Keseruan Berkemah Plus Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Anak
Keseruan Berkemah Plus Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Anak
Posted by: Admin

Liburan sekolah, tidak ke mana-mana, tidak perlu mati gaya. Anda bisa berkemah, cukup dengan memasang tenda di halaman rumah. Lakukan ini  agar anak memiliki kenangan berkemah yang tak terlupakan.

  1. Pilih malam yang cerah dan syukur-syukur sedang terang bulan dan bintang bertaburan. Suasana ini akan membuat acara berkemah menjadi luar biasa,  karena sambil duduk-duduk di tepi tenda atau berbaring  menatap langit  Anda bisa mengajak anak  menikmati pendar purnama dan kemilau bintang. Stimulasi imajinasinya tentang apa yang ingin ia lakukan saat berada di bulan atau di antara bintang-bintang. Biarkan ia bercerita yang akan mengasah kemampun  bahasanya.
  2. Bangun tenda bersama. Ayo, keluarkan tenda kecil yang selama ini disimpan dan ajak anak  membangun tenda di halaman depan atau belakang. Ajak anak untuk mendirikan tenda bersama. Balita bisa diminta untuk memegang ujung tali atau tenda. Lakukan sambil menyanyikan lagu yang ia sukai. Lebih seru lagi jika sambil mendengarkan lagu dan  musik kesukaan anak.  Suasana menjadi riang apalagi jika disertai tubuh yang bergoyang  mengikuti irama musik.  Aktivitas ini antara lain akan menstimulasi motorik kasar anak, emosi, kerja-sama dan tanggung jawab anak.
  3. Siapkan perlengkapan berkemah seperti baju untuk ganti, baju tidur, selimut, bantal, mainan, buku kesukaan, dan lampu senter. Minta ia memilih dan membawa sendiri barang-barang tersebut dan menatanya di tenda. Dengan perlengkapan itu anak akan mengenal dengan sebenarnya kebiasaan yang biasa dilakukan saat tidur di tenda.
  4. Siapkan makanan spesial. Makanan seperti marsmallow, jagung bakar, sosis bakar, kentang goreng, dan coklat hangat adalah di antara makanan yang biasa dimakan saat berkemah. Makanan tersebut bisa dinikmati untuk makan malam sambal menggelar taplak di depan tenda, di bawah langit. Ajak anak menyiapkan makanan yang bisa menstimulasi kecerdasan sosial dan motorik kasarnya.
  5. Siapkan permainan  seru. Misalnya dengan mengajak anak bermain ‘memory games’. Caranya, taruh 6 barang miliknya yang dibawa untuk kemping seperti buku, mainan, makanan, dan perlengkapan mandi seperti sikat gigi. Minta anak memerhatikan semua barang. Lalu minta ia  menutup matanya. Saat anak menutup mata, sembunyikan salah satu barang. Lalu minta ia membuka mata dan  tanya, apa barang yang hilan. Permainan ini akan mengasah daya ingatnya. Saat mulai gelap Anda bisa mengajaknya bermain ‘menangkap cahaya’. Caranya, gelapkan tenda dan sekitarnya. Lalu minta anak menangkap cahaya yang Anda sorotkan dari lampu senter ke tanaman, baju, dan benda-benda lainnya Tentunya arah lampu senter jangan terlalu tinggi dari anak. Beri anak kesempatan untuk meraih cahaya. Lalu tanya, cahaya itu menempel pada benda apa. Beri juga anak kesempatan untuk memainkan lampu senter dan Anda yang menangkapnya. Seru, kan!
  6. Menikmati malam tanpa lampu. Saat malam sudah turun dan mulai gelap. Coba matikan lampu dan hanya mengandalkan sinar bulan dan bintang. Cahaya bulan purnama akan membuat malam tidak terlalu gelap. Lewat peristiwa alam ini anak memiliki pengalaman baru tentang cahaya. Cahaya tidak hanya ada pada lampu, korek api, dan kompor yang selama ini ia kenal, melainkan juga dari bulan dan bintang. Ini akan menstimulai kecerdasan natural, yaitu kemampuan mengenal alam sekitarnya. yang mendorongnya untuk mencintai alam dan melindunginya.

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Keseruan Berkemah Plus Manfaatnya bagi Tumbuh Kembang Anak
Posted by: Admin

Liburan sekolah, tidak ke mana-mana, tidak perlu mati gaya. Anda bisa berkemah, cukup dengan memasang tenda di halaman rumah. Lakukan ini  agar anak memiliki kenangan berkemah yang tak terlupakan.

  1. Pilih malam yang cerah dan syukur-syukur sedang terang bulan dan bintang bertaburan. Suasana ini akan membuat acara berkemah menjadi luar biasa,  karena sambil duduk-duduk di tepi tenda atau berbaring  menatap langit  Anda bisa mengajak anak  menikmati pendar purnama dan kemilau bintang. Stimulasi imajinasinya tentang apa yang ingin ia lakukan saat berada di bulan atau di antara bintang-bintang. Biarkan ia bercerita yang akan mengasah kemampun  bahasanya.
  2. Bangun tenda bersama. Ayo, keluarkan tenda kecil yang selama ini disimpan dan ajak anak  membangun tenda di halaman depan atau belakang. Ajak anak untuk mendirikan tenda bersama. Balita bisa diminta untuk memegang ujung tali atau tenda. Lakukan sambil menyanyikan lagu yang ia sukai. Lebih seru lagi jika sambil mendengarkan lagu dan  musik kesukaan anak.  Suasana menjadi riang apalagi jika disertai tubuh yang bergoyang  mengikuti irama musik.  Aktivitas ini antara lain akan menstimulasi motorik kasar anak, emosi, kerja-sama dan tanggung jawab anak.
  3. Siapkan perlengkapan berkemah seperti baju untuk ganti, baju tidur, selimut, bantal, mainan, buku kesukaan, dan lampu senter. Minta ia memilih dan membawa sendiri barang-barang tersebut dan menatanya di tenda. Dengan perlengkapan itu anak akan mengenal dengan sebenarnya kebiasaan yang biasa dilakukan saat tidur di tenda.
  4. Siapkan makanan spesial. Makanan seperti marsmallow, jagung bakar, sosis bakar, kentang goreng, dan coklat hangat adalah di antara makanan yang biasa dimakan saat berkemah. Makanan tersebut bisa dinikmati untuk makan malam sambal menggelar taplak di depan tenda, di bawah langit. Ajak anak menyiapkan makanan yang bisa menstimulasi kecerdasan sosial dan motorik kasarnya.
  5. Siapkan permainan  seru. Misalnya dengan mengajak anak bermain ‘memory games’. Caranya, taruh 6 barang miliknya yang dibawa untuk kemping seperti buku, mainan, makanan, dan perlengkapan mandi seperti sikat gigi. Minta anak memerhatikan semua barang. Lalu minta ia  menutup matanya. Saat anak menutup mata, sembunyikan salah satu barang. Lalu minta ia membuka mata dan  tanya, apa barang yang hilan. Permainan ini akan mengasah daya ingatnya. Saat mulai gelap Anda bisa mengajaknya bermain ‘menangkap cahaya’. Caranya, gelapkan tenda dan sekitarnya. Lalu minta anak menangkap cahaya yang Anda sorotkan dari lampu senter ke tanaman, baju, dan benda-benda lainnya Tentunya arah lampu senter jangan terlalu tinggi dari anak. Beri anak kesempatan untuk meraih cahaya. Lalu tanya, cahaya itu menempel pada benda apa. Beri juga anak kesempatan untuk memainkan lampu senter dan Anda yang menangkapnya. Seru, kan!
  6. Menikmati malam tanpa lampu. Saat malam sudah turun dan mulai gelap. Coba matikan lampu dan hanya mengandalkan sinar bulan dan bintang. Cahaya bulan purnama akan membuat malam tidak terlalu gelap. Lewat peristiwa alam ini anak memiliki pengalaman baru tentang cahaya. Cahaya tidak hanya ada pada lampu, korek api, dan kompor yang selama ini ia kenal, melainkan juga dari bulan dan bintang. Ini akan menstimulai kecerdasan natural, yaitu kemampuan mengenal alam sekitarnya. yang mendorongnya untuk mencintai alam dan melindunginya.

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin