Aturan Membawa Makanan Sarapan Hotel Ke Luar
Posted by: Admin

Dilarang membawa makanan sarapan keluar dari hotel.  Namun jika  kita tidak bisa sarapan di hotel atau ada alasan kuat, kita bisa menikmati di luar restoran hotel. Ini aturan mainnya.

Semua yang menginap di hotel dengan tarif termasuk sarapan berhak menikmati sarapan pagi. Setiap kamar biasanya akan diberi dua buah kupon sarapan.  Jika di kamar ada extra bed, dan  ingin sarapan di hotel, maka perlu membayar untuk satu orang lagi.

Setiap yang memiliki kupon, berhak menikmati sarapan sepuas dan sekenyangnya. Kebayang, kan, menu sarapan hotel yang beragam, makanan Asia, Barat, dan bahkan makanan daerah, buah-buahan, dan dessert yang sedap-sedap.

Hanya saja, menurut Hani, seorang server yang pernah bekerja di restoran di Kapal Pesiar Holland American Line dan hotel berbintang di Bandung,  semua makanan tersebut hanya boleh dinikmati di dalam ruangan.

Mengapa begitu?

“Karena dikhawatirkan jika ada makanan yang dibawa keluar dari ruangan, terutama makanan basah atau protein, sudah tidak segar lagi saat dimakan di luar ruangan. Jika terjadi sesuatu, misalnya keracunan, hotel harus bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Mimin sih, selain  alasan kesehatan, jika semua orang diperbolehkan membawa makanan keluar ruangan, hotel bisa bangkrut, ya.

Namun tak berarti sarapan sama sekali tidak boleh dibawa keluar ruangan. Mimin pernah menikmati sarapan di luar hotel karena tidak bisa sarapan di hotel.

Ceritanya waktu itu redaksi Familygoers.com  menginap di sebuah hotel di Malang. Karena akan ke Bromo kami  harus pergi tengah malam.

Kami  ceritakan kondisi ini ke resepsionis. Mereka langsung tanggap dan sarapan kami siap bawa ketika akan berangkap ke Bromo. Sarapannya berupa roti tawar, croiassant, butter, dan buah-buahan yang lumayan mengenyangkan.

Pesan sarapan beberapa kali kami  lakukan. Salah satunya saat harus pergi pagi ke air port subuh.

Dengan alasan tertentu beberapa familygoers juga pernah membawa makanan keluar ruangan. Apa makanan yang mereka bawa, bagaimana mereka bisa membawanya keluar dan apa alasannya, ya?

Jawaban di bawah ini kami ambil dari hasil survey kecil-kecilan yang pernah Mimia lakukan di @familygoers. Kalimatnya kami edit disesuaikan dengan penulisan untuk website.

@interiasakti : “Saya minta izin kalau mau ambil sesuatu. Kalau diizinkan ambil kalau tidak saya tanya harga dan bayar. Seringnya mereka izinkan kalau saya memintanya  baik-baik.”

@dwshanty86: “Pernah minta langsung ke staf hotel buat bekal anak,  berupa roti dan buah-buahan diizinkan.  Tapi yang protein seperti daging tidak diizinkan. Takutnya sudah tidak segar dan mengakibatkan sakit perut.”

@astisk: ” Enggak perlu diam-diam mengambil makanan, karyawan hotelnya malah kadang nawarin.”

@momyjenra: “ Tadinya enggak pernah membawa makanan sarapan. Pas punya bayi bye -bye malu, hehehe. Tapi enggak diam-diam, kok. Saya bilang langsung ke pelayannya mau bawa itu dan ini buat bayi.”

@mitamotty: “Aku ambil enggak banyak, paling sosis dan roti kecil-kecilan. Biasanya kupilih penampakan pelayanannya yang baik, hihihi. So far selalu dikasih.”

Bagaimana, apakah familygoers yang lain punya pengalaman yang sama atau  berbeda?

Foto: Pixabay

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Aturan Membawa Makanan Sarapan Hotel Ke Luar
Posted by: Admin

Dilarang membawa makanan sarapan keluar dari hotel.  Namun jika  kita tidak bisa sarapan di hotel atau ada alasan kuat, kita bisa menikmati di luar restoran hotel. Ini aturan mainnya.

Semua yang menginap di hotel dengan tarif termasuk sarapan berhak menikmati sarapan pagi. Setiap kamar biasanya akan diberi dua buah kupon sarapan.  Jika di kamar ada extra bed, dan  ingin sarapan di hotel, maka perlu membayar untuk satu orang lagi.

Setiap yang memiliki kupon, berhak menikmati sarapan sepuas dan sekenyangnya. Kebayang, kan, menu sarapan hotel yang beragam, makanan Asia, Barat, dan bahkan makanan daerah, buah-buahan, dan dessert yang sedap-sedap.

Hanya saja, menurut Hani, seorang server yang pernah bekerja di restoran di Kapal Pesiar Holland American Line dan hotel berbintang di Bandung,  semua makanan tersebut hanya boleh dinikmati di dalam ruangan.

Mengapa begitu?

“Karena dikhawatirkan jika ada makanan yang dibawa keluar dari ruangan, terutama makanan basah atau protein, sudah tidak segar lagi saat dimakan di luar ruangan. Jika terjadi sesuatu, misalnya keracunan, hotel harus bertanggung jawab,” katanya.

Menurut Mimin sih, selain  alasan kesehatan, jika semua orang diperbolehkan membawa makanan keluar ruangan, hotel bisa bangkrut, ya.

Namun tak berarti sarapan sama sekali tidak boleh dibawa keluar ruangan. Mimin pernah menikmati sarapan di luar hotel karena tidak bisa sarapan di hotel.

Ceritanya waktu itu redaksi Familygoers.com  menginap di sebuah hotel di Malang. Karena akan ke Bromo kami  harus pergi tengah malam.

Kami  ceritakan kondisi ini ke resepsionis. Mereka langsung tanggap dan sarapan kami siap bawa ketika akan berangkap ke Bromo. Sarapannya berupa roti tawar, croiassant, butter, dan buah-buahan yang lumayan mengenyangkan.

Pesan sarapan beberapa kali kami  lakukan. Salah satunya saat harus pergi pagi ke air port subuh.

Dengan alasan tertentu beberapa familygoers juga pernah membawa makanan keluar ruangan. Apa makanan yang mereka bawa, bagaimana mereka bisa membawanya keluar dan apa alasannya, ya?

Jawaban di bawah ini kami ambil dari hasil survey kecil-kecilan yang pernah Mimia lakukan di @familygoers. Kalimatnya kami edit disesuaikan dengan penulisan untuk website.

@interiasakti : “Saya minta izin kalau mau ambil sesuatu. Kalau diizinkan ambil kalau tidak saya tanya harga dan bayar. Seringnya mereka izinkan kalau saya memintanya  baik-baik.”

@dwshanty86: “Pernah minta langsung ke staf hotel buat bekal anak,  berupa roti dan buah-buahan diizinkan.  Tapi yang protein seperti daging tidak diizinkan. Takutnya sudah tidak segar dan mengakibatkan sakit perut.”

@astisk: ” Enggak perlu diam-diam mengambil makanan, karyawan hotelnya malah kadang nawarin.”

@momyjenra: “ Tadinya enggak pernah membawa makanan sarapan. Pas punya bayi bye -bye malu, hehehe. Tapi enggak diam-diam, kok. Saya bilang langsung ke pelayannya mau bawa itu dan ini buat bayi.”

@mitamotty: “Aku ambil enggak banyak, paling sosis dan roti kecil-kecilan. Biasanya kupilih penampakan pelayanannya yang baik, hihihi. So far selalu dikasih.”

Bagaimana, apakah familygoers yang lain punya pengalaman yang sama atau  berbeda?

Foto: Pixabay

 

 

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin