7 Makanan Korea di Mu Gung Hwa, Jakarta Selatan, yang Enak dan Terjangkau
Posted by: Admin

Bagi penggemar makanan Korea atau yang ingin mencicipi makanannya sambil mengenalkan makanan asing kepada anak, restoran bersih  dan sederhana di Jalan Senayan, Jakarta Selatan ini bisa menjadi pilihan.

Sudah beberpa kali Mimin makan di restoran yang terletak di lantai dua Supermarket Mu Gung Hwa, swalayan yang menyediakan bahan makanan dan bumbu Korea di Jalan Senayan, Jakarta Selatan.  Tempatnya sederhana,  hanya ada kursi dan meja-meja dengan penataan minimalis. Tapi di jam makan siang restoran ini lumayan antre.

Kalau ingin pesan makanan langsung saja ke kasir dan milih makanan yang tertera di atas kasir dan bayar.

Inilah makanan pernah Mimin coba

Odeng (Rp, 15.000/ tusuk). Sebagai makanan pembuka, sambil menunggu menu utama datang Mimin selalu  pesan Odeng, berupa fish cake  yang ditusuk bambu panjang. Teksturnya lembut dan rasanya gurih. Lumer di mulut.  Odeng disajikan dengan kuah kaldu bening yang hangat. Enak banget dimakan kala mendung atau hujan. Anak-anak akan suka Odeng karena lembut dan rasanya yang netral.

Dolsot Bibimbap (Rp.60.000/ porsi): Nasi panas yang diberi sayuran seperti toge, wortel, lobak, dan ceplok telur sangat sering didengar. Namun kali ini telurnya tidak mentah seperti aslinya, Mungkin karena sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia, ya. Disebut dolsot karena nasinya  ditaruh di mangkuk panas. Di dasar mangkuk diberi minyak wijen. Rupanya itulah yang membuat sebagian nasi menjadi kerak dan Mimin  suka banget kerak. Mimin paling suka memberi saus merah dan mengaduknya. Rasanya segar. Porsinya sedang jadi pas buat makan siang. Anak-anak bisa makan ini, asal tidak memakai saus.

Teokboki (Rp.45.000.porsi) : Dalam daftar menu, makanan yang sering Mimin dengar ini tergolong snack! Padahal lumayan berat, lho.  Bagaimana tidak, dibuat dari rice cake yang dipotong-potong dan diberi saus yang terbuat dari  bubu cabai merah. Paduan rasa asin, pedas, manis dan kiyel-kiyel rice cake membuat Mimin pingin dan pingin lagi. Porsinya cukup untuk berdua. Tidak cocok buat anak-anak karena rasanya pedas.

Teokkochi (Rp.30.00/porsi):  Makanan ini belum pernah Mimin dengar apalagi mengonsumsinya.  Gimana rasanya, ya? Untuk menjawab rasa penasaran Mimin pesan satu porsi. Ternyata bahan dasarnya sama dengan Teakboki, rice cake. Hanya potongannya lebih panjang dan digoreng sebentar sehingga permukaannya agak garing. Setelah itu dibaluri saus cabe seperti biasa. Enaknya dimakan hangat karena kalau sudah dingin jadi keras dan kurang enak. Porsinya kecil. Cukup untuk sendiri. Tidak cocok buat anak-anak karena rasanya pedas.

Gimbab (Rp.30.00o) : Bentuknya persis sushi, nasi dibungkus rumput laut dan diberi irisan telur, wortel, daging, bayam, acara radis. Makanannya tanpa kecap Jepang atau wasabi. Bisa dimakan begitu saja karena nasinya sudah diberi bumbu. Gimbab konon memang  terinspirasi dari makizushi yang dibawa oleh bangsa Jepang saat  menjajah Korea pada tahun 1910-1945.  Di negeri asalnya Gimbab suka dijadikan bekal anak sekolah atau piknik. Jadi anak-anak bisa memesan makanan ini.

Gimale (Rp.50.000/porsi)  Makanan selanjutnya yang bikin Mimin penasaran adalah Gimale yang dibuat dari  bihun (dangmyeon) yang diberi wortel cincang, lalu digulung dengan rumput laun, dicelup ke dalam terigu baru digoreng. Luarnya terasa garing namun dalamnya empuk dan terasa gurih,  Apalagi kalau sebelum makan dicocok ke dalam sausnya. Satu porsi berisi 6 Gimale. Karena teksturnya yang empuk dan rasanya yang gurih, anak-anak akan menyukai Gimale.

Sundubu Jige (Rp.55.000/porsi): Makanan berkuah kental ini adalah sup pedas yang disajikan dalam mangkuk panas. Sundubu berisi tahu sutra, kimchi, daging, dan telur. Sundubu disajikan dengan semangkuk nasi hangat. Terasa enak dan mengenyangkan banget saat mencampurnya dengan nasi dan dimakan selagi hangat. Cocok dimakan di  kala hujan. Tapi tidak cocok untuk anak karena rasanya yang agak pedas. 

Lain kali, kalau datang lagi, Mimin pingin nyoba makan  lainnya seperti Jajangmyeon, mi hitam,  yang di restoran ini memakai kaldu sapi, bukan babi seperti aslilnya. Terus juga mau nyoba Remyeon, Chicken Gangjung, Owaeji Bulgogi, dan banyak lagi.

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




7 Makanan Korea di Mu Gung Hwa, Jakarta Selatan, yang Enak dan Terjangkau
Posted by: Admin

Bagi penggemar makanan Korea atau yang ingin mencicipi makanannya sambil mengenalkan makanan asing kepada anak, restoran bersih  dan sederhana di Jalan Senayan, Jakarta Selatan ini bisa menjadi pilihan.

Sudah beberpa kali Mimin makan di restoran yang terletak di lantai dua Supermarket Mu Gung Hwa, swalayan yang menyediakan bahan makanan dan bumbu Korea di Jalan Senayan, Jakarta Selatan.  Tempatnya sederhana,  hanya ada kursi dan meja-meja dengan penataan minimalis. Tapi di jam makan siang restoran ini lumayan antre.

Kalau ingin pesan makanan langsung saja ke kasir dan milih makanan yang tertera di atas kasir dan bayar.

Inilah makanan pernah Mimin coba

Odeng (Rp, 15.000/ tusuk). Sebagai makanan pembuka, sambil menunggu menu utama datang Mimin selalu  pesan Odeng, berupa fish cake  yang ditusuk bambu panjang. Teksturnya lembut dan rasanya gurih. Lumer di mulut.  Odeng disajikan dengan kuah kaldu bening yang hangat. Enak banget dimakan kala mendung atau hujan. Anak-anak akan suka Odeng karena lembut dan rasanya yang netral.

Dolsot Bibimbap (Rp.60.000/ porsi): Nasi panas yang diberi sayuran seperti toge, wortel, lobak, dan ceplok telur sangat sering didengar. Namun kali ini telurnya tidak mentah seperti aslinya, Mungkin karena sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia, ya. Disebut dolsot karena nasinya  ditaruh di mangkuk panas. Di dasar mangkuk diberi minyak wijen. Rupanya itulah yang membuat sebagian nasi menjadi kerak dan Mimin  suka banget kerak. Mimin paling suka memberi saus merah dan mengaduknya. Rasanya segar. Porsinya sedang jadi pas buat makan siang. Anak-anak bisa makan ini, asal tidak memakai saus.

Teokboki (Rp.45.000.porsi) : Dalam daftar menu, makanan yang sering Mimin dengar ini tergolong snack! Padahal lumayan berat, lho.  Bagaimana tidak, dibuat dari rice cake yang dipotong-potong dan diberi saus yang terbuat dari  bubu cabai merah. Paduan rasa asin, pedas, manis dan kiyel-kiyel rice cake membuat Mimin pingin dan pingin lagi. Porsinya cukup untuk berdua. Tidak cocok buat anak-anak karena rasanya pedas.

Teokkochi (Rp.30.00/porsi):  Makanan ini belum pernah Mimin dengar apalagi mengonsumsinya.  Gimana rasanya, ya? Untuk menjawab rasa penasaran Mimin pesan satu porsi. Ternyata bahan dasarnya sama dengan Teakboki, rice cake. Hanya potongannya lebih panjang dan digoreng sebentar sehingga permukaannya agak garing. Setelah itu dibaluri saus cabe seperti biasa. Enaknya dimakan hangat karena kalau sudah dingin jadi keras dan kurang enak. Porsinya kecil. Cukup untuk sendiri. Tidak cocok buat anak-anak karena rasanya pedas.

Gimbab (Rp.30.00o) : Bentuknya persis sushi, nasi dibungkus rumput laut dan diberi irisan telur, wortel, daging, bayam, acara radis. Makanannya tanpa kecap Jepang atau wasabi. Bisa dimakan begitu saja karena nasinya sudah diberi bumbu. Gimbab konon memang  terinspirasi dari makizushi yang dibawa oleh bangsa Jepang saat  menjajah Korea pada tahun 1910-1945.  Di negeri asalnya Gimbab suka dijadikan bekal anak sekolah atau piknik. Jadi anak-anak bisa memesan makanan ini.

Gimale (Rp.50.000/porsi)  Makanan selanjutnya yang bikin Mimin penasaran adalah Gimale yang dibuat dari  bihun (dangmyeon) yang diberi wortel cincang, lalu digulung dengan rumput laun, dicelup ke dalam terigu baru digoreng. Luarnya terasa garing namun dalamnya empuk dan terasa gurih,  Apalagi kalau sebelum makan dicocok ke dalam sausnya. Satu porsi berisi 6 Gimale. Karena teksturnya yang empuk dan rasanya yang gurih, anak-anak akan menyukai Gimale.

Sundubu Jige (Rp.55.000/porsi): Makanan berkuah kental ini adalah sup pedas yang disajikan dalam mangkuk panas. Sundubu berisi tahu sutra, kimchi, daging, dan telur. Sundubu disajikan dengan semangkuk nasi hangat. Terasa enak dan mengenyangkan banget saat mencampurnya dengan nasi dan dimakan selagi hangat. Cocok dimakan di  kala hujan. Tapi tidak cocok untuk anak karena rasanya yang agak pedas. 

Lain kali, kalau datang lagi, Mimin pingin nyoba makan  lainnya seperti Jajangmyeon, mi hitam,  yang di restoran ini memakai kaldu sapi, bukan babi seperti aslilnya. Terus juga mau nyoba Remyeon, Chicken Gangjung, Owaeji Bulgogi, dan banyak lagi.

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin