Agar traveling bersama bayi bisa seru (banget) !
Posted by: Admin

Kata orang tua, bayi baru lahir tidak boleh diajak ke tempat-tempat umum dulu. Empat puluh hari harus berdiam diri di rumah. Setelah empat puluh hari, barulah si bayi boleh dibawa ke sana dan ke sini. Tentulah pandangan seperti ini tidak salah juga jika dituruti supaya si bayi terhindar dari berbagai resiko penyakit di luar.

Alasan lainnya adalah karena bayi baru lahir membutuhkan perhatian khusus yang nonstop, jarak pemberian ASI dan ganti popoknya masih terlalu sering. Inilah yang merepotkan bagi ibu baru. Kalau sudah seperti ini, tentunya jauh dari rumah adalah saat-saat mendebarkan, bagaimana kalau ada barang-barang si bayi yang tertinggal, apalagi yang tertinggal adalah barang krusial.

Namun, alasan-alasan itu bukan berarti menghalangi familygoers untuk keluar rumah membawa si bayi. Familygoers dapat memulai mengajak si kecil keluar rumah, pertama-tama dengan mengunjungi tempat-tempat yang tidak jauh dari rumah, misalnya saja taman di dalam komplek perumahan.

Begitu usianya sudah lewat sebulan, apalagi sudah melampaui tiga bulan, bayi sudah sangat bisa diajak bepergian ke tempat jauh. Bayi di usia itu tidak lagi selemah dan semengkhawatirkan yang ditakutkan orangtua. Asalkan tidak ada masalah dengan kesehatannya, familygoers bisa membawanya pergi, bahkan naik pesawat sekalipun.

Justru bayi di usia ini, ketika ia belum bisa atau belum mulai belajar berjalan, adalah partner yang menyenangkan diajak traveling. Jadi nikmatilah saat-saat ini, di saat ia belum mulai lari-larian dan rasa ingin tahunya semakin besar, tentunya tantangannya pun akan semakin besar lagi. Traveling akan semakin seru jika Anda tetap memperhatikan hal-hal ini :

Kesehatan dan keamanan

  • Bawa serta termometer dan paracetamol, obat luka, bedak cair untuk mengobati gatal, dan tambahan obat-obat pribadi si bayi lainnya. Jangan lupa juga bawa resep-resep obat jika si bayi membutuhkan obat tertentu. Jika familygoers kehabisan obatnya di tengah jalan, maka Anda tidak perlu repot lagi.
  • Bawa catatan berisi riwayat kesehatan si kecil, daftar alergi dan obat-obatan, termasuk nomer telpon darurat yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu.
  • Sedialah topi untuk melindungi si bayi dari panas atau suhu dingin.
  • Sunscreen adalah barang yang wajib dipakai jika familygoers banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Jika bayi Anda kurang dari 6 bulan, oleskan sedikit saja sunscreen di wajah dan punggung telapak tangannya. Untuk bayi yang lebih besar, familygoers bisa mengoleskannya di bagian kulit mana saja yang terpapar sinar matahari.
  • Di dalam mobil, pastikan ia selalu duduk di dalam car seat nya di jok belakang. Jok depan mobil bisa berbahaya bagi si kecil, apalagi untuk mobil yang dilengkapi dengan airbag. Airbag bisa menjadi boomerang bagi anak-anak kecil apalagi bayi, karena tulangnya masih fragile.
  • Pasang pelindung kaca mobil removable dari sinar matahari untuk melindungi mata si bayi dari sinar matahari langsung dan melindunginya dari panas.
  • Jika Anda pergi menggunakan pesawat, usahakan Anda memberinya ASI, minuman atau makanan apapun, untuk membantu menghindarinya dari tekanan udara di telinga saat take off. Namun tidak semua bayi akan mengalami sakit telinga. Jika si kecil tidur nyenyak saat take off, sebaiknya biarkan ia tertidur.
  • Jika Anda melewati zona waktu yang berbeda dan khawatir akan perubahan jadwal si bayi, lakukan langkah-langkah untu menghindari jet lag. Jika Anda tiba di pagi atau siang hari, paparkan ia di sinar matahari. Usahakan dia memiliki jam tidur yang sama dengan jadwal di rumah. Misalnya jika si bayi biasanya mulai tertidur setelah makan siang, maka usahakan untuk tetap melakukan kebiasaan itu dengan menidurkannya di siang hari setelah makan.
  • Jangan terlalu ambisius dengan itinerary Anda. Santai saja dan nikmati perjalanan Anda.

Makanan dan Kenyamanan

  • Bawalah satu botol atau termos air minum ekstra agar familygoers tidak dehidrasi, khususnya jika familygoers menyusui. 
  • Jika familygoers tidak menyusui, bawalah beberapa botol susu formula siap digunakan. Jika familygoers bepergian dengan pesawat, cari tau terlebih dulu tentang kebijakan membawa susu formula ini. 
  • Jika si bayi sudah mulai makan, bawalah makanan secukupnya hanya untuk di perjalanan. Familygoers bisa membelinya lagi begitu sudah sampai di tujuan.
  • Jangan lupa bawa serta bib yang cukup besar dari plastik atau bahan waterproof untuk menutupi pakaiannya saat makannya. Ketika ia makan, familygoers tak perlu lagi repot mengganti bajunya karena tertumpah bekas-bekas makanan. 
  • Bawalah diapers secukupnya untuk di perjalanan. Kalau perlu bawa tambahan ekstra. Familygoers bisa membelinya lagi saat di tempat tujuan. Sertakan pula kantong plastik kotor dan lotion untuk mencegah rash pada kulitnya. 
  • Bawalah baju ganti ekstra dalam bagpack familygoers untuk berjaga-jaga jika si kecil tiba-tiba muntah atau terkena kotoran di perjalanan. 
  • Bawalah selimut tipis. Selimut ini akan berguna sebagai alas agar si kecil bisa berbaring, merangkak, berguling, dan sebagainya, saat familygoers berada di taman, hotel ataupun airport. 

Hiburan

  • Bawa serta tas berisi mainan-mainan favoritnya plus tambahan mainan lainnya untuk mengisi waktu luang si kecil, misalnya seperti boneka, rattles, soft animals, teether, dan lain sebagainya.

Travel gear

  • Bawa alas ganti popok portable sehingga familygoers bisa menggunakannya di manapun, termasuk dalam toilet pesawat. 
  • Sediakan selalu beberapa kantong plastik di dalam mobil atau dalam tas diapers si kecil. Ini akan memudahkan familygoers membuang bekas diapers kotor atau memisahkan baju-baju dan bib yang kotor. 
  • Bawalah stroller yang ringan dan mudah dilipat, sehingga tidak terlalu merepotkan dan memerlukan banyak ruang.
  • Slings atau gendongan bayi jangan lupa juga disertakan untuk menggendongnya saat si kecil mulai bosan duduk di stroller. 
  • Jika familygoers menginap di hotel, mintalah box bayi ketika familygoers melakukan reservasi. Periksa terlebih dahulu kondisi box sebelum digunakan, apakah cukup bersih dan dalam kondisi yang bagus. 
  • Jika si kecil sudah mulai makan, bawalah peralatan makan pribadi, seperti sendok dan garpu. Untuk piring mungkin bisa menggunakan piring di restoran atau hotel. Namun untuk sendok dan garpu, bawalah milik pribadi si kecil yang sesuai dengan ukuran mulutnya.
Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




Agar traveling bersama bayi bisa seru (banget) !
Posted by: Admin

Kata orang tua, bayi baru lahir tidak boleh diajak ke tempat-tempat umum dulu. Empat puluh hari harus berdiam diri di rumah. Setelah empat puluh hari, barulah si bayi boleh dibawa ke sana dan ke sini. Tentulah pandangan seperti ini tidak salah juga jika dituruti supaya si bayi terhindar dari berbagai resiko penyakit di luar.

Alasan lainnya adalah karena bayi baru lahir membutuhkan perhatian khusus yang nonstop, jarak pemberian ASI dan ganti popoknya masih terlalu sering. Inilah yang merepotkan bagi ibu baru. Kalau sudah seperti ini, tentunya jauh dari rumah adalah saat-saat mendebarkan, bagaimana kalau ada barang-barang si bayi yang tertinggal, apalagi yang tertinggal adalah barang krusial.

Namun, alasan-alasan itu bukan berarti menghalangi familygoers untuk keluar rumah membawa si bayi. Familygoers dapat memulai mengajak si kecil keluar rumah, pertama-tama dengan mengunjungi tempat-tempat yang tidak jauh dari rumah, misalnya saja taman di dalam komplek perumahan.

Begitu usianya sudah lewat sebulan, apalagi sudah melampaui tiga bulan, bayi sudah sangat bisa diajak bepergian ke tempat jauh. Bayi di usia itu tidak lagi selemah dan semengkhawatirkan yang ditakutkan orangtua. Asalkan tidak ada masalah dengan kesehatannya, familygoers bisa membawanya pergi, bahkan naik pesawat sekalipun.

Justru bayi di usia ini, ketika ia belum bisa atau belum mulai belajar berjalan, adalah partner yang menyenangkan diajak traveling. Jadi nikmatilah saat-saat ini, di saat ia belum mulai lari-larian dan rasa ingin tahunya semakin besar, tentunya tantangannya pun akan semakin besar lagi. Traveling akan semakin seru jika Anda tetap memperhatikan hal-hal ini :

Kesehatan dan keamanan

  • Bawa serta termometer dan paracetamol, obat luka, bedak cair untuk mengobati gatal, dan tambahan obat-obat pribadi si bayi lainnya. Jangan lupa juga bawa resep-resep obat jika si bayi membutuhkan obat tertentu. Jika familygoers kehabisan obatnya di tengah jalan, maka Anda tidak perlu repot lagi.
  • Bawa catatan berisi riwayat kesehatan si kecil, daftar alergi dan obat-obatan, termasuk nomer telpon darurat yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu.
  • Sedialah topi untuk melindungi si bayi dari panas atau suhu dingin.
  • Sunscreen adalah barang yang wajib dipakai jika familygoers banyak menghabiskan waktu di luar ruangan. Jika bayi Anda kurang dari 6 bulan, oleskan sedikit saja sunscreen di wajah dan punggung telapak tangannya. Untuk bayi yang lebih besar, familygoers bisa mengoleskannya di bagian kulit mana saja yang terpapar sinar matahari.
  • Di dalam mobil, pastikan ia selalu duduk di dalam car seat nya di jok belakang. Jok depan mobil bisa berbahaya bagi si kecil, apalagi untuk mobil yang dilengkapi dengan airbag. Airbag bisa menjadi boomerang bagi anak-anak kecil apalagi bayi, karena tulangnya masih fragile.
  • Pasang pelindung kaca mobil removable dari sinar matahari untuk melindungi mata si bayi dari sinar matahari langsung dan melindunginya dari panas.
  • Jika Anda pergi menggunakan pesawat, usahakan Anda memberinya ASI, minuman atau makanan apapun, untuk membantu menghindarinya dari tekanan udara di telinga saat take off. Namun tidak semua bayi akan mengalami sakit telinga. Jika si kecil tidur nyenyak saat take off, sebaiknya biarkan ia tertidur.
  • Jika Anda melewati zona waktu yang berbeda dan khawatir akan perubahan jadwal si bayi, lakukan langkah-langkah untu menghindari jet lag. Jika Anda tiba di pagi atau siang hari, paparkan ia di sinar matahari. Usahakan dia memiliki jam tidur yang sama dengan jadwal di rumah. Misalnya jika si bayi biasanya mulai tertidur setelah makan siang, maka usahakan untuk tetap melakukan kebiasaan itu dengan menidurkannya di siang hari setelah makan.
  • Jangan terlalu ambisius dengan itinerary Anda. Santai saja dan nikmati perjalanan Anda.

Makanan dan Kenyamanan

  • Bawalah satu botol atau termos air minum ekstra agar familygoers tidak dehidrasi, khususnya jika familygoers menyusui. 
  • Jika familygoers tidak menyusui, bawalah beberapa botol susu formula siap digunakan. Jika familygoers bepergian dengan pesawat, cari tau terlebih dulu tentang kebijakan membawa susu formula ini. 
  • Jika si bayi sudah mulai makan, bawalah makanan secukupnya hanya untuk di perjalanan. Familygoers bisa membelinya lagi begitu sudah sampai di tujuan.
  • Jangan lupa bawa serta bib yang cukup besar dari plastik atau bahan waterproof untuk menutupi pakaiannya saat makannya. Ketika ia makan, familygoers tak perlu lagi repot mengganti bajunya karena tertumpah bekas-bekas makanan. 
  • Bawalah diapers secukupnya untuk di perjalanan. Kalau perlu bawa tambahan ekstra. Familygoers bisa membelinya lagi saat di tempat tujuan. Sertakan pula kantong plastik kotor dan lotion untuk mencegah rash pada kulitnya. 
  • Bawalah baju ganti ekstra dalam bagpack familygoers untuk berjaga-jaga jika si kecil tiba-tiba muntah atau terkena kotoran di perjalanan. 
  • Bawalah selimut tipis. Selimut ini akan berguna sebagai alas agar si kecil bisa berbaring, merangkak, berguling, dan sebagainya, saat familygoers berada di taman, hotel ataupun airport. 

Hiburan

  • Bawa serta tas berisi mainan-mainan favoritnya plus tambahan mainan lainnya untuk mengisi waktu luang si kecil, misalnya seperti boneka, rattles, soft animals, teether, dan lain sebagainya.

Travel gear

  • Bawa alas ganti popok portable sehingga familygoers bisa menggunakannya di manapun, termasuk dalam toilet pesawat. 
  • Sediakan selalu beberapa kantong plastik di dalam mobil atau dalam tas diapers si kecil. Ini akan memudahkan familygoers membuang bekas diapers kotor atau memisahkan baju-baju dan bib yang kotor. 
  • Bawalah stroller yang ringan dan mudah dilipat, sehingga tidak terlalu merepotkan dan memerlukan banyak ruang.
  • Slings atau gendongan bayi jangan lupa juga disertakan untuk menggendongnya saat si kecil mulai bosan duduk di stroller. 
  • Jika familygoers menginap di hotel, mintalah box bayi ketika familygoers melakukan reservasi. Periksa terlebih dahulu kondisi box sebelum digunakan, apakah cukup bersih dan dalam kondisi yang bagus. 
  • Jika si kecil sudah mulai makan, bawalah peralatan makan pribadi, seperti sendok dan garpu. Untuk piring mungkin bisa menggunakan piring di restoran atau hotel. Namun untuk sendok dan garpu, bawalah milik pribadi si kecil yang sesuai dengan ukuran mulutnya.
Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin