10 Candi di Yogyakarta Untuk Dikunjungi Bersama Anak
Posted by: Akhlaqul Karimah

Yogyakarta  memiliki candi besar dan kecil yang bisa dijadikan destinasi wisata dengan anak. Berkunjung ke candi bisa  menstimulasi motorik kasar anak karena untuk menikmatinya dilakukan dengan jalan kaki, turun naik, yang menyehatkan.

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi Prambanan (sumber foto : @saltinourhair / Instagram)

Candi Prambanan adalah  candi Hindu terbesar  di Indonesia, yang  dibangun  pertengahan abad ke-9, bersamaan dengan  ditemukannya prasasti Syiwaghra. Bentuk candi  persegi panjang, terdiri dari  halaman luar dan 3 pelataran,  yaitu pelataran luar (jaba), pelataran tengah (tengahan), dan pelataran dalam (njeron).  Prambanan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dan dinobatkan sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Tiket : Anak (3-10 tahun) Rp20.000, Dewasa (>10 tahun) Rp40.000

2. Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko (sumber foto : @prayudieidjojo / Instagram).

Lokasi Candi Ratu Boko tak jauh dari  Candi Prambanan.  Menurut sejarah, candi ini merupakan bangunan bekas istana raja yang bentuknya kini sebagian tinggal  reruntuhan bangunan. Candi Ratu Boko cukup populer semenjak masuk dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 dan menjadi spot favorit wisatawa untuk melihat sunset.

Tiket : Anak (3-10 tahun) Rp10.000, Dewasa (>10 tahun) Rp25.000

3. Candi Plaosan

Candi Plaosan (sumber foto : @mfajarshidiq / Instagram)

Candi Plaosan terdiri dari 2 bagian,  yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul dengan dua candi utama, 116 stupa perwara, dan 50 buah candi perwara. Plaosan Lor punya relif yang bergambarkan tentang wanita sedangkan Plaosan Kidul punya relif yang bergambar tentang laki-laki. Karena dua candi utama yang megah, candi ini sering disebut juga dengan Candi Kembar. Tempatnya di perbatasan Yogya, Sleman, dan Keraton.

Tiket : Gratis (mengisi buku tamu)

4. Candi Ijo

Candi Ijo

Candi Ijo (sumber foto : @andreasbagas_a / Instagram)

Nama Ijo diambil dari lokasi tempat candi berada, di atas Bukit Ijo. Ini adalah kawasan percandian bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Berada di ketinggian 357-394 meter di atas permukaan laut, menjadikan Candi Ijo sebagai candi tertinggi yang ada di wilayah Yogya.

Tiket : Rp5.000

5. Candi Kalasan

Candi Kalasan

Candi Kalasan (sumber foto : @pejalan_lokal / Instagram)

Candi Buddha ini  berada di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang dibangun abad ke-8. Selain bangunan candi utama, ada 52 stupa, dan 3 candi kecil di sekelilingnya. Salah satu keunikan yang dimiliki Candi Kalasan adalah adanya Patung Dewa yang berdiri membawa bunga teratai dan ukiran dewa-dewi yang digambarkan dengan detail.

Tiket : Rp5.000

6. Candi Sari

Candi Sari

Candi Sari (sumber foto : @ninainayah / Instagram)

Candi Sari dulunya merupakan Vihara Buddha yang dijadikan tempat berguru para biksu yang dibangun abad ke-8, bersamaan dengan pembangunan Candi Kalasan.  Bangunan Candi Kalasan dan Candi Sari mirip.  Keterkaitan keduanya  dijelaskan  dalam Prasasti Kalasan yang ditulis tahun 778 masehi. Berada di Desa Bendan, Candi Sari dikenal juga dengan sebutan Candi Bendan.

Tiket : Rp5.000

7. Candi Barong

Candi Barong

Candi Barong (sumber foto : @susidarto / Instagram)

Dulu Candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kemakmuran di bidang pertanian. Candi  Hindu ini  merupakan peninggalan Kerajaan Medang yang bercorak Hindu. Nama Barong diambil dari hiasan raksasa berbentuk baron di bangunan candi. Tempatnya di Desa Candisari, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, tidak jauh dari Candi Ratu Boko.

Tiket : Rp5.000

8. Candi Sew

Candi Sewu (sumber foto : @thecoftrav / Instagram)

Candi ini merupakan candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah  Borobudur. Areanya terdiri dari 1 candi utama, 8 candi pengapit, dan 257 candi. Nama Sewu yang berarti seribu, diambil dari kisah legenda Roro Jonggang yang beredar di masyarakat sekitar. Di setiap pintu masuk dapat ditemukan arca Dwarapala raksasa berukuran 2,3 meter.

Tiket : Gratis (satu paket dengan tiket Candi Prambanan)

9. Candi Sambisari

Candi Sambisari

Candi Sambisari (sumber foto : @yoona_yaana2 / Instagram)

Candi Hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Bangunannya dulu terkubur 6.5 meter di bawah tanah. Candi Sambisari terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi pendamping yang dikelilingi rumput dan dibatasi tembok dengan luas keliling 48 x 50 meter. Tidak jauh dari area candi ada ruang informasi yang berisi foto proses penggalian, rekontruksi, arca, dan benda peninggalan candi.

Tiket : Rp5.000

10. Candi Banyunibo

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo (sumber foto : @artdisty / Instagram)

Nama Banyunibo diambil dari Bahasa Jawa yang berarti air jatuh menetes. Candi Banyunibo dibangun sekitar abad ke-8 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Bangunana candi berukuran kecil dengan tinggi sekitar 14 meter. Biasa di sebut  ‘si sebatang kara’  karena lokasinya yang tersebunyi dan berdiri sendiri. Disekeliling candi  terdapat pesawahan dan perbukitan yang hijau. Tempatnya di Dusun Cepit Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Tidak jauh dari Candi Ratu Boko.

Tiket : Gratis

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Akhlaqul Karimah




10 Candi di Yogyakarta Untuk Dikunjungi Bersama Anak
Posted by: Akhlaqul Karimah

Yogyakarta  memiliki candi besar dan kecil yang bisa dijadikan destinasi wisata dengan anak. Berkunjung ke candi bisa  menstimulasi motorik kasar anak karena untuk menikmatinya dilakukan dengan jalan kaki, turun naik, yang menyehatkan.

1. Candi Prambanan

Candi Prambanan

Candi Prambanan (sumber foto : @saltinourhair / Instagram)

Candi Prambanan adalah  candi Hindu terbesar  di Indonesia, yang  dibangun  pertengahan abad ke-9, bersamaan dengan  ditemukannya prasasti Syiwaghra. Bentuk candi  persegi panjang, terdiri dari  halaman luar dan 3 pelataran,  yaitu pelataran luar (jaba), pelataran tengah (tengahan), dan pelataran dalam (njeron).  Prambanan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO dan dinobatkan sebagai salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Tiket : Anak (3-10 tahun) Rp20.000, Dewasa (>10 tahun) Rp40.000

2. Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko (sumber foto : @prayudieidjojo / Instagram).

Lokasi Candi Ratu Boko tak jauh dari  Candi Prambanan.  Menurut sejarah, candi ini merupakan bangunan bekas istana raja yang bentuknya kini sebagian tinggal  reruntuhan bangunan. Candi Ratu Boko cukup populer semenjak masuk dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 dan menjadi spot favorit wisatawa untuk melihat sunset.

Tiket : Anak (3-10 tahun) Rp10.000, Dewasa (>10 tahun) Rp25.000

3. Candi Plaosan

Candi Plaosan (sumber foto : @mfajarshidiq / Instagram)

Candi Plaosan terdiri dari 2 bagian,  yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul dengan dua candi utama, 116 stupa perwara, dan 50 buah candi perwara. Plaosan Lor punya relif yang bergambarkan tentang wanita sedangkan Plaosan Kidul punya relif yang bergambar tentang laki-laki. Karena dua candi utama yang megah, candi ini sering disebut juga dengan Candi Kembar. Tempatnya di perbatasan Yogya, Sleman, dan Keraton.

Tiket : Gratis (mengisi buku tamu)

4. Candi Ijo

Candi Ijo

Candi Ijo (sumber foto : @andreasbagas_a / Instagram)

Nama Ijo diambil dari lokasi tempat candi berada, di atas Bukit Ijo. Ini adalah kawasan percandian bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Berada di ketinggian 357-394 meter di atas permukaan laut, menjadikan Candi Ijo sebagai candi tertinggi yang ada di wilayah Yogya.

Tiket : Rp5.000

5. Candi Kalasan

Candi Kalasan

Candi Kalasan (sumber foto : @pejalan_lokal / Instagram)

Candi Buddha ini  berada di Desa Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang dibangun abad ke-8. Selain bangunan candi utama, ada 52 stupa, dan 3 candi kecil di sekelilingnya. Salah satu keunikan yang dimiliki Candi Kalasan adalah adanya Patung Dewa yang berdiri membawa bunga teratai dan ukiran dewa-dewi yang digambarkan dengan detail.

Tiket : Rp5.000

6. Candi Sari

Candi Sari

Candi Sari (sumber foto : @ninainayah / Instagram)

Candi Sari dulunya merupakan Vihara Buddha yang dijadikan tempat berguru para biksu yang dibangun abad ke-8, bersamaan dengan pembangunan Candi Kalasan.  Bangunan Candi Kalasan dan Candi Sari mirip.  Keterkaitan keduanya  dijelaskan  dalam Prasasti Kalasan yang ditulis tahun 778 masehi. Berada di Desa Bendan, Candi Sari dikenal juga dengan sebutan Candi Bendan.

Tiket : Rp5.000

7. Candi Barong

Candi Barong

Candi Barong (sumber foto : @susidarto / Instagram)

Dulu Candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu dan Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi kemakmuran di bidang pertanian. Candi  Hindu ini  merupakan peninggalan Kerajaan Medang yang bercorak Hindu. Nama Barong diambil dari hiasan raksasa berbentuk baron di bangunan candi. Tempatnya di Desa Candisari, Kelurahan Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, tidak jauh dari Candi Ratu Boko.

Tiket : Rp5.000

8. Candi Sew

Candi Sewu (sumber foto : @thecoftrav / Instagram)

Candi ini merupakan candi Buddha terbesar kedua di Indonesia setelah  Borobudur. Areanya terdiri dari 1 candi utama, 8 candi pengapit, dan 257 candi. Nama Sewu yang berarti seribu, diambil dari kisah legenda Roro Jonggang yang beredar di masyarakat sekitar. Di setiap pintu masuk dapat ditemukan arca Dwarapala raksasa berukuran 2,3 meter.

Tiket : Gratis (satu paket dengan tiket Candi Prambanan)

9. Candi Sambisari

Candi Sambisari

Candi Sambisari (sumber foto : @yoona_yaana2 / Instagram)

Candi Hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Bangunannya dulu terkubur 6.5 meter di bawah tanah. Candi Sambisari terdiri dari 1 candi utama dan 3 candi pendamping yang dikelilingi rumput dan dibatasi tembok dengan luas keliling 48 x 50 meter. Tidak jauh dari area candi ada ruang informasi yang berisi foto proses penggalian, rekontruksi, arca, dan benda peninggalan candi.

Tiket : Rp5.000

10. Candi Banyunibo

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo (sumber foto : @artdisty / Instagram)

Nama Banyunibo diambil dari Bahasa Jawa yang berarti air jatuh menetes. Candi Banyunibo dibangun sekitar abad ke-8 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Bangunana candi berukuran kecil dengan tinggi sekitar 14 meter. Biasa di sebut  ‘si sebatang kara’  karena lokasinya yang tersebunyi dan berdiri sendiri. Disekeliling candi  terdapat pesawahan dan perbukitan yang hijau. Tempatnya di Dusun Cepit Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Tidak jauh dari Candi Ratu Boko.

Tiket : Gratis

 

Related Links


Share This | | |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Akhlaqul Karimah