11 Penipuan (scam) Saat Traveling dan Cara Menghadapinya. Berhatil-hatilah, Apalagi Saat Bersama Anak
Posted by: Admin

Di berbagai kota termasuk di negara maju penipu kerap mengincar para wisatawan. Untuk menghindarinya kenali  beberapa penipuan yang sering terjadi dan cara menghindarinya.

1. Nembak argo taksi 

Ini sering terjadi, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, bahkan di negara-negara maju. Biasanya banyak terjadi di airport atau stasiun kereta api. Supir taksi akan mengatakan argonya rusak atau langsung tanpa basa-basi minta harga borongan.

Cara menghindarinya:

Sebaiknya gunakan taksi  pagi atau siang hari. Jadi, usahakan  sampai airport atau terminal tidak terlalu malam Begitu pula pulang dari tempat wisata. Anak-anak juga akan merasa kelelahan, ditambah familygoers bisa kesulitan mencari taksi apalagi kalau itu weekend dan musim liburan. Pastikan familygoers tahu berapa harga taksi di pasaran dan apa nama perusahaan taksi lokal terpercaya.  Bandingkan harganya dengan taksi online, biasanya tidak terlalu berbeda jauh  atau gunakan saja taksi online yang memang sudah terpercaya. Jika memang tidak keberatan dengan harga borongan, tawar harga taksi sampai di harga yang benar-benar disepakati. Namun lebih baik ini dihindari dan bayar dengan harga berdasarkan ketentuan.

2. Dibawa ke tempat wisata yang tidak direncanakan 

Ada kalanya familygoers menyewa tour guide atau membeli paket wisata dari travel agent. Pastikan familygoers sepakati dulu ke mana saja tempat wisata yang akan dikunjungi di awal dan jangan ragu meminta di awal jika ada obyek wisata khusus yang ingin dikunjungi. Biasanya tour guide akan mendapatkan komisi dari tempat-tempat wisata tertentu. Karena itu tidak jarang, ketika familygoers menyewa jasa tour guide, dia akan menyelipkan destinasi wisata yang sebenarnya tidak ada dalam kesepakatan. Di beberapa negara misalnya Thailand, hal ini kerap terjadi.

Cara menghindarinya:

Gunakan jasa travel agent dan tour guide resmi atau yang sudah terpercaya. Baca itinerary lebih dahulu dan pastikan familygoers mengetahui segala hak dan kewajiban sebagai tamu. Jika familygoers menyewa mobil dengan driver yang merangkap sebagai tour guide, pastikan familygoers ikut berdiskusi dengan driver rute-rute destinasi wisata yang ingin dikunjungi, tidak menyerahkan begitu saja kepada driver. Familygoers jangan ragu untuk meminta penggantian driver kepada travel agent jika ternyata mengecewakan.

3. Diberikan gelang, bunga, atau koran gratis di jalan

Biasanya yang menjadi incaran penipuan ini adalah perempuan. Seseorang laki-laki atau perempuan yang terlihat ramah akan mendekati familygoers dan langsung mengajak ngobrol. Tak lama kemudian dia akan memberikan bunga atau gelang di tangan familygoers. Begitu familygoers sudah memegangnya, dia akan meminta sejumlah uang dengan paksa. Jika familygoers menolak, dia akan membuat keributan yang membuat familygoers risih. Ada pula seseorang yang menawarkan koran gratis di jalan, namun begitu kita menerima korannya, dia akan meminta uang dengan paksa dan melakukan hal yang sama jika familygoers tidak memberikannya.

Cara menghindarinya:

Jangan pernah menerima benda apapun dari orang asing dan jangan biarkan mereka memasang benda apapun di tubuh familygoers. Ingatkan juga anak-anak supaya tidak menerima hadiah apapun dari orang asing tanpa seizin orangtua  dan menolak orang lain yang ingin menyentuhnya.

4. Berpura-pura baik membersihkan noda di baju

Ketika sedang berada di sebuah restoran atau di jalan, ada kalanya familygoers merasa ada yang tertumpah di baju atau rambut. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh orang asing yang berpura-pura baik ingin membersihkan kotoran dari baju, namun sebenarnya dia ingin mengambil benda berharga yang ada dalam kantong atau yang melekat pada tubuh familygoers seperti dompet, jam tangan, cincin sampai kalung.

Cara menghindarinya:

Tolak dengan baik jika ada orang asing yang ingin membantu membersihkan kotoran. Sebaiknya cari toilet dan bersihkan sendiri noda-noda yang menempel pada pakaian, rambut atau kulit. Selalu sediakan tissue kering atau tissue basah dan botol minum di tas untuk mengantisipasi kejadian ini.

5: Polisi gadungan

Biasanya ini dilakukan oleh sekelompok orang. Ada orang yang tugasnya mendekati familygoers dan menawarkan benda terlarang, seperti narkoba atau uang palsu, kemudian ketika ia sedang melancarkan aksinya, polisi gadungan berseragam lengkap akan mendekati familygoers dan meminta passpor dan dompet dengan alasan untuk pengecekan. Karena panik familygoers akan memberikan dompet dan passpor kepada polisi gadungan ini. Dompet dan passpor mungkin akan dikembalikan lagi namun isinya sudah berkurang atau bahkan hilang.

Cara menghindarinya:

Jika ada di situasi seperti ini, jangan pernah menyerahkan passpor dan dompet familygoers. Minta mereka menunjukkan identitasnya terlebih dahulu dan katakan bahwa familygoers akan menghubungi kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini. Atau, katakan saja passpor familygoers ada di dalam safety box di hotel. Letakkan passpor dan dompet berisi kartu dan uang di tempat terpisah. Jangan pernah berikan dompet familygoers untuk alasan pengecekan. Biasanya ini hanya tipuan.

6. Atraksi wisata tutup

Di area turis ini seringkali terjadi. Ada orang asing yang mendekati familygoers dan mengatakan bahwa atraksi wisata yang akan dikunjungi tutup karena alasan tertentu. Kemudian mereka akan menyarankan untuk ke tempat atraksi lain atau toko suvenir agar familygoers membeli sesuatu atau membeli tiket masuk ke dalam atraksi. Biasanya ini terjadi hanya beberapa meter dari tempat atraksi wisata untuk mengalihkan turis masuk ke tempat wisata lain.

Cara menghindarinya:

Biasakan mengecek jadwal operasional tempat wisata sebelum berkunjung dan belilah tiket via online agar tidak terjebak dalam antrean panjang.

7. Pura-pura ingin menolong di ATM atau ticket vending machine

Seseorang akan mendekati familygoers yang terlihat kebingungan di mesin ATM atau mesin untuk membeli tiket, apalagi jika familygoers terlihat panik karena anak-anak mulai rewel. Yang biasa mereka lakukan adalah men-scan kartu ATM atau kartu kredit dengan credit card skimmer di kantong dan mengamati familygoers ketika mulai memasukkan pin di mesin.

Cara menghindarinya:

Jangan pernah mengizinkan orang lain, apalagi orang asing untuk melakukan transaksi di ATM dengan menggunakan kartu pribadi familygoers. Lebih baik tunda transaksi lebih dulu jika anak-anak mulai rewel. Sebaiknya tenangkan anak-anak dan tenangkan dulu diri sendiri, baru kemudian mencoba melakukan transaksi kembali. Tutupi tangan ketika familygoers mulai memasukkan nomor pin. Jika ada seseorang mencurigakan mendekat, ambil kartu dari mesin ATM dan cari mesin ATM lain.

8. Pengemis anak-anak dan pengemis difabel

Ini sering ditemui di kota-kota besar, di Eropa sekalipun. Biasanya mereka ini berpura-pura difabel, buta, hamil, atau hanya memanfaatkan situasi. Ada kalanya mereka ditemani orang lain sambil duduk atau berdiri menengadahkan tangan. Kadang kala malah tak segan meminta secara paksa kepada orang yang lewat.

Cara menghindarinya:

Jika familygoers didekati peminta seperti ini yang terkadang berpura-pura minta tolong, lebih baik jangan hiraukan atau segera tolak dengan halus. Tetap waspada dengan barang bawaan familygoers. Kalau memang familygoers bermaksud ingin memberikan sesuatu, berikanlah makanan, baju atau selimut di saat musim dingin untuk mereka. Biasanya mereka tergabung dalam kelompok pengemis dan pencopet terorganisir. Jika familygoers memberikan uang, uangnya malah akan jatuh ke tangan penguasa gang.

9. Menawarkan bantuan untuk mengambil photo 

Ketika sedang berjalan-jalan di sebuah landmark atau area turis di kota atau negara tertentu, biasanya familygoers ingin membuat foto group sekeluarga. Supaya hasil lebih maksimal tentu saja membutuhkan bantuan orang lain. Dalam situasi inilah, ada saja orang yang memanfaatkan situasi dan bermaksud jahat dengan menawarkan bantuan untuk mengambil foto  familygoers sekeluarga. Begitu kamera atau hand phone sudah di tangannya, bisa-bisa langsung dibawa kabur.

Cara mengindarinya:

Bawalah tripod kecil ke mana pun meskipun ini memang agak menyulitkan apalagi jika membawa bayi dan balita. Namun hati-hati menggunakan tripod di tempat umum karena lengah sedikit, orang jahat bisa langsung membawanya kabur. Jika repot membawa tripod, mintalah tolong kepada sesama turis. Pintar-pintarlah memilih turis yang akan dimintai tolong. Perhatikan jika ada sekelompok orang atau solo traveler yang membawa kamera atau berusaha untuk selfie. Tawarkan bantuan untuk mengambilkan gambarnya dan minta dia melakukan sebaliknya untuk familygoers. Jangan pernah meminta orang asing sembarangan untuk mengambil gambar.

10. Koneksi wifi publik  

Familygoers bisa menemukan koneksi wifi gratis hampir di mana-mana saat ini. Hati-hati menggunakan free wifi seperti ini karena hackers bisa saja mengakses komputer atau hp familygoers, mengambil password, online account dan hal-hal privasi lainnya. Untuk tahu lebih detil tentang ini bisa di baca di hati-hati menggunakan wifi di ruang publik.

Cara menghindarinya:

Sebaiknya gunakan paket data operator selular setempat atau sewa wifi portable. Hindari menggunakan wifi publik. Jika memang mendesak membutuhkan koneksi internet, gunakan hanya untuk browsing dan tidak membuka apapun yang membutuhkan password apalagi internet banking. Hindari melakukan transaksi online dengan menggunakan wifi publik. Wifi publik resmi di hotel, restoran atau kafe biasanya lebih aman. Jika ingin lebih aman, gunakan VPN atau Virtual Private Network.

11. Fake Tickets

Calo tiket ada di mana-mana, tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri. Seringkali mereka menawarkan tiket transportasi sampai tiket masuk tempat wisata, apalagi jika saat itu antrean di loket mengular. Biasanya penawaran ini menggoda untuk familygoers yang tidak ingin antre meskipun harus membayar sedikit lebih mahal. Bukan hanya calo yang menawarkan harga lebih mahal, ada juga oknum yang menjual tiket palsu. Ini jelas sangat merugikan.

Cara menghindarinya:

Selalu beli tiket dari wesbite atau loket resmi.

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin




11 Penipuan (scam) Saat Traveling dan Cara Menghadapinya. Berhatil-hatilah, Apalagi Saat Bersama Anak
Posted by: Admin

Di berbagai kota termasuk di negara maju penipu kerap mengincar para wisatawan. Untuk menghindarinya kenali  beberapa penipuan yang sering terjadi dan cara menghindarinya.

1. Nembak argo taksi 

Ini sering terjadi, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri, bahkan di negara-negara maju. Biasanya banyak terjadi di airport atau stasiun kereta api. Supir taksi akan mengatakan argonya rusak atau langsung tanpa basa-basi minta harga borongan.

Cara menghindarinya:

Sebaiknya gunakan taksi  pagi atau siang hari. Jadi, usahakan  sampai airport atau terminal tidak terlalu malam Begitu pula pulang dari tempat wisata. Anak-anak juga akan merasa kelelahan, ditambah familygoers bisa kesulitan mencari taksi apalagi kalau itu weekend dan musim liburan. Pastikan familygoers tahu berapa harga taksi di pasaran dan apa nama perusahaan taksi lokal terpercaya.  Bandingkan harganya dengan taksi online, biasanya tidak terlalu berbeda jauh  atau gunakan saja taksi online yang memang sudah terpercaya. Jika memang tidak keberatan dengan harga borongan, tawar harga taksi sampai di harga yang benar-benar disepakati. Namun lebih baik ini dihindari dan bayar dengan harga berdasarkan ketentuan.

2. Dibawa ke tempat wisata yang tidak direncanakan 

Ada kalanya familygoers menyewa tour guide atau membeli paket wisata dari travel agent. Pastikan familygoers sepakati dulu ke mana saja tempat wisata yang akan dikunjungi di awal dan jangan ragu meminta di awal jika ada obyek wisata khusus yang ingin dikunjungi. Biasanya tour guide akan mendapatkan komisi dari tempat-tempat wisata tertentu. Karena itu tidak jarang, ketika familygoers menyewa jasa tour guide, dia akan menyelipkan destinasi wisata yang sebenarnya tidak ada dalam kesepakatan. Di beberapa negara misalnya Thailand, hal ini kerap terjadi.

Cara menghindarinya:

Gunakan jasa travel agent dan tour guide resmi atau yang sudah terpercaya. Baca itinerary lebih dahulu dan pastikan familygoers mengetahui segala hak dan kewajiban sebagai tamu. Jika familygoers menyewa mobil dengan driver yang merangkap sebagai tour guide, pastikan familygoers ikut berdiskusi dengan driver rute-rute destinasi wisata yang ingin dikunjungi, tidak menyerahkan begitu saja kepada driver. Familygoers jangan ragu untuk meminta penggantian driver kepada travel agent jika ternyata mengecewakan.

3. Diberikan gelang, bunga, atau koran gratis di jalan

Biasanya yang menjadi incaran penipuan ini adalah perempuan. Seseorang laki-laki atau perempuan yang terlihat ramah akan mendekati familygoers dan langsung mengajak ngobrol. Tak lama kemudian dia akan memberikan bunga atau gelang di tangan familygoers. Begitu familygoers sudah memegangnya, dia akan meminta sejumlah uang dengan paksa. Jika familygoers menolak, dia akan membuat keributan yang membuat familygoers risih. Ada pula seseorang yang menawarkan koran gratis di jalan, namun begitu kita menerima korannya, dia akan meminta uang dengan paksa dan melakukan hal yang sama jika familygoers tidak memberikannya.

Cara menghindarinya:

Jangan pernah menerima benda apapun dari orang asing dan jangan biarkan mereka memasang benda apapun di tubuh familygoers. Ingatkan juga anak-anak supaya tidak menerima hadiah apapun dari orang asing tanpa seizin orangtua  dan menolak orang lain yang ingin menyentuhnya.

4. Berpura-pura baik membersihkan noda di baju

Ketika sedang berada di sebuah restoran atau di jalan, ada kalanya familygoers merasa ada yang tertumpah di baju atau rambut. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh orang asing yang berpura-pura baik ingin membersihkan kotoran dari baju, namun sebenarnya dia ingin mengambil benda berharga yang ada dalam kantong atau yang melekat pada tubuh familygoers seperti dompet, jam tangan, cincin sampai kalung.

Cara menghindarinya:

Tolak dengan baik jika ada orang asing yang ingin membantu membersihkan kotoran. Sebaiknya cari toilet dan bersihkan sendiri noda-noda yang menempel pada pakaian, rambut atau kulit. Selalu sediakan tissue kering atau tissue basah dan botol minum di tas untuk mengantisipasi kejadian ini.

5: Polisi gadungan

Biasanya ini dilakukan oleh sekelompok orang. Ada orang yang tugasnya mendekati familygoers dan menawarkan benda terlarang, seperti narkoba atau uang palsu, kemudian ketika ia sedang melancarkan aksinya, polisi gadungan berseragam lengkap akan mendekati familygoers dan meminta passpor dan dompet dengan alasan untuk pengecekan. Karena panik familygoers akan memberikan dompet dan passpor kepada polisi gadungan ini. Dompet dan passpor mungkin akan dikembalikan lagi namun isinya sudah berkurang atau bahkan hilang.

Cara menghindarinya:

Jika ada di situasi seperti ini, jangan pernah menyerahkan passpor dan dompet familygoers. Minta mereka menunjukkan identitasnya terlebih dahulu dan katakan bahwa familygoers akan menghubungi kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini. Atau, katakan saja passpor familygoers ada di dalam safety box di hotel. Letakkan passpor dan dompet berisi kartu dan uang di tempat terpisah. Jangan pernah berikan dompet familygoers untuk alasan pengecekan. Biasanya ini hanya tipuan.

6. Atraksi wisata tutup

Di area turis ini seringkali terjadi. Ada orang asing yang mendekati familygoers dan mengatakan bahwa atraksi wisata yang akan dikunjungi tutup karena alasan tertentu. Kemudian mereka akan menyarankan untuk ke tempat atraksi lain atau toko suvenir agar familygoers membeli sesuatu atau membeli tiket masuk ke dalam atraksi. Biasanya ini terjadi hanya beberapa meter dari tempat atraksi wisata untuk mengalihkan turis masuk ke tempat wisata lain.

Cara menghindarinya:

Biasakan mengecek jadwal operasional tempat wisata sebelum berkunjung dan belilah tiket via online agar tidak terjebak dalam antrean panjang.

7. Pura-pura ingin menolong di ATM atau ticket vending machine

Seseorang akan mendekati familygoers yang terlihat kebingungan di mesin ATM atau mesin untuk membeli tiket, apalagi jika familygoers terlihat panik karena anak-anak mulai rewel. Yang biasa mereka lakukan adalah men-scan kartu ATM atau kartu kredit dengan credit card skimmer di kantong dan mengamati familygoers ketika mulai memasukkan pin di mesin.

Cara menghindarinya:

Jangan pernah mengizinkan orang lain, apalagi orang asing untuk melakukan transaksi di ATM dengan menggunakan kartu pribadi familygoers. Lebih baik tunda transaksi lebih dulu jika anak-anak mulai rewel. Sebaiknya tenangkan anak-anak dan tenangkan dulu diri sendiri, baru kemudian mencoba melakukan transaksi kembali. Tutupi tangan ketika familygoers mulai memasukkan nomor pin. Jika ada seseorang mencurigakan mendekat, ambil kartu dari mesin ATM dan cari mesin ATM lain.

8. Pengemis anak-anak dan pengemis difabel

Ini sering ditemui di kota-kota besar, di Eropa sekalipun. Biasanya mereka ini berpura-pura difabel, buta, hamil, atau hanya memanfaatkan situasi. Ada kalanya mereka ditemani orang lain sambil duduk atau berdiri menengadahkan tangan. Kadang kala malah tak segan meminta secara paksa kepada orang yang lewat.

Cara menghindarinya:

Jika familygoers didekati peminta seperti ini yang terkadang berpura-pura minta tolong, lebih baik jangan hiraukan atau segera tolak dengan halus. Tetap waspada dengan barang bawaan familygoers. Kalau memang familygoers bermaksud ingin memberikan sesuatu, berikanlah makanan, baju atau selimut di saat musim dingin untuk mereka. Biasanya mereka tergabung dalam kelompok pengemis dan pencopet terorganisir. Jika familygoers memberikan uang, uangnya malah akan jatuh ke tangan penguasa gang.

9. Menawarkan bantuan untuk mengambil photo 

Ketika sedang berjalan-jalan di sebuah landmark atau area turis di kota atau negara tertentu, biasanya familygoers ingin membuat foto group sekeluarga. Supaya hasil lebih maksimal tentu saja membutuhkan bantuan orang lain. Dalam situasi inilah, ada saja orang yang memanfaatkan situasi dan bermaksud jahat dengan menawarkan bantuan untuk mengambil foto  familygoers sekeluarga. Begitu kamera atau hand phone sudah di tangannya, bisa-bisa langsung dibawa kabur.

Cara mengindarinya:

Bawalah tripod kecil ke mana pun meskipun ini memang agak menyulitkan apalagi jika membawa bayi dan balita. Namun hati-hati menggunakan tripod di tempat umum karena lengah sedikit, orang jahat bisa langsung membawanya kabur. Jika repot membawa tripod, mintalah tolong kepada sesama turis. Pintar-pintarlah memilih turis yang akan dimintai tolong. Perhatikan jika ada sekelompok orang atau solo traveler yang membawa kamera atau berusaha untuk selfie. Tawarkan bantuan untuk mengambilkan gambarnya dan minta dia melakukan sebaliknya untuk familygoers. Jangan pernah meminta orang asing sembarangan untuk mengambil gambar.

10. Koneksi wifi publik  

Familygoers bisa menemukan koneksi wifi gratis hampir di mana-mana saat ini. Hati-hati menggunakan free wifi seperti ini karena hackers bisa saja mengakses komputer atau hp familygoers, mengambil password, online account dan hal-hal privasi lainnya. Untuk tahu lebih detil tentang ini bisa di baca di hati-hati menggunakan wifi di ruang publik.

Cara menghindarinya:

Sebaiknya gunakan paket data operator selular setempat atau sewa wifi portable. Hindari menggunakan wifi publik. Jika memang mendesak membutuhkan koneksi internet, gunakan hanya untuk browsing dan tidak membuka apapun yang membutuhkan password apalagi internet banking. Hindari melakukan transaksi online dengan menggunakan wifi publik. Wifi publik resmi di hotel, restoran atau kafe biasanya lebih aman. Jika ingin lebih aman, gunakan VPN atau Virtual Private Network.

11. Fake Tickets

Calo tiket ada di mana-mana, tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri. Seringkali mereka menawarkan tiket transportasi sampai tiket masuk tempat wisata, apalagi jika saat itu antrean di loket mengular. Biasanya penawaran ini menggoda untuk familygoers yang tidak ingin antre meskipun harus membayar sedikit lebih mahal. Bukan hanya calo yang menawarkan harga lebih mahal, ada juga oknum yang menjual tiket palsu. Ini jelas sangat merugikan.

Cara menghindarinya:

Selalu beli tiket dari wesbite atau loket resmi.

 



Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Admin