Kunci Sukses Traveling Bersama Anak Beda Usia
Posted by: Admin

Anak segala usia bisa diajak traveling dan bisa menikmatinya, lho. Kuncinya adalah sesuaikan destinasi dengan tahapan usia anak. Ini beberapa tips yang bisa dilakukan jika familygoers akan traveling bersama bayi, anak prasekolah, anak sekolah, dan anak remaja.

Bayi

Bayi baru lahir hingga 6 bulan sangat mudah diajak traveling. Mereka sangatlah fleksibel.

“Anda bisa mengajaknya ke mana saja dan membuatnya happy selama ia merasa nyaman dan melakukan rutinitasnya,” kata Rainer Jenss, presiden dan pendiri  Family Travel Association, semacam  travel keluarga.

Makanya, saat bepergian dengan bayi pastikan ia tidur cukup, popoknya tidak basah, dan makan tepat waktu. Lakukan rutinitasnya dengan baik. Tidur di jam tidurnya. Begitu juga dengan makannya.

Saat packing,  pastikan bawa semua kebutuhan bayi seperti selimut kesukaannya, mainan, botol, dan buku yang biasa dibacakan,

Meskipun membawa stroller, jangan terus menerus ia duduk di atasnya. Beri ia kesempatan untuk jalan,  jika sudah bisa berjalan,  atau duduk-duduk di rumput agar ia  memiliki kesempatan untuk eksplorasi.

Anak Prasekolah

Anak-anak usia ini sedang senang  mengenal dunia sekitarnya. Melihat, menyentuh, mencium, dan bertanya tentangnya. Jadi,  destinasi baru bisa membuat mereka senang.

Hanya saja, karena anak usia tersebut sedang aktif-aktifnya, sisipkan waktu untuk bermain di playground  atau berenang di kolam renang hotel untuk mengeluarkan energinya yang berlebih.

Selain destinasi tertentu, ada baiknya juga membawa anak-anak usia ini menghabiskan waktu di taman kota. Mereka pasti senang bisa loncat-loncat dan  berlari di alam terbuka. Syukur-syukur bisa bertemu dengan teman baru, warga setempat.

Dengan begitu,  familygoers juga bisa berbincang dengan orangtuanya. Gunakan pertemuan ini untuk menanyakan tentang kota, restoran favorit warga setempat yang mungkin tak tercantum di blog traveler atau brosur wisata.

Perbincangan ringan bisa menjadi awal persahabatan, lho. Sebelum berpisah, bisa saling tukar no telepon, saling follow sosmed atau jika masih Anda waktu bisa janjian untuk makan bersama. Seru!

Anak Usia Sekolah

Kunci agar usia 5 tahun bisa menjadi teman liburan yang baik adalah dengan mengajaknya terlibat merencanakan liburan.  Jadi, dorong anak untuk melihat-lihat sosial media yang memposting destinasi dan aktivitas liburan.

Jika anak belum bisa membaca, bacakan review orang-orang tentang destinasi tersebut. Dengan begitu anak belajar untuk memperpertimbangkan mana kira-kira yang akan membuatnya nyaman.

Biarkan  anak memilih beberapa aktivitas di destinasi pilihan. Di pantai, misalnya, anak bisa memilih naik perahu, bermain pasir, snorkeling, atau memancing.

Dengan pilihannya sendiri   anak akan bersemangat menanti liburan datang dan mendapat pengetahuan baru.  Entah itu mengenal jenis ikan atau berkenalan dengan anak-anak seusianya saat bermain pasir.

Remaja

Anak usia ini sudah memiliki keinginan sendiri. Maka, ajak ia untuk memilih kota atau negara sebagai destinasi. Setelah itu beri  mereka kesempatan untuk memilih tempat-tempat yang akan mereka kunjungi.  Familygoers tinggal memasukkan destinasi yang ingin dikunjungi.

Namun familygoers harus siap-siap juga kalau mereka ingin jalan-jalan sendiri. Namanya juga remaja, mungkin mereka ingin datang ke café tempat remaja setempat hang out atau membeli sesuatu dan ingin bebas memilih.

Selama tempatnya jelas, jaraknya tidak terlalu jauh, transportasinya mudah, familygoers percaya si remaja bisa dilepas sendiri, ya, biarkan saja ia jalan sendiri. Sebab itu akan membuatnya bangga.

