Bandung – Jakarta Lewat Subang; Ini Tempat Wisata yang Bisa Dinikmati
Posted by: Admin

Bosan dari Bandung ke Jakarta lewat tol Purbanyeli, Mimin mencoba lewat jalur Lembang dan masuk tol di  Subang. Ternyata banyak tempat wisata alam  menarik.  Anak-anak akan senang karena bisa singgah di  hutan, gunung, pemandian air panas, udaranya sejuk dan kulinernya juga  khas.

Mimin memulai perjalanan dari bilangan Setia Budi Bandung,  sekitar pukul 11.00. Perjalanannya dilakukan Selasa, bukan Sabtu-Minggu atau hari libur sekolah. Jadi, lumayan lancar. Dan perjalanan ini pun dilakukan tanpa itenary. Pilihan tempat dilakukan secara spontan saja dengan pertimbangan penasaran dan waktu.

Rumah Produksi Tahu Susu

Tempat yang pertama Mimin singgahi adalah Rumah Produksi Tahu Susu. Dari tepi jalan tempat ini didesain seperti pom bensin.  Kelihatan beda membuat Mimin ingin mampir.  Sayang  Mimin tidak bisa melihat tahu diproduksi karena sudah selesai. Kalau ingin mengajak anak melihat datang lebih pagi karena produksi hanya dilakukan pagi hari. Namun Mimin bisa mencicipi tahu di warung yang menjual tahu matang dan mentah buat oleh-oleh. Di area itu juga dijual aneka makanan khas seperti susu kedelai, susu segar, aneka sambal, dan pisang krispi. Tersedia juga bangku untuk duduk makan tahu hangat sambil menikmati udara Lembang yang segar. Di sekitar situ tersedia juga wisata burung puyuh yang baru dibuka. Tempat parkiranya luas.

 

Orchid Forest Cikole

Tempat yang kedua adalah Orchid Forest. Gara-garanya pas lewat jalan berliku yang kanan kirinya pohon pinus Mimin melihat plang Orchid Forest. Tanpa pikir panjang langsung belok kiri menyusuri jalanan kecil, melewati hutan pinus. Satu km kemudian baru tiba di Orchid Forest.  Tempatnya benar-benar segar dengan jalan yang rapi, turun naik  di antara pohon pinus. Mimin senang banget karena siang itu gerimis kecil, berkabut, dan senyap karena tidak banyak pengunjung yang datang, karena memang bukan waktu libur.

Anak-anak dijamin gembira diajak ke tempat ini.

Beragam aktivitas tersedia di Orchid Forest seperti sekadar duduk-duduk menikmati udara segar, outbond, banyak juga tempat foto yang instagramable, memanah, memberi makan keclinci, bersepeda dan tentu saja menyaksikan  bunga anggrek.  Di sini ada sekitar 100 lebih koleksi anggrek yang antara lain dari Indonesia, Ameria Serikat, Peru, dan Venezuela. Ada juga anggrek langka seperti kantung semar dan anggrek hitam.

Kamar mandinya bersih. Mushala kayunya juga cantik. Bangku untuk beristirahat juga tersebar di beberapa tempat.  Tempat ini bener-bener menyenangkan dan akan membuat anak senang. Jangan lupa bawa sweater dan payung. Apalagi di musim hujan seperti saat ini.

Pasar Lembang

Saat memasuki Pasar Lembang,  mata Mimin langsung tergiur melihat banyak pedagang ketan bakar, colenak, yang membuka lapak di tepi jalan. Mimin pun berhenti dan pesan ketan bakar. Mimin memilih makan ketan bakar dengan sambal oncom yang gurih dan pedas. Cocolan ketan bakar lainnya adalah serundeng dan sambal kacang. Setelah itu mencicipi conelak , tape ketan yang dibakar yang diberi gula dan kelapa parut. Rasanya asam tape, gurih kelapa dan manis gula bergabung jadi satu. Dan Mimin menutupnya dengan minum sekoteng hangat. Akan menjadi petualangan seru bagi anak-anak bisa makan makanan khas Lembang di tepi jalan. Apalagi jika punya kesempatan membantu pedagangnya mengipasi ketan atau colenak. Oh, ya, selain ketan dan colenak, ada makanan lain yang banyak Mimin lihat yaitu  ayam  digantung yang konon juga merupakan ayam khas Lembang. Tapi Mimin nggak mencicipi karena perut sudah kenyang.

 

Kebun Teh

Dari pertigaan Tangkuban Perahu yang tidak Mimin datangi karena hujan,  mobil terus melaju ke arah Subang dan membelah perkebunan teh yang membentang sejauh mata memandang. Jalanannya berkelak-kelok, dan naik turun, tapi tidak setajam tanjakan dan tikungan di Puncak. Jalanan pun lumayan sepi, jadi Mimin bisa leluasa membuka jendela sedikit, mumpu-mumpung bisa menikmati udara segar. Ketika kabut turun, Mimin coba menangkap kabut dan memasukkannya ke plastik. Coba, deh, lakukan ini saat jalan-jalan dengan anak dan ketemu kabut. Mimin gagal turun di kebun teh karena hujan semakin deras dan kabut semakin tebal. Padahal susah membayangkan enaknya makan jagung bakal yang dijajakan para pedagang di pinggir jalan sambil menikmati segarnya udara kebun teh.

Mandi Air Panas

Berendam air panas di saat gerimis akan membuat badan jadi segar. Makanya sore itu Mimin mampir ke pemandian Air Panas Ciateur. Mimin beruntung banget karena kolamnya yang lumayan besar cukup  sepi. Jadi bisa leluasa berendam.  Tersedia kolam dengan kedalaman 80 cm dan 120 cm dan bersih. Jadi hati-hati kalu bawa anak kecil. Selain kolam tersedia juga kamar bagi yang ingin lebih mandi sendiri. Kalau Mimin, sih, memilih di kolam karena mandinya bisa sambil memandang langit.

Oh, ya, kalau mau berendam di air panas jangan langsung nyebur. Percik-percik dulu air ke tubuh untuk menyesuaikan suhu, celupkan, tangan dan kaki. Setelah itu baru tubuh bisa beradaptasi, tidak merasa kepanasan. Tersedia kamar ganti dan kamar bilas yang cukup bersih. Kalau lupa bawa baju dan handuk untuk berenang, familygoers bisa membelinya di situ.

 

 

Makan  di Abah Singdang Heula Asli

Setelah jalan-jalan di Forest Orchid dan berendam air panas, perut mulai terasa lapar. Mobil meninggalkan Ciater menuju kota Subang mencari restoran yang direkomendasikan oleh seorang teman.  Namanya Rumah Makan Abah Sindang Heula Asli, yang katanya  ada di sebelah kiri jalan. Di situ menyediakan  makanan Sunda yang khas. Setengah jam kemudian, Mimin menemukan rumah makan tersebut dan langsung pesan belut cobek, ikan mas bakar, ayam kampung goreng, sup ayam, dan pecok kacang panjang. Wah, saat perut lapar, di bawah udara dingin, makanan hangat itu benar-benar membuat perut bahagia

Perut kenyang, hati senang. Dan Warung Abah adalah persinggahan Mimin yang terakhir sebelum mobil menuju Subang dan masuk jalan Tol Cipali – Cikampek – Jakarta. Perjalanan Bandung – Jakarta lewat Subang, sungguh menawarkan perjalanan yang sangat beda dan mengasyikan, Coba, deh.

 

 

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Bandung – Jakarta Lewat Subang; Ini Tempat Wisata yang Bisa Dinikmati
Posted by: Admin

Bosan dari Bandung ke Jakarta lewat tol Purbanyeli, Mimin mencoba lewat jalur Lembang dan masuk tol di  Subang. Ternyata banyak tempat wisata alam  menarik.  Anak-anak akan senang karena bisa singgah di  hutan, gunung, pemandian air panas, udaranya sejuk dan kulinernya juga  khas.

Mimin memulai perjalanan dari bilangan Setia Budi Bandung,  sekitar pukul 11.00. Perjalanannya dilakukan Selasa, bukan Sabtu-Minggu atau hari libur sekolah. Jadi, lumayan lancar. Dan perjalanan ini pun dilakukan tanpa itenary. Pilihan tempat dilakukan secara spontan saja dengan pertimbangan penasaran dan waktu.

Rumah Produksi Tahu Susu

Tempat yang pertama Mimin singgahi adalah Rumah Produksi Tahu Susu. Dari tepi jalan tempat ini didesain seperti pom bensin.  Kelihatan beda membuat Mimin ingin mampir.  Sayang  Mimin tidak bisa melihat tahu diproduksi karena sudah selesai. Kalau ingin mengajak anak melihat datang lebih pagi karena produksi hanya dilakukan pagi hari. Namun Mimin bisa mencicipi tahu di warung yang menjual tahu matang dan mentah buat oleh-oleh. Di area itu juga dijual aneka makanan khas seperti susu kedelai, susu segar, aneka sambal, dan pisang krispi. Tersedia juga bangku untuk duduk makan tahu hangat sambil menikmati udara Lembang yang segar. Di sekitar situ tersedia juga wisata burung puyuh yang baru dibuka. Tempat parkiranya luas.

 

Orchid Forest Cikole

Tempat yang kedua adalah Orchid Forest. Gara-garanya pas lewat jalan berliku yang kanan kirinya pohon pinus Mimin melihat plang Orchid Forest. Tanpa pikir panjang langsung belok kiri menyusuri jalanan kecil, melewati hutan pinus. Satu km kemudian baru tiba di Orchid Forest.  Tempatnya benar-benar segar dengan jalan yang rapi, turun naik  di antara pohon pinus. Mimin senang banget karena siang itu gerimis kecil, berkabut, dan senyap karena tidak banyak pengunjung yang datang, karena memang bukan waktu libur.

Anak-anak dijamin gembira diajak ke tempat ini.

Beragam aktivitas tersedia di Orchid Forest seperti sekadar duduk-duduk menikmati udara segar, outbond, banyak juga tempat foto yang instagramable, memanah, memberi makan keclinci, bersepeda dan tentu saja menyaksikan  bunga anggrek.  Di sini ada sekitar 100 lebih koleksi anggrek yang antara lain dari Indonesia, Ameria Serikat, Peru, dan Venezuela. Ada juga anggrek langka seperti kantung semar dan anggrek hitam.

Kamar mandinya bersih. Mushala kayunya juga cantik. Bangku untuk beristirahat juga tersebar di beberapa tempat.  Tempat ini bener-bener menyenangkan dan akan membuat anak senang. Jangan lupa bawa sweater dan payung. Apalagi di musim hujan seperti saat ini.

Pasar Lembang

Saat memasuki Pasar Lembang,  mata Mimin langsung tergiur melihat banyak pedagang ketan bakar, colenak, yang membuka lapak di tepi jalan. Mimin pun berhenti dan pesan ketan bakar. Mimin memilih makan ketan bakar dengan sambal oncom yang gurih dan pedas. Cocolan ketan bakar lainnya adalah serundeng dan sambal kacang. Setelah itu mencicipi conelak , tape ketan yang dibakar yang diberi gula dan kelapa parut. Rasanya asam tape, gurih kelapa dan manis gula bergabung jadi satu. Dan Mimin menutupnya dengan minum sekoteng hangat. Akan menjadi petualangan seru bagi anak-anak bisa makan makanan khas Lembang di tepi jalan. Apalagi jika punya kesempatan membantu pedagangnya mengipasi ketan atau colenak. Oh, ya, selain ketan dan colenak, ada makanan lain yang banyak Mimin lihat yaitu  ayam  digantung yang konon juga merupakan ayam khas Lembang. Tapi Mimin nggak mencicipi karena perut sudah kenyang.

 

Kebun Teh

Dari pertigaan Tangkuban Perahu yang tidak Mimin datangi karena hujan,  mobil terus melaju ke arah Subang dan membelah perkebunan teh yang membentang sejauh mata memandang. Jalanannya berkelak-kelok, dan naik turun, tapi tidak setajam tanjakan dan tikungan di Puncak. Jalanan pun lumayan sepi, jadi Mimin bisa leluasa membuka jendela sedikit, mumpu-mumpung bisa menikmati udara segar. Ketika kabut turun, Mimin coba menangkap kabut dan memasukkannya ke plastik. Coba, deh, lakukan ini saat jalan-jalan dengan anak dan ketemu kabut. Mimin gagal turun di kebun teh karena hujan semakin deras dan kabut semakin tebal. Padahal susah membayangkan enaknya makan jagung bakal yang dijajakan para pedagang di pinggir jalan sambil menikmati segarnya udara kebun teh.

Mandi Air Panas

Berendam air panas di saat gerimis akan membuat badan jadi segar. Makanya sore itu Mimin mampir ke pemandian Air Panas Ciateur. Mimin beruntung banget karena kolamnya yang lumayan besar cukup  sepi. Jadi bisa leluasa berendam.  Tersedia kolam dengan kedalaman 80 cm dan 120 cm dan bersih. Jadi hati-hati kalu bawa anak kecil. Selain kolam tersedia juga kamar bagi yang ingin lebih mandi sendiri. Kalau Mimin, sih, memilih di kolam karena mandinya bisa sambil memandang langit.

Oh, ya, kalau mau berendam di air panas jangan langsung nyebur. Percik-percik dulu air ke tubuh untuk menyesuaikan suhu, celupkan, tangan dan kaki. Setelah itu baru tubuh bisa beradaptasi, tidak merasa kepanasan. Tersedia kamar ganti dan kamar bilas yang cukup bersih. Kalau lupa bawa baju dan handuk untuk berenang, familygoers bisa membelinya di situ.

 

 

Makan  di Abah Singdang Heula Asli

Setelah jalan-jalan di Forest Orchid dan berendam air panas, perut mulai terasa lapar. Mobil meninggalkan Ciater menuju kota Subang mencari restoran yang direkomendasikan oleh seorang teman.  Namanya Rumah Makan Abah Sindang Heula Asli, yang katanya  ada di sebelah kiri jalan. Di situ menyediakan  makanan Sunda yang khas. Setengah jam kemudian, Mimin menemukan rumah makan tersebut dan langsung pesan belut cobek, ikan mas bakar, ayam kampung goreng, sup ayam, dan pecok kacang panjang. Wah, saat perut lapar, di bawah udara dingin, makanan hangat itu benar-benar membuat perut bahagia

Perut kenyang, hati senang. Dan Warung Abah adalah persinggahan Mimin yang terakhir sebelum mobil menuju Subang dan masuk jalan Tol Cipali – Cikampek – Jakarta. Perjalanan Bandung – Jakarta lewat Subang, sungguh menawarkan perjalanan yang sangat beda dan mengasyikan, Coba, deh.

 

 

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin