

Sebaliknya, sarapan berlebihan saat traveling juga kerap kali terjadi. Demi memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas sarapan buffet dari hotel, maka semua makanan rasanya ingin disantap. Perut pun merasa sangat kenyang, akibatnya mata pun mengantuk dan badan malas bergerak untuk beraktivas. Ini dikarenakan lambung bekerja terlalu keras setelah mengalami puasa selama 7-8 jam selama kita tertidur.

Jadi menurut Jansen Ongko, M.Sc., RD, seorang ahli gizi dalam konferensi Pers Nestle Nestum┬á“Pilihan sarapan seutuhnya bukan sebutuhnya untuk menyambut hari yang besar”, sarapan ideal adalah sarapan yang membuat perut mulai kenyang namun tidak sangat kenyang. Lambung terisi setidaknya 2/3 bagian seperti gambar lambung ke tiga dari kiri dalam foto di bawah ini.

Porsi sarapan ideal memenuhi 2/3 lambung

“Saat kita traveling, terutama traveling ke luar negeri, trekking atau hiking yang membutuhkan banyak berjalan dan beraktivitas, sarapan itu penting sekali. Kita bisa memenuhi sarapan dengan mencari makanan lokal di sekitar atau selalu sedia makanan paket yang lengkap kandungan gizi nya,” ungkap Jansen Ongko. Menurutnya pula, anak-anak itu dalam masa pertumbuhan. Justru itulah jangan sampai melewatkan waktu sarapannya agar anak tidak lemas sampai rentan terkena resiko mal nutrisi atau kurang gizi. Apalagi kalau anaknya sangat aktif bergerak, maka perlu asupan karbohidrat lebih banyak.

Sementara menurut Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, sarapan yang baik adalah sarapan yang memenuhi 15 – 30 % atau 1/3 dari kebutuhan gizi harian. Menurutnya sarapan harus memenuhi unsur karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, dan air. Bukan berarti porsi nya harus berlebihan, namun kandungan gizi nya yang harus terpenuhi. Prof Hardinsyah menambahkan bahwa dalam agama islam saja ada hukum yang membolehkan seseorang yang sedang dalam perjalanan untuk tidak berpuasa. Hal ini menunjukkan sangat pentingnya makan bukan sekedar mengisi perut di saat traveling, apalagi saat sarapan.

“Orangtua tidak boleh mencontohkan kebiasaan buruk untuk anak dengan melewatkan sarapan. Kalau orangtua tidak sarapan, maka anak biasanya juga akan malas sarapan. Dampaknya akan dibawa saat makan siang, makannya akan kalap. Ini tidak baik untuk kerja lambung. Apalagi kalau traveling nya dalam jangka waktu lama, jika sering melewatkan sarapan, ini akan menjadi kebiasaan buruk untuk anak hingga ia dewasa dan akan sulit mengubahnya,” tegas Prof. Hardinsyah.

Prof Dr Ir Hardinsyah dalam konferensi pers Nestle Nestum

Bagaimanakah agar kebutuhan gizi saat sarapan selalu terpenuhi ? Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat, mineral dan air dalam porsi secukupnya, tidak berlebihan. Jika tidak cukup waktu untuk membuat sarapan sendiri atau mencari sarapan seperti itu, kini Nestle mengeluarkan produk baru, Nestum, sarapan sereal yang memenuhi kandungan gizi cukup dan membuat perut kenyang sampai jam makan siang tiba. Praktis dan mudah ! Tinggal tambah air atau susu dan masukan toping pilihan yang diinginkan. Makanan sereal ini sangat baik dikonsumsi untuk anak mulai usia tiga tahun.

Nestum memiliki empat varian rasa, rasa original, dan manis. Sementara dua varian rasa lainnya sudah ditambahkan susu, ada juga kombinasi susu dan pisang dalam satu sachet. Familygoers bisa menambahkan beraneka topping yang bisa dibeli di supermarket lokal, dari buah-buahan, kacang-kacangan, bahkan fillet ayam, kuah kari, atapun jamur. Di dalam Nestum sudah terdapat kandungan karbohidrat cukup untuk sarapan karena terdapat campuran gandum utuh, jagung dan beras.

Varian rasa Nestum

Pilihan topping Nestum

Saat ini Nestum baru memiliki varian rasa pisang. Menurut Business Executive Officer Dairy Nestle Indonesia, Windy Cahyaning Wulan, pemilihan rasa pisang karena buah ini sudah populer di Indonesia dan pisang adalah buah yang cukup mengenyangkan. Pisang yang digunakan dalam sereal Nestum merupakan pisang alami dengan kualitas terbaik. “Mungkin nanti kami akan menambahkan varian rasa baru selain pisang,” tuturnya ketika diwawancarai Familygoers.com. Kini Nestum sudah bisa dibeli di supermarket-supermarket seluruh Indonesia. Nestum bisa dibawa ke mana-mana, pas diletakkan di koper atau tas kabin sebagai bekal untuk traveling ke luar negeri sekalipun.

Kreasi Nestum dengan aneka topping

Kreasi Nestum dengan aneka topping

Nyummmm…

Jadi jangan melewatkan sarapan, apalagi saat traveling, ya ­čÖé

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Melewatkan sarapan saat traveling membentuk kebiasaan buruk pada anak hingga rentan terkena mal nutrisi
Posted by: Admin

Dari waktu makan kita, sarapan adalah yang terpenting. Dari sarapan lah kita mendapatkan energi untuk beraktivitas seharian. Untuk aktivitas rutin saja, sarapan tidak boleh terlewat, tidak perlu berlebih-lebihan, apalagi di saat traveling yang justru membutuhkan energi besar untuk bergerak, terutama kalau traveling nya ke luar negeri yang membutuhkan banyak energi untuk berjalan kaki.

Melewatkan sarapan atau telat sarapan inilah yang sering dialami keluarga saat traveling. Apalagi jika terburu-buru mengejar kereta atau pesawat dan rasanya ingin cepat sampai ke tujuan, akhirnya waktu makan pun terlewat. Tak jarang pula, banyak yang memutuskan untuk nyemil hanya sekedar mengganjal perut. Yang penting perut terisi, begitu prinsipnya. Padahal seharusnya ini dihindari, terutama pada anak-anak.

Sebaliknya, sarapan berlebihan saat traveling juga kerap kali terjadi. Demi memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas sarapan buffet dari hotel, maka semua makanan rasanya ingin disantap. Perut pun merasa sangat kenyang, akibatnya mata pun mengantuk dan badan malas bergerak untuk beraktivas. Ini dikarenakan lambung bekerja terlalu keras setelah mengalami puasa selama 7-8 jam selama kita tertidur.

Jadi menurut Jansen Ongko, M.Sc., RD, seorang ahli gizi dalam konferensi Pers Nestle Nestum┬á“Pilihan sarapan seutuhnya bukan sebutuhnya untuk menyambut hari yang besar”, sarapan ideal adalah sarapan yang membuat perut mulai kenyang namun tidak sangat kenyang. Lambung terisi setidaknya 2/3 bagian seperti gambar lambung ke tiga dari kiri dalam foto di bawah ini.

Porsi sarapan ideal memenuhi 2/3 lambung

“Saat kita traveling, terutama traveling ke luar negeri, trekking atau hiking yang membutuhkan banyak berjalan dan beraktivitas, sarapan itu penting sekali. Kita bisa memenuhi sarapan dengan mencari makanan lokal di sekitar atau selalu sedia makanan paket yang lengkap kandungan gizi nya,” ungkap Jansen Ongko. Menurutnya pula, anak-anak itu dalam masa pertumbuhan. Justru itulah jangan sampai melewatkan waktu sarapannya agar anak tidak lemas sampai rentan terkena resiko mal nutrisi atau kurang gizi. Apalagi kalau anaknya sangat aktif bergerak, maka perlu asupan karbohidrat lebih banyak.

Sementara menurut Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, sarapan yang baik adalah sarapan yang memenuhi 15 – 30 % atau 1/3 dari kebutuhan gizi harian. Menurutnya sarapan harus memenuhi unsur karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, mineral, dan air. Bukan berarti porsi nya harus berlebihan, namun kandungan gizi nya yang harus terpenuhi. Prof Hardinsyah menambahkan bahwa dalam agama islam saja ada hukum yang membolehkan seseorang yang sedang dalam perjalanan untuk tidak berpuasa. Hal ini menunjukkan sangat pentingnya makan bukan sekedar mengisi perut di saat traveling, apalagi saat sarapan.

“Orangtua tidak boleh mencontohkan kebiasaan buruk untuk anak dengan melewatkan sarapan. Kalau orangtua tidak sarapan, maka anak biasanya juga akan malas sarapan. Dampaknya akan dibawa saat makan siang, makannya akan kalap. Ini tidak baik untuk kerja lambung. Apalagi kalau traveling nya dalam jangka waktu lama, jika sering melewatkan sarapan, ini akan menjadi kebiasaan buruk untuk anak hingga ia dewasa dan akan sulit mengubahnya,” tegas Prof. Hardinsyah.

Prof Dr Ir Hardinsyah dalam konferensi pers Nestle Nestum

Bagaimanakah agar kebutuhan gizi saat sarapan selalu terpenuhi ? Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat, mineral dan air dalam porsi secukupnya, tidak berlebihan. Jika tidak cukup waktu untuk membuat sarapan sendiri atau mencari sarapan seperti itu, kini Nestle mengeluarkan produk baru, Nestum, sarapan sereal yang memenuhi kandungan gizi cukup dan membuat perut kenyang sampai jam makan siang tiba. Praktis dan mudah ! Tinggal tambah air atau susu dan masukan toping pilihan yang diinginkan. Makanan sereal ini sangat baik dikonsumsi untuk anak mulai usia tiga tahun.

Nestum memiliki empat varian rasa, rasa original, dan manis. Sementara dua varian rasa lainnya sudah ditambahkan susu, ada juga kombinasi susu dan pisang dalam satu sachet. Familygoers bisa menambahkan beraneka topping yang bisa dibeli di supermarket lokal, dari buah-buahan, kacang-kacangan, bahkan fillet ayam, kuah kari, atapun jamur. Di dalam Nestum sudah terdapat kandungan karbohidrat cukup untuk sarapan karena terdapat campuran gandum utuh, jagung dan beras.

Varian rasa Nestum

Pilihan topping Nestum

Saat ini Nestum baru memiliki varian rasa pisang. Menurut Business Executive Officer Dairy Nestle Indonesia, Windy Cahyaning Wulan, pemilihan rasa pisang karena buah ini sudah populer di Indonesia dan pisang adalah buah yang cukup mengenyangkan. Pisang yang digunakan dalam sereal Nestum merupakan pisang alami dengan kualitas terbaik. “Mungkin nanti kami akan menambahkan varian rasa baru selain pisang,” tuturnya ketika diwawancarai Familygoers.com. Kini Nestum sudah bisa dibeli di supermarket-supermarket seluruh Indonesia. Nestum bisa dibawa ke mana-mana, pas diletakkan di koper atau tas kabin sebagai bekal untuk traveling ke luar negeri sekalipun.

Kreasi Nestum dengan aneka topping

Kreasi Nestum dengan aneka topping

Nyummmm…

Jadi jangan melewatkan sarapan, apalagi saat traveling, ya ­čÖé

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin