Hal-hal Mengejutkan yang Ditemukan Saat Menginap di Rumah atau Apartemen lewat Airbnb
Posted by: Admin

 

Rumah yang Mimin sewa di Rotorua, waktu jalan-jalan ke New Zealand

Menginap di rumah atau apartemen lewat Airbnb  saat traveling  ternyata seru, lho. Simak saja pengalaman Familygoers yang bikin deg-degan, mengejutkan, dan simak juga  plus-minusnya.

@citrabecks: “Waktu ke Manchester nggak tahu kalau hostel yang dipilih ternyata lumayan jauh dari pusat kota. Lokasinya di kota kecil. In the middle of nowhere. Pas sampai, saking sepinya,  beneran sampai mau menangis karena nggak ada satu pun orang yang lewat yang bisa ditanyain arah ke hostel. Tapi pas ketemu hostelnya ternyata seperti rumah besar, berlantai tiga  yang memiliki attic untuk menginap juga. Sedangkan lantai dasarnya dijadikan pub yang ramai banget di malam hari. Orang-orang pada nonton bola di pub. Lantai atasnya baru deh dijadikan kamar. Saya kebetulan dapat kamar di attic.  Sudah malas saja ngebayangin tidur di loteng. Eh, pas melihat kamarnya, wah, alhamdulillah bagus banget! Kamar mandinya juga bersih sekelas hotel. Dapat sarapan, bisa memakai mesin cuci dan setrika juga kalau mau. Fasilitas itu membuat saya merasa di rumah sendiri. Yang punya rumah sepasang suami istri dengan penampilan  ‘metal rock n roll’ habis.  Tubuhnya bertato dan piercing. Tapi ternyata mereka baikkkk banget. Suaminya mau antar beberapa tamunya ke pusat kota dengan mobilnya. Dia juga mengantar saya ke Old Trafford. Alhamdulillah bisa ngirit uang transport, kan. Jadi kesimpulannya, tidak semua yang terlihat kasat mata itu jelek. Jadi sebaiknya berbaik sangka pada orang lain atau keadaan.”

@eira_aurelia: “Sudah dua kali menginap memakai Airbnb dan sejauh ini keduanya sesuai dengan harapan. Malah ada yang dapat satu rumah sendiri dua lantai. Sebenarnya sama saja kayak order hotel, via traveloka. Namun sebaiknya baca testimoni dulu untuk mengetahui sesuai tidak dengan yang diiklankan supaya nggak kecele .Karena ada juga Airbnb yang ternyata kamar hotel cuma list harganya lebih murah. Padahal tak selalu juga Airbnb lebih murah. Biasanya saya cross chek lagi harganya lewat aplikasi lain. Airbnb juga tergantung hostnya. Ada yang dapat breakfast. Jadi kita harus pintar-pintar milih.”

@prithaastriadi: “Pas ke Bali saya menginap di Vila Gemuk, Seminyak. Harga sewanya memang jauh lebih mahal, tapi hostnya asyik, sih. Alhamdulillah vila dilengkapi security pribadi yang stan by 24 jam. Ibu-ibu yang bantu juga stand by 24 jam, tinggal di-call, cus datang. Cuma kudu tahu diri, ya, kasih tips si ibu yang beberes dan pak security yang sudah bikin kita nyaman.”

@travelingpercils: “Kami sekeluarga sering memakai Aibnb. Serunya pas cari-cari alamat dan kunci karena tidak semua host nemuin langsung, cuma kasih petunjuk saja cara buka pintunya atau naruh kunci di mana. Sedangkan pengalamanku sebagai host Airbnb di Surabaya paling kesal kalau ada yang menginap tapi tidak menjaga kebersihan, yang bikin kamar kayak kamar pecah. Tapi untuk  yang kayak gini 10% saja dari total tamu. Mereka yang sudah biasa menginap di Airbnb/hostel  di luar negeri biasanya tahu kalau habis pakai diberesin sendiri.

Sementara menurut pengalaman Mimin yang saat traveling pernah nginap di rumah dan apartemen lewat Airbnb di dalam dan di luar negeri, inilah plus minus menginap di tempat tersebut.

Plus
•       Harga bisa lebih murah, meskipun tidak selalu lebih murah
•       Biasanya dilengkapi dengan dapur,  kompor, peralatan masak serta bumbu-bumbu dasar.
•       Beberapa di antaranya dilengkapi mesin cuci.
•       Jika dapat host yang baik, biasanya diizinkan memakai isi kulkas pemilik rumah/apartemen
•       Serasa di rumah sendiri
•       Lebih dekat dengan masyarakat lokal
•       Jika pemilik rumah memiliki anak, di apartemen/rumahnya biasanya tersedia juga crib dan mainan-mainan anak
•       Waktu check in/check out lebih fleksibel
•       Pembayaran bisa dicicil tanpa bunga (terbatas)

Minus

•       Kadang host tiba-tiba membatalkan reservasi
•       Apartemen/rumah tidak sesuai dengan foto-foto nya
•       Harus membersihkan apartemen/rumah setelah dipakai
•       Tidak ada room service

(Testimoni ini Mimin kutip dari IG @Familygoers dengan sedikit mengubah redaksionalnya tanpa menghilangkan inti masalah)

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Hal-hal Mengejutkan yang Ditemukan Saat Menginap di Rumah atau Apartemen lewat Airbnb
Posted by: Admin

 

Rumah yang Mimin sewa di Rotorua, waktu jalan-jalan ke New Zealand

Menginap di rumah atau apartemen lewat Airbnb  saat traveling  ternyata seru, lho. Simak saja pengalaman Familygoers yang bikin deg-degan, mengejutkan, dan simak juga  plus-minusnya.

@citrabecks: “Waktu ke Manchester nggak tahu kalau hostel yang dipilih ternyata lumayan jauh dari pusat kota. Lokasinya di kota kecil. In the middle of nowhere. Pas sampai, saking sepinya,  beneran sampai mau menangis karena nggak ada satu pun orang yang lewat yang bisa ditanyain arah ke hostel. Tapi pas ketemu hostelnya ternyata seperti rumah besar, berlantai tiga  yang memiliki attic untuk menginap juga. Sedangkan lantai dasarnya dijadikan pub yang ramai banget di malam hari. Orang-orang pada nonton bola di pub. Lantai atasnya baru deh dijadikan kamar. Saya kebetulan dapat kamar di attic.  Sudah malas saja ngebayangin tidur di loteng. Eh, pas melihat kamarnya, wah, alhamdulillah bagus banget! Kamar mandinya juga bersih sekelas hotel. Dapat sarapan, bisa memakai mesin cuci dan setrika juga kalau mau. Fasilitas itu membuat saya merasa di rumah sendiri. Yang punya rumah sepasang suami istri dengan penampilan  ‘metal rock n roll’ habis.  Tubuhnya bertato dan piercing. Tapi ternyata mereka baikkkk banget. Suaminya mau antar beberapa tamunya ke pusat kota dengan mobilnya. Dia juga mengantar saya ke Old Trafford. Alhamdulillah bisa ngirit uang transport, kan. Jadi kesimpulannya, tidak semua yang terlihat kasat mata itu jelek. Jadi sebaiknya berbaik sangka pada orang lain atau keadaan.”

@eira_aurelia: “Sudah dua kali menginap memakai Airbnb dan sejauh ini keduanya sesuai dengan harapan. Malah ada yang dapat satu rumah sendiri dua lantai. Sebenarnya sama saja kayak order hotel, via traveloka. Namun sebaiknya baca testimoni dulu untuk mengetahui sesuai tidak dengan yang diiklankan supaya nggak kecele .Karena ada juga Airbnb yang ternyata kamar hotel cuma list harganya lebih murah. Padahal tak selalu juga Airbnb lebih murah. Biasanya saya cross chek lagi harganya lewat aplikasi lain. Airbnb juga tergantung hostnya. Ada yang dapat breakfast. Jadi kita harus pintar-pintar milih.”

@prithaastriadi: “Pas ke Bali saya menginap di Vila Gemuk, Seminyak. Harga sewanya memang jauh lebih mahal, tapi hostnya asyik, sih. Alhamdulillah vila dilengkapi security pribadi yang stan by 24 jam. Ibu-ibu yang bantu juga stand by 24 jam, tinggal di-call, cus datang. Cuma kudu tahu diri, ya, kasih tips si ibu yang beberes dan pak security yang sudah bikin kita nyaman.”

@travelingpercils: “Kami sekeluarga sering memakai Aibnb. Serunya pas cari-cari alamat dan kunci karena tidak semua host nemuin langsung, cuma kasih petunjuk saja cara buka pintunya atau naruh kunci di mana. Sedangkan pengalamanku sebagai host Airbnb di Surabaya paling kesal kalau ada yang menginap tapi tidak menjaga kebersihan, yang bikin kamar kayak kamar pecah. Tapi untuk  yang kayak gini 10% saja dari total tamu. Mereka yang sudah biasa menginap di Airbnb/hostel  di luar negeri biasanya tahu kalau habis pakai diberesin sendiri.

Sementara menurut pengalaman Mimin yang saat traveling pernah nginap di rumah dan apartemen lewat Airbnb di dalam dan di luar negeri, inilah plus minus menginap di tempat tersebut.

Plus
•       Harga bisa lebih murah, meskipun tidak selalu lebih murah
•       Biasanya dilengkapi dengan dapur,  kompor, peralatan masak serta bumbu-bumbu dasar.
•       Beberapa di antaranya dilengkapi mesin cuci.
•       Jika dapat host yang baik, biasanya diizinkan memakai isi kulkas pemilik rumah/apartemen
•       Serasa di rumah sendiri
•       Lebih dekat dengan masyarakat lokal
•       Jika pemilik rumah memiliki anak, di apartemen/rumahnya biasanya tersedia juga crib dan mainan-mainan anak
•       Waktu check in/check out lebih fleksibel
•       Pembayaran bisa dicicil tanpa bunga (terbatas)

Minus

•       Kadang host tiba-tiba membatalkan reservasi
•       Apartemen/rumah tidak sesuai dengan foto-foto nya
•       Harus membersihkan apartemen/rumah setelah dipakai
•       Tidak ada room service

(Testimoni ini Mimin kutip dari IG @Familygoers dengan sedikit mengubah redaksionalnya tanpa menghilangkan inti masalah)

 

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin