Berapa Hari Toleransi Memboloskan Anak Sekolah Demi Traveling?
Posted by: Admin

Kita tentu  punya alasan dan pertimbangan,  berapa hari toleransi memboloskan anak demi traveling. Ternyata ada yang mempertimbangkan  tingkat sekolah,  waktu traveling, dan waktu cuti.

Bagaimana menurut familygoers? Ini beberapa di antaranya.

@defianatiara: “Anakku masih playgroup. Jadi, seminggu bolos masih aman lah.”

@nirliani: “Dua sampai tiga hari lah. Soalnya anakku sudah mulai SD. Sepertinya akan jarang mulai bolos, nih.”

@icut: “Pernah bolos seminggu waktu kelas 2 SD, lalu dapat surat cinta dari gurunya…”

@parent.ina: “Anakku belum sekolah. Tapi sepertinya aku akan sangat lenient untuk bikin anak bolos sekolah.  Kan,  pas traveling juga belajar. Bahkan seringnya belajar pas traveling. Lebih relevan ke kehidupan sehari-hari.”

@ontopoenya: “Kalau bisa nggak bolos. Kalau mentok banget harus bolos, ya, satu hari saja. Itu pun kalau pulangnya mepet banget. Satu hari itu untuk istirahat dan siapin untuk besok ke sekolah. Apalagi anak saya 4 dengan variasi tingkat sekolahnya, kuliah, SMA, SMP, dan SD dan kalau traveling harus ikut semua, supaya  tetap ada komunikasi dan kenang-kenangan keluarga. Kalau sudah ada yang bekerja so pasti jalan bareng traveling akan lebih sulit untuk ketemu waktunya. Waktu anak masih kecil memang tidak saya biasakan bolos. Jadi harus dimaksimalkan waktu liburannya. Lagi pula bapaknya kerja, jadi tidak bisa cuti lama-lama.”

@momyjenra: “Kepoin dikit sama wali kelasnya. Kira-kira jadwal agak senggang dan mata pelajaran bisa di-back-up sama parent di rumah enggak. Nah kalau bisa cussszzz  bolos seminggu.”

@Seminggu. Anakku kelas 2 SD waktu izin ke Jepang. Tapi pas masuk semua tugas perlu dikumpulkan ke guru biar tetap ada nilainya.”

@aderyanihmk:  “Hmmm, seminggu lah kalau sebelum masuk SD. Tapi  pas di play group-TK, traveling tidak melulu jatuh di week-end. Tapi sekarang sudah SD, mau tidak mau cari tiket agak mahal  nih karena harus cek pas ada hari kejepit. Jadi waktunya tidak bisa low season. Waktunya cuma sebentar, nggak bisa sampai semingguan juga karena jadwal sekolah sudah padat kegiatan.”

@citrabecks:”Waktu masih Prekindie dan TK pernah izin bolos sekolah 17 hari. Ini pun menyiasati bulan Mei pas banyak tanggal merahnya dan weekend. Jadi hitungannya enggal full hari sekolah semua. Karena sekarang sudah SD,  emak bapaknya berusaha komit untuk traveling pas libur sekolah saja. Sekalian tetap ngajarin anak soal waktu  belajar dan kegiatan formal di sekolah dan kegiatan belajar dengan kegiatan informal saat liburan. Mungkin yang lumayan beda harga tiket plus akomodasi,  saat liburan jadi double bahkan triple.  Agar sepulang liburan anak mau kembali ke sekolah, tiap mau liburan lama saya beri  penjelasan seperti: Liburannya ke mana, berapa lama, tempat yang akan dikunjungi, dan akan belajar apa saja. Kalau anaknya Sudha tahu baru masuk ke inti yang ingin disampaikan dengan mengatakan, liburan membuat kita happy, nanti pas sekolah juga kamu tetap happy. Luangkan juga waktu sehari untuk istirahat. Alhamdulillah, sudah konsisten seperti ini anaknya jadi  sp far o good kembali ke sekolah dengan happy.”

@rinaazhali: “ Nggak pernah sih. Traveling biasanya disesuaikan dengan  liburan sekolah anak.”

@gamma.nms: “Seminggu kali, ya, karena anak masih TK jadi masih oke. Nggak tahu nanti kalau sudah SD.”

@cara1993forever: “Kalau habis lebaran atau liburan panjang naik kelas biasanya suka bolos seminggu, cuwek saja nggak izin. Hari biasa tiga harian, mungkin ya. Sekarang yang sulung baru masuk SMP. Rada seram nih, soalnya di handbook izinnya harus langsung ke kepala sekolah. Kebetulan sekolahnya juga lebih disiplin. Waktu tahun lalu minta izin bolos ke Belitung, adiknya dikasih PR sama guru juga. Saya cuwekin, masa jalan-jalan disuruh ngerjain PR. Tapi kalau sudah SMP, sih, minta dikasih PR saja suapa dikasih izin. Mungkin, hahaha. Sudah keburu issue tiket  tahun lalu, masa harus hangus…”

@labellevie_ecohome: “Salah satu alasan kenapa anakku homeschooling karena di Indonesia liburan sekolahnya sedikit.”

@jamesandlenny: “2-3 hari. Tapi kalau di tengah semester, sih, izin saja bukan bolos. Cuma alasannya harus agak kuat, bukan hanya mau liburan.”

@anitaranny: “Waktu masih di TK hamper setiap Senin. Minggunya kecapaian jadi lanjut week-endnya.”

Sumber: @familygoers yang diedit sesuai dengan format artikel di website

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Berapa Hari Toleransi Memboloskan Anak Sekolah Demi Traveling?
Posted by: Admin

Kita tentu  punya alasan dan pertimbangan,  berapa hari toleransi memboloskan anak demi traveling. Ternyata ada yang mempertimbangkan  tingkat sekolah,  waktu traveling, dan waktu cuti.

Bagaimana menurut familygoers? Ini beberapa di antaranya.

@defianatiara: “Anakku masih playgroup. Jadi, seminggu bolos masih aman lah.”

@nirliani: “Dua sampai tiga hari lah. Soalnya anakku sudah mulai SD. Sepertinya akan jarang mulai bolos, nih.”

@icut: “Pernah bolos seminggu waktu kelas 2 SD, lalu dapat surat cinta dari gurunya…”

@parent.ina: “Anakku belum sekolah. Tapi sepertinya aku akan sangat lenient untuk bikin anak bolos sekolah.  Kan,  pas traveling juga belajar. Bahkan seringnya belajar pas traveling. Lebih relevan ke kehidupan sehari-hari.”

@ontopoenya: “Kalau bisa nggak bolos. Kalau mentok banget harus bolos, ya, satu hari saja. Itu pun kalau pulangnya mepet banget. Satu hari itu untuk istirahat dan siapin untuk besok ke sekolah. Apalagi anak saya 4 dengan variasi tingkat sekolahnya, kuliah, SMA, SMP, dan SD dan kalau traveling harus ikut semua, supaya  tetap ada komunikasi dan kenang-kenangan keluarga. Kalau sudah ada yang bekerja so pasti jalan bareng traveling akan lebih sulit untuk ketemu waktunya. Waktu anak masih kecil memang tidak saya biasakan bolos. Jadi harus dimaksimalkan waktu liburannya. Lagi pula bapaknya kerja, jadi tidak bisa cuti lama-lama.”

@momyjenra: “Kepoin dikit sama wali kelasnya. Kira-kira jadwal agak senggang dan mata pelajaran bisa di-back-up sama parent di rumah enggak. Nah kalau bisa cussszzz  bolos seminggu.”

@Seminggu. Anakku kelas 2 SD waktu izin ke Jepang. Tapi pas masuk semua tugas perlu dikumpulkan ke guru biar tetap ada nilainya.”

@aderyanihmk:  “Hmmm, seminggu lah kalau sebelum masuk SD. Tapi  pas di play group-TK, traveling tidak melulu jatuh di week-end. Tapi sekarang sudah SD, mau tidak mau cari tiket agak mahal  nih karena harus cek pas ada hari kejepit. Jadi waktunya tidak bisa low season. Waktunya cuma sebentar, nggak bisa sampai semingguan juga karena jadwal sekolah sudah padat kegiatan.”

@citrabecks:”Waktu masih Prekindie dan TK pernah izin bolos sekolah 17 hari. Ini pun menyiasati bulan Mei pas banyak tanggal merahnya dan weekend. Jadi hitungannya enggal full hari sekolah semua. Karena sekarang sudah SD,  emak bapaknya berusaha komit untuk traveling pas libur sekolah saja. Sekalian tetap ngajarin anak soal waktu  belajar dan kegiatan formal di sekolah dan kegiatan belajar dengan kegiatan informal saat liburan. Mungkin yang lumayan beda harga tiket plus akomodasi,  saat liburan jadi double bahkan triple.  Agar sepulang liburan anak mau kembali ke sekolah, tiap mau liburan lama saya beri  penjelasan seperti: Liburannya ke mana, berapa lama, tempat yang akan dikunjungi, dan akan belajar apa saja. Kalau anaknya Sudha tahu baru masuk ke inti yang ingin disampaikan dengan mengatakan, liburan membuat kita happy, nanti pas sekolah juga kamu tetap happy. Luangkan juga waktu sehari untuk istirahat. Alhamdulillah, sudah konsisten seperti ini anaknya jadi  sp far o good kembali ke sekolah dengan happy.”

@rinaazhali: “ Nggak pernah sih. Traveling biasanya disesuaikan dengan  liburan sekolah anak.”

@gamma.nms: “Seminggu kali, ya, karena anak masih TK jadi masih oke. Nggak tahu nanti kalau sudah SD.”

@cara1993forever: “Kalau habis lebaran atau liburan panjang naik kelas biasanya suka bolos seminggu, cuwek saja nggak izin. Hari biasa tiga harian, mungkin ya. Sekarang yang sulung baru masuk SMP. Rada seram nih, soalnya di handbook izinnya harus langsung ke kepala sekolah. Kebetulan sekolahnya juga lebih disiplin. Waktu tahun lalu minta izin bolos ke Belitung, adiknya dikasih PR sama guru juga. Saya cuwekin, masa jalan-jalan disuruh ngerjain PR. Tapi kalau sudah SMP, sih, minta dikasih PR saja suapa dikasih izin. Mungkin, hahaha. Sudah keburu issue tiket  tahun lalu, masa harus hangus…”

@labellevie_ecohome: “Salah satu alasan kenapa anakku homeschooling karena di Indonesia liburan sekolahnya sedikit.”

@jamesandlenny: “2-3 hari. Tapi kalau di tengah semester, sih, izin saja bukan bolos. Cuma alasannya harus agak kuat, bukan hanya mau liburan.”

@anitaranny: “Waktu masih di TK hamper setiap Senin. Minggunya kecapaian jadi lanjut week-endnya.”

Sumber: @familygoers yang diedit sesuai dengan format artikel di website

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin