Makan Siang Ala Vegetarian di Burgergreens
Posted by: Admin

Mini burger seporsi Rp.72.000

Hari ini tanggal 1 Oktober adalah hari Vegetarian. Ingin merasakan jadi vegetarian, saya dan seorang teman pun makan siang di Burgreens, di Pacifik Place, LG #18, Jakarta. Semua penampilanya cantik dan menggugah selera. Bagaimana dengan rasanya?

Cukup lama saya membuka-buka menu, memilih mana makanan yang  semuanya tampak menarik, bertabur paduan warna-warni alami. Sesuai banget dengan misi restoran ini yang ingin membuat makanan sehat terasa enak dan tampil menarik untuk semua orang.

Sebagai makanan pembuka saya memesan sup jamur. Biasanya saya makan sup jamur yang diberi krim yang lembut dan gurih. Sup jamur vegetarian ini warna hitam  jamurnya masih tegas, karena memang tidak diberi krim putih yang terbuat dari susu.

Namun rasanya tetap gurih dan enak. Mereka menggunakan susu kedelai sebegai pengganti susu sapi. Selain itu juga di beri minyak kelapa dan bumbu-bumbu.

Baiklah, untuk makanan utama saya memutuskan memilih burger, sesuai dengan nama restoran Burgergreens yang memang memiliki spesialis dalam membuat burger sayuran.

Saya memilih 3 Mini Vegie Burger.  Masing-masing burger dari roti gandum ini diisi pate yang berbeda, bayam dengan chick peas, kacang-kacangan, dan jamur. Burger disajikan dengan salad dan keripik ubi ungu.

Saat mengunyahnya, saya menemukan rasa beda dibanding burger berisi daging sapi atau ayam. Rasa dan aromanya lebih ringan dan segar. Cukup enak dan bisa dijadikan selingan jika bosan makan burger daging.

Vegan Ramen Guten Free harga sepori Rp. 65.000

Makanan terakhir yang ingin saya cicipi adalah  Vegan Ramen Gluten Free. Aroma minyak wijen tercium ketika ramen dalam porsi yang cukup besar itu disajikan. Paduan warna putih miso dan irisan kol,  kuning butir-butir jagung,  hijau bayam, coklat jamur shintake, dan warna krem tahu membuat saya tak sabar ingin mencicipi.

Rasanya beda dengan ramen yang saya bayangkan. Minyak wijennya terasa lebih kuat mengirimkan sensasi rasa kacang tanah di lidah. Namun aneka sayuran membuat ramen itu menjadi kaya rasa.

Untuk minuman saya memilih Detox Red Velvel,  kombinasi  bit, jeruk lemon dan semangka. Rasanya segar dan eksotis saat menyedot cairan merah itu dengan sedotan bambu.

Detox Velvet Seporsi Rp. 49.000

Memasuki makan siang, pengunjung  terus bertambah, di antaranya anak-anak yang dibawa oleh orangtuanya. Sayang kecepatan pelayanannya menurun. Teman saya yang datang belakangan harus menunggu sekitar 20 menit untuk bisa menikmati Sweet Potato Fries. Itu pun setelah mengingatkan pelayan tentang  pesanannya.

Oh, ya, restoran ini memang bukan untuk duduk dan mengobrol  berlama-lama dengan keluarga. Karena ruangannya terbatas. Kursi dan mejanya yang kecil dan tipis,  sebagian diletakkan berdempetan.

Saking kecilnya jarak antara meja satu dengan  meja yang lain membuat perlu usaha khusus untuk bisa keluar jika Anda duduk di  kursi  yang menyandar ke dinding. Mejanya pun tidak cukup lega untuk menampung 3 menu makanan.

Lepas dari ruangannya  yang sempit,  saya setuju dengan moto mereka ‘truly healthy but never sacrifice the taste’. Yes, makanan sehatnya  sungguh menghibur lidah dan juga mata.

 

 

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Makan Siang Ala Vegetarian di Burgergreens
Posted by: Admin

Mini burger seporsi Rp.72.000

Hari ini tanggal 1 Oktober adalah hari Vegetarian. Ingin merasakan jadi vegetarian, saya dan seorang teman pun makan siang di Burgreens, di Pacifik Place, LG #18, Jakarta. Semua penampilanya cantik dan menggugah selera. Bagaimana dengan rasanya?

Cukup lama saya membuka-buka menu, memilih mana makanan yang  semuanya tampak menarik, bertabur paduan warna-warni alami. Sesuai banget dengan misi restoran ini yang ingin membuat makanan sehat terasa enak dan tampil menarik untuk semua orang.

Sebagai makanan pembuka saya memesan sup jamur. Biasanya saya makan sup jamur yang diberi krim yang lembut dan gurih. Sup jamur vegetarian ini warna hitam  jamurnya masih tegas, karena memang tidak diberi krim putih yang terbuat dari susu.

Namun rasanya tetap gurih dan enak. Mereka menggunakan susu kedelai sebegai pengganti susu sapi. Selain itu juga di beri minyak kelapa dan bumbu-bumbu.

Baiklah, untuk makanan utama saya memutuskan memilih burger, sesuai dengan nama restoran Burgergreens yang memang memiliki spesialis dalam membuat burger sayuran.

Saya memilih 3 Mini Vegie Burger.  Masing-masing burger dari roti gandum ini diisi pate yang berbeda, bayam dengan chick peas, kacang-kacangan, dan jamur. Burger disajikan dengan salad dan keripik ubi ungu.

Saat mengunyahnya, saya menemukan rasa beda dibanding burger berisi daging sapi atau ayam. Rasa dan aromanya lebih ringan dan segar. Cukup enak dan bisa dijadikan selingan jika bosan makan burger daging.

Vegan Ramen Guten Free harga sepori Rp. 65.000

Makanan terakhir yang ingin saya cicipi adalah  Vegan Ramen Gluten Free. Aroma minyak wijen tercium ketika ramen dalam porsi yang cukup besar itu disajikan. Paduan warna putih miso dan irisan kol,  kuning butir-butir jagung,  hijau bayam, coklat jamur shintake, dan warna krem tahu membuat saya tak sabar ingin mencicipi.

Rasanya beda dengan ramen yang saya bayangkan. Minyak wijennya terasa lebih kuat mengirimkan sensasi rasa kacang tanah di lidah. Namun aneka sayuran membuat ramen itu menjadi kaya rasa.

Untuk minuman saya memilih Detox Red Velvel,  kombinasi  bit, jeruk lemon dan semangka. Rasanya segar dan eksotis saat menyedot cairan merah itu dengan sedotan bambu.

Detox Velvet Seporsi Rp. 49.000

Memasuki makan siang, pengunjung  terus bertambah, di antaranya anak-anak yang dibawa oleh orangtuanya. Sayang kecepatan pelayanannya menurun. Teman saya yang datang belakangan harus menunggu sekitar 20 menit untuk bisa menikmati Sweet Potato Fries. Itu pun setelah mengingatkan pelayan tentang  pesanannya.

Oh, ya, restoran ini memang bukan untuk duduk dan mengobrol  berlama-lama dengan keluarga. Karena ruangannya terbatas. Kursi dan mejanya yang kecil dan tipis,  sebagian diletakkan berdempetan.

Saking kecilnya jarak antara meja satu dengan  meja yang lain membuat perlu usaha khusus untuk bisa keluar jika Anda duduk di  kursi  yang menyandar ke dinding. Mejanya pun tidak cukup lega untuk menampung 3 menu makanan.

Lepas dari ruangannya  yang sempit,  saya setuju dengan moto mereka ‘truly healthy but never sacrifice the taste’. Yes, makanan sehatnya  sungguh menghibur lidah dan juga mata.

 

 

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin