Indonesia Raih Peringkat Teratas Destinasi Tourism Halal Dunia
Posted by: Admin

Tahun 2019 merupakan tahun membanggakan bagi Indonesia karena di tahun ini, Indonesia berhasil menyabet berbagai penghargaan di bidang pariwisata, salah satunya adalah sebagai destinasi wisata ramah muslim teratas di dunia bersama dengan Malaysia menurut Global Muslim Travel Index (GMTI). Tentunya ini adalah sebuah kebanggaan bagi Indonesia setelah lima tahun menantikan dan mempersiapkan kemenangan ini, seperti yang diungkapkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, ketika memberikan sambutan di acara penganugerahan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI), pada 9 April lalu. Tahun sebelumnya, Indonesia menduduki peringkat ke-2.

Indonesia raih penghargaan wisata halal terbaik di dunia

Menurut laporan GMTI pasar wisata muslim ini meningkat dengan pesat sejak pertama mulai diperkenalkan di tahun 2007/2008, dan kini pasar wisata muslim ini memasuki Halal Travel 2.0 yang lebih banyak memanfaatkan perkembangan teknologi terkini dalam kemajuannya. Fazal Bahardeen, selaku  founder dan CEO CrescentRating dan Halal Trip menjelaskan ada beberapa kebutuhan yang perlu dipenuhi lokasi wisata untuk para wisatawan muslim, yakni makanan halal, fasilitas tempat sholat, tempat mencuci tangan atau berwudhu yang memadai, tidak ada islamophobia, local muslim experiences, layanan bulan Ramadhan, tempat wisata dengan privacy, dan tidak adanya layanan non halal.

Bukan hanya penghargaan wisata muslim terbaik, di tahun 2019 ini, Indonesia juga meraih berbagai penghargaan sebagai negara terindah di dunia, negara dengan pertumbuhan pariwisata terbaik di dunia, hingga Bali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di Asia versi situs wisata Trip Advisor.

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Arief Yahya, lebih jauh menjelaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen meningkatkan industri pariwisata Indonesia dengan memberikan produk dan layanan wisata standar dunia, di samping berkonsentrasi pada layanan wisata halal. Indonesia juga memiliki Indonesia Muslim Travel Index untuk wisata halal, karena itu peringkat Indonesia terus bisa naik dari peringkat 6 di tahun 2015 sampai ke peringkat 1 di tahun 2019. “NTB dengan Lombok nya kita nobatkan sebagai destinas wisata halal terbaik di Indonesia, disusul Aceh dan Sumatra Barat. “Sementara yang mengejutkan adalah Riau dan Kepulauan Riau, dua provinsi ini sebelumnya tidak pernah masuk dalam Muslim Travel Index, namun akhirnya tahun ini muncul,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang dampak harga tiket pesawat yang naik belakang ini, Arief Yahya mengakui memang ada penurunan jumlah wisatawan domestik rata-rata sebesar 30 % pada periode Januari hingga Maret 2019. Maka dari itu, Arief Meminta Menteri Perhubungan, Budi Karya Subadi, untuk segera memberlakukan peraturan mengenai tarif maskapai penerbangan. Namun sementara itu, pihaknya akan terus berusaha mendongkrak industri pariwisata Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara bahkan hingga dunia.

Mari kita doakan semoga tarif penerbangan domestik bisa kembali seperti sedia kala agar pariwisata Indonesia semakin meroket. 🙂

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Indonesia Raih Peringkat Teratas Destinasi Tourism Halal Dunia
Posted by: Admin

Tahun 2019 merupakan tahun membanggakan bagi Indonesia karena di tahun ini, Indonesia berhasil menyabet berbagai penghargaan di bidang pariwisata, salah satunya adalah sebagai destinasi wisata ramah muslim teratas di dunia bersama dengan Malaysia menurut Global Muslim Travel Index (GMTI). Tentunya ini adalah sebuah kebanggaan bagi Indonesia setelah lima tahun menantikan dan mempersiapkan kemenangan ini, seperti yang diungkapkan Menteri Pariwisata, Arief Yahya, ketika memberikan sambutan di acara penganugerahan Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI), pada 9 April lalu. Tahun sebelumnya, Indonesia menduduki peringkat ke-2.

Indonesia raih penghargaan wisata halal terbaik di dunia

Menurut laporan GMTI pasar wisata muslim ini meningkat dengan pesat sejak pertama mulai diperkenalkan di tahun 2007/2008, dan kini pasar wisata muslim ini memasuki Halal Travel 2.0 yang lebih banyak memanfaatkan perkembangan teknologi terkini dalam kemajuannya. Fazal Bahardeen, selaku  founder dan CEO CrescentRating dan Halal Trip menjelaskan ada beberapa kebutuhan yang perlu dipenuhi lokasi wisata untuk para wisatawan muslim, yakni makanan halal, fasilitas tempat sholat, tempat mencuci tangan atau berwudhu yang memadai, tidak ada islamophobia, local muslim experiences, layanan bulan Ramadhan, tempat wisata dengan privacy, dan tidak adanya layanan non halal.

Bukan hanya penghargaan wisata muslim terbaik, di tahun 2019 ini, Indonesia juga meraih berbagai penghargaan sebagai negara terindah di dunia, negara dengan pertumbuhan pariwisata terbaik di dunia, hingga Bali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di Asia versi situs wisata Trip Advisor.

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Berbagai prestasi bidang pariwisata yang diraih Indonesia

Arief Yahya, lebih jauh menjelaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen meningkatkan industri pariwisata Indonesia dengan memberikan produk dan layanan wisata standar dunia, di samping berkonsentrasi pada layanan wisata halal. Indonesia juga memiliki Indonesia Muslim Travel Index untuk wisata halal, karena itu peringkat Indonesia terus bisa naik dari peringkat 6 di tahun 2015 sampai ke peringkat 1 di tahun 2019. “NTB dengan Lombok nya kita nobatkan sebagai destinas wisata halal terbaik di Indonesia, disusul Aceh dan Sumatra Barat. “Sementara yang mengejutkan adalah Riau dan Kepulauan Riau, dua provinsi ini sebelumnya tidak pernah masuk dalam Muslim Travel Index, namun akhirnya tahun ini muncul,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang dampak harga tiket pesawat yang naik belakang ini, Arief Yahya mengakui memang ada penurunan jumlah wisatawan domestik rata-rata sebesar 30 % pada periode Januari hingga Maret 2019. Maka dari itu, Arief Meminta Menteri Perhubungan, Budi Karya Subadi, untuk segera memberlakukan peraturan mengenai tarif maskapai penerbangan. Namun sementara itu, pihaknya akan terus berusaha mendongkrak industri pariwisata Indonesia menjadi yang terbaik di Asia Tenggara bahkan hingga dunia.

Mari kita doakan semoga tarif penerbangan domestik bisa kembali seperti sedia kala agar pariwisata Indonesia semakin meroket. 🙂

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin