Kisah Boneka Tradisional Jepang dari Distrik Mainan, Kuramae
Posted by: Ida Ahdiah

Saya menemukan koleksi boneka Okiagari Koboshi, di sebuah toko mainan di wilayah Kuramae, Taito, Tokyo. Dulu, wilayah itu merupakan distrik mainan yang banyak menjual mainan anak-anak, termasuk tradisional Jepang.

Waktu melihat barisan boneka imut sebesar jempol mengenakan kostum yang menunjukkan profesi, usia, dan gender dengan  model dan warna yang berbeda-beda, saya mengira itu adalah boneka jari.

Tapi ketika hendak saya mengambil satu dan hendak menempelkannya di jari,  kok, tidak ada lubang untuk tempat jari.  Saya pun meminta penjelasan ke palayan di toko maianan, di distrik Kuramae, Taito, Jepang, dalam satu perjalanan musim semi  beberapa waktu lalu.

Jadi boneka apakah itu?

Pelayan di toko mainan itu berusaha menjelaskan dengan bahasa Jepang, seolah saya mengerti apa yang ia  ucapkan.  Sementara saya menggeleng putus asa karena sama sekali tidak mengerti.

Dengan bahasa isyarat, saya meminta dia menunjukkan bagaimana cara memainkan boneka imut  itu.

Perempuan muda itu kemudian mengambil dan meletakannya di lantai. Lalu, ia mendorong boneka tersebut ke depan dan ke belakang.

Dan saya pun terbahak-bahak melihat bagaimana boneka itu dimainkan. Sebab ketika boneka ini didorong ke belakang akan bangun kembali dengan cepat. Begitu juga sebaliknya.

Pendek kata boneka ini tidak bisa berbaring tenang. Ia akan kembali berdiri saat didorong ke depan atau ke belakang. Bahkan ketika dibanting pun!

Nah, kan, anak-anak pasti penasaran mengulang-ulang gerakan boneka ‘ngeyel’ ini.

Nama mainan tersebut adalah Okiagari Koboshi, merupakan boneka tradisonal Jepang yang sudah ada sejak abad 14.

Okiagari memiliki banyak kostum dan karakter; nenek, kakek, koki, samurai, bayi, anak kecil, samurai, dan banyak lagi.

Boneka ringan yang terbuat dari papier mache dipercaya oleh masyarakat setempat bisa membawa ‘keberuntungan’.

Saat membeli boneka pelayan mencontohkan dua okiagari di lantai dan mendorong keduanya ke belakang secara bersamaan.

Sambil tersenyum, dia memberi saya boneka yang saat ‘bangun’ lebih cepat dari yang satunya. Hmmm, ternyata ada kepercayaan boneka yang ‘bangunnya’ lebih cepat membawa keberuntungan lebih.

Saya kemudian  membeli 10 boneka itu oleh oleh buat ponakan-ponakan yang masih kecil.

Namun, jika Anda tertarik  membeli mainan tersebut Anda tidak perlu ke Tokyo, kok.  Saya melihat ada toko online yang menjualnya.

Tulis saja  okiagari koboshi…Dan Anda pun akan melihat  beberapa toko online yang menjual mainan tersebut.

 

Tulisang lengkap tentang manfaat bermain okiagari bagi balita bisa Anda baca di  http://ceritabuatanak.com/manfaat-bermain-boneka-okiagari-koboshi-bagi-balita/

 

 

 

 

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Ida Ahdiah

 

Kisah Boneka Tradisional Jepang dari Distrik Mainan, Kuramae
Posted by: Ida Ahdiah

Saya menemukan koleksi boneka Okiagari Koboshi, di sebuah toko mainan di wilayah Kuramae, Taito, Tokyo. Dulu, wilayah itu merupakan distrik mainan yang banyak menjual mainan anak-anak, termasuk tradisional Jepang.

Waktu melihat barisan boneka imut sebesar jempol mengenakan kostum yang menunjukkan profesi, usia, dan gender dengan  model dan warna yang berbeda-beda, saya mengira itu adalah boneka jari.

Tapi ketika hendak saya mengambil satu dan hendak menempelkannya di jari,  kok, tidak ada lubang untuk tempat jari.  Saya pun meminta penjelasan ke palayan di toko maianan, di distrik Kuramae, Taito, Jepang, dalam satu perjalanan musim semi  beberapa waktu lalu.

Jadi boneka apakah itu?

Pelayan di toko mainan itu berusaha menjelaskan dengan bahasa Jepang, seolah saya mengerti apa yang ia  ucapkan.  Sementara saya menggeleng putus asa karena sama sekali tidak mengerti.

Dengan bahasa isyarat, saya meminta dia menunjukkan bagaimana cara memainkan boneka imut  itu.

Perempuan muda itu kemudian mengambil dan meletakannya di lantai. Lalu, ia mendorong boneka tersebut ke depan dan ke belakang.

Dan saya pun terbahak-bahak melihat bagaimana boneka itu dimainkan. Sebab ketika boneka ini didorong ke belakang akan bangun kembali dengan cepat. Begitu juga sebaliknya.

Pendek kata boneka ini tidak bisa berbaring tenang. Ia akan kembali berdiri saat didorong ke depan atau ke belakang. Bahkan ketika dibanting pun!

Nah, kan, anak-anak pasti penasaran mengulang-ulang gerakan boneka ‘ngeyel’ ini.

Nama mainan tersebut adalah Okiagari Koboshi, merupakan boneka tradisonal Jepang yang sudah ada sejak abad 14.

Okiagari memiliki banyak kostum dan karakter; nenek, kakek, koki, samurai, bayi, anak kecil, samurai, dan banyak lagi.

Boneka ringan yang terbuat dari papier mache dipercaya oleh masyarakat setempat bisa membawa ‘keberuntungan’.

Saat membeli boneka pelayan mencontohkan dua okiagari di lantai dan mendorong keduanya ke belakang secara bersamaan.

Sambil tersenyum, dia memberi saya boneka yang saat ‘bangun’ lebih cepat dari yang satunya. Hmmm, ternyata ada kepercayaan boneka yang ‘bangunnya’ lebih cepat membawa keberuntungan lebih.

Saya kemudian  membeli 10 boneka itu oleh oleh buat ponakan-ponakan yang masih kecil.

Namun, jika Anda tertarik  membeli mainan tersebut Anda tidak perlu ke Tokyo, kok.  Saya melihat ada toko online yang menjualnya.

Tulis saja  okiagari koboshi…Dan Anda pun akan melihat  beberapa toko online yang menjual mainan tersebut.

 

Tulisang lengkap tentang manfaat bermain okiagari bagi balita bisa Anda baca di  http://ceritabuatanak.com/manfaat-bermain-boneka-okiagari-koboshi-bagi-balita/

 

 

 

 

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Ida Ahdiah