Pilih paket tour, menyewa tour guide, atau merencanakan sendiri traveling bersama keluarga ?
Posted by: Sheika Rauf

Ketiganya pernah saya rasakan merasakannya, baik itu trip dengan merencanakan segalanya sendiri, ikut tour, maupun menyewa tour guide. Semua ada plus minus nya. Saya ceritakan satu per satu berdasarkan pengalaman traveling kami ya, kelebihan plus kekurangannya.

Trip merencanakan segalanya sendiri

Hampir semua trip kami sekeluarga merencanakan segalanya sendiri, dari A-Z. Saya termasuk tipe orang yang hobi membuat itinerary, belum apa-apa rasanya sudah ada di tempat yang akan kami kunjungi. Dari trip di dalam negeri sampai trip ke luar negeri, bahkan umroh pun, kami memilih jalan sendiri tanpa ikut rombongan travel agent manapun. Rasanya puas. Inilah salah satu kelebihannya. Kami bisa memilih destinasi yang dinginkan dengan pace yang disukai, mau fast traveler atau jadi slow traveler. Tentunya jika bepergian dengan anak, kami harus menyesuaikannya dengan kondisi si anak, jangan sampai dia merasa terlalu lelah sehingga tidak nyaman gara-gara kejar setoran destinasi sebanyak-banyaknya. Budget pun bisa disesuaikan, apakah kami memilih bergaya backpacking atau ingin lebih nyaman, mau hostel, atau hotel berbintang. Biaya juga lebih murah dibandingkan kami harus membeli paket tour.

Namun, membuat itinerary ini juga sangat menyita waktu. Meskipun bagian dari hobi, tetap saja saya harus menyediakan waktu longgar untuk memilih destinasi mana saja yang yang akan dituju, belum lagi memilih hotel dan moda transportasi selama di sana. Segalanya perlu diperhitungkan mengingat saya bepergian dengan anak kecil dan budget nya pun bukan budget yang tak terbatas.

Selain itu, kami juga tidak familiar dengan daerah yang akan kami kunjungi. Kalau informasi nya banyak tersebar di internet, tentunya ini akan lebih memudahkan. Namun sebaliknya, jika daerah yang akan kami kunjungi minim informasi seperti umroh mandiri waktu lalu, bayangan kengerian pun muncul apalagi jika tidak ada orang tempat bergantung. Waktu pun terkadang terbuang percuma di jalan jika nyasar. Memang, sih, nyasar ini bagian dari seni traveling. Tapi kalau nyasarnya bersama anak balita yang sedang kelaparan atau kepanasan ? Inilah salah satu kekurangan yang akhirnya saya hanya bisa berharap semoga trip kami aman dan terkendali.

Salah satu icon wajib di New Zealand

Menyusun itinerary New Zealand adalah yang tersulit karena terlalu banyak pilihan tempat-tempat cantik yang ingin dikunjungi

Saat umroh mandiri, kami bebas memilih destinasi mana saja yang kami inginkan. Ini adalah kota Al Ula, 5 jam perjalanan dari Medinah

Trip bersama rombongan tour

Rombongan tour yang pernah saya ikuti adalah rombongan sekolah dan rombongan tour ibu-ibu pengajian teman-teman ibu saya. Selain itu, kami sekeluarga tidak pernah ikut rombongan tour. Pernah sekali kami memesan private tour dari sebuah travel agent untuk perjalanan ke Belitung. Hasilnya memuaskan karena terbebas dari kendala selama perjalanan. Beda loh ikut rombongan tour dengan private tour, apalagi kalau private tour nya bisa di-customize (bisa diubah sesuai dengan keinginan). Ikut private tour serasa trip sendiri tapi tanpa harus repot menyusun itinerary dan mencari informasi tentang suatu lokasi. Karena kami waktu itu membeli paket private tour dari travel agent lokal, maka kami dapat bonus cerita tentang daerah itu dari orang lokal, yang notabene nya adalah tour guide kami.

Belitung Trip. Rasanya seperti pulau pribadi. Ini bisa didapat karena kami membeli paket private tour dari travel agent lokal.

Belitung Trip. Rasanya seperti pulau pribadi. Ini bisa didapat karena kami membeli paket private tour dari travel agent lokal.

Belitung Trip. Rasanya seperti pulau pribadi. Ini bisa didapat karena kami membeli paket private tour dari travel agent lokal.

Sekarang banyak sekali travel agent ataupun tour leader perorangan menawarkan paket wisata, baik itu rombongan atau private tour. Kalau rombongan tentunya harga akan lebih murah dibandingkan private tour, namun kita harus menyesuaikan diri dengan gaya traveling seluruh peserta rombongan. Dan ini tidak mudah. Biasanya kalau ikut trip bersama rombongan, prinsipnya adalah kejar setoran destinasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Yang penting foto-foto di ikon-ikon sebuah destinasi. Memang sih, kuantitas jadi terpenuhi, tidak demikian hal nya dengan kualitas. Sudah dipastikan, ikut rombongan tour, kita akan terbebas dari menanggung masalah di perjalanan. Semua diserahkan pada tour leader yang menemani saat itu.

Trip bersama rombongan tour ini akan sangat terasa manfaatnya jika informasi tentang lokasi yang dituju sangat minim, transportasi dan akomodasi  juga masih jarang atau tidak memadai, apalagi kalau di daerah itu bahasa inggris sangat minim digunakan. Maka di sinilah kita bisa bersandar pada seorang tour leader.

Trip dengan menyewa tour guide

Mari kita bedakan dulu antara tour leader dengan tour guide. Tour leader merupakan seorang pemimpin tour yang perannya menunjukkan arah selama perjalanan. Tour leader ini tidak punya kewajiban untuk menjelaskan informasi tentang suatu tempat. Misalnya, jika familygoers mengunjungi sebuah tempat bersejarah, tour leader belum tentu mengerti detil tentang cerita di balik tempat itu. Informasi seperti ini bisa didapat dari seorang tour guide. Tour guide tidak harus menemani kita dari awal sampai akhir perjalanan. Dia hanya menceritakan informasi menarik tentang sebuah wisata. Tour guide ini juga tidak berkewajiban menyusun itinerary. Memang seorang tour leader bisa juga mencakup seorang tour guide. Namun sesuai dengan kode etik profesi tour guide, maka tour guide ini dibagi per wilayah. Tour guide dari Jakarta tidak bisa membawa rombongan ke Bali dan menjadi tour guide selama di Bali. Ia harus mendelegasikan perannya pada tour guide lokal di Bali.

Kami beberapa kali menyewa jasa tour guide untuk trip kami. Di Praha, Ceko, kami pernah ikut walking tour yang dipandu oleh seorang tour guide. Ia menceritakan banyak hal tentang kota Praha. Spot-spot tersembunyi yang luput dari perhatian turis pada umumnya. Selain itu, kami pun diceritakan tentang sejarah kota Praha. Zola, anak saya, antusias mendengar cerita yang dibawakan dengan jenaka dan dapat dicerna anak-anak. Jalan kaki selama satu jam pun tidak terasa.

Walking tour mengenal kota Praha bersama tour guide lokal. Zola peserta terkecil

Walking tour mengenal sejarah komunis di Praha, bersama tour guide lokal. Zola peserta terkecil.

Sementara di Jakarta, event familygoers meet up juga selalu menghadirkan tour guide. Ini yang menarik. Tour guide ini menambah trip jadi berkesan karena kami jadi tahu cerita di balik sebuah tempat. Misalnya saat walking tour di Kota Tua, tour guide yang memandu kami menceritakan seluk beluk Kota Tua dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Begitu juga ketika familygoers mengadakan trip napak tilas kemerdekaan bekerja sama dengan Justice Indonesia, anak-anak jadi belajar sejarah tanpa mereka sadari lewat penuturan seorang tour guide langsung di TKP.

“Jadi ini loh peta Kota Tua,” ujar Mochi, diikuti oleh pandangan mata anak-anak yang ingin mengamati

Selfie di depan Jembatan Kota Intan bersama Mita, sang tour guide

Familygoers dan Justice Girls di Tugu Proklamasi

Ada nilai plus nya ketika kita menggunakan jasa seorang tour guide. Karena itulah, akan lebih bermakna jika kita mengunjungi sebuah tempat dan di situ menyediakan jasa tour guide, jangan rugi untuk memanfaatkannya.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.


Pilih paket tour, menyewa tour guide, atau merencanakan sendiri traveling bersama keluarga ?
Posted by: Sheika Rauf

Ketiganya pernah saya rasakan merasakannya, baik itu trip dengan merencanakan segalanya sendiri, ikut tour, maupun menyewa tour guide. Semua ada plus minus nya. Saya ceritakan satu per satu berdasarkan pengalaman traveling kami ya, kelebihan plus kekurangannya.

Trip merencanakan segalanya sendiri

Hampir semua trip kami sekeluarga merencanakan segalanya sendiri, dari A-Z. Saya termasuk tipe orang yang hobi membuat itinerary, belum apa-apa rasanya sudah ada di tempat yang akan kami kunjungi. Dari trip di dalam negeri sampai trip ke luar negeri, bahkan umroh pun, kami memilih jalan sendiri tanpa ikut rombongan travel agent manapun. Rasanya puas. Inilah salah satu kelebihannya. Kami bisa memilih destinasi yang dinginkan dengan pace yang disukai, mau fast traveler atau jadi slow traveler. Tentunya jika bepergian dengan anak, kami harus menyesuaikannya dengan kondisi si anak, jangan sampai dia merasa terlalu lelah sehingga tidak nyaman gara-gara kejar setoran destinasi sebanyak-banyaknya. Budget pun bisa disesuaikan, apakah kami memilih bergaya backpacking atau ingin lebih nyaman, mau hostel, atau hotel berbintang. Biaya juga lebih murah dibandingkan kami harus membeli paket tour.

Namun, membuat itinerary ini juga sangat menyita waktu. Meskipun bagian dari hobi, tetap saja saya harus menyediakan waktu longgar untuk memilih destinasi mana saja yang yang akan dituju, belum lagi memilih hotel dan moda transportasi selama di sana. Segalanya perlu diperhitungkan mengingat saya bepergian dengan anak kecil dan budget nya pun bukan budget yang tak terbatas.

Selain itu, kami juga tidak familiar dengan daerah yang akan kami kunjungi. Kalau informasi nya banyak tersebar di internet, tentunya ini akan lebih memudahkan. Namun sebaliknya, jika daerah yang akan kami kunjungi minim informasi seperti umroh mandiri waktu lalu, bayangan kengerian pun muncul apalagi jika tidak ada orang tempat bergantung. Waktu pun terkadang terbuang percuma di jalan jika nyasar. Memang, sih, nyasar ini bagian dari seni traveling. Tapi kalau nyasarnya bersama anak balita yang sedang kelaparan atau kepanasan ? Inilah salah satu kekurangan yang akhirnya saya hanya bisa berharap semoga trip kami aman dan terkendali.

Salah satu icon wajib di New Zealand

Menyusun itinerary New Zealand adalah yang tersulit karena terlalu banyak pilihan tempat-tempat cantik yang ingin dikunjungi

Saat umroh mandiri, kami bebas memilih destinasi mana saja yang kami inginkan. Ini adalah kota Al Ula, 5 jam perjalanan dari Medinah

Trip bersama rombongan tour

Rombongan tour yang pernah saya ikuti adalah rombongan sekolah dan rombongan tour ibu-ibu pengajian teman-teman ibu saya. Selain itu, kami sekeluarga tidak pernah ikut rombongan tour. Pernah sekali kami memesan private tour dari sebuah travel agent untuk perjalanan ke Belitung. Hasilnya memuaskan karena terbebas dari kendala selama perjalanan. Beda loh ikut rombongan tour dengan private tour, apalagi kalau private tour nya bisa di-customize (bisa diubah sesuai dengan keinginan). Ikut private tour serasa trip sendiri tapi tanpa harus repot menyusun itinerary dan mencari informasi tentang suatu lokasi. Karena kami waktu itu membeli paket private tour dari travel agent lokal, maka kami dapat bonus cerita tentang daerah itu dari orang lokal, yang notabene nya adalah tour guide kami.

Belitung Trip. Rasanya seperti pulau pribadi. Ini bisa didapat karena kami membeli paket private tour dari travel agent lokal.

Belitung Trip. Rasanya seperti pulau pribadi. Ini bisa didapat karena kami membeli paket private tour dari travel agent lokal.

Belitung Trip. Rasanya seperti pulau pribadi. Ini bisa didapat karena kami membeli paket private tour dari travel agent lokal.

Sekarang banyak sekali travel agent ataupun tour leader perorangan menawarkan paket wisata, baik itu rombongan atau private tour. Kalau rombongan tentunya harga akan lebih murah dibandingkan private tour, namun kita harus menyesuaikan diri dengan gaya traveling seluruh peserta rombongan. Dan ini tidak mudah. Biasanya kalau ikut trip bersama rombongan, prinsipnya adalah kejar setoran destinasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Yang penting foto-foto di ikon-ikon sebuah destinasi. Memang sih, kuantitas jadi terpenuhi, tidak demikian hal nya dengan kualitas. Sudah dipastikan, ikut rombongan tour, kita akan terbebas dari menanggung masalah di perjalanan. Semua diserahkan pada tour leader yang menemani saat itu.

Trip bersama rombongan tour ini akan sangat terasa manfaatnya jika informasi tentang lokasi yang dituju sangat minim, transportasi dan akomodasi  juga masih jarang atau tidak memadai, apalagi kalau di daerah itu bahasa inggris sangat minim digunakan. Maka di sinilah kita bisa bersandar pada seorang tour leader.

Trip dengan menyewa tour guide

Mari kita bedakan dulu antara tour leader dengan tour guide. Tour leader merupakan seorang pemimpin tour yang perannya menunjukkan arah selama perjalanan. Tour leader ini tidak punya kewajiban untuk menjelaskan informasi tentang suatu tempat. Misalnya, jika familygoers mengunjungi sebuah tempat bersejarah, tour leader belum tentu mengerti detil tentang cerita di balik tempat itu. Informasi seperti ini bisa didapat dari seorang tour guide. Tour guide tidak harus menemani kita dari awal sampai akhir perjalanan. Dia hanya menceritakan informasi menarik tentang sebuah wisata. Tour guide ini juga tidak berkewajiban menyusun itinerary. Memang seorang tour leader bisa juga mencakup seorang tour guide. Namun sesuai dengan kode etik profesi tour guide, maka tour guide ini dibagi per wilayah. Tour guide dari Jakarta tidak bisa membawa rombongan ke Bali dan menjadi tour guide selama di Bali. Ia harus mendelegasikan perannya pada tour guide lokal di Bali.

Kami beberapa kali menyewa jasa tour guide untuk trip kami. Di Praha, Ceko, kami pernah ikut walking tour yang dipandu oleh seorang tour guide. Ia menceritakan banyak hal tentang kota Praha. Spot-spot tersembunyi yang luput dari perhatian turis pada umumnya. Selain itu, kami pun diceritakan tentang sejarah kota Praha. Zola, anak saya, antusias mendengar cerita yang dibawakan dengan jenaka dan dapat dicerna anak-anak. Jalan kaki selama satu jam pun tidak terasa.

Walking tour mengenal kota Praha bersama tour guide lokal. Zola peserta terkecil

Walking tour mengenal sejarah komunis di Praha, bersama tour guide lokal. Zola peserta terkecil.

Sementara di Jakarta, event familygoers meet up juga selalu menghadirkan tour guide. Ini yang menarik. Tour guide ini menambah trip jadi berkesan karena kami jadi tahu cerita di balik sebuah tempat. Misalnya saat walking tour di Kota Tua, tour guide yang memandu kami menceritakan seluk beluk Kota Tua dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak. Begitu juga ketika familygoers mengadakan trip napak tilas kemerdekaan bekerja sama dengan Justice Indonesia, anak-anak jadi belajar sejarah tanpa mereka sadari lewat penuturan seorang tour guide langsung di TKP.

“Jadi ini loh peta Kota Tua,” ujar Mochi, diikuti oleh pandangan mata anak-anak yang ingin mengamati

Selfie di depan Jembatan Kota Intan bersama Mita, sang tour guide

Familygoers dan Justice Girls di Tugu Proklamasi

Ada nilai plus nya ketika kita menggunakan jasa seorang tour guide. Karena itulah, akan lebih bermakna jika kita mengunjungi sebuah tempat dan di situ menyediakan jasa tour guide, jangan rugi untuk memanfaatkannya.

 

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sheika Rauf


Ibu dari si bocah petualang Zola, yang hobi traveling dan menulis. Selama saya masih mampu, saya akan mengajak anak saya melihat dunia ini lebih luas lagi.