Familygoers playdate, keriaan bersama di Perpustakaan Nasional
Posted by: Sheika Rauf

Kafe di lantai 1 Perpustakaan Nasional sebagai meeting point playdate hari itu masih tutup. Keluarga BCA, keluarga Maya Rumi, keluarga Adinda, keluarga Elmy sudah berkumpul di depan kafe. Saya pun langsung mengajak mereka menuju lobi belakang kafe untuk menikmati santapan snack pagi itu sambil membuka acara dan menunggu familygoers lainnya yang belum datang.

Hari itu saya melihat wajah-wajah bersemangat ikutan playdate ke Perpustakaan Nasional ini. Sebelum naik ke lantai atas melihat-lihat perpustakaan nasional, sudah menjadi SOP setiap familygoers playdate, masing-masing familygoers harus memperkenalkan diri terlebih dahulu, supaya semuanya saling kenal sebelum bersama-sama playdate.

Saya membuka playdate hari itu dan memperkenalkan keluarga saya, diikuti kak Rika, sang pendongeng, yang akan menghibur kidsgoers hari itu. Perkenalan pun berlanjut, berganti-gantian mengenalkan keluarga masing-masing, aktivitas dan hobi traveling ke mana, diselingi dengan mengisi perut dengan snack yang sudah disediakan oleh familygoers. Sebelum bergerak, kami pun mengumpulkan buku yang sudah dibawa untuk disumbangkan kepada anak-anak yang membutuhkan melalui Taman Baca Anak Lebah.

Yuk kumpulin bukunya ! Semuanya bersemangat !

Berfoto dulu sebelum beranjak ke auditorium untuk menonton sejarah Perpustakaan Nasional

Familygoers pun beranjak ke lantai dua karena rombongan kami sudah ditunggu Ibu Engka dari Perpustakaan Nasional yang menyambut kami dan memperkenalkan tentang sejarah Perpustakaan Nasional. Durasi film nya sekitar 10 menit dan banyak yang bisa kita tahu dari sini tentang Perpustakaan Nasional. Memang sih, tidak semua kidsgoers mengerti isi video nya. Namun ini bisa jadi obrolan antara kidsgoers dan parentsgoers. Tidak sedikit kidsgoers yang bertanya dan akhirnya membuka ruang diskusi. Dulunya Perpustakaan Nasional ini berlokasi di Jalan Salemba atas prakarsa mendiang Ibu Tien Soeharto, sebagai arsip untuk semua dokumen kenegaraan. Sekarang, Perpustaaan Nasional dipindahkan ke Jalan Merdeka Selatan oleh Presiden Joko Widodo. Perpustakaan ini diklaim sebagai perpustakaan tertinggi di dunia dengan 24 lantai. Woooooow ! Dari lantai paling atas, kita bisa melihat kota Jakarta dari atas. Katanya, gedung ini lebih tinggi dari tugu Monas.

Auditorium nya keren bangeeet. Ini sedang bersiap menonton sejarah Perpustakaan Nasional

Selesai menonton video di Auditorium Perpustaakaan Nasional, familygoers semua bergerak menuju Lantai 7 ruang baca anak untuk mendengarkan dongeng dari Kak Rika, menyaksikan sulap dari Kak Rakhim dan melihat-lihat koleksi buku yang ada. Kak Rika bercerita tentang jalan-jalan dengan bus transjakarta, tentang buku dan banyak lagi. Dengan menggunakan materi dongeng yang amat sederhana, namun kidsgoers tetap menyimak dengan seksama. Apalagi waktu kak Rakhim mulai dengan sulapnya. Familygoers pun dibuat terkesima, tidak hanya anak-anak, orangtua juga keheranan bingung dengan trip sulap Kak Rakhim. Dari mulai burung merpati sebagai tamu spesial pada hari itu, sampai air yang dipindahkan dari wadah kecil ke wadah besar dengan volume yang sama namun tetap terisi penuh, baik di wadah kecil maupun wadah besar. Kata Kak Rakhim, trik-trik sulap ini bisa dipelajari, bukanlah sesuatu yang berkaitan dengan ilmu ghaib.

Dengerin dongeng kak Rika dengan seksama

Aksi Sulap Kak Rakhim

Setelah playdate bubar, sebagian besar anak-anak tidak beranjak pergi. Mereka berpencar melihat-lihat dan memilih buku favorit. Mereka pun mengambil posisi paling enak untuk membaca, ada yang membaca bersama teman, ada juga yang ditemani ayah dan ibu.

Asyik membaca buku

Ah, senangnya hari itu. Ternyata, Indonesia memiliki gedung perpustakaan yang besar dan keren banget. Semoga diikuti dengan isi koleksi nya yang tidak kalah keren. Semoga pula perpustakaan-perpustakaan serupa dibangun merata di seluruh daerah di Indonesia. Amiiiiiin.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Sheika Rauf
Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.

 

Familygoers playdate, keriaan bersama di Perpustakaan Nasional
Posted by: Sheika Rauf

Kafe di lantai 1 Perpustakaan Nasional sebagai meeting point playdate hari itu masih tutup. Keluarga BCA, keluarga Maya Rumi, keluarga Adinda, keluarga Elmy sudah berkumpul di depan kafe. Saya pun langsung mengajak mereka menuju lobi belakang kafe untuk menikmati santapan snack pagi itu sambil membuka acara dan menunggu familygoers lainnya yang belum datang.

Hari itu saya melihat wajah-wajah bersemangat ikutan playdate ke Perpustakaan Nasional ini. Sebelum naik ke lantai atas melihat-lihat perpustakaan nasional, sudah menjadi SOP setiap familygoers playdate, masing-masing familygoers harus memperkenalkan diri terlebih dahulu, supaya semuanya saling kenal sebelum bersama-sama playdate.

Saya membuka playdate hari itu dan memperkenalkan keluarga saya, diikuti kak Rika, sang pendongeng, yang akan menghibur kidsgoers hari itu. Perkenalan pun berlanjut, berganti-gantian mengenalkan keluarga masing-masing, aktivitas dan hobi traveling ke mana, diselingi dengan mengisi perut dengan snack yang sudah disediakan oleh familygoers. Sebelum bergerak, kami pun mengumpulkan buku yang sudah dibawa untuk disumbangkan kepada anak-anak yang membutuhkan melalui Taman Baca Anak Lebah.

Yuk kumpulin bukunya ! Semuanya bersemangat !

Berfoto dulu sebelum beranjak ke auditorium untuk menonton sejarah Perpustakaan Nasional

Familygoers pun beranjak ke lantai dua karena rombongan kami sudah ditunggu Ibu Engka dari Perpustakaan Nasional yang menyambut kami dan memperkenalkan tentang sejarah Perpustakaan Nasional. Durasi film nya sekitar 10 menit dan banyak yang bisa kita tahu dari sini tentang Perpustakaan Nasional. Memang sih, tidak semua kidsgoers mengerti isi video nya. Namun ini bisa jadi obrolan antara kidsgoers dan parentsgoers. Tidak sedikit kidsgoers yang bertanya dan akhirnya membuka ruang diskusi. Dulunya Perpustakaan Nasional ini berlokasi di Jalan Salemba atas prakarsa mendiang Ibu Tien Soeharto, sebagai arsip untuk semua dokumen kenegaraan. Sekarang, Perpustaaan Nasional dipindahkan ke Jalan Merdeka Selatan oleh Presiden Joko Widodo. Perpustakaan ini diklaim sebagai perpustakaan tertinggi di dunia dengan 24 lantai. Woooooow ! Dari lantai paling atas, kita bisa melihat kota Jakarta dari atas. Katanya, gedung ini lebih tinggi dari tugu Monas.

Auditorium nya keren bangeeet. Ini sedang bersiap menonton sejarah Perpustakaan Nasional

Selesai menonton video di Auditorium Perpustaakaan Nasional, familygoers semua bergerak menuju Lantai 7 ruang baca anak untuk mendengarkan dongeng dari Kak Rika, menyaksikan sulap dari Kak Rakhim dan melihat-lihat koleksi buku yang ada. Kak Rika bercerita tentang jalan-jalan dengan bus transjakarta, tentang buku dan banyak lagi. Dengan menggunakan materi dongeng yang amat sederhana, namun kidsgoers tetap menyimak dengan seksama. Apalagi waktu kak Rakhim mulai dengan sulapnya. Familygoers pun dibuat terkesima, tidak hanya anak-anak, orangtua juga keheranan bingung dengan trip sulap Kak Rakhim. Dari mulai burung merpati sebagai tamu spesial pada hari itu, sampai air yang dipindahkan dari wadah kecil ke wadah besar dengan volume yang sama namun tetap terisi penuh, baik di wadah kecil maupun wadah besar. Kata Kak Rakhim, trik-trik sulap ini bisa dipelajari, bukanlah sesuatu yang berkaitan dengan ilmu ghaib.

Dengerin dongeng kak Rika dengan seksama

Aksi Sulap Kak Rakhim

Setelah playdate bubar, sebagian besar anak-anak tidak beranjak pergi. Mereka berpencar melihat-lihat dan memilih buku favorit. Mereka pun mengambil posisi paling enak untuk membaca, ada yang membaca bersama teman, ada juga yang ditemani ayah dan ibu.

Asyik membaca buku

Ah, senangnya hari itu. Ternyata, Indonesia memiliki gedung perpustakaan yang besar dan keren banget. Semoga diikuti dengan isi koleksi nya yang tidak kalah keren. Semoga pula perpustakaan-perpustakaan serupa dibangun merata di seluruh daerah di Indonesia. Amiiiiiin.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *



Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.