Foto: Pexel

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Kunci Sukses Traveling Bersama Anak Beda Usia
Posted by: Admin

Anak segala usia bisa diajak traveling dan bisa menikmatinya, lho. Kuncinya adalah sesuaikan destinasi dengan tahapan usia anak. Ini beberapa tips yang bisa dilakukan jika familygoers akan traveling bersama bayi, anak prasekolah, anak sekolah, dan anak remaja.

Bayi

Bayi baru lahir hingga 6 bulan sangat mudah diajak traveling. Mereka sangatlah fleksibel.

“Anda bisa mengajaknya ke mana saja dan membuatnya happy selama ia merasa nyaman dan melakukan rutinitasnya,” kata Rainer Jenss, presiden dan pendiri  Family Travel Association, semacam  travel keluarga.

Makanya, saat bepergian dengan bayi pastikan ia tidur cukup, popoknya tidak basah, dan makan tepat waktu. Lakukan rutinitasnya dengan baik. Tidur di jam tidurnya. Begitu juga dengan makannya.

Saat packing,  pastikan bawa semua kebutuhan bayi seperti selimut kesukaannya, mainan, botol, dan buku yang biasa dibacakan,

Meskipun membawa stroller, jangan terus menerus ia duduk di atasnya. Beri ia kesempatan untuk jalan,  jika sudah bisa berjalan,  atau duduk-duduk di rumput agar ia  memiliki kesempatan untuk eksplorasi.

Anak Prasekolah

Anak-anak usia ini sedang senang  mengenal dunia sekitarnya. Melihat, menyentuh, mencium, dan bertanya tentangnya. Jadi,  destinasi baru bisa membuat mereka senang.

Hanya saja, karena anak usia tersebut sedang aktif-aktifnya, sisipkan waktu untuk bermain di playground  atau berenang di kolam renang hotel untuk mengeluarkan energinya yang berlebih.

Selain destinasi tertentu, ada baiknya juga membawa anak-anak usia ini menghabiskan waktu di taman kota. Mereka pasti senang bisa loncat-loncat dan  berlari di alam terbuka. Syukur-syukur bisa bertemu dengan teman baru, warga setempat.

Dengan begitu,  familygoers juga bisa berbincang dengan orangtuanya. Gunakan pertemuan ini untuk menanyakan tentang kota, restoran favorit warga setempat yang mungkin tak tercantum di blog traveler atau brosur wisata.

Perbincangan ringan bisa menjadi awal persahabatan, lho. Sebelum berpisah, bisa saling tukar no telepon, saling follow sosmed atau jika masih Anda waktu bisa janjian untuk makan bersama. Seru!

Anak Usia Sekolah

Kunci agar usia 5 tahun bisa menjadi teman liburan yang baik adalah dengan mengajaknya terlibat merencanakan liburan.  Jadi, dorong anak untuk melihat-lihat sosial media yang memposting destinasi dan aktivitas liburan.

Jika anak belum bisa membaca, bacakan review orang-orang tentang destinasi tersebut. Dengan begitu anak belajar untuk memperpertimbangkan mana kira-kira yang akan membuatnya nyaman.

Biarkan  anak memilih beberapa aktivitas di destinasi pilihan. Di pantai, misalnya, anak bisa memilih naik perahu, bermain pasir, snorkeling, atau memancing.

Dengan pilihannya sendiri   anak akan bersemangat menanti liburan datang dan mendapat pengetahuan baru.  Entah itu mengenal jenis ikan atau berkenalan dengan anak-anak seusianya saat bermain pasir.

Remaja

Anak usia ini sudah memiliki keinginan sendiri. Maka, ajak ia untuk memilih kota atau negara sebagai destinasi. Setelah itu beri  mereka kesempatan untuk memilih tempat-tempat yang akan mereka kunjungi.  Familygoers tinggal memasukkan destinasi yang ingin dikunjungi.

Namun familygoers harus siap-siap juga kalau mereka ingin jalan-jalan sendiri. Namanya juga remaja, mungkin mereka ingin datang ke café tempat remaja setempat hang out atau membeli sesuatu dan ingin bebas memilih.

Selama tempatnya jelas, jaraknya tidak terlalu jauh, transportasinya mudah, familygoers percaya si remaja bisa dilepas sendiri, ya, biarkan saja ia jalan sendiri. Sebab itu akan membuatnya bangga.

Foto: Pexel

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin