6 Cara Masyarakat Indonesia Merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW
Posted by: Admin

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau popular disebut maulud Nabi dirayakan secara berbeda di berbagai daerah  di Indonesia dan secara nasional. Semuanya ingin mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ini beberapa di antaranya.

Peringatan Maulud di Istana Negara berlangsung sejak Orde Baru. Dan tahun 2017 untuk pertama kalinya perayaan Maulud dilaksanakan di Istana Bogor.  Presiden dan Wakil Presiden selalu hadir dalam peringatan tersebut. Presiden juga memberikan sambutan. Melalui Kementerian Agama, peringatan Maulud biasanya menghadirkan ulama atau ahli di bidang ilmu tertentu untuk menjadi penceramah. Acara ini dihadiri  para menteri, kepala lembaga pemerintahan, non-kementerian, duta besar negara sahabat, pimpinan ormas Islam, dan ulama terkemuka.

Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta  berupa pasar malam. Sekaten diambil dari kata syhadatainatau dua kalimat syahadat. Puncak dari perayaan sekaten adalah upacara Grebeg,  yaitu berupa arak-arakan gunungan  berisi sayuran, buah-buahan, dan  beragam jenis jajanan pasar yang disusun menyerupai bentuk gunung pemberian sedekah Ngarsa Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan. Gunungan memiliki filosofi pengayoman Sultan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Masyarakat sejak subuh berdatangan untuk berebut gunungan.

Kirab ampyang di Kudus, Jawab Tengah.  Peringatannya diisi dengan sedekah dari masyarakat berupa makanan, hasil bumi, buah-buahan, dan dihiasi kerupuk warna warni yang ditaruh ditandu. Bentuk tandu inilah yang dinamakan ampyang. Makanan  kemudian dinikmati bersama setelah melakukan doa bersama-sama di masjid.

Ritual pembacaan shalawat Nabi dan Pembacaan syair Berzanji, di Lombok NTB. Berzanji. Barzanji adalah doa,  puji-pujian yang bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW yang dibawakan dengan irama tertentu, Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya,  Syekh Ja’far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim. Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Berzanji berasal dari nama sebuah tempat di  Kurdistan.  Karya tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd al-Jawahir  yang artinya kalung permata yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,  meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Bale Saji di Bali yang ditandai dengan adanya batang pisang,  telur,  dan bunga kertas warna warni. Telur dimaknai sebagai simbol kelahiran dan setiap lapisannya sebagai simbol lima rukun Islam.  Telur yang ditancapkan di batang pisang akan dibagikan kepada warga seusai upacara. Sedangkan batang pisang merupakan simbol tunas dari generasi  muda untuk melestarikan tradisi. Benda-benda itu kemudian diarak oleh warga di kampung Islam.

Panjang Jimat di Cirebon. Panjang artinya adalah iring-iringan ritual yang panjang membawa benda pusaka seperti piring panjang. Sedangkan jimat dari diaji dan rumat, yang artinya dipelajari dan dipelihara sepanjang masa. Dalam piring panjang terdapat beberapa tulisan yang mengandung nilai ajaran Islam yang harus menjadi jimat oleh segenap pemeluk Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Piring panjang itu konon  pemberian  seorang pendeta Buda Parwa kepada Pangeran Cakrabuana yang sedang mencari guru agama Islam.  Prosesi upacara Panjang Jimat biasanya berlangsung 1,5 jam. Isinya, arak-arakan berbagai benda yang melambangkan kelahiran Nabi yang  dimulai dari Keraton Kasepuhan menuju Langgar Agung yang berjarak sekitar 100 meter.

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




6 Cara Masyarakat Indonesia Merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW
Posted by: Admin

Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau popular disebut maulud Nabi dirayakan secara berbeda di berbagai daerah  di Indonesia dan secara nasional. Semuanya ingin mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ini beberapa di antaranya.

Peringatan Maulud di Istana Negara berlangsung sejak Orde Baru. Dan tahun 2017 untuk pertama kalinya perayaan Maulud dilaksanakan di Istana Bogor.  Presiden dan Wakil Presiden selalu hadir dalam peringatan tersebut. Presiden juga memberikan sambutan. Melalui Kementerian Agama, peringatan Maulud biasanya menghadirkan ulama atau ahli di bidang ilmu tertentu untuk menjadi penceramah. Acara ini dihadiri  para menteri, kepala lembaga pemerintahan, non-kementerian, duta besar negara sahabat, pimpinan ormas Islam, dan ulama terkemuka.

Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta  berupa pasar malam. Sekaten diambil dari kata syhadatainatau dua kalimat syahadat. Puncak dari perayaan sekaten adalah upacara Grebeg,  yaitu berupa arak-arakan gunungan  berisi sayuran, buah-buahan, dan  beragam jenis jajanan pasar yang disusun menyerupai bentuk gunung pemberian sedekah Ngarsa Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan. Gunungan memiliki filosofi pengayoman Sultan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. Masyarakat sejak subuh berdatangan untuk berebut gunungan.

Kirab ampyang di Kudus, Jawab Tengah.  Peringatannya diisi dengan sedekah dari masyarakat berupa makanan, hasil bumi, buah-buahan, dan dihiasi kerupuk warna warni yang ditaruh ditandu. Bentuk tandu inilah yang dinamakan ampyang. Makanan  kemudian dinikmati bersama setelah melakukan doa bersama-sama di masjid.

Ritual pembacaan shalawat Nabi dan Pembacaan syair Berzanji, di Lombok NTB. Berzanji. Barzanji adalah doa,  puji-pujian yang bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW yang dibawakan dengan irama tertentu, Nama Berzanji diambil dari nama pengarangnya,  Syekh Ja’far al-Barzanji bin Hasan bin Abdul Karim. Ia lahir di Madinah tahun 1690 dan meninggal tahun 1766. Berzanji berasal dari nama sebuah tempat di  Kurdistan.  Karya tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd al-Jawahir  yang artinya kalung permata yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,  meskipun kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

Bale Saji di Bali yang ditandai dengan adanya batang pisang,  telur,  dan bunga kertas warna warni. Telur dimaknai sebagai simbol kelahiran dan setiap lapisannya sebagai simbol lima rukun Islam.  Telur yang ditancapkan di batang pisang akan dibagikan kepada warga seusai upacara. Sedangkan batang pisang merupakan simbol tunas dari generasi  muda untuk melestarikan tradisi. Benda-benda itu kemudian diarak oleh warga di kampung Islam.

Panjang Jimat di Cirebon. Panjang artinya adalah iring-iringan ritual yang panjang membawa benda pusaka seperti piring panjang. Sedangkan jimat dari diaji dan rumat, yang artinya dipelajari dan dipelihara sepanjang masa. Dalam piring panjang terdapat beberapa tulisan yang mengandung nilai ajaran Islam yang harus menjadi jimat oleh segenap pemeluk Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Piring panjang itu konon  pemberian  seorang pendeta Buda Parwa kepada Pangeran Cakrabuana yang sedang mencari guru agama Islam.  Prosesi upacara Panjang Jimat biasanya berlangsung 1,5 jam. Isinya, arak-arakan berbagai benda yang melambangkan kelahiran Nabi yang  dimulai dari Keraton Kasepuhan menuju Langgar Agung yang berjarak sekitar 100 meter.

Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin