7 Tips (Berdasarkan Pengalaman Peribadi) Travelling Berkendaraan Mobil Jarak Jauh dengan Balita
Posted by: James and Lenny

Travelling dengan berkendara mobil memang menyenangkan sekaligus lebih irit dibandingkan naik pesawat terbang atau kereta api. Selain itu, mobilitas di tempat tujuan juga jadi lebih mudah. Teman-teman tidak perlu sewa kendaraan lagi. Menyewa mobil perlu biaya ekstra dan belum lagi kita tidak tahu kondisi kendaraan yang disewa.

Namun, bagi sebagian orang, khususnya keluarga dengan anak-anak yang masih kecil, bawa mobil sendiri ke tempat-tempat jauh bisa jadi momok mengerikan. Kebayang deh… gimana repotnya persiapannya. Belum lagi harus melayani anak yang rewel atau bosan selama berkendara jarak jauh. Ada pula orangtua lain yang kewalahan anaknya mabuk darat, duhhh.. berabe juga yah..

Sebetulnya, berkendara mobil jarak jauh tidaklah terlalu merepotkan. Kami  pernah travelling pakai mobil keliling Jawa Barat dan Jawa Tengah selama 11 hari 10 malam, menginap di 8 kota berbeda. Saat itu kedua anak kami, yang sulung berusia sekitar 8 tahun, sementara si bungsu baru berusia 2,5 tahun. Yang jelas mereka tetap bisa menikmati perjalanan. Kuncinya adalah persiapan!

Berikut ini kami ingin share tujuh tips travelling berkendaraan mobil jarak jauh:

1. Persiapan kondisi mobil yang baik

Persiapan mobil adalah hal mutlak. Pastikan mobil di-service di bengkel yang terpercaya. Selain untuk keselamatan, jangan sampai mobil mogok di tengah perjalanan karena itu akan buat anak-anak rewel dan gelisah. Selain itu, buat kami air conditioner (AC) mobil adalah hal vital lainnya. Kami selalu memastikan AC mobil berfungsi baik dan dingin. AC yang mengalirkan udara sejuk bikin nyaman anak-anak selama berkendara dan betah untuk tidur di mobil.

2. Persiapan fisik anak-anak

Untuk membiasakan anak-anak berkendara mobil ada baiknya satu sampai dua bulan sebelum keberangkatan, kita sering mengajak mereka berkendara mobil. Tujuannya supaya mereka tidak mabuk darat. Selain itu, kondisi fisik anak-anak juga perlu ditingkatkan. Salah satu cara yang kami lakukan adalah rutin mengajak olahraga pagi. Olahraga jalan kaki atau lari ringan, selama 30-60 menit setiap kalinya, sangat membantu daya tahan fisik anak-anak selama perjalanan. Anak-anak jadi tidak mudah sakit dan lebih kuat untuk melakukan travelling panjang.

3. Atur jarak perjalanan antar kota

Saat kami membuat itinerary keliling Jawa, kami coba atur jadwal kota yang kami inapi tidak lebih dari 4 jam. Ya, sebagai orangtua pasti tahu lah, berada 30 menit di mobil saja bisa buat anak-anak bosan. Pertanyaan: “Sampainya kapan, Pih?” atau “Hotelnya sudah dekat belum?” acapkali terlontar. Untuk itu, mengatur lama perjalanan antar kota amatlah penting. Tips lainnya berkaitan ini adalah jalani perjalanan pada waktu tidur siang anak. Ini cukup memudahkan perjalanan karena separuh perjalanan mungkin sudah diisi dengan waktu boci (bobo ciang) anak, hihihi…

Keluarga kami saat keliling Jawa menikmati suasana alam Dieng

4. Cari permainan/hiburan baru selama di mobil

Nah sebelum memulai perjalanan, kami juga coba mencari mainan baru. Kalau untuk anak lelaki bungsu kami, mungkin mainan mobil-mobilan baru. Atau untuk si sulung, tontonan film baru di tablet. Tidak perlu lama-lama setel filmnya karena kurang bagus juga berlama-lama menonton film di kendaraan bikin pusing kepala. Atau bisa juga, cari lagu-lagu anak yang tentunya familier dengan buah hati kita. Bentuk-bentuk permainan ini bisa mengalihkan perhatian mereka sejenak dari kebosanan.

5. Persiapan makanan dan baju ganti yang cukup

Selain permainan/hiburan, cara mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa bosan di mobil adalah melalui makanan, bisa berupa snack ringan, kue-kue kering atau permen. Bawa camilan favorit mereka, sembunyikan terlebih dahulu, lalu keluarkan pada saat mereka mulai merasa jenuh. Bentuk-bentuk camilan baru juga bisa buat mereka betah di mobil. Oh ya, karena ini perjalanan jauh, jangan lupa sediakan baju ganti. Bisa saja anak-anak tidak sengaja ketumpahan air atau muntah di tengah jalan. Atau saat kemalaman di jalan, perlu ganti baju tidur di mobil sehingga begitu sampai hotel bisa langsung digendong masuk kamar.

6. Beri informasi tentang hotel atau kota tempat tujuan kita.

Anak-anak meskipun masih kecil tapi sudah punya keinginan yah… Keinginan kedua anak saya tidaklah sulit, hotel nyaman dan tempat wisata menarik buat mereka. Karena itu, selama perjalanan kami selalu menginformasikan ke mana tujuan perjalanan travelling keluarga kami, ada apa saja di sana. Informasi hotel yang akan diinapi juga memancing semangat mereka, misalnya hotelnya bintang berapa atau ada fasilitas apa saja di hotel tersebut. Ini bikin mereka penasaran dan semangat untuk sampai tujuan.

7. Buat bagian dalam kendaraan senyaman mungkin

Kunci lainnya berkendaraan mobil jarak jauh selain persiapan adalah kenyamanan. Jika diperlukan, buat kendaraan seperti kamar tidur anak. Bawa bantal, guling, dan boneka kesayangan mereka supaya nyaman seperti tidur di kamar tidur mereka sendiri. Beberapa orangtua bahkan mengubah bagian belakang mobil mereka menjadi tempat tidur. Untungnya di Indonesia belum ada aturan yang melarang hal ini. Ya, yang penting kita orangtuanya, jangan kebut-kebutan di jalan. Setir mobil  sesantai dan senyaman mungkin buat anak-anak.

Nah, itu beberapa tips perjalanan jauh menggunakan mobil dari kami. Semoga bisa jadi inspirasi untuk teman-teman. Dan mulai sekarang,  para orangtua tidak perlu takut untuk melakukan perjalanan panjang dengan mobil. Selamat berlibur!

Tulisan ini diambil dan disadur ulang dari blog pribadi penulis www.jkldiary.life

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


James and Lenny


Pasangan suami istri yang menyukai traveling & fotografi. Ingin berbagi pengalaman travelling, staycation, & tips seputar family travel. Saat ini berdomisili di Bandung dan seringkali travelling bergaya semi-backpacker dengan budget bersahabat, hemat, tapi tetap menyenangkan.


7 Tips (Berdasarkan Pengalaman Peribadi) Travelling Berkendaraan Mobil Jarak Jauh dengan Balita
Posted by: James and Lenny

Travelling dengan berkendara mobil memang menyenangkan sekaligus lebih irit dibandingkan naik pesawat terbang atau kereta api. Selain itu, mobilitas di tempat tujuan juga jadi lebih mudah. Teman-teman tidak perlu sewa kendaraan lagi. Menyewa mobil perlu biaya ekstra dan belum lagi kita tidak tahu kondisi kendaraan yang disewa.

Namun, bagi sebagian orang, khususnya keluarga dengan anak-anak yang masih kecil, bawa mobil sendiri ke tempat-tempat jauh bisa jadi momok mengerikan. Kebayang deh… gimana repotnya persiapannya. Belum lagi harus melayani anak yang rewel atau bosan selama berkendara jarak jauh. Ada pula orangtua lain yang kewalahan anaknya mabuk darat, duhhh.. berabe juga yah..

Sebetulnya, berkendara mobil jarak jauh tidaklah terlalu merepotkan. Kami  pernah travelling pakai mobil keliling Jawa Barat dan Jawa Tengah selama 11 hari 10 malam, menginap di 8 kota berbeda. Saat itu kedua anak kami, yang sulung berusia sekitar 8 tahun, sementara si bungsu baru berusia 2,5 tahun. Yang jelas mereka tetap bisa menikmati perjalanan. Kuncinya adalah persiapan!

Berikut ini kami ingin share tujuh tips travelling berkendaraan mobil jarak jauh:

1. Persiapan kondisi mobil yang baik

Persiapan mobil adalah hal mutlak. Pastikan mobil di-service di bengkel yang terpercaya. Selain untuk keselamatan, jangan sampai mobil mogok di tengah perjalanan karena itu akan buat anak-anak rewel dan gelisah. Selain itu, buat kami air conditioner (AC) mobil adalah hal vital lainnya. Kami selalu memastikan AC mobil berfungsi baik dan dingin. AC yang mengalirkan udara sejuk bikin nyaman anak-anak selama berkendara dan betah untuk tidur di mobil.

2. Persiapan fisik anak-anak

Untuk membiasakan anak-anak berkendara mobil ada baiknya satu sampai dua bulan sebelum keberangkatan, kita sering mengajak mereka berkendara mobil. Tujuannya supaya mereka tidak mabuk darat. Selain itu, kondisi fisik anak-anak juga perlu ditingkatkan. Salah satu cara yang kami lakukan adalah rutin mengajak olahraga pagi. Olahraga jalan kaki atau lari ringan, selama 30-60 menit setiap kalinya, sangat membantu daya tahan fisik anak-anak selama perjalanan. Anak-anak jadi tidak mudah sakit dan lebih kuat untuk melakukan travelling panjang.

3. Atur jarak perjalanan antar kota

Saat kami membuat itinerary keliling Jawa, kami coba atur jadwal kota yang kami inapi tidak lebih dari 4 jam. Ya, sebagai orangtua pasti tahu lah, berada 30 menit di mobil saja bisa buat anak-anak bosan. Pertanyaan: “Sampainya kapan, Pih?” atau “Hotelnya sudah dekat belum?” acapkali terlontar. Untuk itu, mengatur lama perjalanan antar kota amatlah penting. Tips lainnya berkaitan ini adalah jalani perjalanan pada waktu tidur siang anak. Ini cukup memudahkan perjalanan karena separuh perjalanan mungkin sudah diisi dengan waktu boci (bobo ciang) anak, hihihi…

Keluarga kami saat keliling Jawa menikmati suasana alam Dieng

4. Cari permainan/hiburan baru selama di mobil

Nah sebelum memulai perjalanan, kami juga coba mencari mainan baru. Kalau untuk anak lelaki bungsu kami, mungkin mainan mobil-mobilan baru. Atau untuk si sulung, tontonan film baru di tablet. Tidak perlu lama-lama setel filmnya karena kurang bagus juga berlama-lama menonton film di kendaraan bikin pusing kepala. Atau bisa juga, cari lagu-lagu anak yang tentunya familier dengan buah hati kita. Bentuk-bentuk permainan ini bisa mengalihkan perhatian mereka sejenak dari kebosanan.

5. Persiapan makanan dan baju ganti yang cukup

Selain permainan/hiburan, cara mengalihkan perhatian anak-anak dari rasa bosan di mobil adalah melalui makanan, bisa berupa snack ringan, kue-kue kering atau permen. Bawa camilan favorit mereka, sembunyikan terlebih dahulu, lalu keluarkan pada saat mereka mulai merasa jenuh. Bentuk-bentuk camilan baru juga bisa buat mereka betah di mobil. Oh ya, karena ini perjalanan jauh, jangan lupa sediakan baju ganti. Bisa saja anak-anak tidak sengaja ketumpahan air atau muntah di tengah jalan. Atau saat kemalaman di jalan, perlu ganti baju tidur di mobil sehingga begitu sampai hotel bisa langsung digendong masuk kamar.

6. Beri informasi tentang hotel atau kota tempat tujuan kita.

Anak-anak meskipun masih kecil tapi sudah punya keinginan yah… Keinginan kedua anak saya tidaklah sulit, hotel nyaman dan tempat wisata menarik buat mereka. Karena itu, selama perjalanan kami selalu menginformasikan ke mana tujuan perjalanan travelling keluarga kami, ada apa saja di sana. Informasi hotel yang akan diinapi juga memancing semangat mereka, misalnya hotelnya bintang berapa atau ada fasilitas apa saja di hotel tersebut. Ini bikin mereka penasaran dan semangat untuk sampai tujuan.

7. Buat bagian dalam kendaraan senyaman mungkin

Kunci lainnya berkendaraan mobil jarak jauh selain persiapan adalah kenyamanan. Jika diperlukan, buat kendaraan seperti kamar tidur anak. Bawa bantal, guling, dan boneka kesayangan mereka supaya nyaman seperti tidur di kamar tidur mereka sendiri. Beberapa orangtua bahkan mengubah bagian belakang mobil mereka menjadi tempat tidur. Untungnya di Indonesia belum ada aturan yang melarang hal ini. Ya, yang penting kita orangtuanya, jangan kebut-kebutan di jalan. Setir mobil  sesantai dan senyaman mungkin buat anak-anak.

Nah, itu beberapa tips perjalanan jauh menggunakan mobil dari kami. Semoga bisa jadi inspirasi untuk teman-teman. Dan mulai sekarang,  para orangtua tidak perlu takut untuk melakukan perjalanan panjang dengan mobil. Selamat berlibur!

Tulisan ini diambil dan disadur ulang dari blog pribadi penulis www.jkldiary.life

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


James and Lenny


Pasangan suami istri yang menyukai traveling & fotografi. Ingin berbagi pengalaman travelling, staycation, & tips seputar family travel. Saat ini berdomisili di Bandung dan seringkali travelling bergaya semi-backpacker dengan budget bersahabat, hemat, tapi tetap menyenangkan.